Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

6. RANCANGAN RUTE PENERBANGAN APPROACH CONTROL AREA DI WILAYAH UDARA ELTARI Ivan Yusri; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 3 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v3i3.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan desain konsep rutepenerbangan/ rute ATS dan titik-titik penting di wilayah udara APP/TMA Kupang yangakan digunakan sebagai sarana rute lalu lintas udara disalah satu kepulauan Indonesiatimur yang terus meningkat pada setiap tahunnya dalam hal ini untuk meningkatkankeselamatan dan efisiensi lalu lintas udara khususnya di APP/TMA Kupang. Terdapatbeberapa tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan lalu lintas udara di wilayah udaraAPP/TMA Kupang. Pertama, terdapat 13 bandara perintis di wilayah udara yang tidakmemiliki rute ATS. Hal ini dapat menimbulkan konflik antar pesawat dan juga menyulitkanATC untuk menyediakan layanan pemisahan. Kedua, SOP saat ini tidak menyebutkanketentuan mengenai penerbangan yang tidak memiliki rute ATS serta dapat menimbulkankebingungan dan risiko keselamatan. Ketiga, jangkauan radio komunikasi di wilayahudara tidak selalu memadai sehingga menyulitkan ATC untuk berkomunikasi denganpesawat. Menurut surve pada tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat keempatdalam 10 besar pasar penumpang domestik di dunia, oleh karena itu perlu adanyapenambahan rute penerbangan sebagai sarana lalu lintas udara yang akan segeradilaksanakan pada kesempatan pertama oleh Perum LPPNPI Kantor Cabang Kupang.Untuk menjamin keselamatan penerbangan, penting untuk memiliki layanan navigasiudara yang memadai Perum LPPNPI Kantor Cabang Kupang bertanggung jawabterhadap pelayanan lalu lintas udara di wilayah udara APP/TMA Kupang.
7. SAFETY CULTURE TERHADAP IMPLEMENTASI SAFETY MANAGEMENT SYSTEM DI UNIT PERAWATAN PESAWAT UDARA SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA Ivan Yusri; Muchammad Furqon Muchaddats; Afiyan Krisna
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 3 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v3i3.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Safety Culture, terhadapimplementasi Safety Management System, dan pengaruh Safety Culture terhadap SafetyManagement System di Unit Perawatan Pesawat Udara STPI. Variable yang ditelitiadalah Safety Culture sebagai variabel bebas dan Safety Management System sebagivariabel terikat dengan Program Studi Teknik Pesawat Udara, Jurusan TeknikPenerbangan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pihak unit Perawatan Pesawat Udarayang belum mengetahui seberapa besar Safety Culture yang terbangun dan belummelakukan pengukuran terhadap Safety Management System. Metode yang digunakandalam penelitian kuantitatif ini adalah korelasi dan regresi. Data yang diperoleh berasaldari kuisioner, observasi dan dokumentasi. Sampel penelitian yang diambil yaitu seluruhpegawai struktural dan fungsional di Unit Perawatan Pesawat Udara STPI. Data berupajawaban dari kuisioner dilakukan dengan cara persyaratan uji analisis data berupa ujinormalitas, uji validitas, reliabilitas instrumen, dan uji analisis data yaitu uji korelasi danregresi sederhana. Koefisien yang diperoleh diuji signifikansinya. Data kuisioner didukungdengan data Gap Analysis dan dianalisis menggunakan Shell Model. Dari skor kuisionerdengan skala Likert, disimpulkan bahwa kondisi Safety Culture dengan nilai 990 (82,5%)berada dalam kategori baik dan Safety Management System di Unit Perawatan PesawatUdara dengan nilai 993 (82,75%) berada dalam keadaan baik. Dari data gap analysismenunjukan pencapaian implementasi Safety Management System mencapai 79,58%.Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan dan memiliki tingkat hubunganyang kuat antara Safety Culture dan Safety Management System. Koefisien korelasiSafety Culture terhadap implementasi Safety Management System sebesar 0,7694dimana Safety Culture memberikan kontribusi sebesar 59,19% dengan hubunganfungsional Ŷ = 12,08 + 0,71X. Oleh karena itu, untuk meningkatkan Safety Culture danSafety Management System di Unit Perawatan Pesawat Udara perlu diperhatikanindikator-indikator yang belum terlaksana secara maksimal.
