Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

6. RANCANGAN RUTE PENERBANGAN APPROACH CONTROL AREA DI WILAYAH UDARA ELTARI Ivan Yusri; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 3 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v3i3.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan desain konsep rutepenerbangan/ rute ATS dan titik-titik penting di wilayah udara APP/TMA Kupang yangakan digunakan sebagai sarana rute lalu lintas udara disalah satu kepulauan Indonesiatimur yang terus meningkat pada setiap tahunnya dalam hal ini untuk meningkatkankeselamatan dan efisiensi lalu lintas udara khususnya di APP/TMA Kupang. Terdapatbeberapa tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan lalu lintas udara di wilayah udaraAPP/TMA Kupang. Pertama, terdapat 13 bandara perintis di wilayah udara yang tidakmemiliki rute ATS. Hal ini dapat menimbulkan konflik antar pesawat dan juga menyulitkanATC untuk menyediakan layanan pemisahan. Kedua, SOP saat ini tidak menyebutkanketentuan mengenai penerbangan yang tidak memiliki rute ATS serta dapat menimbulkankebingungan dan risiko keselamatan. Ketiga, jangkauan radio komunikasi di wilayahudara tidak selalu memadai sehingga menyulitkan ATC untuk berkomunikasi denganpesawat. Menurut surve pada tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat keempatdalam 10 besar pasar penumpang domestik di dunia, oleh karena itu perlu adanyapenambahan rute penerbangan sebagai sarana lalu lintas udara yang akan segeradilaksanakan pada kesempatan pertama oleh Perum LPPNPI Kantor Cabang Kupang.Untuk menjamin keselamatan penerbangan, penting untuk memiliki layanan navigasiudara yang memadai Perum LPPNPI Kantor Cabang Kupang bertanggung jawabterhadap pelayanan lalu lintas udara di wilayah udara APP/TMA Kupang.
7. SAFETY CULTURE TERHADAP IMPLEMENTASI SAFETY MANAGEMENT SYSTEM DI UNIT PERAWATAN PESAWAT UDARA SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA Ivan Yusri; Muchammad Furqon Muchaddats; Afiyan Krisna
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 3 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v3i3.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Safety Culture, terhadapimplementasi Safety Management System, dan pengaruh Safety Culture terhadap SafetyManagement System di Unit Perawatan Pesawat Udara STPI. Variable yang ditelitiadalah Safety Culture sebagai variabel bebas dan Safety Management System sebagivariabel terikat dengan Program Studi Teknik Pesawat Udara, Jurusan TeknikPenerbangan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pihak unit Perawatan Pesawat Udarayang belum mengetahui seberapa besar Safety Culture yang terbangun dan belummelakukan pengukuran terhadap Safety Management System. Metode yang digunakandalam penelitian kuantitatif ini adalah korelasi dan regresi. Data yang diperoleh berasaldari kuisioner, observasi dan dokumentasi. Sampel penelitian yang diambil yaitu seluruhpegawai struktural dan fungsional di Unit Perawatan Pesawat Udara STPI. Data berupajawaban dari kuisioner dilakukan dengan cara persyaratan uji analisis data berupa ujinormalitas, uji validitas, reliabilitas instrumen, dan uji analisis data yaitu uji korelasi danregresi sederhana. Koefisien yang diperoleh diuji signifikansinya. Data kuisioner didukungdengan data Gap Analysis dan dianalisis menggunakan Shell Model. Dari skor kuisionerdengan skala Likert, disimpulkan bahwa kondisi Safety Culture dengan nilai 990 (82,5%)berada dalam kategori baik dan Safety Management System di Unit Perawatan PesawatUdara dengan nilai 993 (82,75%) berada dalam keadaan baik. Dari data gap analysismenunjukan pencapaian implementasi Safety Management System mencapai 79,58%.Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan dan memiliki tingkat hubunganyang kuat antara Safety Culture dan Safety Management System. Koefisien korelasiSafety Culture terhadap implementasi Safety Management System sebesar 0,7694dimana Safety Culture memberikan kontribusi sebesar 59,19% dengan hubunganfungsional Ŷ = 12,08 + 0,71X. Oleh karena itu, untuk meningkatkan Safety Culture danSafety Management System di Unit Perawatan Pesawat Udara perlu diperhatikanindikator-indikator yang belum terlaksana secara maksimal.
