Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN DIAPERS DENGAN KEMAMPUAN TOILETING PADA ANAK Rendika Baharudin Abror; Cholik Harun Rosjidi; Rika Maya Sari
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.684 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.82

Abstract

AbstractEach child has a task that must be passed well, especially at the age of the child (12-36 months). One of the developmental tasks in toddlers is toilet training. Long-term use of diapers can cause toilet effects. This study aims to determine the relationship between diapers with the ability of toileting in children.The design of this research is Correlation with cross sectional approach. Large sample of 70 respondents. Sampling of the study using total sampling, data collection using questionnaires and calculations using Chi-square Correlation test using SPSS 16.0 error α 0.05.The results of the research variables The use of diapers in children interpreted most of the 47 children of respondents (67.1%) Did not use and almost half of the 23 respondents (32.9%) use. The ability of toileting in children is interpreted by most of the 42 respondents (60.0%) fulfilled, and almost half of 28 respondents (40.0%) are not met.Based on the calculation of Chi-square SPSS statistic shows that p value 0,000 0,05) means that there is relationship of diaper usage with the ability of toileting in children with the closeness of cc relationship of 0.479 enough category.The results of this study concluded that almost half of them use diapers, and almost half of them do not meet the ability of toileting, the researcher suggests in the research place to put a picture or leaflet about the effect of Diaper Usage on Toileting Ability so that the wise mother in using Diapers.Keywords: diapers, toileting, children AbstrakSetiap anak mempunyai tugas perkembangan yang harus dilewati dengan baik, terlebih pada usia toddler (12-36 bulan). Salah satu tugas perkembangan pada anak usia toddler adalah toilet training. Pemakaian diapers dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek yang berbahaya serta bisa menghambat kemampuan toilet training anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Penggunaan diapers dengan kemampuan toileting pada anakDesain penelitian ini adalah Korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 70 responden. Sampling penelitian menggunakan Total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji Korelasi Chi-square dengan menggunakan SPSS 16.0 kesalahan α 0,05.Hasil penelitian variabel Penggunaan diapers pada anak diinterpretasikan sebagian besar 47 anak responden (67,1%) Tidak menggunakan dan hampir setengahnya 23 responden (32,9%) menggunakan. Pada kemampuan toileting pada anak diinterpretasikan sebagian besar 42 responden (60,0%) tercapai, dan hampir setengahnya 28 responden (40,0%) belum tercapai.Berdasarkan perhitungan uji statistik Chi-square SPSS menunjukkan p value 0,000 0,05) artinya ada hubungan penggunaan diapers dengan kemampuan toileting pada anak dengan keeratan hubungan cc sebesar 0,479 kategori cukupHasil penelitian disimpulkan hampir setengahnya menggunakan diapers, dan hampir setengahnya belum tercapai kemampuan toileting maka peneliti menyarankan pada tempat penelitian untuk memasang gambar atau leaflet tentang dampak Penggunaan Diapers Terhadap Kemampuan Toileting, sehingga ibu bijak dalam menggunakan Diapers.Kata kunci: Diapers, Toileting, Anak.
BODY IMAGE PASIEN DIABETES MILLITUS YANG MENGALAMI GANGGREN Dania Dwi Nurcahyani; Cholik Harun Rosjidi; Lina Ema Purwanti
Health Sciences Journal Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.845 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v2i1.78

