Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Analisis Wacana Kritis dalam Menghadapi Pro Kontra Politik bagi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Tahir; Andi Sahrul Jahrir; Idawati Garim; Bungatang Bungatang
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelatihan Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam menghadapi pro-kontra politik bagi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan memadukan tes tertulis, observasi, kuesioner, dan refleksi mahasiswa sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan analisis kritis mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan melalui perbedaan skor pre-test dan post-test. Observasi memperlihatkan bahwa 80,7% mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi, sementara kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi: 88,5% menilai materi relevan, 84,6% menilai metode interaktif, dan 92,3% mengakui kompetensi fasilitator. Selain data kuantitatif, refleksi mahasiswa memberikan gambaran perubahan sikap terhadap isu politik aktual, seperti pemberitaan anggota DPR dan kasus pembakaran gedung DPRD di Kota Makassar. Mahasiswa menyadari bahwa teks politik tidak netral karena sarat dengan ideologi, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Lebih jauh, mahasiswa juga mengungkapkan pentingnya bersikap rasional dan objektif dalam menghadapi perbedaan pandangan politik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan AWK tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap sosial yang lebih bijak, toleran, dan reflektif. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan relevansi model analisis wacana kritis Fairclough dan van Dijk dalam pembelajaran bahasa dan politik. Secara praktis, pelatihan ini dapat menjadi strategi penguatan literasi kritis bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.
Penguatan Kompetensi Kerja Mahasiswa melalui Program Magang di Bank BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Universitas Hasanuddin Bungatang Bungatang; Suarni Syam Saguni; Andi Fatimah Yunus; Ranakati Ranakati; Andira Putri Ramadhani; Aida Butsainah
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.737

Abstract

PkM ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program magang di Bank BNI dalam meningkatkan kompetensi kerja mahasiswa serta kontribusinya terhadap operasional perbankan. Program magang ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proses layanan perbankan, seperti pelayanan nasabah, pengelolaan administrasi, dan pemahaman prosedur operasional bank. PkM menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa magang di Bank BNI mampu meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa, termasuk kemampuan komunikasi, ketelitian dalam bekerja, dan pemahaman alur layanan perbankan. Selain itu, keberadaan mahasiswa magang turut membantu memperlancar aktivitas pelayanan di bank, terutama dalam mendukung tugas-tugas front office dan administrasi harian.
The Role of Indonesian Language in English Language Learning: A Study of Pre-Service English Teachers: Penelitian Ita Rosvita; Muhammad Ilham; Bungatang Bungatang; Ilma Rahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Bahasa Indonesia dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan menguji relevansinya bagi calon guru Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang melibatkan mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang terdaftar dalam mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Makassar. Partisipan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan observasi kelas, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat bantu yang memfasilitasi pemahaman siswa tentang konsep tata bahasa, kosakata, dan konten pembelajaran, sekaligus mengurangi kecemasan yang terkait dengan penggunaan Bahasa Inggris. Lebih lanjut, penggunaan strategis Bahasa Indonesia mendukung manajemen kelas dan meningkatkan interaksi pembelajaran. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada Bahasa Indonesia dapat membatasi paparan terhadap bahasa sasaran dan mendorong ketergantungan pada terjemahan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia yang kuat merupakan kompetensi pendukung penting bagi calon guru Bahasa Inggris, yang memungkinkan mereka untuk merancang praktik pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai konteks.
Implementasi Tugas Administratif dan Pelayanan Publik: Laporan Magang Kantor Gubernur Sulawesi Selatan 2025 Mahmudah Mahmudah; Bungatang Bungatang; Fitri M; Azharina Azharina; Apriani Apriani; Junaedi Wardana
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.630

