Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Psikoedukasi Literasi Kesehatan Mental, Bullying, Advokasi Upaya Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Remaja Kelas X SMKN Panyingkiran Kabupaten Majalengka Sudirlan, Imelda Fransisca; Lena, Lena; Hidayat, Tiara Rosie Chandra; Muhopilah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1335

Abstract

Penngabdian kepada masyarakat ini menggabungkan literasi kesehatan mental dan advokasi terhadap permasalahan bullying pada remaja, khususnya di SMKN Panyingkiran, Majalengka. Literasi kesehatan mental mencakup pemahaman umum dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengatasi kasus bullying. Kasus bullying di Indonesia adalah masalah serius yang memerlukan perhatian publik dan pemerintah. Advokasi dapat membantu korban bullying dan menghasilkan perubahan sosial atau kebijakan yang lebih adil. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman kepada 70 siswa kelas X tentang kesadaran kesehatan mental, bahaya bullying, teknik penanganan bullying yang efektif, dan pentingnya beradvokasi untuk perubahan sosial positif.
SUKSESKAN PROGRAM "GEBER CEPER" (GERAKAN BERSAMA CEGAH PERCERAIAN)PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON DALAM MENURUNKAN ANGKA PERCERAIAN DENGAN EDUKASI PRANIKAH KELUARGA HARMONIS UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN EMOSI CALON PENGANTIN wahyuni, Sri; Muhopilah, Pipih; Setyowati, Rahayu
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3634

Abstract

Perceraian merupakan keputusan untuk berpisah yang diambil oleh suami-istri ketika mereka tidak mendapatkan solusi atas permasalahan dalam hubungan pernikahan yang mereka hadapi, salah satunya adalah akibat belum siapnya mental dan emosi yang belum matang dalam menjalani kehidupan pernikahan. Dampak psikologis perceraian tidak dapat dibiarkan begitu saja sehingga perlu adanya upaya dalam pencegahan perceraian dengan melakukan edukasi untuk meningkatkan kesiapan mental dan kematangan emosi calon pengantin dan Masyarakat luas untuk dapat mengatasi permasalahan yang muncul tanpa berujung dengan perceraian. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menciptakan keluarga harmonis dengan meningkatkan kematangan emosi sehingga menurunkan angka perceraian Metode pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Ada kuesioner pre dan post tes untuk mengukur kematangan emosi peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi Hasil yang didapatkan setelah diberikan edukasi keluarga harmonis didapatkan hasil bahwa ada peningkatan kematangan emosi sebelum dan sesudah edukasi, peseta dalam kegiatan ini terdiri dari 60 peserta yang berasal dari calon pengantin, karang taruna, kader desa dan aparat desa. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Sukseskan program "GEBER CEPER" (Gerakan bersama cegah perceraian)pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menurunkan angka perceraian dengan edukasi pranikah keluarga harmonis untuk meningkatkan kematangan emosi calon pengantin sangat membantu calon pengantin dan masyarakat untuk meningkatkan emosinya dalam menghadapi problematika rumah tangga. pemaparan secara singkat mendapat respon yang antusias dari para peserta, terbukti pertanyaan yang muncul saat berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab
Psikoedukasi Promotif dan Preventif Kesehatan Mental di Tempat Kerja Guru dan Staff Yayasan Menara Islam Majalengka Sudirlan, Imelda Fransisca; Muhammad, Alya Aulia Nur; Rahmawati, Eva; Resmayanti, Mima; Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.129

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini menggabungkan teknik promotif dan preventif untuk edukasi kesehatan mental di tempat kerja, di Yayasan Menara Islam, Majalengka. Kesehatan mental di tempat kerja adalah isu yang semakin mendapat perhatian di lingkungan kerja modern. Dalam dunia yang penuh tekanan dan kompetitif, stres di tempat kerja menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh karyawan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman kepada guru dan staff Yayasan Menara Islam, Majalengka tentang kesadaran kesehatan mental di tempat kerja untuk mencegah atau menghindari timbulnya masalah kesehatan mental di tempat kerja. Implementasi pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Menara Islam, Majalengka berupa pemberian penyuluhan promotif dan preventif berupa psikoedukasi kesehatan mental di tempat kerja, yang didalamnya berisikan pengertian kesehatan mental, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental di tempat kerja, dampak kesehatan mental di tempat kerja, dan cara meningkatkan kesehatan mental di tempat kerja untuk memberikan keterampilan dan strategi yang dapat membantu karyawan mengelola stres dengan lebih baik, seperti melalui teknik relaksasi, mindfulness, manajemen waktu, atau cara-cara untuk mengurangi tekanan kerja.
Psikoedukasi Pengelolaan Distress dan Mekanisme Coping pada Siswa SMKN 1 Majalengka Hidayat, Tiara Rosie Chandra; Holifah, Tika Nur Islah; Ismawati, Ratus; Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.561

