Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Media Sosial Berkonten Seks Terhadap Implikasi Perkawinan Dini di Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Farham Rahmat; Marilang; Subehan Khalik
As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga  Vol. 7 No. 1 (2025): As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/as.v7i1.7024

Abstract

This study is a type of qualitative research that aims to determine the intensity of the use of social media with sex content among early childhood and the significance of its influence on early marriage in Luyo District Polewali Mandar Regency. Data obtained from in-depth interviews with 25 respondents as perpetrators of early marriage and 10 supporting respondents and processed using Miles and Huberman Model Analysis. The results of this study stated that the intensity of social media use with sex content among minors in Luyo Sub-District, Polewali Mandar Regency, reached 3-4 hours/day. classified as moderate when compared to APJII data that reaches 5-6 hours/day in terms of the use of social media platforms, the significance of the influence of social media, based on research found the perspective of 19 informants from 25 interviewed said social media had quite an effect on early marriage decisions, sex content had an effect to arouse adolescent sexual arousal, so that social Media with sex content in Luyo District, Polewali Mandar Regency is said to have a significant influence on some informants in conducting early marriage practices. The implication of this study is that it can be a basis for educators, parents, and governments to understand the impact of social media on sexual content, can be a consideration for policy makers in formulating regulations that limit or regulate children and adolescents ' access to social media with sexual content and help communities and families to be more vigilant and control the use of social media by children and adolescents at home. For further researchers who are interested in researching a similar topic so that presumably before conducting research, it is necessary to first conduct a survey to clarify the data of the respondents to be studied and more detailed statements or questions used to make it easier to understand
PROGRAM SMART CITY DI KOTA MAKASSAR PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH Savana Zalsabilah; Khalik, Subehan
Siyasatuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Siyasah Syar'iyyah Vol 6 No 1 (2025): SIYASATUNA
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah Syariyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/siyasatuna.v6i1.44452

Abstract

This research aims to examine the Smart City Program in the city of Makassar from Siyasah Dusturiyah's perspective. The problem in this research is that the implementation of the Smart City Program is not carried out in accordance with the principles of state government administration. This research is descriptive field research. The approach used in this research is a normative juridical approach and a syar'i approach. The data used is primary legal data and secondary legal data. Data was obtained through observation, interviews and documentation, then data processing and analysis was carried out. The results of this research show that The failure to evaluate the Tourism Alley and Healthy Alley Program with RT, RW and local community leaders as interested parties has resulted in the Bara Baraya Subdistrict Government being unable to find a formulation of methods for socializing and educating the Smart City program in the Smart sector. The right environment. The obligation for the community to participate in two-way communication with the government in order to carry out the management of government affairs for the sake of realizing the benefit of the people is regulated in QS al-Imran/3: 104. The community as a group of people has an obligation to convey goodness in order to achieve ma'ruf in the form of environmental cleanliness. given space by the Bara Baraya Subdistrict Government so that the Bara Baraya Subdistrict area can avoid evil in the form of not achieving a Smart Environment as part of a Smart City.
Metodologi Penyusunan Kitab-Kitab Hadis Ashari, Muhammad; Malik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas metodologi penyusunan kitab hadis yang terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu kitab al-Hadits al-Ushuli (kitab sumber) dan kitab al-Hadits al-Buhutsi (kitab kajian). Kitab Ushuli meliputi lima tipe utama: Musannaf/Muwaththa’, yang disusun berdasarkan klasifikasi hukum Islam; Musnad, yang diurutkan berdasarkan nama sahabat periwayat hadis; Jami’, yang mencakup berbagai aspek ajaran Islam secara tematik; Sunan, yang disusun berdasarkan bab-bab fikih dan memuat hadis hukum; serta Ajza’/Juz’, yang menghimpun hadis berdasarkan perawi tertentu atau tema khusus. Sementara itu, kitab Buhutsi merupakan pengembangan dari kitab Ushuli yang difokuskan pada analisis, pengembangan dan penggabungan hadis dari berbagai sumber. Tipe-tipe kitab ini meliputi: Jawami’, yang menghimpun berbagai bab ajaran agama secara luas; Mustadrak, yang menyertakan hadis sahih yang tidak tercantum dalam kitab sebelumnya; Athraf, yang memuat potongan matan hadis dan sanadnya; Syarh/Ta’liq, yang berupa penjelasan dan catatan atas hadis; Mu’jam, yang disusun berdasarkan nama guru atau perawi secara alfabetis; Mustakhraj, yang menyusun ulang hadis dari kitab sebelumnya dengan sanad berbeda; dan Zawa’id, yang menghimpun hadis tambahan dari kitab-kitab yang telah ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa ragam metodologi tersebut mencerminkan upaya sistematis ulama dalam menjaga, mengklasifikasikan, dan mengembangkan ilmu hadis dari masa ke masa.
