Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MELALUI IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DI SMP Widiastuti, Anik; MR, Moh Irsyad Fahmi; Azizah, Primanisa Inayati; Kurniawan, Syamsul; Rohmah, Yunita Laila; Andjasmara, Adhietya Eka
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi masih belum sepenuhnya berjalan optimal dalam implementasinya di sekolah. Salah satu dasar yang dapat digunakan guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah dengan melakukan asesmen diagnostic. Penelitian ini bertujuan untuk menggali implementasi asesmen diagnostik untuk optimalisasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada guru IPS SMP kelas VII, VIII, dan IX. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi asesmen diagnostik untuk optimalisasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan melalui tahapan persiapan dan perencanaan, pelaksanaan asesmen diagnostik, analisis hasil asesmen, penyusunan strategi pembelajaran berdiferensiasi, implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta refleksi dan penyesuaian disertai tujuan dan rincian kegiatan masing-masing tahapan; 2) Optimalisasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan identifikasi kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostic yang disertai tindak lanjut sesuai kategori kebutuhan. Temuan penelitian dapat menjadi rekomendasi bagi guru agar melakukan asesmen diagnostic terlebih dahulu sebagai dasar dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi agar optimal, sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan guru dapat memfasilitasi peserta didik dan sesuai dengan kebutuhan belajarnya.
DESA HARMONI: PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA GULUREJO KULONPROGO MR, Moh Irsyad Fahmi; Widodo, Syukri Fathudin Achmad; Wicaksono, Ajie; Anam, Ahmad Muzakkil; Rubiyanto, Yayan
Bakti Nusantara Linggau: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bakti Nusantara Linggau
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/bnl.v5i2.891

Abstract

"Desa Harmoni" adalah program pengabdian yang berfokus pada penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Gulurejo, Kabupaten Kulon Progo. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang muncul dari masuknya paham keagamaan ekstrem yang mengancam keharmonisan sosial dan citra desa wisata. Urgensi program ini terletak pada fenomena menurunnya partisipasi pemuda dalam tradisi kultural seperti "Merti Desa", "Gejog Lesung", dan "Nyadran", serta munculnya konflik terkait penggunaan fasilitas umum dan penyelenggaraan atraksi wisata budaya. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini bertujuan untuk mengembangkan model moderasi beragama berbasis kearifan lokal, membangun kapasitas tokoh agama, adat, dan pengelola desa wisata, mengembangkan Kelompok Usaha Bersama, serta mengembangkan paket wisata edukasi "Gulurejo Harmoni". Program menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk pemetaan kearifan lokal dan Training of Trainers (ToT) untuk membangun kapasitas fasilitator lokal. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas tokoh agama dan pemuda dalam mempromosikan narasi moderasi beragama, penguatan forum dialog, peningkatan partisipasi dalam tradisi lokal, dan terintegrasi-nya nilai-nilai moderasi beragama dalam pengembangan desa wisata. Program ini relevan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa.
Implementasi Pembiasaan Moderasi Beragama Sebagai Pencegahan Sikap Intoleransi: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama Bima Purba; Daffa Fakhri Maulana; Anik Widiastuti; Moh Irsyad Fahmi MR
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2892

Abstract

Era teknologi saat ini mengancam penurunan karakter dan toleransi beragama peserta didik. Situasi ini berdampak pada peningkatan kerentanan akan sikap intoleransi peserta didik. Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan pendekatan edukatif serta pembiasaan untuk menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi praktik moderasi beragama melalui pembiasaan moderasi beragama di SMP Negeri 8 Yogyakarta. Model penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Wakil kepala sekolah urusan kurikulum, guru mata pelajaran PPKN, dan guru pendidikan agama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan praktik moderasi beragama dilakukan melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran, kegiatan ekstrakurikuler, peringatan hari besar keagamaan, dan pembiasaan secara kultural peserta didik. Disimpulkan bahwa pelaksanaan praktik pembiasaan dalam menumbuhkan moderasi beragama melalui giat keagamaan pagi sebagai pencegahan sikap intoleransi tergolong sangat baik dengan pelaksanaan yang efektif dalam menanamkan nilai toleransi, keseimbangan dan keadilan.
Learning Patterns of Deaf Students in Islamic Religious Studies Moh. Irsyad Fahmi MR; Khabibur Rohman
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 6 No. 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i1.3821

Abstract

AbstractThis research is intended to learning patterns of deaf students in Islamic Religious Studies (IRS) class at the elementary school level, determine the preparation of students, and identify the factors that support and hinder the learning process. The method used in this research is qualitative, with a case study approach. Data was collected using the interview and documentation approaches. Data analysis involved content analysis. The study finds that deaf students follow traditional learning patterns, in which teachers are equipped with materials, tools, and media that can be used to convey abstract ideas. In such a learning pattern, teachers play the most important role in determining content and methods to enable students to follow the lessons. Factors supporting the learning process include parent concern and teacher cooperation. A major factor hindering the learning process, meanwhile, is students' limited linguistic abilities, as a result of which they have difficulty understanding the lessons.Keywords: deaf, learning patterns, special education.AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan pola pembelajaran siswa tunarungu di kelas Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tingkat sekolah dasar, memahami persiapan siswa, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Penelitian ini menemukan bahwa siswa tunarungu masih mengikuti pola pembelajaran tradisional, di mana guru dengan menggunakan bahan, alat, dan media menyampaikan ide-ide abstrak. Dalam pola pembelajaran tersebut guru memainkan peran paling penting dalam menentukan konten dan metode yang memungkinkan siswa untuk mengikuti pelajaran. Faktor pendukung proses pembelajaran meliputi perhatian orang tua dan kerjasama guru. Faktor utama yang menghambat proses belajar adalah kemampuan linguistik siswa yang terbatas, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.Kata kunci: tunarungu, pola pembelajaran, pendidikan khusus.