9. ANALISIS PERBANDINGAN OPERASIONAL ANTARA VISUAL DOCKING GUIDANCE SYSTEM DAN MARSHALLING Muhammad Umar Abdulloh; Mufti Arifin; Cynthia Rahmawati; Muchammad Furqon Muchaddats; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatnya lalu lintas udara,efisiensi operasional bandar udara menjadi semakin penting, terutama dalam proses parkirpesawat. Visual Docking Guidance System dan marshalling merupakan dua metodeutama yang digunakan untuk memandu pesawat menuju tempat parkir. VDGS merupakansistem otomatis yang memanfaatkan sensor dan algoritma canggih untuk memandu pesawatdengan cepat dan akurat, sehingga meningkatkan efisiensi dan keselamatan denganmengurangi ketergantungan pada faktor manusia. Sebaliknya, marshalling melibatkanpersonel darat yang memberikan panduan manual dengan sinyal visual, sehinggamenawarkan fleksibilitas yang besar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisilingkungan. Namun, metode ini berisiko tinggi terhadap kesalahan manusia, yang dapatmeningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kerusakan. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis perbandingan antara VDGS dan marshalling dengan fokus padaefisiensi, akurasi, keselamatan, dan kepuasan pengguna. Studi literatur yang dilakukanmengintegrasikan hasil penelitian dari jurnal yang diterbitkan dalam dekade terakhir,Penelitian yang dilakukan oleh Mathavara menunjukkan bahwa marshalling memiliki risikoyang signifikan terkait dengan kesalahan manusia, yang dapat memengaruhi keselamatanoperasi penerbangan. Kesalahan dalam proses penyusunan dapat meningkatkan risikokecelakaan dan insiden, mengingat metode ini sangat bergantung pada keterampilankomunikasi dan penilaian individu dari penyusun. Di sisi lain, VDGS, dengan fitur-fiturotomatisnya, dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan meningkatkankeselamatan operasional yang menunjukkan bahwa VDGS unggul dalam hal efisiensi danakurasi, sementara penyusunan tetap relevan dalam situasi yang memerlukan penyesuaianmanual. Sebagai kesimpulan, VDGS menawarkan keuntungan yang signifikan dalam halkecepatan dan keselamatan, sementara penyusunan tetap penting dalam menghadapikondisi operasional yang dinamis. Manajemen risiko terhadap kesalahan manusia dalampenyusunan adalah kunci untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam proses parkirpesawat.
2. PENGARUH REFRESHER TRAINING TERHADAP KINERJA PEMANDU APPROACH CONTROL SURVEILLANCE DI MAKASSAR DIRECTOR Ivan Yustri Mahardika; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh refresher training bagipersonel pemandu lalu lintas udara pada unit approach control surveillance (MakassarDirector) di Perum LPPNPI Cabang Makassar, agar mampu mempertahankan maupunmeningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan pemanduan lalu lintas udarasesuai dengan rekomendasi dari International Civil Aviation Organization (ICAO).Penelitian ini dilakukan di Perum LPPNPI Kantor Cabang Makassar, Ujung Pandang,Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatifmelalui penelitian survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengankuesioner dan studi dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakanadalah korelasi Pearson Product Momen yang dilanjutkan dengan uji hipotesispenelitian dengan cara t test. Berdasarkan hasil analisis korelasi dengan teknik PearsonProduct Momen, menunjukkan bahwa koefisien korelasi (nilai r hitung) sebesar 0,774lebih besar jika dibandingkan dengan r tabel dengan nilai 0,404 serta nilai signifikansihitung adalah 0,00 lebih kecil dari 0,05. Dari perhitungan tersebut dapat menunjukkanbahwa terdapat hubungan positif atau searah antara refresher training dan kinerjapersonel pemandu approach control surveillance di Makassar Director. Kemudian padauji hipotesis penelitian dengan cara t test ditemukan t hitung sebesar 5,739 lebih besardari t tabel yaitu 2,074 serta nilai signifikansi hitung adalah 0,00 lebih kecil dari 0,05yang berarti bahwa adanya pengaruh refresher training terhadap kinerja pemanduapproach control surveillance. Selain itu, diketahui koefisien determinasi sebesar0,5990 yang berarti bahwa pengaruh refresher training terhadap kinerja personelpemandu approach control surveillance adalah sebesar 60% dan selebihnya ditentukanoleh faktor-faktor lain seperti beban kerja, motivasi kerja dan gaji pegawai. Dengan hasilanalisis tersebut, maka perlu diadakannya program pelatihan penyegaran (refreshertraining) bagi pemandu approach control surveillance secara rutin di unit approachcontrol surveillance (Makassar Director) Perum LPPNPI Cabang Makassar.
