Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Inhibition Zone of Soapnuts Extract (Sapindus rarak) Agains Candida Albicans Kurniawan, Salsabila Yunita; Novitarini, Novitarini
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 8 (2025): Special Issue
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i8.10720

Abstract

Candida albicans infection is a common health problem in Indonesia and other tropical countries. Synthetic antifungals have been shown to develop resistance against Candida albicans. Therefore, it is necessary to explore potential natural ingredients as alternatives to synthetic antifungals. Soapnut fruit contains secondary metabolites that can inhibit or kill Candida albicans. The purpose of this study was to test the antifungal activity of Soapnuts fruit by examining the inhibition zone. The inhibition zone was tested using the well diffusion method. In this study, Soapnuts extract was used with concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. The results showed a probability value (p) of 0.008 < 0.05, indicating a significant difference between each concentration of soapnut extract and the inhibition zone diameter of Candida albicans. The best results were shown by the 100% concentration, which produced an average inhibition zone of 27.50 mm, categorized as very strong inhibition. Soapnut fruit extract exhibits a potent inhibitory effect against Candida albicans. This study can serve as a reference in the development of antifungal agents from Soapnuts fruit extract.
Gerakan Cegah Hipertensi Melalui Intervensi Herbal Di Desa Sukarare Lombok Tengah Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri; Bimmaharyanto, Dedent Eka; Mursiany, Anita; Novitarini, Novitarini
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1118

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian ke-3 setelah stroke dan tuberkulosis di Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah dengan prevalensi hipertensi cukup tinggi, khususnya Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah penderita hipertensi terbanyak ke-2 setelah Kabupaten Lombok Timur. Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah merupakan salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah penderita hipertensi setiap tahunnya. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko hipertensi dan minimnya literasi kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penderita hipertensi. Berdasarkan kondisi tersebut Prodi D3 Farmasi UNIQHBA melakukan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 16 November 2024 dengan melibatkan 61 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dan pemanfaatan herbal sebagai bagian pelestarian kearifan lokal dalam mencegah serta mengatasi hipertensi berbasis bukti ilmiah. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan berbasis partisipasi masyarakat yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan dan kegiatan senam sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, dimana terjadi kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 50 poin (125%) dibandingkan nilai pretest. Dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis partisipasi masyarakat berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan hipertensi serta mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola kesehatan berbasis potensi lokal.
Efektivitas Daun Torbangun (Coleus amboinicus) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Bacillus cereus: The Effectiveness of Torbangun Leaves (Coleus amboinicus) in Inhibiting the Growth of Bacillus cereus Bacteria Kresnapati, I Nyoman Bagus Aji; Kurniawan, Salsabila Yunita; Novitarini, Novitarini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v8i1.2587

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of torbangun leaves (Coleus amboinicus) in inhibiting the growth of Bacillus Cereus bacteria. The urgency of research is due to antibiotic resistance from the use of standard antibiotics, so that the potential of the torbangun leaf plant as an antibiotic candidate is needed. This research method is an experimental study with a Post Test Only Control Group Design research design, namely group (-) in the form of ethyl acetate 96%, group (K +) in the form of Ciprofloxacin antibiotics, treatment group 1 in the form of Ethyl Acetate extract of torbangun leaves (EATL) 20%, treatment 2 EATL 40%, treatment 3 EATL 60% and treatment 4 in the form of EATL 100%. The results showed the widest inhibition zone diameter of 35.0 mm in the (+) standard antibiotic group, followed by EATL 100% 21.7 mm and the lowest Group (-) Ethyl Acetate 96% 8 mm. The results of the One Way ANOVA test showed the effectiveness of torbangun leaves in inhibiting the growth of Bacillus Cereus bacteria with a P value <0.001. Based on the Least Significant Difference (LSD) test, EATL was 100% more effective than other concentrations, but not more effective than standard antibiotics (Group +). The conclusion of this study shows the effectiveness of Torbangun leaves (Coleus amboinicus) in inhibiting the growth of Bacillus Cereus bacteria. Keywords:          Antibacterial; Bacillus_cereus; Coleus_amboinicus; Inhibition_Zone   Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas daun torbangun (Coleus amboinicus) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus Cereus. Urgensi penelitian karena adanya resistensi antibiotik dari penggunaan antibiotik standar sehingga di perlukan potensi tanaman daun torbangun sebagai kandidat antibiotik. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design yaitu kelompok (-) berupa etil asetat 96%, kelompok (K+) berupa antibiotik Ciprofloxacin, kelompok perlakuan 1 berupa ekstrak etil asetat daun torbangun (EATL) 20%, perlakuan 2 EATL 40%, perlakuan 3 EATL 60% dan perlakuan 4 berupa EATL 100%.  Hasil menunjukkan diameter zona hambat terluas sebesar 35,0 mm pada kelompok (+) antibiotik standar, diikuti EATL 100% 21,7 mm dan terendah Kelompok (-) Etil Asetat 96% 8 mm. Hasil Uji One Way ANOVA menunjukkan efektivitas daun torbangun dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus Cereus dengan nilai P <0,001. Berdasarkan uji Least Significant Difference (LSD), EATL 100% lebih efektif dibandingkan konsentrasi lain, tetapi tidak lebih efektif dibandingkan antibiotik standar (Kelompok +). Kesimpulan menunjukkan efektivitas Daun Torbangun (Coleus amboinicus) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus Cereus. Kata Kunci:         Antibakteri; Bacillus_cereus; Coleus_amboinicus; Zona_Hambat
Pemberdayaan Posyantek Desa Puyung dalam Pengolahan Limbah Menjadi Inovasi Pen dan Colony Counter (SI PINTER): Empowering the Technology Service Center of Puyung Village in Transforming Waste into Innovative Pen and Colony Counter Products through SI PINTER Tool I Nyoman Bagus Aji Kresnapati; Salsabila Yunita Kurniawan; Novitarini; Hairul Hairul; Ni Nengah Naia Nikendra
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8439