Abstract

Pkm ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan tugas administratif serta kegiatan pelayanan publik yang dilakukan mahasiswa selama magang MBKM di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi pengalaman magang. Kegiatan magang dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 memberikan pengalaman langsung yang bermakna bagi mahasiswa dalam memahami dinamika administrasi pemerintahan dan pelayanan publik. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif terlibat dalam berbagai tugas strategis, seperti pencatatan dan pendistribusian surat dinas, dokumentasi jalannya rapat koordinasi, serta pelayanan registrasi dalam kegiatan resmi pemerintahan. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis administratif, tetapi juga menumbuhkan pemahaman mendalam mengenai prosedur birokrasi, pentingnya ketelitian dalam pengelolaan dokumen, etika komunikasi formal, serta praktik pelayanan publik yang profesional dan akuntabel. Dengan demikian, magang ini berkontribusi nyata dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon aparatur atau praktisi administrasi publik yang adaptif terhadap tuntutan reformasi birokrasi di era digital
Preserving Identity in a Globalized World: Strategies for Maintaining the Bugis-Makassar Language Based on Seminar Participants’ Perspectives Kembong Daeng; Ilma Rahim; Fatimah Yunus; Ita Rosvita; Bungatang Bungatang
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1328

Abstract

The rapid advancement of globalization has significanty impacted the sustainability of regional languages, including the Bugis-Makassar language, leading to a decline in its use among younger generations. This study aimed to examine strategies for maintaining the Bugis-Makassar language as a mother tongue in the context of globalization, focusing on participants’ perceptions of the International Mother Tongue Seminar. The study employed a descriptive quantitative approach supported by qualitative analysis to provide a comprehensive understanding of language awareness, attitudes, and preservation strategies. The study involved 120 respondents from diverse backgrounds, including students, academics, teachers, and the general public, selected through purposive sampling. The data were collected using a structured questionnaire based on a 5-point Likert scale, complemented by open-ended questions to capture deeper insights. The research instrument was tested for validity using Pearson Product Moment correlation and for reliability using Cronbach’s Alpha, yielding a coefficient of 0.87, indicating high internal consistency. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and standard deviation, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings revealed a high level of awareness among respondents regarding the importance of the Bugis-Makassar language as a cultural identity. However, a gap existed between awareness and actual language use, particularly in formal and digital contexts. The seminar was positively evaluated as an effective platform for raising awareness. Key strategies identified include integrating regional languages into formal education, strengthening intergenerational transmission, and utilizing digital media for language revitalization. In conclusion, although awereness of the importance of Bugis-Makassar language is relatively high, practical usage remains limited, indicating the need for more structured and sustainable preservation stategies supported by educational institutions and digital innovation.
KRITIS SOSIAL DALAM KONTEN SASTRA DI TIKTOK @PUJANGGAHALMAHERA00 SEBAGAI MEDIA EKSPRESI GENERASI MUDA TERHADAP FENOMENA SOSIAL DI INDONESIA: PRAGMATIK JACOB L. MEY Nensilianti Nensilianti; Bungatang Bungatang; Trisnawati Sp
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 10 No 1 (2026): KLAUSA Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v10i1.1460

Abstract

This article aims to examine the pragmatic meanings contained in poems that reflect social criticism of natural resource exploitation and power inequality in the Halmahera region. The method used is qualitative with a descriptive approach through pragmatic analysis. The research data consists of poetry excerpts that address environmental issues, legal injustice, and power relations between the state, corporations, and local communities. The analysis is conducted by examining the context of the utterances, implications, metaphors, and rhetorical strategies used to convey social criticism. The results show that these poems employ various pragmatic strategies such as ecological metaphors, rhetorical questioning, repetition, and implications to highlight environmental damage caused by mining and plantation activities, development inequality, and the lack of protection for local communities. Furthermore, these poems demonstrate the irony between the narrative of independence and national development and the social realities faced by local communities.
Pelatihan Penguatan Nilai dan Karakter Budaya Lokal pada Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Ridwan Ridwan; Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.515