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai stres, distress, dan strategi coping adaptif pada siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 35 siswa kelas XI RPL SMKN 1 Majalengka dengan metode psikoedukasi yang meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan materi, penyampaian melalui presentasi dan diskusi, praktik coping (relaksasi, mindfulness, manajemen waktu, komunikasi), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat stres siswa meningkat menjelang masa akhir sekolah, dipengaruhi oleh tekanan keluarga maupun pribadi terkait tuntutan ekonomi, persaingan akademik, hingga masalah keluarga seperti perceraian, hubungan percintaan, kondisi fatherless, dan kesulitan ekonomi. Stres tampak dalam bentuk kecemasan, hopeless, bingung, overthinking, dan pesimis. Melalui psikoedukasi, siswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya coping sehat, seperti olahraga, tidur cukup, menyalurkan hobi, pernapasan dalam, dan mindfulness, sehingga dapat membantu mereka mengelola stres secara lebih adaptif.
Transformasi Menuju Pendidika Inklusif: Implementasi PKM di SIT Mutiara Hati Talaga Shiamullaeli, Meina; Muhopilah, Pipih; Rachim, Ryan Listiawan; Sudirlan, Imelda Fransisca
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12071

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendukung transformasi menuju sekolah inklusi melalui peningkatan kapasitas guru dalam memahami konsep Anak berkebutuhan khusus, melakukan asesment dasar, serta membuat program penyusunan pembelajaran individual yang sesuai dengan kondisi siswa. Kegiatan ini dilakukan di SDIT Mutiara Hati dengan metode berupa pemaparan materi, diskusi serta praktik penyusunan pembelajaran individual melalui workshop. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa guru secara aktif menerima materi, aktif mencoba asesment sederhana, aktif berdiskusi, serta berbagi pengalaman dan menyusun pembelajaran individual di kelas masing-masing. Kegiatan ini berdampak positif bagi peningkatan kapasitas guru serta meningkatkan kesadaran pentingnya kolaborasi, baik dengan orangtua maupun dengan sesama guru. PKM ini berhasil memperkuat pondasi pemahaman dan keterampilan guru mengenai pendidikan inklusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi antar guru melalui komunitas belajar.
Edukasi Penerapan Problem Focused Coping Dalam Rumah Tangga Untuk Cegah Perceraian Wahyuni, Sri; Muhopilah, Pipih; Setyowati, Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.577

Abstract

Perceraian merupakan salah satu permasalahan sosial yang semakin meningkat dan berdampak luas terhadap keharmonisan keluarga maupun tumbuh kembang anak. Salah satu faktor pemicu perceraian adalah ketidakmampuan pasangan dalam mengelola konflik rumah tangga secara adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menerapkan strategi problem focused coping sebagai upaya preventif terhadap perceraian. Metode pelaksanaan berupa edukasi, diskusi interaktif, dan simulasi penerapan problem focused coping pada berbagai kasus konflik rumah tangga yang relevan dengan kehidupan peserta. Kegiatan diikuti oleh warga dengan antusiasme tinggi, terbukti dari keaktifan bertanya, keterlibatan dalam simulasi, serta komitmen peserta untuk mencoba menerapkan strategi coping yang dipelajari. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan sikap mengenai problem focused coping dalam penyelesaian masalah rumah tangga yang diukur dengan kuesioner problem focused coping. kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman lebih baik mengenai cara mengenali masalah, menyusun alternatif solusi, dan mengambil keputusan secara konstruktif dalam menghadapi konflik keluarga. Dengan demikian, edukasi problem focused coping dalam rumah tangga berpotensi menjadi strategi efektif untuk menurunkan risiko perceraian serta meningkatkan keharmonisan keluarga.
Penerapan Konsep Psikologi Pendidikan Dalam Pembelajaran Di Sekolah Islam Terpadu Muhopilah, Pipih; Habibah, Ridha; Resmayanti, Mima; Indriani, Zalzabila Karina; Holifah, Tika Nur Islah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/m67qxj35