Penelitian Rijal Al-Hadis dan Al-Jarh Wa Al-Ta’dil Haqq, Shirny Fathanal; Ikram, Syamsul; Malik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dua cabang ilmu, diaantaranya yaitu Ilmu Rijalul Hadis dan Ilmu Jarh wa Ta’dil yang memainkan peran penting dalam menilai keabsahan hadis melalui analisis terhadap perawi dan sanadnya. Ilmu Rijalul Hadis secara khusus membahas biografi dan karakteristik para perawi hadis dari berbagai generasi, mencakup aspek integritas moral, keilmuan, serta jaringan periwayatan. Sementara itu, Ilmu Jarh wa Ta’dil berfungsi sebagai metode kritik dan validasi dengan menggunakan istilah tertentu untuk menilai apakah seorang perawi dapat diterima atau ditolak riwayatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yang bersumber dari Alquran, hadis, buku, dan jurnal ilmiah terkait. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap urgensi dan fungsi strategis kedua ilmu tersebut dalam studi hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ilmu Rijalul Hadis dan Jarh wa Ta’dil tidak hanya membantu mengidentifikasi keaslian hadis dan membedakan antara hadis sahih dan palsu, tetapi juga menjadi sarana penyelesaian perbedaan pendapat serta memperkuat pemahaman umat terhadap ajaran Islam. Dengan demikian, keduanya menjadi fondasi kritis dalam disiplin Ilmu Hadis dan penting untuk membahas lebih dalam sehingga dapat dikuasai oleh setiap peneliti dan pemerhati hadis demi menjamin keabsahan ajaran yang diwariskan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, penguasaan terhadap Ilmu Rijalul Hadis dan Jarh wa Ta’dil menjadi keharusan bagi siapa pun yang ingin memahami dan meneliti hadis secara komprehensif, demi menjaga kemurnian ajaran Islam dari berbagai bentuk penyimpangan dan manipulasi historis.
Transformasi Metode Takhrij Al-Hadis Di Era Digital (Studi Analisis Kritis Terhadap Integrasi Teknologi Dalam Studi Hadis) Haqq, Zidny Irfanal; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi metode takhrij al-hadis di era digital merupakan respons terhadap dinamika perkembangan teknologi dan kebutuhan efisiensi dalam studi keislaman. Digitalisasi memberikan kemudahan dalam pencarian dan klasifikasi hadis melalui berbagai platform aplikasi, namun di sisi lain juga menimbulkan problematika metodologis dan epistemologis. Berbagai platform digital sering kali tidak memenuhi standar keilmuan yang baku, seperti kurangnya keterangan sanad dan penilaian kualitas hadis. Selain itu, dominasi data instan telah menggeser orientasi keilmuan dari sistem sanad dan pembelajaran lisan (musyafahah), sehingga berpotensi melemahkan fondasi epistemologi hadis yang selama ini dijaga secara ketat. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam studi hadis harus dibarengi dengan penguatan kompetensi akademik melalui kurikulum terpadu, literasi digital, serta kolaborasi antara pakar hadis dan pengembang teknologi. Strategi ini diharapkan mampu menjaga otentisitas sumber hadis sekaligus mendorong adaptasi keilmuan terhadap tuntutan zaman, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar dalam ilmu hadis.