9. ANALISIS PERBANDINGAN OPERASIONAL ANTARA VISUAL DOCKING GUIDANCE SYSTEM DAN MARSHALLING Muhammad Umar Abdulloh; Mufti Arifin; Cynthia Rahmawati; Muchammad Furqon Muchaddats; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meningkatnya lalu lintas udara,efisiensi operasional bandar udara menjadi semakin penting, terutama dalam proses parkirpesawat. Visual Docking Guidance System dan marshalling merupakan dua metodeutama yang digunakan untuk memandu pesawat menuju tempat parkir. VDGS merupakansistem otomatis yang memanfaatkan sensor dan algoritma canggih untuk memandu pesawatdengan cepat dan akurat, sehingga meningkatkan efisiensi dan keselamatan denganmengurangi ketergantungan pada faktor manusia. Sebaliknya, marshalling melibatkanpersonel darat yang memberikan panduan manual dengan sinyal visual, sehinggamenawarkan fleksibilitas yang besar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisilingkungan. Namun, metode ini berisiko tinggi terhadap kesalahan manusia, yang dapatmeningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kerusakan. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis perbandingan antara VDGS dan marshalling dengan fokus padaefisiensi, akurasi, keselamatan, dan kepuasan pengguna. Studi literatur yang dilakukanmengintegrasikan hasil penelitian dari jurnal yang diterbitkan dalam dekade terakhir,Penelitian yang dilakukan oleh Mathavara menunjukkan bahwa marshalling memiliki risikoyang signifikan terkait dengan kesalahan manusia, yang dapat memengaruhi keselamatanoperasi penerbangan. Kesalahan dalam proses penyusunan dapat meningkatkan risikokecelakaan dan insiden, mengingat metode ini sangat bergantung pada keterampilankomunikasi dan penilaian individu dari penyusun. Di sisi lain, VDGS, dengan fitur-fiturotomatisnya, dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan meningkatkankeselamatan operasional yang menunjukkan bahwa VDGS unggul dalam hal efisiensi danakurasi, sementara penyusunan tetap relevan dalam situasi yang memerlukan penyesuaianmanual. Sebagai kesimpulan, VDGS menawarkan keuntungan yang signifikan dalam halkecepatan dan keselamatan, sementara penyusunan tetap penting dalam menghadapikondisi operasional yang dinamis. Manajemen risiko terhadap kesalahan manusia dalampenyusunan adalah kunci untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam proses parkirpesawat.
2. PENGARUH REFRESHER TRAINING TERHADAP KINERJA PEMANDU APPROACH CONTROL SURVEILLANCE DI MAKASSAR DIRECTOR Ivan Yustri Mahardika; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh refresher training bagipersonel pemandu lalu lintas udara pada unit approach control surveillance (MakassarDirector) di Perum LPPNPI Cabang Makassar, agar mampu mempertahankan maupunmeningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan pemanduan lalu lintas udarasesuai dengan rekomendasi dari International Civil Aviation Organization (ICAO).Penelitian ini dilakukan di Perum LPPNPI Kantor Cabang Makassar, Ujung Pandang,Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatifmelalui penelitian survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengankuesioner dan studi dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakanadalah korelasi Pearson Product Momen yang dilanjutkan dengan uji hipotesispenelitian dengan cara t test. Berdasarkan hasil analisis korelasi dengan teknik PearsonProduct Momen, menunjukkan bahwa koefisien korelasi (nilai r hitung) sebesar 0,774lebih besar jika dibandingkan dengan r tabel dengan nilai 0,404 serta nilai signifikansihitung adalah 0,00 lebih kecil dari 0,05. Dari perhitungan tersebut dapat menunjukkanbahwa terdapat hubungan positif atau searah antara refresher training dan kinerjapersonel pemandu approach control surveillance di Makassar Director. Kemudian padauji hipotesis penelitian dengan cara t test ditemukan t hitung sebesar 5,739 lebih besardari t tabel yaitu 2,074 serta nilai signifikansi hitung adalah 0,00 lebih kecil dari 0,05yang berarti bahwa adanya pengaruh refresher training terhadap kinerja pemanduapproach control surveillance. Selain itu, diketahui koefisien determinasi sebesar0,5990 yang berarti bahwa pengaruh refresher training terhadap kinerja personelpemandu approach control surveillance adalah sebesar 60% dan selebihnya ditentukanoleh faktor-faktor lain seperti beban kerja, motivasi kerja dan gaji pegawai. Dengan hasilanalisis tersebut, maka perlu diadakannya program pelatihan penyegaran (refreshertraining) bagi pemandu approach control surveillance secara rutin di unit approachcontrol surveillance (Makassar Director) Perum LPPNPI Cabang Makassar.