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pendidikan akan membantu manusia yang belum matang dan dewasa dari segi jasmani, akal dan rohaninya menjadi dapat difungsikan dalam melakukan aktivitas. Pelaksanaan pendidikan secara umum juga tidak terlepas dari kata lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan tempat dilakukannya aktivitas pendidikan berupa belajar dan mengajar. Aktivitas belajar mengajar akan terjadi jika dilakukan oleh dua pelaku pendidikan yaitu guru dan siswa. Guru merupakan pelaku utama dalam melakukan pengajaran. Dalam praktiknya, pengajaran tidak dapat dilakukan dengan mudah, harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengajaran. Maka guru harus memiliki ilmu dan keterampilan yang berkaitan dengan pengajaran termasuk mengetahui potensi dan psikis siswanya. Oleh karena itu, Psikologi Pendidikan Islami akan membantu guru dalam proses pengajaran untuk mengetahui potensi dan psikis dari siswanya sebagai bentuk persiapan mengajar dikelas.
Psikoedukasi Pengembangan Diri Untuk Remaja (Sebuah Kajian Pengembangan Kepribadian) Di Sekolah Menengah Pertama  Kabupaten Majalengka Nurafni, Nurafni; Muhopilah, Pipih; Muhammad, Sumayyah; Muawiyah, Salwa
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jq4vb689

Abstract

Psikoedukasi adalah suatu pendekatan dalam bidang psikologi yang menggabungkan unsur pendidikan dan intervensi psikologis. Pengembangan diri atau self development merupakan suatu proses yang dilakukan secara aktif untuk meningkatkan potensi dan kualitas hidup seseorang melalui pemahaman diri, pertumbuhan pribadi, serta pengembangan keterampilan dan kemampuan. Psikoedukasi self development dapat diartikan suatu pendekatan psikologis untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada individu dalam upaya meningkatkan petensi diri mereka. Tujuan pemberian psikoedukasi self development untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya mengenal potensi diri kemudian melakukan pengembangan diri kepada siswa SMPN I Rajagalug Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan menggunakan intervensi berupa psikoedukasi meliputi persiapan psikoedukasi, pelaksanaan psikoedukasi, sesi diskusi, dan pemberian Pre test dan Post test. Pelaksanaan psikoedukasi self development di ikuti oleh 30 orang peserta dari siswa kelas IX yang mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu tingkat SMA. Hasil Pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi self development yang dilakukan dapat memberi pemahaman siswa terhadap potensi diri mereka. Pemahaman tersebut meliputi definisi self development, pentingnya melakukan self development, cara dan tips melakukan self development. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa psikoedukasi self development memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap siswa SMPN I Rajagaluh Majalengka. Dengan demikian, psikoedukasi self development dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu siswa untuk melakukan pengembangan diri dan meningkatkan potensi diri yang mereka miliki.
Konseling Kelompok Cognitive Restructuring untuk Meningkatkan Resiliensi Akademik Mahasiswa Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih; Muhammad, Alya Aulia Nur; Rahmawati, Eva
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1qac2616

Abstract

Resiliensi akademik adalah kemampun yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi kejatuhan (setback), tantangan (challenge), kesulitan (adversity), dan tekanan (pressure) secara efektif dalam konteks akademik. Dalam meningkatkan kemampuan resiliensi akademik mahasiswa, bimbingan dan konseling memiliki peranan yang sangat penting. Sehingga penelitian ini berutujuan untuk mengetahui apa saja strategi layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan dalam meningakatkan kemampuan resiliensi akademik mahasiswa. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi siswa melalui pelatihan impact konseling melalui layanan konseling yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling. Pelatihan ini dilakukan dalam bentuk ceramah, FGD, role playing dan refleksi. Hasil pelatihan diperoleh data kepuasan mahasiswa dalam mengikuti pelatihan.