Hadis dan Sunnah (Tinjauan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis) Furkan, Muhammad; Bilu, Nurahdillah Morra; Ahmad, La Ode Ismail; Khalik, Subehan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis merupakan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir (pengakuan) atau sifat. Sunnah menurut ulama hadis ialah segala sesuatu yang datang dari Nabi Saw. baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan, sifat baik, sifat fisik atau perangai (akhlak), dan atau sejarah, baik sebelum diangkat menjadi Rasul. Kata hadis dan sunnah sering kali disamakan atau memiliki makna yang sama, tetapi adapula yang membedakan makna keduanya. Sehingga, sangat diperlukan pemahaman terkait hadis dan sunnah dalam aspek ontologis, epistemologis dan aksiologis tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif dan metode kajian library research (pustaka). Teknik pengambilan data yang dilakukan peneliti yakni dengan data-data yangdikumpulkan dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan lain-lain yang relevan dengan tema penelitian. Setelah itu, data yang telah terkumpul kemudian dianalisis oleh peneliti dan memberikan penjelasan secukupnya dengan tujuan memperkuat hasil penelitian. Dengan demikian, mengetahui hadis atau sunnah dari aspek ontologis (pengertian dan sinonim hadis dan sunnah), epistemologis (unsur dan klasifikasi hadis dan sunnah) dan aksiologis (otoritas Nabi Muhammad dan fungsi hadis terhadap al-Qur’an) tersebut, diharapkan agar nantinya tidak menimbulkan kekeliruan atau kesalapahaman terkait hadis atau
Ulumul Hadis (Aspek Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) Alim, Nur; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memberikan pemahaman mengenai ulumul hadis yang ditinjau dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologinya. Metode penelitian yang dingunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan penelitian data secara kualitatif dengan teknik pengambilan data dari berbagai sumber, baik dari buku, jurnal, dan sumber lain yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulumul Hadis merupakan ilmu-ilmu yang membahas segala hal tentang hadis nabi ataupun segala hal yang berkaitan dengan hadis nabi, yang pada mulanya masing-masing berdiri sendiri lalu dimuat dan diramu atau disatukan dalam pembahasan ulumul hadis. Ulumul hadis tidak lepas dari penjabaran ilmu hadis Riwayah dan Dirayah, kemudiaan dalam perkembangannya ulumul hadis berkembang menjadi beberapa cabang-cabang ilmu hadis. Dalam ulumul hadis ini juga membahas terkait nilai-nilai, tujuan atau manfaat mempelajari ulumul hadis. Penelitian ini menegaskan adanya kelompok ilmu hadis yang terbagi menjadi beberapa cabang ilmu hadis. Sehingga penting untuk mempelajari dan mengkaji kembali secara utuh sampai pada akar-akarnya, agar terhindar dari kesalahpahaman dan membawa kita pada kedalaman serta keluasan pemahaman terhadap hadis dan kaidah-kaidahnya. Untuk itu, penelitian ini hadir dan disajikan secara koheren dan komprehensif untuk mempermudah dalam memahami ulumul hadis. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian data yang sistematis dan mendalam guna menjadi acuan atau referensi untuk penelitian selanjutnya. Pembahasan ulumul hadis ini hanya terbatas pada tiga aspek, yaitu aspek ontologi, epistemologi dan aksiologinya. Untuk itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai cabang-cabang keilmuan dalam ulumul hadis.
Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Hadis: Masa Nabi Hingga Masa Pembukuan Hadis Febrianti, Febi; Risman, Gufrah; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menelusuri perjalanan historis tradisi hadis sejak era Rasulullah saw. sampai periode kodifikasi yang terorganisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana hadis berkembang menjadi sumber otoritatif dalam ajaran Islam, terutama karena masih banyak literatur yang membahasnya secara umum dan ringkas. Studi ini menerapkan metode penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari literatur primer dan sekunder yang meliputi al-Qur'an, koleksi hadis, buku-buku referensi, serta artikel jurnal yang berkaitan. Temuan riset mengindikasikan bahwa penyebaran hadis awalnya berlangsung secara oral di era kenabian, selanjutnya dijaga dan dipelihara oleh kalangan sahabat serta tabi'in dengan penuh kehati-hatian. Proses kodifikasi hadis secara formal diprakarsai pada periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan diteruskan oleh tokoh-tokoh ulama terkemuka seperti Imam Malik, Imam al-Bukhari, dan Imam Muslim. Perkembangan hadis ini terbagi ke dalam tujuh periode yang masing-masing mencerminkan perubahan metodologi dan tantangan, termasuk munculnya hadis palsu serta perkembangan ilmu-ilmu hadis. Penelitian ini menegaskan adanya komitmen ilmiah para ulama dalam menjaga keaslian hadis dan fondasi keilmuannya. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian periodisasi sejarah hadis yang sistematis dan mendalam, yang bermanfaat bagi kajian akademik maupun pengajaran keislaman. Keterbatasan penelitian ini adalah fokus pada kajian teks historis tanpa validasi empiris. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji relevansi kontemporer dan penerapan ilmu hadis dalam kurikulum pendidikan Islam modern.
Teknik Periwayatan Hadis: Pengertian, Bentuk Periwayatan, Syarat, Dan Metode Periwayatan Bahar, Nur Qalbi Fitratunnisa; Khalik, Subehan; Ahmad, La Ode Ismail
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai teknik-teknik periwayatan hadis meliputi bentuk periwayatan hadis, syarat yang harus dipenuhi dalam proses periwayatan hadis serta metode yang digunakan dalam periwayatan hadis. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan studi kepustakaan (library research). Sumber data berasal dari beragam literatur yang relevan, di antaranya adalah buku, artikel jurnal, dan sumber pustaka lainnya yang membahas secara komprehensif bentuk, syarat, dan metode periwayatan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periwayatan hadis secara umum mencakup dua bentuk yaitu periwayatan lafaz dan periwayatan maknawi. Periwayatan hadis adalah kegiatan yang melibatkan dua sisi, yaitu penerima atau pengambil seperti murid dan ini dikenal istilah tahammul dan periwayat atau pemberi yaitu seorang guru dan ini dikenal dengan istilah ada’. Baik penerima atau periwayat harus memenuhi beberapa syarat agar hadis yang diriwayatkan dapat diterima. Dalam proses periwayatan hadis, terdapat berbagai metode yang digunakan, antara lain as-Sima' (mendengar), al-Qira’ah (membaca), al-Ijazah (izin untuk meriwayatkan), al-Munawalah (memberi), al-Mukatabah (menullis), al-I'lam (pemberitahuan), al-Washiyah (wasiat), dan al-Wijdan (penemuan). Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman terhadap validitas suatu hadis sehingga memperkuat literatur keilmuan Islam serta mencegah kesalahpahaman dalam praktik agama. Penelitian ini terbatas pada kajian teoritis teknik periwayatan sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian komparatif takhrij hadis agar penelitian lebih aplikatif.
Pendidikan Humanis dalam Perspektif Hadis (Kajian Kitab Shaḥīh Al-Bukhārī) Musdalifah; Tasbih; Subehan Khalik
Jurnal Pendidikan Kreatif Vol 6 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpk.v5i2.53051

Abstract

Humanist education emphasizes human values, respect for individual dignity, and the holistic development of self-potential. In the perspective of Islam, this concept correlates with teachings found in the hadith, particularly those compiled in the Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. This article explores the concept of humanist education through an analysis of hadiths in Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, covering aspects such as respect for individual rights, freedom of thought, empathy, and character development. Using a descriptive analysis method, this study finds that humanist education has a strong foundation in Islamic values, with hadiths encouraging the cultivation of positive attitudes and harmonious relationships within society. This shows that humanist education in Islam is an integral part of educational goals that honor humanity.