Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Teknik Sosiodrama Berbasis Budaya Tabe' Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di SMPN 20 Makassar Susi Saputri; Suciani Latif; Fitriana Fitriana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3658

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain dengan baik, yang mencakup keterampilan asertif, kerja sama, empati, dan kontrol diri. Fenomena rendahnya keterampilan sosial ditemukan di SMPN 20 Makassar, hal ini terlihat siswa tidak mampu menunjukkan empati pada orang lain, tidak mampu terlibat aktif dalam tugas kelompok, tidak mampu menyampaikan penolakan, dan tidak mampu mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas VIII di SMPN 20 Makassar melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan model pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional randim sampling berjumlah 20 yang terbagi menjadi dua yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan angket keterampilan sosial berbasis budaya tabe’, serta analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata (Mean) sebelum perlakuan adalah 50,2, dan setelah perlakuan meningkat menjadi 61,6. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan p= 0.000 dan 0.000 yang berarti nilai siknifikansi hitung 0,000 dan 0,000 < α 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang menyatakan bahwa teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMPN 20 Makassar.
Penerapan Teknik Role Playing Berbasis Budaya Tabe’ Untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Murid Amanda Puspita Sari; Suciani Latif; Fitriana Fitriana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3978

Abstract

Fenomena rendahnya etika komunikasi masih banyak ditemui di lingkungan pendidikan, termasuk di SMK Negeri 10 Makassar. Murid sering berbicara tanpa sopan santun, kurang menghargai orang lain, serta minim menerapkan nilai budaya tabe’ dalam interaksi sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada lemahnya keterampilan komunikasi etis yang penting sebagai bekal menghadapi dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran etika komunikasi murid; (2) mendeskripsikan pelaksanaan teknik role playing berbasis budaya tabe’; serta (3) menguji pengaruh penerapan teknik tersebut terhadap peningkatan etika komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 48 murid kelas XI SMK Negeri 10 Makassar tahun ajaran 2024/2025. Dari populasi tersebut dipilih sampel sebanyak 24 murid, terdiri dari 12 murid kelompok eksperimen dan 12 murid kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala etika komunikasi dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi murid kelompok eksperimen sebelum perlakuan berada pada kategori rendah, namun meningkat signifikan ke kategori tinggi setelah intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Pelaksanaan role playing berbasis budaya tabe’ dilakukan dalam delapan kali pertemuan melalui tahap pendahuluan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Uji hipotesis menghasilkan nilai p < 0,001 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, penerapan teknik role playing berbasis budaya tabe’ terbukti efektif meningkatkan etika komunikasi murid SMK Negeri 10 Makassar.
PKM Seminar Parenting Tangguh Di Era Milenial untuk Ibu Persit Kartika Chandra Kirana Makassar Farida Aryani; Muhammad Rais; Fitriana Fitriana; Inayah Ridhayanti Qarimah; Maslina Maslina
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i1.74375

Abstract

Abstract. The rapid development of digital technology has transformed parenting paradigms, presenting new complexities for parents guiding children amidst a plethora of information and digital content. This study highlights the urgency of adequate preparation for parents, particularly members of Persit Kartika Chandra Kirana (the Indonesian Army Wives Association) within the military environment, who face unique challenges related to their husbands' dynamic professions. Initial observations in Makassar indicated a gap in emotional support due to these dynamics, potentially affecting psychological well-being and the quality of childcare. The concept of "Resilient Parenting," encompassing emotional resilience, effective family communication, fostering child independence, and optimizing support systems, becomes essential in this context. This research outlines the implementation of a community service program in the form of a seminar titled "Becoming Resilient Parents in the Digital Era," involving 200 Persit members in Makassar City. Utilizing an interactive seminar approach that combined comprehensive material presentations, brainstorming sessions, and open discussions, the program aimed to enhance the parenting capacity of Persit members. The results indicate a significant improvement in participants' understanding of digital parenting literacy, the application of positive discipline, and assertive communication strategies. The discussion correlates these findings with Urie Bronfenbrenner's Ecological Systems Theory, emphasizing how interventions at the family microsystem level can mitigate the impacts of the digital macrosystem and military exosystem. This program successfully equipped participants with practical skills and strengthened community support networks, contributing to enhanced family resilience and the quality of child development in the digital era. Keywords: Resilient Parenting; Childrearing, Family Resilience, Digital Literacy.
Gambaran Perilaku Social Withdrawal: Studi Kasus Seorang Siswa Kelas VIII SMP Fatimah Az-Zahra; Abdul Saman; Fitriana; Maslina
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/1k7sbh27

Abstract

Perilaku social withdrawal dapat muncul pada berbagai kelompok usia, termasuk remaja, dan sering kali terlihat dalam lingkungan pendidikan melalui kecenderungan siswa menjauh dari interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku social withdrawal pada salah satu siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Takalar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa RAP memperlihatkan perilaku social withdrawal berupa kecenderungan menyendiri dalam berbagai situasi, kurang terlibat dalam aktivitas kelompok, menghindari komunikasi dengan teman sebaya, memiliki sensitivitas emosional yang tinggi, serta menunjukkan rasa malu dalam situasi sosial tertentu. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman interpersonal yang kurang menyenangkan dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional peserta didik sehingga mendorong munculnya perilaku menarik diri di lingkungan sekolah. 
Penguatan Kompetensi Calon Konselor Sebaya Melalui Pelatihan Berbasis Helping Skills di Universitas Negeri Makassar Farida Aryani; Fitriana Fitriana; Inaya Ridhayanti Qarimah; Sinta Nurul Octaviana Kasim
PENGABDI PENGABDI: VOL. 7, NO.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v7i1.86708

