Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

9. UTILIZATION OF THIRD HARMONIC RATIO STATOR GROUND FAULT PROTECTION AND STATOR GROUND FAULT PROTECTION WITH REDUNDANT 20 HZ VOLTAGE INJECTION FOR RELIABLE STATOR GROUNDING PROTECTION ON GENERATOR NEUTRAL SIDE FOR GROUND CONTROL SYSTEM OPERATION APPLICATION Muchammad Furqon Muchaddats; Nur Rahma Dona; Ahmad Ilham Kamal; Kurniawan; Budi Sumartono; Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.146

Abstract

This study aims to determine the advantages and disadvantages of using the type of stator grounding fault protection using voltage injection and traditional. As we know there are many types of protection for stator grounding faults on the neutral side of the traditional ones such as neutral overvoltage and using the 3rd harmonic ratio voltage ratio between the generator terminal and the neutral side, this traditional method has some problems in sensitivity, safety and cleaning speed, in the long run can make low-level grounding faults become damaging disturbances. And now we already have the latest method for stator grounding faults, using 20Hz voltage injection which can reduce the problems in the traditional ones. The only problem with 20Hz voltage injection is the voltage injector device, if this device has some problems, then the protection cannot operate. This paper wants to explain the advantages of traditional protection (3rd harmonic ratio stator grounding protection) and stator grounding protection with 20Hz voltage injection installed redundantly, then the stator grounding protection on the neutral side of the generator will be more reliable.
3. MENGENAL DAN MEMAHAMI INSTRUMENT LANDING SYSTEM (ILS) Rasiman, Yoseph; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i2.152

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu dan memudahkan pesawat dalam melaksanakan pendaratan secara tepat pada garis tengah (centre line) runway dan dengan sudut kemiringan yang tepat. Instrument Landing System (ILS) merupakan perangkat sistem (elektronika) yang berfungsi sebagai pemandu pendaratan pesawat udara. Sistem ini dapat membantu memudahkan pesawat untuk mendarat pada garis tengah (centre line) runway dan dengan sudut kemiringan yang tepat. Pemanduan dilakukan agar pilot mengetahui jarak pesawat terhadap area pendaratan (touchdown zone) pada landasan (runway). Pemanduan dilakukan untuk mengatur (adjust) posisi kanan-kiri (center line) pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat di garis tengah landasan. Pemanduan dilakukan juga untuk mengatur (adjust) kemiringan (nose-down) pesawat, sehingga dapat mendarat (landing) dengan kemiringan (sudut elevasi) kurang-lebih 3° terhadap landasan. ILS terdiri dari 3 peralatan pokok untuk pemanduannya yaitu: Marker Beacon, Localizer, dan Glide Slope. Oleh karena itu, ILS tetap menjadi satu-satunya sistem pendekatan presisi yang tersedia yang didukung oleh semua pesawat sipil yang dilengkapi IFR.
7. ALAT PENGUKUR JARAK (DISTANCE MEASUREMENT EQUIPMENT) Rasiman, Yoseph; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i2.153

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dan menghitung berapa kecepatan yang dibutuhkan dalam mencapai suatu stasiun. Distance Measuring Equipment (DME) adalah alat navigasi udara yang berfungsi memberikan panduan/informasi jarak (slant range) bagi pesawat udara dengan fasilitas DME yang dituju. (DME adalah jenis sistem navigasi en-route untuk pesawat udara; DME sering dipasang di dekat stasiun VOR sehingga memberikan gabungan bearing dan jarak; Ketika DME dipasang dengan VOR, itu disebut sebagai VOR/DME; DME memberikan jarak fisik dari pesawat ke transponder DME darat dinyatakan dalam Nautical Miles (NM); DME juga menghitung kecepatan darat dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai stasiun jika pesawat dilengkapi dengan komputer yang sesuai; Sistem DME terdiri dari tiga komponen dasar, yaitu: antena DME pada badan pesawat, unit tampilan navigasi DME di kokpit pesawat, pemancar/penerima DME di darat). Gambar di bawah menunjukkan perangkat DME
9. ATRISI MILITER DALAM PERENCANAAN OPERASI MILITER ANALISIS KOMPREHENSIF MODEL MATEMATIKA UNTUK ATRISI PERSONEL DAN LOGISTIK Andri Gandhy; Ronny Samsul Bahri; Muchammad Furqon Muchaddats; Rakin Ghiyat; Kurniawan; Rayhan Kemal; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 4 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i4.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan analisis komprehensif tentang modelmatematika atrisi militer dengan fokus pada atrisi personel dan logistik dalam konteksperencanaan operasi militer modern. Penelitian ini mengintegrasikan model teori klasikseperti persamaan Lanchester dengan sistem kontemporer seperti CALAPER (CampaignLevel Ammunition and Petroleum Expenditure Rates) untuk memberikan kerangka analitisyang holistik. Metodologi penelitian meliputi analisis literatur ekstensif, pengembangan modelmatematika terintegrasi, dan implementasi skenario operasional realistis untuk validasimodel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model atrisi personel dan logistikmemberikan prediksi yang lebih akurat terhadap efektivitas operasional dibandingkanpendekatan parsial. Model yang dikembangkan mampu memprediksi tingkat atrisi denganakurasi tinggi dan memberikan wawasan strategis untuk optimasi alokasi sumber daya.Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup peningkatan akurasi perencanaan operasi,optimasi alokasi sumber daya, dan pengurangan risiko operasional melalui prediksi atrisiyang lebih baik.