Abstract

AbstactDiabetes mellitus causes a DM complication where the wound complication are hard to recover, red to black, spoiled smell so there is amputation must be done in the end. This condition clearly disturbs body image which causes the patient feel embarrassed, low, and rejects this body condition. This purpose of this research is to know body image of gangrene diabetes mellitus patient in Dr. Sayidiman Magetan hospital.This research design is descriptive. The sampling technique is purposive sampling, with 589 populations. The sample is 49 respondents. The data collecting technique is questionnaire with T Score as data analysis technique.The result of this research is 25 respondents (51%) have positive body image, and 24 respondents (49%) has negative body image. This depends on gender, age, time of DM and gangrene suffer, living together, kind of dysfunction, education.Based on this research, it is hoped the patients can increase good body image in order to help the healing process, for next researcher suggested not to stop doing research about body image of gangrene diabetes mellitus with wider populations so reach optimal carefulness.Keyword : Body Image, Patient, Diabetes Mellitus, Gangrene. AbstrakPenyakit DM mengakibatkan salah satu komplikasi DM dimana komplikasi pada luka sukar sembuh, luka berwarna merah kehitaman, berbau busuk yang akhirnya dilakukan amputasi kondisi ini jelas mengganggu body image yang mengakibatkan pasien merasa malu, rendah diri, dan tidak menerima keadaan tubuhnya. Penelitian ini diuntukkan mengetahui body image pasien DM yang mengalami ganggren di RSUD dr.Sayidiman Magetan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan populasi 589 orang, sampel berjumlah 49 responden, teknik pengumpulan data dengan kuisioner, teknik analisa menggunakan skor T. Hasil penelitian dari 49 responden didapatkan hasil 25 responden (51%) memiliki body image positif, dan 24 responden (49%) memiliki body image negatif. Hal ini dipengaruhi jenis kelamin, usia, lama menderita DM, lama menderita ganggren, tinggal bersama, jenis gangguan fungsi, pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pasien dapat meningkatkan body image yang baik agar membantu proses penyembuhan dengan cepat, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk tidak berhenti melakukan penelitian tentang body image pasien DM yang mengalami ganggren dengan populasi yang lebih banyak agar tercapai ketelitian penelitian optimal.Kata Kunci : Body Image, Pasien, Diabetes Mellitus, Gangren
Praktik Perawatan Kehamilan di Desa Pohijo, Kecamatan Sampung Ponorogo: Analisis Transkultural Ade Enggar Furilta; Cholik Harun Rosjidi; Filia Icha
Gaster Vol 18 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.668 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v18i1.413

Abstract

Banyak praktek perawatan kehamilan berdasarkan budaya jawa yang bertentangan dengan kesehatan, penelitian ini bertujuan mengetahui praktek perawatan kehamilan berbasis transkultural pada keluarga Jawa di Desa Pohijo,Ponorogo. Penelitian ini adalah kualitatif desain fenomenologi. Pemilihan partisipan secara purposive. Hasil penelitian menggambarkan praktek budaya yang seharusnya diretrukturisasi karena bertentangan dengan kesehatan antara lain: tidak makan buah salak, tidak makan sayur nangka dan kluweh, tidak memotong/membunuh hewan, tidak makan didepan pintu, tidak makan dengan cara digigit.. Peran penting tokoh masyarakat untuk dilibatkan merestrukturisasi budaya yang bertentangan dengan kesehatan.
Hubungan Antara Persepsi Keluarga dengan Fast Respon Serangan Penyakit Jantung Dessy Rahmawati; Cholik Harun Rosjidi; Saiful Nurhidayat
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.045 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v4i2.115

Abstract

Abstract: The Relationship Between Family Perception With Fast Response Of Heart Disease Attack. This study aims to analyze the difference of time handling attacks of Coronary Heart Disease (CHD) between families with positive and negative perceptions. Research design with crossectional approach. The population of this research is family of CHD patient is 896 people with big sample 90 responden, sample selection using purposive technique. Data was collected using questionnaire and data analysis with man-withney statistic test with α 0,05. The results showed a significant time difference between family with positive perception with family having negative perception of 3 hours 51 minutes (p = 0,000). The conclusion of this study is that families with positive perceptions more quickly seek help compared with families who have negative perceptions.Abstrak: Hubungan Antara Persepsi Keluarga Dengan Fast Respon  Serangan Penyakit Jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan waktu penanganan serangan Penyakit Jantung Koroner (PJK) antara keluarga dengan persepsi positif dan negatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini keluarga pasien PJK sejumlah 896 orang dengan besar sampel 90 responden, pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data dengan uji statistik man-withney dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan waktu yang bermakna antara keluarga dengan persepsi positif dengan keluarga yang memiliki persepsi negatif sebesar 3 jam 51 menit (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluarga dengan persepsi positif lebih cepat mencari pertolongan  dibanding dengan keluarga yang memiliki persepsi negatif.
The Relationship of Mother’s Perception With Breast Milk Exclusive at Pomalaa Health Center Muliani Muliani; Cholik Harun Rosjidi; Ellyani Abadi; Muhammad Uksim
KLASICS Vol 3 No 02 (2023): KLASICS : Kendari Journal of Maritime and Holistic Nursing
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/klasics.v3i02.994

