Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Media Lembar Balik dan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Stimulasi Produksi ASI Yulidian Nurpratiwi; Aprilina Sartika; Risti Tamara Tahanora; Beatrix Elizabeth; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52700

Abstract

Pemberian edukasi yang efektif pada ibu nifas sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media lembar balik dan media video terhadap pengetahuan ibu nifas tentang stimulasi produksi ASI serta membandingkan efektivitas kedua media. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest dua kelompok. Populasi dari 50 ibu nifas dengan tehnik total sampling, terbagi rata ke dalam kelompok lembar balik (n=25) dan kelompok video (n=25). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitasnya melalui penilaian expert. Hasil analisis tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi lembar balik (p = 0,001) dan video (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok video lebih tinggi dibanding lembar balik (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas, namun media video lebih efektif dibanding lembar balik dalam meningkatkan pemahaman mengenai stimulasi produksi ASI.
Analisis Hubungan Karakteristik, Riwayat, Obesitas, Anc dan Junkfood dengan Kejadian Preeklamsia Siti Zahra; Eti Adindah Puspita Andayani; Yulidian Nurpratiwi; Retno Anggraeni P.S
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.22513

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is one of the complications of pregnancy characterized by high blood pressure (hypertension), edema, and proteinuria. There are 128,273 cases of preeclampsia in pregnant women in Indonesia per year. Several risk factors that are thought to contribute to the occurrence of preeclampsia include maternal age, parity, obesity, history of preeclampsia, junk food consumption patterns, and a history of diabetes mellitus (DM). This study aims to analyze the factors associated with the incidence of preeclampsia in third trimester pregnant women at Cikarang Medika Hospital, Bekasi Regency. This study used quantitative methods with a cross-sectional design. The study sample amounted to 86 respondents who were selected using the total sampling technique, namely pregnant women who came to the obstetrics clinic. Data analysis was performed using the chi-square test to identify the relationship between the independent and dependent variables. The results showed that maternal age (20 years or 35 years), obesity, high junk food consumption, history of preeclampsia, history of DM, gemelli pregnancy, and ANC visits had a significant association with the incidence of preeclampsia (p 0.05). In contrast, the parity facto7 szr did not show a significant association with the incidence of preeclampsia (p 0.05). It can be concluded that the main factors that contribute to the incidence of preeclampsia include maternal age, obesity, junk food consumption patterns, history of preeclampsia, history of DM, gemelli pregnancy, and ANC visits. It is recommended that efforts to increase health education for pregnant women to prevent preeclampsia, especially through the application of a healthy diet, optimal weight management, and effective management of comorbidities. Keywords: History of Hypertension, Obesity, ANC and Junk Food with the Incidence of Preeclampsia.  ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau 35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengolalaan berat badan yang optimal, penangan penyakit penyerta secara efektif. Kata Kunci: Riwayat Hipertensi, Obesitas, ANC DAN Junkfood Dengan Kejadian Preeklamsia.
Korelasi antara Tingkat Stres dan Derajat Keparahan Gejala Premenstrual Syndrome pada Siswi Sma Negeri 1 Cikarang Utara Afina Ahshaina Nuri; Yulidian Nurpratiwi; Previarsi Rahayu; Yulta Kadang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55187

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala yang muncul 2–14 hari sebelum menstruasi. Salahsatu faktor yang memengaruhi PMS adalah stres, terutama pada remaja putri SMA yang rentan mengalamitekanan akademik. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan keparahangejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifcross-sectional dengan desain penelitian analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 282 siswi dihitungmenggunakan rumus slovin dengan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Instrumen yangdigunakan yaitu kuesioner DASS-Y dan SPAF. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitianini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No:005143/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yangkuat serta arah positif antara tingkat stres dengan keparahan gejala PMS pada siswi SMA Negeri 1 CikarangUtara (p = 0,000 < 0,05; r = 0,555).
Pemberian Sarapan Pagi Telur Ayam Rebus Terhadap Kejadian Anemia Pada Siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi Aditya Kusuma Wijaya Satya Pratama; Mila Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Previarsi Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55844

Abstract

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, asupan gizi yang tidak seimbang, serta kebiasaan tidak sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bekasi, mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah membiasakan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi sesuai kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kadar hemoglobin (Z = –6,192; p = 0,000), sehingga sarapan telur rebus efektif menurunkan kejadian anemia.
Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani Vivi Nila Sari; Riska Subhianti Putri; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.738

Abstract

Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Stature Meter, timbangan berat badan, dan juga menggunakan Medline. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja tengah. Selain itu terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia (p-value = 0,000) serta terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia (p-value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Comparative Effectiveness of Pamphlet and Video Media in Enhancing Breast Self-Examination Knowledge Among High School Students Anggie Widyaswara; Melani Putri; Mila Sartika; Yulidian Nurpratiwi
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.963