Abstract

Abstrak. Kesehatan mental mahasiswa menjadi salah satu isu strategis di perguruan tinggi karena meningkatnya berbagai permasalahan psikologis, seperti stres akademik, kecemasan, kesepian, dan kesulitan penyesuaian diri. Meskipun layanan bimbingan dan konseling telah tersedia, sebagian mahasiswa masih enggan mengakses layanan profesional karena stigma dan kekhawatiran terhadap kerahasiaan masalah yang dihadapi. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan sistem dukungan psikososial alternatif yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi calon konselor sebaya melalui pelatihan berbasis helping skills sebagai upaya mendukung kesehatan mental mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan oleh UPA Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar pada tanggal 20–21 Mei 2026 dengan melibatkan 67 mahasiswa dari berbagai fakultas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, role play, praktik konseling sebaya, dan refleksi pengalaman belajar. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta selama pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 23,40 menjadi 23,79. Selain itu, peserta menunjukkan perkembangan keterampilan mendengarkan aktif, empati, komunikasi interpersonal, refleksi perasaan, dan kesiapan menjalankan peran konselor sebaya. Kegiatan ini juga menghasilkan jejaring konselor sebaya lintas fakultas yang berpotensi menjadi bagian dari sistem dukungan kesehatan mental mahasiswa di lingkungan kampus. Program pelatihan berbasis helping skills dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam memperkuat layanan kesehatan mental berbasis mahasiswa di perguruan tinggi. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Konselor Sebaya, Helping Skills  
Pelatihan Pembuatan 20 Film Pendek Kepada Pemuda di Lembaga Latoa Kabupaten Maros Faizal Erlangga Makawi; Dedy Aswan; Ibrahim Arifin; Tangsi Tangsi; Fitriana Fitriana
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjm4sb39

Abstract

Pelatihan pembuatan film pendek kepada pemuda di Kabupaten Maros merupakan bagian terpenting dalam pengembangan bakat dan potensi sumberdaya manusia di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Film pendek memberikan manfaat yang besar berupa pelatihan keterampilan para pemuda, dan mengasa kreatifitas mereka. Dalam pelatihan ini, tim pengabdi memberikan tiga pendekatan utama yakni berupa pelatihan membuat film dengan melakukan workshop, dilanjutkan dengan pembuatan film pendek. Pada tahapan akhir adalah melakukan pemutaran film pendek sebanyak 20 film pendek yang merupakan hasil dari kegiatan ini. Pelatihan ini memberikan begitu banyak manfaat bagi para pemuda di Maros, dan juga bagi mitra lembaga Latoa di Maros. Tim pengabdi memberikan kontribusi baik ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang dapat digunakan saat memproduksi film pendek. Pelatihan pembuatan 20 film pendek dilakukan guna memanfaatkan sumber daya manusia yang kompeten di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
The Determinants of Earnings Management in Indonesian Public Companies Leonardo Davidsi Sipayung; Fitriana; Eureka Try Zarazwanty R Laega
Business Research and Administration Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): BRAIN - APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32457/brain.v3i1.62

Abstract

Indonesia is the biggest economy in the southeast Asia. This paper investigates the earnings management behavior of Indonesian public firms. The earnings management activities have been divided into three parts. Namely, accrual earnings management, real earnings management and fraud detection. Our findings indicate that earnings management activities are common for Indonesian firms. Firm size and asset growth have significant relationship associated, with various directions, with both accrual earnings management and real management activities for Indonesian firms. We also find that firm size, asset growth, ROE, and debt ratio consistently have significant relationship to real earnings management. In predicting the possibility of Indonesian firm to commit financial fraud, we find that manipulating gross margin, sales growth, depreciations and expenses related to sales and general administration is common seen from fraudulent firms in Indonesia.
Hubungan Antara Psychological Well-Being Dan Self-Esteem Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Yang Mengalami Toxic Relationship Di Universitas Negeri Makassar Ainun Nur Isliani Asis; Farida Aryani; Fitriana Fitriana
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v13i1.28403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Psychological well-being dengan Self-esteem Mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang mengalami Toxic Relatinship di Universitas Negeri Makassar, Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah 215 mahasiswa bimbingan dan konseling (BK) yang berpacaran, sedangkan pengambilan sampel ini menggunakan teknik non-probability dengan metode Porposive Sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 142 Mahasiswa Bk yang mengalami toxic relationship. Instrumen penelitian ini berupa skala toxic relationship (Fuller), skala Psychological well-being (Ryff), serta skala self-esteem (Rosenberg) yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam hal tingkat Psychological well-being maupun self-esteem. Dari Hasil Uji Perbandingan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa Bimbingan dan konseling (BK) laki-laki dan perempuan dalam hal tingkat Psychological well-being maupun self-esteem. Hal ini menegaskan bahwa fenomena toxic relationship, Psychological well-being dan self-esteem tidak semata-mata ditentukan oleh gender melainkan oleh faktor personal, emosional, sosial, dan lingkungan.