Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Madani: Multidisciplinary Scientific Journal

Literasi Hadis Tentang Larangan Marah N, Nurmadia; R, Risdahyanti; Sakka, Abdul Rahman; Khalik, Subehan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 3 (2024): Madani, Vol. 2, No. 3 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12704831

Abstract

This research aims to discuss the hadith regarding the prohibition of anger. The Prophet SAW, forbade someone from getting angry with a lot of history. When viewed from a health aspect, expressing anger or holding it in both have harmful effects on health. This is what is interesting to study the hadith of the Prophet SAW which prohibits anger in more depth, so that it can provide more knowledge about anger, as well as answer questions that arise from the impression of contradiction that arises regarding the permissibility and prohibition of anger. This research uses qualitative methods through literature study applying the hadith takhrij and hadith sharia methods through in-depth analysis of the hadith based on relevant context and interpretation to understand the meaning contained in the hadith. Based on this research, it was found that (1) The hadith studied had 9 hadith lines, using the lidwah library application. (2) the quality of the hadith regarding the prohibition of anger, namely that it has authentic status because it is contained in the Sahih written by al-Bukhari where this book meets the special criteria as determined by the author. (3) The meaning of the hadith which is the object of study is that the prohibition against anger applies to all human beings. and anger is permitted on matters involving religious matters.
Literasi Hadis Tentang Larangan Melakukan Kekerasan Terhadap Perempuan A, Amilianasari; Hafid, Muh. Hasbi; Sakka, Abdurrahman; Khalik, Subehan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 7 (2024): Madani, Vol 2. No. 7, 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12751302