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan mitra dalam inovasi pembuatan alat SI PINTER dari limbah rumah tangga. SI PINTER atau Inovasi Pen And Colony Counter merupakan alat kesehatan yang berperan dalam menghitung jumlah koloni bakteri seperti bakteri pencemar air Escherichia Coli (E. Coli). Pengabdian ini dilaksanakan di Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (POSYANTEK) Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang meliputi sosialisasi dan pelatihan pembuatan alat SI PINTER dan promosi alat SI PINTER melalui media sosial. Pemberian lembar kuesioner pre-test dan post-test kepada kader mitra bertujuan menilai tingkat pemahaman pelatihan alat dan promosi alat SI PINTER melalui media sosial. Kuesioner telah teruji secara validitas (r hitung> r tabel 0,344) dan reliabilitas (Cronbhach’s Alpha= 0,961, syarat Cronbhach’s Alpha >0,6). Hasil uji statistik meggunakan SPSS versi 27 Paired-Sample T Test untuk data berdistribusi normal dan Uji Wilcoxon jika data tidak berdistribusi normal. Hasil terdapat peningkatan pemahaman kader sebesar 84% untuk sosialisasi dan pelatihan alat SI PINTER dan 14% untuk promosi alat SI PINTER melalui media sosial. Hasil secara uji statistik menunjukan terdapat perbedaan secara bermakna pemahaman kader mitra setelah penyampaian sosialisasi dan pelatihan alat SI PINTER sebesar p =0,041, (syarat p<0,05) dan secara tidak bermakna untuk promosi alat SI PINTER melalui media sosial sebesar p = 0,066, (syarat p<0,05), sehingga disimpulkan kegiatan pemberdayaan SI PINTER berdampak kepada tingkat pemahaman mitra sasaran.
Tingkat Pengetahuan terkait Efek Samping Dextromethorphan Hydrobromide pada Komunitas Cosplay: Studi Deskriptif Lalu Dea Nune Idham; Novitarini; Mia Ariasti
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 4 No 2 (2026): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v4i2.5569

Abstract

Dextromethorphan Hydrobromide (DMP HBr) is one of the active ingredients in cough medicine, acting as an antitussive, and is widely used by the public because it is easy to obtain. Inappropriate use of the dosage can cause various side effects, such as drowsiness, dizziness, hallucinations, and the risk of abuse. This study aims to determine the level of knowledge among cosplay community members in Mataram City regarding the side effects and risks of abusing DMP HBr in cough medicine. The study used a qualitative, cross-sectional, Post-TestOnly design. Data were collected through questionnaires and interviews with 100 respondents from three cosplay communities in Mataram City, namely Banzai Mataram Japan Community, Wibufest Mataram, and Anime no Sekai Mataram. The results showed that 45% of respondents hadknowledge at the sufficient level, 23% at the good level, and 32% at the poor level. Therefore, it can be concluded that cosplay community members in Mataram City have a sufficient level of knowledge regarding the side effects and risks of abuse of DMP HBr, but further education is still needed regarding the rational and safe use of drugs.
Uji Validitas dan Reabilitas Kuesioner Naranjo untuk Mengukur Adverse Drug Reactions (ADRs)Pasien Aterosklerosis I Nengah Satria Wirananda; Fitri Apriliany; Novitarini
Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Vol 4 No 2 (2026): Biocity: Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/biocity.v4i2.5842