Abstract

Background: Adolescence represents a critical developmental stage during which health-related knowledge and preventive behaviours begin to form. Limited awareness of breast health and breast self-examination (BSE) among adolescent girls may reduce opportunities for early detection of breast abnormalities. Educational interventions delivered through accessible media may play an important role in improving adolescents’ understanding of BSE. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of health education delivered through pamphlets and video media on the level of knowledge regarding breast self-examination among female adolescents. Methods: A quantitative study with a quasi-experimental design using a two-group pretest–posttest approach was conducted at SMAN 3 Tambun Selatan. The study population comprised 598 female students, of whom 592 participated using a total sampling technique. Knowledge of breast self-examination was assessed using a structured questionnaire administered before and after the educational intervention. Data were analysed using the Wilcoxon nonparametric test. Results: The findings demonstrated a statistically significant improvement in adolescents’ knowledge of breast self-examination following education delivered through pamphlets and video media (p < 0.001). Prior to the intervention, most participants showed limited concern for breast health. Post-intervention results indicated increased awareness and understanding of the importance of regular breast self-examination. Conclusion: Health education using pamphlets and video media is effective in enhancing adolescents’ knowledge of breast self-examination. Integrating structured and media-based educational strategies within school health programmes may strengthen preventive health behaviours and promote early breast health awareness among adolescents.
The Relationship Between Family Support and Eating Independence Among Children with Intellectual Disabilities Regita Anjani; Beatrix Elizabeth; Yulta Kadang; Yulidian Nurpratiwi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1144

Abstract

Children with intellectual disabilities have limitations in intellectual function and adaptive behavior, influencing their daily activities, including their ability to eat independently. To improve this skill, children need support from their parents so they can practice consistently and gradually. If family support is limited, children will become dependent on others and struggle to eat on their own. This study aims to analyse the relationship between family support and independent eating in children with intellectual disabilities. Using a quantitative analytic observational study with a cross-sectional design and total sampling technique, involving 40 children with intellectual disabilities at SLB Bina Sejahtera. Data were collected using validated and reliable questionnaires and observation checklists and analyzed using the Chi-Square test. The results indicated that among the 24 respondents (60.0%) providing good family support, 20 children (74.1%) ate independently, whereas 4 children (30.8%) did not. The analysis indicates a significant relationship between family support and eating independence, with a p-value of 0.023 (< 0.05). In conclusion, family support has a significant relationship with eating independence in children with intellectual disabilities. Therefore, active and consistent family involvement through guidance and independence training is important to improve the child’s quality of life, particularly regarding daily independence, including eating activities.
Pengaruh Metode Audio Visual terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pencegahan Ketuban Pecah Dini (KPD) Audi Fatihah; Naura Assyifa Hayat; Yulidian Nurpratiwi; Meyke Rosdiana
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.349

Abstract

Latar Belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi obstetri yang berisiko tinggi menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi, terutama melalui infeksi, persalinan prematur, dan gangguan perkembangan neonatal. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pendidikan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode audio visual mengenai pencegahan KPD terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Metode: Desain penelitian yang diterapkan adalah pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Dari total populasi sebanyak 135 ibu hamil yang tercatat di wilayah penelitian, diperoleh 57 responden sebagai sampel melalui teknik accidental sampling, dengan kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Hasil: Hasil pengukuran awal (pretest) menunjukkan bahwa 57,9% responden memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan setelah intervensi (posttest) proporsinya meningkat menjadi 93%. Uji statistik menghasilkan nilai p-value 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan terdapat pengaruh signifikan dari pendidikan kesehatan berbasis audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan KPD. Kesimpulan: metode audio visual efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan KPD dan layak diintegrasikan dalam program edukasi di fasilitas pelayanan primer. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan mutu pelayanan keperawatan maternitas, khususnya dalam upaya deteksi dini dan pencegahan KPD pada ibu hamil.
Pola Makan Remaja Putri Dengan Kejadian Dismenore Di Kabupaten Bekasi Amanda Patuh Padaallah; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Yulidian Nurpratiwi; Diana Marisa Azizah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1259

Abstract

Dismenore merupakan rasa nyeri pada perut bagian bawah hingga panggul yang terjadi selama periodemenstruasi, yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta prosesbelajar. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore adalah pola makan. Pola makanyang tidak seimbang, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, natrium, dan makanan cepat saji, dapatmeningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan PurposiveSampling dengan jumlah responden sebanyak 81 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makandan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Squaredengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara polamakan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-Value = 0,032 (p &lt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalahterdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Diharapkan remaja putridapat menerapkan pola makan sehat untuk mengurangi risiko dismenore.
Hubungan Kualitas Tidur Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi Nihla Nur Aini; Yulidian Nurpratiwi; Retno Anggraeni Puspitasari; Triseu Setianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1171

Abstract

Anemia merupakan salah masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada remaja putri. Kelompokini memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena mengalami menstruasi secara teratur setiap bulanserta berada pada masa pertumbuhan yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Selainfaktor asupan gizi, kondisi anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku atau gaya hidup, seperti kualitastidur dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengankejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatid dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswiyang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh SleepQuality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A),dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisisdata dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan dari penelitian ini adah tidak terdapat hubungan signifikanantara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikandengan kejadian anemia (p=0,001)