Abstract

The number of exclusive breastfeeding globally, although there has been an increase, this number has not increased significantly. One of the factors that influence exclusive breastfeeding is the value or attitude of the mother. The purpose of this study was to determine the relationship between mother's perception and exclusive breastfeeding at the Pomalaa Health Center. This research was carried out at the Pomalaa Health Center in June 2022 involving a sample of 51 respondents. The sampling technique used is the Saturated Sampling technique. Data collection used a research instrument in the form of a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with the help of a computer. The results showed that 21 people (41.2%) gave exclusive breastfeeding and 30 people (58.8%) did not and 25 people (49%) had good perceptions and 26 people (51 %) who had poor perceptions and there was a relationship between mothers' perceptions of exclusive breastfeeding in the working area of the Pomalaa Health Center based on a ρ value of 0.001 (<0.05). It is recommended that mothers add insight regarding the benefits of exclusive breastfeeding for both children and mothers
DEWAN MASJID INDONESIA (DMI) SIGAP PENANGANAN DINI KORBAN HENTI JANTUNG DI MASJID rosjidi, cholik harun; Abadi, Ellyani; Herman
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i3.11227

Abstract

Serangan jantung umumnya mendadak dan lokasi beragam, di tempat kerja, di rumah, dan sering di fasilitas umum. Umumnya tidak tertolong jiwanya karena tidak mendapatkan pertolongan yang benar dari seseorang disekitar. Tingginya angka kematian akibat henti jantung serta tehnik pertolongan yang sebenarnya sederhana dan dapat dilakukan     oleh siapa saja, maka masyarakat perlu dikenalkan dan diajarkan  bagaimana mengenali seseorang yang mengalami henti jantung dan melakukan pertolongan awal dengan tindakan Resusitasi Jantung Paru, sehingga akan banyak jiwa manusia yang tertolong. Tujuan pengabdian kepada masyarakat terdiri atas 1) meningkatkan pengetahuan pengurus Masjid tentang penyakit jantung, dan 2). Meningkatkan ketrampilan melakukan pertolongan pertama henti jantung dengan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Desain yang digunakan adalah pemberdayaan kelompok Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tenggara (SULTRA) dengan dua bentuk kegiatan (1) memberikan pendidikan kesehatan dan (2) Simulasi  ketrampilan memberikan  Pertolongan Pertama pada korban henti Jantung. Sasaran program kelompok DMI Kota Kendari. sebanyak 9 orang. Kegiatan Pendidikan kesehatan dilaksanakan 5 kali pertemuan dan kegiatan simulasi dilaksanakan 1 kali. Keberhasilan program pengabdian masyarakat dinilai berdasarkan peningkatan nilai  pengetahuan, dan lulus uji ketrampilan melakukan tindakan CPR. Program pendidikan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2023 dengan hasil sebagai berikut: pengetahuan tentang henti jantung, faktor risiko penyakit jantung, pertolongan, dan cara komunikasi meningkat signifikan  (P=0,000) Dari 9 peserta semua berhasil lulus uji ketrampilan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Hasil ini menggambarkan pendekatan kelompok religius efektif untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketrampilan memberikan pertolongan korban henti jantung di Masjid.
Pemberdayaan Majelis Taklim dalam Kewaspadaan Dini Serangan Penyakit Kardiovaskular dan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Rumah Tangga Rosjidi, Cholik Harun; Ananda, Siti Hadrayanti; Umrana, Siti
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v10i3.15412