Abstract

This research discusses hadiths regarding violence against women. In several hadith narrations, Rasulullah SAW states that there is a prohibition against committing violence (beating) against women. However, another hadith states that it is permissible to hit women, especially wives, but there are certain conditions or limitations that must be met. This is what attracted the attention of researchers in studying the hadith of the Prophet Muhammad Saw. regarding violence against women because there is a contradictory impression in the hadith which is the object of research. This research uses qualitative methods through library research (Library study) by applying Takhrij al-Hadith and Syarah al-Hadith in analyzing the meaning contained in hadith using hadith interpretation techniques. Based on this research, there are three lines of hadith and the quality of the hadith which is the object of research has authentic status because the majority of scholars agree that the book of authentic Bukhari is a hadith book which has authenticity and occupies the position with the highest degree of authenticity among other hadith books and was written by a leading scholar. . The sharah of the hadith which is the object of research is that the hadith gives a warning that if a wife does not carry out the good obligations ordered by Allah, the Messenger of Allah and her husband, it is good. So it is permissible to hit one's wife, but with the intention and aim of educating and not hitting which can damage the psychological and physical body of a woman, especially the wife.
Transformasi Metode Takhrij Al-Hadis Di Era Digital (Studi Analisis Kritis Terhadap Integrasi Teknologi Dalam Studi Hadis) Haqq, Zidny Irfanal; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi metode takhrij al-hadis di era digital merupakan respons terhadap dinamika perkembangan teknologi dan kebutuhan efisiensi dalam studi keislaman. Digitalisasi memberikan kemudahan dalam pencarian dan klasifikasi hadis melalui berbagai platform aplikasi, namun di sisi lain juga menimbulkan problematika metodologis dan epistemologis. Berbagai platform digital sering kali tidak memenuhi standar keilmuan yang baku, seperti kurangnya keterangan sanad dan penilaian kualitas hadis. Selain itu, dominasi data instan telah menggeser orientasi keilmuan dari sistem sanad dan pembelajaran lisan (musyafahah), sehingga berpotensi melemahkan fondasi epistemologi hadis yang selama ini dijaga secara ketat. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam studi hadis harus dibarengi dengan penguatan kompetensi akademik melalui kurikulum terpadu, literasi digital, serta kolaborasi antara pakar hadis dan pengembang teknologi. Strategi ini diharapkan mampu menjaga otentisitas sumber hadis sekaligus mendorong adaptasi keilmuan terhadap tuntutan zaman, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar dalam ilmu hadis.
Hadis dan Sunnah (Tinjauan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis) Furkan, Muhammad; Bilu, Nurahdillah Morra; Ahmad, La Ode Ismail; Khalik, Subehan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis merupakan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir (pengakuan) atau sifat. Sunnah menurut ulama hadis ialah segala sesuatu yang datang dari Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan, sifat baik, sifat fisik atau perangai (akhlak), dan atau sejarah, baik sebelum diangkat menjadi Rasul. Kata hadis dan sunnah sering kali disamakan atau memiliki makna yang sama, tetapi adapula yang membedakan makna keduanya. Sehingga, sangat diperlukan pemahaman terkait hadis dan sunnah dalam aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif dan metode kajian library research (pustaka). Teknik pengambilan data yang dilakukan peneliti yakni dengan data-data yangdikumpulkan dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan tema penelitian. Setelah itu, data yang telah terkumpul kemudian dianalisis oleh peneliti dan memberikan penjelasan secukupnya dengan tujuan memperkuat hasil penelitian. Dengan demikian, mengetahui hadis atau sunnah dari aspek ontologis (pengertian dan sinonim hadis dan sunnah), epistemologis (unsur dan klasifikasi hadis dan sunnah) dan aksiologis (otoritas Nabi Muhammad dan fungsi hadis terhadap al-Qur’an) tersebut, diharapkan agar nantinya tidak menimbulkan kekeliruan atau kesalapahaman terkait hadis atau
Ulumul Hadis (Aspek Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) Alim, Nur; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memberikan pemahaman mengenai ulumul hadis yang ditinjau dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologinya. Metode penelitian yang dingunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan penelitian data secara kualitatif dengan teknik pengambilan data dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulumul Hadis merupakan ilmu-ilmu yang membahas segala hal tentang hadis nabi ataupun segala hal yang berkaitan dengan hadis nabi, yang pada mulanya masing-masing berdiri sendiri lalu dimuat dan diramu atau disatukan dalam pembahasan ulumul hadis. Ulumul hadis tidak lepas dari penjabaran ilmu hadis Riwayah dan Dirayah, kemudiaan dalam perkembangannya ulumul hadis berkembang menjadi beberapa cabang-cabang ilmu hadis. Dalam ulumul hadis ini juga membahas terkait nilai-nilai, tujuan atau manfaat mempelajari ulumul hadis. Penelitian ini menegaskan adanya kelompok ilmu hadis yang terbagi menjadi beberapa cabang ilmu hadis. Sehingga penting untuk mempelajari dan mengkaji kembali secara utuh sampai pada akar-akarnya, agar terhindar dari kesalahpahaman dan membawa kita pada kedalaman serta keluasan pemahaman terhadap hadis dan kaidah-kaidahnya. Untuk itu, penelitian ini hadir dan disajikan secara koheren dan komprehensif untuk mempermudah dalam memahami ulumul hadis. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian data yang sistematis dan mendalam guna menjadi acuan atau referensi untuk penelitian selanjutnya. Pembahasan ulumul hadis ini hanya terbatas pada tiga aspek, yaitu aspek ontologi, epistemologi dan aksiologinya. Untuk itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai cabang-cabang keilmuan dalam ulumul hadis.
Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Hadis: Masa Nabi Hingga Masa Pembukuan Hadis Febrianti, Febi; Risman, Gufrah; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menelusuri perjalanan historis tradisi hadis sejak era Rasulullah saw. sampai periode kodifikasi yang terorganisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana hadis berkembang menjadi sumber otoritatif dalam ajaran Islam, terutama karena masih banyak literatur yang membahasnya secara umum dan ringkas. Studi ini menerapkan metode penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari literatur primer dan sekunder yang meliputi al-Qur'an, koleksi hadis, buku-buku referensi, serta artikel jurnal yang berkaitan. Temuan riset mengindikasikan bahwa penyebaran hadis awalnya berlangsung secara oral di era kenabian, selanjutnya dijaga dan dipelihara oleh kalangan sahabat serta tabi'in dengan penuh kehati-hatian. Proses kodifikasi hadis secara formal diprakarsai pada periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan diteruskan oleh tokoh-tokoh ulama terkemuka seperti Imam Malik, Imam al-Bukhari, dan Imam Muslim. Perkembangan hadis ini terbagi ke dalam tujuh periode yang masing-masing mencerminkan perubahan metodologi dan tantangan, termasuk munculnya hadis palsu serta perkembangan ilmu-ilmu hadis. Penelitian ini menegaskan adanya komitmen ilmiah para ulama dalam menjaga keaslian hadis dan fondasi keilmuannya. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian periodisasi sejarah hadis yang sistematis dan mendalam, yang bermanfaat bagi kajian akademik maupun pengajaran keislaman. Keterbatasan penelitian ini adalah fokus pada kajian teks historis tanpa validasi empiris. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji relevansi kontemporer dan penerapan ilmu hadis dalam kurikulum pendidikan Islam modern.
Teknik Periwayatan Hadis: Pengertian, Bentuk Periwayatan, Syarat, Dan Metode Periwayatan Bahar, Nur Qalbi Fitratunnisa; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai teknik-teknik periwayatan hadis meliputi bentuk periwayatan hadis, syarat yang harus dipenuhi dalam proses periwayatan hadis serta metode yang digunakan dalam periwayatan hadis. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan studi kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari beragam literatur yang relevan, di antaranya adalah buku, artikel jurnal, dan sumber pustaka lainnya yang membahas secara komprehensif bentuk, syarat, dan metode periwayatan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periwayatan hadis secara umum mencakup dua bentuk yaitu periwayatan lafaz dan periwayatan maknawi. Periwayatan hadis adalah kegiatan yang melibatkan dua sisi, yaitu penerima atau pengambil seperti murid dan ini dikenal istilah tahammul dan periwayat atau pemberi yaitu seorang guru dan ini dikenal dengan istilah ada’. Baik penerima atau periwayat harus memenuhi beberapa syarat agar hadis yang diriwayatkan dapat diterima. Dalam proses periwayatan hadis, terdapat berbagai metode yang digunakan, antara lain as-Sima' (mendengar), al-Qira’ah (membaca), al-Ijazah (izin untuk meriwayatkan), al-Munawalah (memberi), al-Mukatabah (menullis), al-I'lam (pemberitahuan), al-Washiyah (wasiat), dan al-Wijdan (penemuan). Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman terhadap validitas suatu hadis sehingga memperkuat literatur keilmuan Islam serta mencegah kesalahpahaman dalam praktik agama. Penelitian ini terbatas pada kajian teoritis teknik periwayatan sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian komparatif takhrij hadis agar penelitian lebih aplikatif.