4. RANCANG BANGUN MAGNETO TESTER BERKECEPATAN 30-3000 RPM UNTUK MESIN LYCOMING PADA PESAWAT PIPER AIRCHER III TX Rahman Pasaribu; Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Dikatama T
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun mengatasi masalahapabila terjadi hal-hal yang signifikan khususnya mesin lycoming pada pesawat piperaircher. Dalam pelaksanaan pengujian magneto mesin piston lycoming akan dilaksanakanpada pesawat piper archer III TX, yang membutuhkan putaran tertentu yaitu 1000,2000dan 3000. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat tester magneto agarmengetahui kondisi magneto dengan indikator percikan konstan. Berdasarkan beberapaidentifikasi masalah yang akan menjadi batasan masalah adalah bagaimana merancangmagneto tester yang berkecepatan 30-3000 RPM. Dari hasil perhitungan dan perancangan yang telah dilakukan, alat yang dibuat belum mampu mencapai putaran yangmaksimum yaitu 2984 rpm. Dengan harapan agar dapat digunakan dan dapat mendukungkinerja mesin secara maksimal.
8. PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD DALAM PROSES TRANSIT PESAWAT DI BANDARA NARITA Vita Kartika; Mufti Arifin; Chintya Rahmawati; Muchammad Furqon Muchaddats; T. Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 3 No 4 (2024): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v3i4.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Efisiensi waktu transitpesawat udara pada suatu bandara, yang merupakan fase kritis dalam operasional bandarudara yang memerlukan manajemen waktu yang optimal bertujuan untuk menjamin efisiensidan keselamatan. Penelitian ini berfokus pada penerapan Critical Path Method (CPM) untukmenganalisis dan mengelola waktu transit pesawat udara di Bandar Udara Narita, Jepang,salah satu hub internasional dengan frekuensi penerbangan tinggi dan kompleksitasoperasional yang signifikan. Dengan menggunakan CPM, penelitian ini mengidentifikasi jalurkritis dalam serangkaian aktivitas transit pesawat udara yang meliputi penanganan ramp,penanganan kargo dan surat, pengendalian muatan, serta penanganan penumpang danbagasi. Dengan demikian, manajemen waktu yang efektif melalui metode CPM dapatmenjadi alat penting dalam meningkatkan kinerja operasional bandar udara, terutama dalammengelola proses transit pesawat udara yang kompleks
6. PENENTUAN KELAS RESIKO DI DARAT DAN DI UDARA DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI SORA Muchammad Furqon Muchaddats; Kurniawan P.Y.; Syaefuddin; Asep Kusuma; Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara kerja/operasional penyemrotan tanaman dengan menggunakan metodologi SORA (Specific Operation Risk Assement) baik di darat maupun di udara pada aplikasi Drone penyiraman studi kasus penyemprotan padi menggunakan Drone DJI Agras T 25 Pada site Pamanukan, Subang Jawa Barat. Pengoperasian sistem pesawat udara nirawak (UAS) harus mematuhi peraturan yang berlaku, persyaratan teknis, serta batasan operasional. Untuk memperoleh persetujuan dari otoritas, Badan Keselamatan Penerbangan Indonesia (DGCA) telah menetapkan dalam kerangka peraturan yang ada bahwa penilaian risiko keselamatan perlu dilakukan untuk operasi Drone dalam kategori Khusus. Penilaian risiko operasional khusus (SORA) adalah metodologi yang diciptakan oleh JARUS (Otoritas Gabungan untuk Pembuatan Aturan tentang Sistem Nirawak) untuk melaksanakan penilaian risiko. Peraturan tersebut tercantum dalam PKPS (Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil) 107. Makalah ini menyajikan penerapan metodologi SORA untuk operasi Drone penyiraman yang dikembangkan dalam proyek spraying drone oleh PT. XYZ. Proyek ini merancang sistem otonom untuk penyiapan air dari udara menggunakan tim kecil Drone. Makalah ini membahas semua tahap dalam SORA, menganalisis risiko operasional, dan membahas langkah mitigasi dalam sistem. Evaluasi positif dicapai untuk operasi yang diusulkan, yang akan memfasilitasi transfer teknologi untuk sistem spraying drone dan integrasinya di masa depan ke dalam operasi wilayah udara.