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Keterlambatan penanganan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan kardiovaskular dan rumah tangga menjadi faktor penting yang mempengaruhi tingkat keberhasilan penanganan.  Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Majelis Taklim Nurul Falah Kelurahan Baruga, Kota Kendari dalam kewaspadaan dini serangan penyakit kardiovaskular dan pertolongan pertama kegawatdaruratan rumah tangga. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui dua tahap: 1) Pendidikan kesehatan tentang penyakit kardiovaskular dan pertolongan pertama, 2) Pelatihan dan simulasi pertolongan pertama pada kasus henti jantung dan kegawatdaruratan rumah tangga. Peserta terdiri dari 11 anggota Majelis Taklim. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta uji keterampilan untuk menilai kompetensi pertolongan pertama. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta setelah pendidikan kesehatan (p=0,003), dengan rata-rata skor meningkat dari 14,6 menjadi 22,7. Seluruh peserta (100%) berhasil lulus uji keterampilan pertolongan pertama pada kasus henti jantung dan kegawatdaruratan rumah tangga. Program pemberdayaan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Majelis Taklim dalam kewaspadaan dini dan pertolongan pertama kasus kardiovaskular dan kegawatdaruratan rumah tangga.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pada Pasien Stroke Dengan Gangguankomunikasi Verbal di RSUD Kota Kendari Muliyati; Rosjidi, Cholik Harun; Narmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 03 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Stroke merupakan suatu kelainan fungsi otak yang dapat timbul secara mendadak dan terjadi pada siapa saja dan kapan saja.Penyakit ini menyebabkan kecacatan berupa kelumpuhan anggota gerak, gangguan berbicara, gangguan berfikir, emosional.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara pemenuhan kebutuhan dasar pad pasien stroke dengan gangguan komunikasi verbal. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi sebanyak 33 orang yang mengalami dan pernah mengalami stroke di RSUD Kota Kendari.Besar sampel yang ditentukan sampai terpenuhi saturasi data.Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber.Yang dikumpulkan dengan wawancara mendalam (indepth interview).Wawancara peneliti melakukan analisis data dalam bentuk interpretasi hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan dasar yang dibutuhkan pasien stroke dengan gangguan komunikasi verbal yaitu Pemenuhan kebutuhan dasar yaitu latih bicara, interaksi, makan dibantu dan menggunakan isyarat, kebutuhan yang sering dibutuhkan adalah jalan, dan semua kebutuhan terpenuhi. Partisipan menyatakan dengan jelas kebutuhannya dan kode yang paling banyak digunakan yaitu menunjuk serta semua partisipan mencontohkan cara komunikasinya respon perawat terhadap komunikasi partisipan dapat dipahami perawat, dapat memenuhi harapan partisipan, dan ramah kepada partisipan dan hambatan yang dialami partisipan ketika komunikasi dengan perawat yaitu diam, gerakan tangan yang sulit, perawat tidak tahu, dan hanya menyapa. Absctract. Stroke is a brain function disorder may come suddenly to anyone and anytime. The disease causes disabilities such as movements paralyzing, speech disorder, thought disorder, and emotional disorder. This study aimed to know how the basic needs of stroke patients with verbal communication disorderwere obtained. This study used a quantitative method with phenomenology approach. Number of the populations was 33 people who suffered stroke at local public hospital of KotaKendari. Samples determined until data saturation was completed. Data triangulation was derived from triangulation of samples which collected from an in depth interview. The researcher analyzed the data by interpreting the results of interview. Result of the study showed that basic needs needed by stroke patients with verbal communication disorder were filling their basic needs such as speaking practice, interaction, help them to eat, using signs, a need for walking, and other needs. Most of the participants obviously said that code and need they used mostly were pointed, their communication was understandable for the nurses, the nurses were friendly to them, and these met their needs. Some obstacles were also showed by the participants such as silent, hard to move their hands, the nurses didn’t understand their codes or signs, and some of themjust greeted.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kecacingan Di SDN 1 Wulonggere Selama Pandemi Kecamatan Polinggona Kab.Kolaka Marwana, Marwana; Indriastuti, Diah; Rosjidi, Cholik Harun; Supryatno, Adi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 4 No 03 (2023): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 04 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Infeksi cacing merupakan masalah yang paling sering dihadapi oleh anak usia sekolah dasar. Jika tidak segera ditangani, infeksi kecacingan akan menjadi masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan anak, salah satunya malnutrisi. Cacing menyerap nutrisi dari tubuh, yang mengganggu perkembangan mental dan fisik, membuat resistensi cacing. Cacingan juga dapat mengakibatkan kematian pada anak ketika jumlah cacing dalam tubuh terlalu banyak dan cacing berpindah ke organ lain seperti paru-paru wawancara yang dilakukan pada Orang tua siswa Di SDN 1 Wulonggere di temukan 9 orang yang tidak tahu Tentang Kecacingan dan Cara Penularanya maupun cara Pencegahanya dan Dari hasil opservasi pada di Lakukan di SDN 1Wulonggere Banyak siswa yang jajan Sembarangan tidak mencuci Tangan saat makan Bahkan ada yang Memiliki kuku yang panjang dan kotor Saat Bermain di Pada Jam Istirahat mereka bermain Lari-larian Tampa menggunakan alas kaki. Metodologi penelitian ini adalah cross sectional. Jenis data primer yang digunakan peneliti di SDN 1 Wulonggere, yaitu dengan mengumpulkan data langsung dari siswa melalui distribusi langsung. Hasil uji statistik chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kejadian kecacingan di SDN 1 Wulonggere pada masa pandemi, dengan p-value 0,05. Ibu dengan pengetahuan cukup memiliki proporsi sampel tertinggi kecacingan, sedangkan ibu dengan pengetahuan baik memiliki proporsi terendah dengan kecacingan. Diketahui ibu dengan Pengetahuan kurang sebanyak 13 atau (33.3%), ibu dengan pengetahuan cukup sebanyak 16 atau (41.0%) dan ibu dengan pegetahuan baik sebanyak 10 atau (256%) Diharapakan ibu dan siswa Membiasakan Perilaku hidup bersih Dan sehat, menggunakan alas kaki,dan,membiasakan,cuci tangan Abstract. Worm infections are the most common problem faced by elementary school age children. If not treated immediately, worm infections will become a serious problem that can endanger the child's health, one of which is malnutrition. Worms absorb nutrients from the body, which disrupts mental and physical development, creating worm resistance. Worms can also cause death in children when the number of worms in the body is too much and the worms move to other organs such as the lungs. Interviews conducted with parents of students at SDN 1 Wulonggere found 9 people who did not know about worms and how they are transmitted or how to prevent them. and from the results of observations carried out at SDN 1 Wulonggere, many students who snack carelessly don't wash their hands when eating. Some even have long and dirty nails. When playing at break times, they run around without wearing footwear. This research methodology is cross sectional. The type of primary data used by researchers at SDN 1 Wulonggere is by collecting data directly from students through direct distribution. The results of the chi square statistical test showed that there was a significant relationship between maternal knowledge and the incidence of worms at SDN 1 Wulonggere during the pandemic, with a p-value of 0.05. Mothers with sufficient knowledge had the highest proportion of worms in the sample, while mothers with good knowledge had the lowest proportion of worms. It is known that mothers with poor knowledge are 13 or (33.3%), mothers with sufficient knowledge are 16 or (41.0%) and mothers with good knowledge are 10 or (256%) It is hoped that mothers and students will get used to clean and healthy living behavior, using footwear. ,and,make a habit of washing your hands.
Terapi Refleksi Pijat Kaki Untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Di Masyarakat Kelurahan Bungkutoko Indriastuti, Diah; Tahiruddin, Tahiruddin; Rosjidi, Cholik Harun; Jumatrin, Nur Fitriah; Dhesa, Desiderius Bella
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 4 No 2 (2023): Karya Kesehatan Journal of Community of Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v4i2.1141