Abstract

Patients with atherosclerosis receive concomitant cardiovascular medications, and the use of multiple medications can increase the risk of adverse drug reactions (ADRs). ADRs assessment is crucial to differentiate drug side effects from other conditions, like comorbidities, drug interactions, or environmental factors. ADRs are generally measured using the Naranjo algorithm questionnaire. The purpose of this study is to determine the validity and reliability of the Naranjo questionnaire for measuring ADRs in patients with atherosclerosis. This study used a non-experimental, descriptive-analytical design with a cross-sectional approach and prospective observation. The subjects in this study were 30 patients with atherosclerosis, and data were collected using the Naranjo algorithm questionnaire. The results showed that the Naranjo algorithm questionnaire was valid, as the content validity test yielded a Pearson Correlation coefficient of >0.361. This instrument was deemed reliable because its Cronbach’s alpha was>0.60. Therefore, the Indonesian version of the Naranjo algorithm questionnaire is valid and reliable, and can be used to measure adverse drug reactions in patients with atherosclerosis.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Staphylococcus epidermidis Penyebab Jerawat: Antibacterial Activites Cream Extracts of Kelor Leaves (Moringa oleifera Lam.) against Staphyloccus Epidermidis Cause of Acne Novitarini; Muhammad Eka Putra Ramandha; Baiq Yulia Hasni Pratiwi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.5075

Abstract

Prevalensi jerawat dalam masa remaja dan resistensi antibiotik yang tinggi mendorong eksplorasi alternatif antibiotik berbasis herbal. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat dijadikan sebagai antibiotik berbasis herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kelor (5, 10, dan 15%) terhadap Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Pengujian ini menggunakan metode difusi sumuran untuk melihat aktivitas antibakteri (zona hambat) dari ekstrak daun kelor berbagai konsentrasi terhadap Staphylococcus epidermidis. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan program SPSS. Hasil yang diperoleh berupa diameter zona hambat ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 5, 10, 15% yaitu: 23,01 mm, 23,34 mm dan 23,68 mm. Pengujian ini mempunyai nilai Sig = 0,000 yang berarti rata rata antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa zona hambat ekstrak daun kelor tergolong mempunyai daya hambat kuat terhadap Staphylococcus epidermidis.
Ekstraksi Etanol Daun Inggu (Ruta Angustifolia [L.] Pers) sebagai Analgesik dan Antiinflamasi dengan Metode Tail Flick dan Induksi Karagenan: Ethanol Extraction of Inggu Leaves (Ruta Angustifolia [L.] Pers) as an Analgesic and Anti-Inflammatory Method using the Tail Flick Method and Carrageenan Induction Lalu Busyairi; Mia Ariasti; Novitarini
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i6.5394

Abstract

Inflamasi atau radang didefinisikan sebagai respon lokal jaringan mamalia yang mengalami luka akibat agen merugikan seperti bakteri, virus, trauma mekanik, keracunan organik, anorganik serta benda asing lainnya. Tanda peradangan meliputi kemerahan, nyeri serta kehilangan fungsi. Sedangkan nyeri merupakan suatu gejala penyakit yang timbul karena disebabkan oleh rangsangan mekanis, termal, kimia, atau listrik yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan dengan pembebasan mediator nyeri seperti bradikinin dan prostaglandin, kemudian prostaglandin tersebut menimbulkan hiperalgesia, sehingga mediator nyeri seperti bradikinin dan histamin menimbulkan rasa nyeri. Daun dan batang inggu mengandung minyak atsiri yang terdiri dari metil nonilketon mencapai 90%, pinen. Dari hasil uji kualitatif skrining fitokimia daun inggu (Ruta angustifolia) terdapat kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid, steroid, alkaloid, saponin, tanin, kuinon dan triterpenoid. Uji efek antiinflamasi dilakukan dengan metode edema kaki tikus dengan menginduksikan ?-karagenan 0,8 % sebanyak 0,2 ml. Metode induksi karagenan ini merupakan salah satu metode pengujian aktivitas antiinflamasi. daya aktivitas analgesik pada sediaan uji ditunjukkan dengan persentase hambatan nyeri yang diberikan lebih besar atau sama dengan 50% dari kelompok kontrol negatif, maka dianggap efektif sebagai analgesik. Hasil uji statistik menunjukkan persentase hambatan nyeri terdistribusi normal dengan nilai signifikan 0,651(>0,05) dan homogen dengan nilai signifikan 0,152(>0,05) Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun inggu dosis 10 mg dan 20 mg / 200 g BB berbeda bermakna dengan kontrol negatif CMC Na, sehingga membuktikan bahwa pada ekstrak daun inggu mempunyai efek sebagai analgesik