4. RANCANG BANGUN MAGNETO TESTER BERKECEPATAN 30-3000 RPM UNTUK MESIN LYCOMING PADA PESAWAT PIPER AIRCHER III TX Rahman Pasaribu; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun mengatasi masalahapabila terjadi hal-hal yang signifikan khususnya mesin lycoming pada pesawat piperaircher. Dalam pelaksanaan pengujian magneto mesin piston lycoming akan dilaksanakanpada pesawat piper archer III TX, yang membutuhkan putaran tertentu yaitu 1000,2000dan 3000. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat tester magneto agarmengetahui kondisi magneto dengan indikator percikan konstan. Berdasarkan beberapaidentifikasi masalah yang akan menjadi batasan masalah adalah bagaimana merancangmagneto tester yang berkecepatan 30-3000 RPM. Dari hasil perhitungan dan perancangan yang telah dilakukan, alat yang dibuat belum mampu mencapai putaran yangmaksimum yaitu 2984 rpm. Dengan harapan agar dapat digunakan dan dapat mendukungkinerja mesin secara maksimal.
8. PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD DALAM PROSES TRANSIT PESAWAT DI BANDARA NARITA Vita Kartika; Mufti Arifin; Chintya Rahmawati; Muchammad Furqon Muchaddats; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Efisiensi waktu transitpesawat udara pada suatu bandara, yang merupakan fase kritis dalam operasional bandarudara yang memerlukan manajemen waktu yang optimal bertujuan untuk menjamin efisiensidan keselamatan. Penelitian ini berfokus pada penerapan Critical Path Method (CPM) untukmenganalisis dan mengelola waktu transit pesawat udara di Bandar Udara Narita, Jepang,salah satu hub internasional dengan frekuensi penerbangan tinggi dan kompleksitasoperasional yang signifikan. Dengan menggunakan CPM, penelitian ini mengidentifikasi jalurkritis dalam serangkaian aktivitas transit pesawat udara yang meliputi penanganan ramp,penanganan kargo dan surat, pengendalian muatan, serta penanganan penumpang danbagasi. Dengan demikian, manajemen waktu yang efektif melalui metode CPM dapatmenjadi alat penting dalam meningkatkan kinerja operasional bandar udara, terutama dalammengelola proses transit pesawat udara yang kompleks
3. MENGENAL DAN MEMAHAMI INSTRUMENT LANDING SYSTEM (ILS) Rasiman, Yoseph; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i2.152

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu dan memudahkan pesawat dalam melaksanakan pendaratan secara tepat pada garis tengah (centre line) runway dan dengan sudut kemiringan yang tepat. Instrument Landing System (ILS) merupakan perangkat sistem (elektronika) yang berfungsi sebagai pemandu pendaratan pesawat udara. Sistem ini dapat membantu memudahkan pesawat untuk mendarat pada garis tengah (centre line) runway dan dengan sudut kemiringan yang tepat. Pemanduan dilakukan agar pilot mengetahui jarak pesawat terhadap area pendaratan (touchdown zone) pada landasan (runway). Pemanduan dilakukan untuk mengatur (adjust) posisi kanan-kiri (center line) pesawat, sehingga dapat landing dengan tepat di garis tengah landasan. Pemanduan dilakukan juga untuk mengatur (adjust) kemiringan (nose-down) pesawat, sehingga dapat mendarat (landing) dengan kemiringan (sudut elevasi) kurang-lebih 3° terhadap landasan. ILS terdiri dari 3 peralatan pokok untuk pemanduannya yaitu: Marker Beacon, Localizer, dan Glide Slope. Oleh karena itu, ILS tetap menjadi satu-satunya sistem pendekatan presisi yang tersedia yang didukung oleh semua pesawat sipil yang dilengkapi IFR.