Abstract

Pelatihan Penguatan Nilai dan Karakter Budaya Lokal pada Anak Melalui Buku Cerita Bergambar yang dilaksanakan di Kampus Lorong Komunitas Anak Pelangi (K-apel) Makassar dihadirkan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak usia dini melalui media yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai dan karakter berbasis kearifan lokal kepada anak-anak sejak dini melalui media buku cerita bergambar yang menarik dan mudah dipahami, meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal, mengembangkan literasi budaya dan literasi visual melalui kegiatan membaca, mendengar, serta menafsirkan pesan moral yang terkandung dalam cerita bergambar, membentuk karakter positif anak seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, serta rasa hormat terhadap orang lain, yang direfleksikan dalam tokoh dan alur cerita, dan menyediakan alternatif metode pembelajaran kreatif bagi pendidik dan komunitas dalam mengajarkan nilai budaya dan karakter melalui pendekatan literasi berbasis budaya. Metode pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan diikuti 50 peserta yang merupakan anak yang aktif belajar di K-apel. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman anak terhadap cerita rakyat dan kebudayaan lokal yang dimanifestasikan melalui buku cerita bergambar.
Pemanfaatan Folklor (Cerita Rakyat) Sulawesi Selatan dalam Bentuk Cipta Tari dan Musik: Revitalisasi Tradisi dan Optimalisasi Inovasi Ekspresi Seni Nusantara Berbasis Digital di Kabupaten Soppeng Ita Rosvita; Bungatang Bungatang; Ilma Rahim; Zamrud Whidas Pratama
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.553

Abstract

Pemanfaatan folklor (cerita rakyat) Sulawesi Selatan dalam bentuk cipta tari dan musik: revitalisasi tradisi  dan optimalisasi inovasi ekspresi seni nusantara berbasis digital di kabupaten soppeng dilaksanakan dalam kegiatan PKM yang  bertujuan merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal melalui pelatihan digitalisasi folklor Soppeng berbasis seni tari dan musik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui ceramah interaktif, lokakarya, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 8–9 November 2025 di Sanggar Seni Naurah, Kabupaten Soppeng, dengan melibatkan 36 peserta yang terdiri dari pelatih tari, guru seni, dan peserta didik. Materi pelatihan meliputi pengenalan folklor sebagai sumber inspirasi cipta tari dan musik, pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk dokumentasi, serta praktik eksplorasi gerak dan musik berdasarkan cerita rakyat lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengadaptasi folklor menjadi karya tari dan musik yang kreatif serta siap dipublikasikan melalui platform digital. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Bugis Soppeng sekaligus mendorong inovasi seni tradisional di era globalisasi.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Deep Learning dan NLP dalam Penguatan Nilai dan Karakter Anak melalui Buku Cerita Bergambar yang Interaktif di Komunitas Anak Pelangi Kelurahan Parangtambung Makassar Ridwan Ridwan; Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.570

Abstract

Kemajuan teknologi di bidang Artificial Intelligence (AI) telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada relawan-relawan pada komunitas Anak Pelangi terkait Pengenalan dasar tentang Natural Language Processing (NLP) dan Deep Learning dalam pengembangan konten interaktif. Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para pengajar dalam memanfaatkan teknologi AI yang berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan pembuatan buku cerita bergambar yang interaktif dan efektif serta penerapan pembelajaran deep learning secara mendalam dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi pengenalan konsep dasar AI, aplikasi AI seperti aplikasi Canva, Adobe Premier, Text-to-Speech (TTS), animasi ringan, dan alat pembuat buku digital interaktif (misalnya Book Creator atau dan penggunaan tools dan aplikasi pendukung seperti: Text-to-Speech (TTS), animasi ringan, dan alat pembuat buku digital interaktif (misalnya Book Creator atau Story Jumper).peserta diberikan praktik langsung dalam penggunaan platform dan perangkat lunak berbasis AI. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan di komunitas Anak Pelangi. Selain itu, relawan komunitas diberikan pemahaman mengenai penerapan pembeleajran Deep Learning yang bertujuan membantu siswa dalam memahami materi secara mendalam, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di era digital. Tahap sosialisasi dilakukan kepada 22 relawan atau pengajar di komunitas Anak Pelangi selama satu hari yang mencakup Pengenalan dasar tentang Natural Language Processing (NLP) dan Deep Learning . Evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru serta keterampilan praktis bagi relawan dalam mengembangkan buku cerita bergambar yang interaktif berbasis budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi implementasi Ai dan pembelajaran deep learning di komunitas Anak Pelangi dalam membentuk nilai dan karakter anak menuju pendidikan bermutu.