Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Teknik Sosiodrama Berbasis Budaya Tabe' Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di SMPN 20 Makassar Susi Saputri; Suciani Latif; Fitriana Fitriana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3658

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain dengan baik, yang mencakup keterampilan asertif, kerja sama, empati, dan kontrol diri. Fenomena rendahnya keterampilan sosial ditemukan di SMPN 20 Makassar, hal ini terlihat siswa tidak mampu menunjukkan empati pada orang lain, tidak mampu terlibat aktif dalam tugas kelompok, tidak mampu menyampaikan penolakan, dan tidak mampu mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas VIII di SMPN 20 Makassar melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan model pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional randim sampling berjumlah 20 yang terbagi menjadi dua yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan angket keterampilan sosial berbasis budaya tabe’, serta analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata (Mean) sebelum perlakuan adalah 50,2, dan setelah perlakuan meningkat menjadi 61,6. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan p= 0.000 dan 0.000 yang berarti nilai siknifikansi hitung 0,000 dan 0,000 < α 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang menyatakan bahwa teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMPN 20 Makassar.
Penerapan Teknik Role Playing Berbasis Budaya Tabe’ Untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Murid Amanda Puspita Sari; Suciani Latif; Fitriana Fitriana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3978

Abstract

Fenomena rendahnya etika komunikasi masih banyak ditemui di lingkungan pendidikan, termasuk di SMK Negeri 10 Makassar. Murid sering berbicara tanpa sopan santun, kurang menghargai orang lain, serta minim menerapkan nilai budaya tabe’ dalam interaksi sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada lemahnya keterampilan komunikasi etis yang penting sebagai bekal menghadapi dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran etika komunikasi murid; (2) mendeskripsikan pelaksanaan teknik role playing berbasis budaya tabe’; serta (3) menguji pengaruh penerapan teknik tersebut terhadap peningkatan etika komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 48 murid kelas XI SMK Negeri 10 Makassar tahun ajaran 2024/2025. Dari populasi tersebut dipilih sampel sebanyak 24 murid, terdiri dari 12 murid kelompok eksperimen dan 12 murid kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala etika komunikasi dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi murid kelompok eksperimen sebelum perlakuan berada pada kategori rendah, namun meningkat signifikan ke kategori tinggi setelah intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Pelaksanaan role playing berbasis budaya tabe’ dilakukan dalam delapan kali pertemuan melalui tahap pendahuluan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Uji hipotesis menghasilkan nilai p < 0,001 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, penerapan teknik role playing berbasis budaya tabe’ terbukti efektif meningkatkan etika komunikasi murid SMK Negeri 10 Makassar.