7. ALAT PENGUKUR JARAK (DISTANCE MEASUREMENT EQUIPMENT) Rasiman, Yoseph; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 2 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i2.153

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dan menghitung berapa kecepatan yang dibutuhkan dalam mencapai suatu stasiun. Distance Measuring Equipment (DME) adalah alat navigasi udara yang berfungsi memberikan panduan/informasi jarak (slant range) bagi pesawat udara dengan fasilitas DME yang dituju. (DME adalah jenis sistem navigasi en-route untuk pesawat udara; DME sering dipasang di dekat stasiun VOR sehingga memberikan gabungan bearing dan jarak; Ketika DME dipasang dengan VOR, itu disebut sebagai VOR/DME; DME memberikan jarak fisik dari pesawat ke transponder DME darat dinyatakan dalam Nautical Miles (NM); DME juga menghitung kecepatan darat dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai stasiun jika pesawat dilengkapi dengan komputer yang sesuai; Sistem DME terdiri dari tiga komponen dasar, yaitu: antena DME pada badan pesawat, unit tampilan navigasi DME di kokpit pesawat, pemancar/penerima DME di darat). Gambar di bawah menunjukkan perangkat DME
9. ATRISI MILITER DALAM PERENCANAAN OPERASI MILITER ANALISIS KOMPREHENSIF MODEL MATEMATIKA UNTUK ATRISI PERSONEL DAN LOGISTIK Andri Gandhy; Ronny Samsul Bahri; Muchammad Furqon Muchaddats; Rakin Ghiyat; Kurniawan; Rayhan Kemal; Tia Dikatama Tsania
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 4 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v4i4.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan analisis komprehensif tentang modelmatematika atrisi militer dengan fokus pada atrisi personel dan logistik dalam konteksperencanaan operasi militer modern. Penelitian ini mengintegrasikan model teori klasikseperti persamaan Lanchester dengan sistem kontemporer seperti CALAPER (CampaignLevel Ammunition and Petroleum Expenditure Rates) untuk memberikan kerangka analitisyang holistik. Metodologi penelitian meliputi analisis literatur ekstensif, pengembangan modelmatematika terintegrasi, dan implementasi skenario operasional realistis untuk validasimodel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi model atrisi personel dan logistikmemberikan prediksi yang lebih akurat terhadap efektivitas operasional dibandingkanpendekatan parsial. Model yang dikembangkan mampu memprediksi tingkat atrisi denganakurasi tinggi dan memberikan wawasan strategis untuk optimasi alokasi sumber daya.Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup peningkatan akurasi perencanaan operasi,optimasi alokasi sumber daya, dan pengurangan risiko operasional melalui prediksi atrisiyang lebih baik.
3. AIRPORT EMERGENCY DIESEL PREVENTIVE MAINTENANCE MANAGEMENT USING BATTERY INTERNAL RESISTANCE MONITORING ANALYSIS Ahmad Ilham Kamal; Muchammad Furqon Muchaddats; Feti Fatonah; Djoko Herwanto; Desiana Putri; Sudibyo; Dikasitama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 5 No 2 (2026): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Kedua
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v5i2.209

Abstract

Emergency diesel generator is a very important system in every industry includingthe airport industry because this system supports the electricity of important equipment whena blackout occurs. in the emergency diesel generator system, there is a battery as a starter forthe diesel engine. if the battery capacity decreases, the diesel generator will not be able tostart the engine, therefore in the emergency diesel generator system, regular batterymaintenance is needed to maintain system reliability. in this journal, preventive maintenanceon the battery will be explained, especially on the emergency diesel generator system battery.one indicator of decreased capacity in the battery is an increase in its internal resistance value.in preventive battery maintenance, analyzing the increase in internal resistance can be areference for replacing a new battery.