Abstract

Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh masyarakt pesisir salah satunya masyarakat di Keluarahan Bungku Toko. Selain pola makan, kerasnya pekerjaan Masyarakat pesisir seringkali menyebabkan kekakuan pada beberapa ektremitas sehingga menimbulkan kelelahan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran Masyarakat dalam mengenali gejala hipertensi dan rendahnya keinginan masyarakat pesisir menggunakan fasilitas kesehatan dalam perawatan kesehatan. Terapi refleksi pijat kaki merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk pemeliharaan kesehatan Masyarakat secara mandiri. Pengabdian kepda Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Hasilnya masyarakt antusias mengikuti kegiatan dan berupaya mengasai teknik refleksi pijat kaki untuk mengurangi gangguan masalah kesehatan berupa hipertensi. Disarankan masyarakat memperbaiki pola makan dan istirahat yang baik guna menghindari kejadia hipertensi yang lebih lanjut dan dalam menjaga tekanan darah dalam kondisi stabil. Abstract. Hypertension is a disease that is experienced by many coastal communities, one of which is the community in Bungku Toko Village. Apart from diet, the hard work of coastal communities often causes stiffness in several extremities, resulting in fatigue. This condition is exacerbated by the lack of public awareness in recognizing the symptoms of hypertension and the low desire of coastal communities to use health facilities for health care. Foot massage reflexology therapy is a complementary therapy that can be used to maintain people's health independently. This community service is carried out using lecture, question and answer and practice methods. As a result, people enthusiastically took part in the activities and tried to master reflexology foot massage techniques to reduce health problems in the form of hypertension. It is recommended that people improve their diet and rest well to avoid further incidents of hypertension and to maintain blood pressure in a stable condition