7. RANCANGAN SISTEM MONITORING ADS-B SITE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN VIRTUAL PRIVATE SERVER (VPS) DI PERUM LPPNPI CABANG MAKASSAR Muchammad Furqon Muchaddats; Rakin Ghiyat Naufaldy; Kurniawan; Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi akses monitoring yang digunakan pada ADS-B yang berbasis web di Perum LPPNPI MATSC untuk wilayah FIR Timur Indonesia. ADS-B merupakan salah satu peralatan yang vital dalam penerbangan oleh karena itu para teknisi harus memperhatikan dan melakukan monitoring ADS-B dengan baik dan benar, agar dapat mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di dunia penerbangan. Penelitian ini dilakukan karena selama kegiatan monitoring ADS-B Site di Perum LPPNPI MATSC hanya dapat dilakukan di RCMS (Remote Control Monitoring System) yang berada di MER (Main Equipment Room), sehingga ketika ADS-B Site bermasalah teknisi yang berada di ruangan standby mengalami keterlambatan informasi. Perancangan monitoring ADS-B Site ini berbasis Web bertujuan agar dapat diakses dimana saja, di ruangan standby teknisi maupun pemangku kepentingan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan atau Research and Development (R&D) level 1 dengan desain perancangan Web monitoring yang menampilkan status ADS-B Site menggunakan data dari server Traces ATC System TopSky. Hasil dari rancangan ini dapat berjalan dengan baik sesuai kriteria rancangan yaitu monitoring berbasis Web dapat menampilkan status ADS-B Site dan dapat diakses melalui internet, sehingga monitoring ADS-B Site di Perum LPPNPI MATSC untuk wilayah FIR Timur Indonesia menjadi lebih responsif dan portable.
8. ANALYSIS OF THE USE OF THE SUPER MINDS PP LEVEL 3 APPLICATION FOR ENGLISH LEARNING IN READING FOR THE PURPOSE OF DEVELOPING THE CAPABILITIES OF DEFENCE EQUIPMENT MANUFACTURING ENGINEERS MEMBER Muchammad Furqon Muchaddats; Khusnul Khotimah Nabilah; Kurniawan; Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.138

Abstract

The objective of this study was to analyze of using ‘Super Minds PP Level 3 Application’ in learning English reading and Defence Equipment Manufacturing Engineer Member ’ perceptions in learning English reading. The study employed the qualitative method. The objectives include some explanations about technology, how to teach Defence Equipment Manufacturing Engineer Member in reading by using ‘Super Minds PP Level 3 Application’, Defence Equipment Manufacturing Engineer Member ’ motivation of using ‘Super Minds PP Level 3 Application’ in learning English reading, giving some brief discussions about teaching strategies, teaching methods, teaching techniques, teacher preparation, and observing the video recording of the Defence Equipment Manufacturing Engineer Member ’ learning in reading by using ‘Super Minds Application PP Level 3 Application’. The research uses a qualitative approach by observing, analyzing data, and summarizing the findings. Books, journals, the English dictionary, and websites are needed to support the analysis. The result from the research, the researcher can explore the Defense Equipment Manufacturing Engineer Member ’ perceptions or assumptions based on interview questions in learning English Reading by using ‘Super Minds PP Level 3 Application’. Therefore, the researcher can understand and know the positive or good impacts and negative or not good impacts in learning English reading by using ‘Super Minds PP Level 3 Application.
3. PROFESIONALISME KINERJA PRAJURIT TNI ANGKATAN UDARA PADA SATUAN KERJA DEPOHAR 40 BANDUNG Muchammad Furqon Muchaddats; Dhany Ramadan; Kurniawan; Dikatama
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Pertama
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jau.v4i1.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meningkatkan profesionalisme kinerja prajurit TNI Angkatan Udara pada satuan kerja di Depohar 40 yang bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat sedang/berat peralatan komunikasi, alat bantu navigasi, komputer, simulator, dan elektronika khusus. Kondisi saat ini profesionalisme prajurit Depohar 40 masih belum dapat terwujud sesuai dengan harapan, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini mendeskripsikan tentang kondisi kemampuan, keahlian para teknisi, sesuai dengan fasilitas dan sarana pendukung serta integritas dari prajurit di Depohar 40. Dalam mewujudkan profesionalisme prajurit tersebut penelitian ini bermaksud untuk menemukan faktor-faktor apa saja yang dapat berperan dalam meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AU korp komunikasi navigasi dalam menjalankan bidang tugasnya di Depohar 40 serta untuk memperoleh dan memilih strategi yang tepat dalam meningkatkan profesionalisme prajurit. Melalui metode kualitatif dan analisis SWOT diperoleh hasil penelitian yang kemudian dirumuskan menjadi satu strategi terpilih yaitu strategi diversifikasi sebagai hasil untuk dapat mewujudkan profesionalisme dari prajurit Depohar 40. Diversifikasi Strategi artinya organisasi Depohar 40 dalam kondisi mantap namun menghadapi sejumlah tantangan yang berat, sehingga diprediksi roda institusi akan menjalani kesulitan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari bila sekadar berpegang pada strategi sebelumnya. Oleh karenanya Depohar 40 disarankan untuk segera memperbanyak strategi taktisnya, maka untuk selanjutnya strategi akan berfokus dengan menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi.Dengan harapan bila strategi ini dilaksanakan maka profesionalisme prajurit Depohar 40 dapat segera terwujud.