Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Potensi ekstrak tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai stimulus regenerasi sel pada luka bakar Rattus norvegicus Wahdaniar, Wahdaniar; Amir, Nur Insani; Pashar, Imran
Teknosains Vol 19 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i1.55932

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang terjadi pada permukaan kulit sehingga menyebabkan peradangan yang dikenal dengan eritema. Eritema adalah respons peradangan yang pertama kali muncul selama proses penyembuhan luka bakar. Semakin cepat derajat eritema menurun, semakin cepat proses penyembuhan luka bakar. Tulang ikan memiliki kandungan kolagen, kolagen dari ikan memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan ekstrak kolagen dari unggas dan sapi, yaitu bebas dari penyakit yang berpotensi berbahaya pada unggas dan sapi, halal, dan memiliki imunoreaktivitas yang rendah pada tubuh manusia. Kandungan kolagen yang berasal dari tulang ikan dapat digunakan untuk mengobati luka bakar dan memperbaiki jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ikan cakalang terhadap penurunan eritema pada penyembuhan luka bakar derajat II Rattus norvegicus. Penelitian ini bersifat eksperimental, menggunakan 25 tikus putih dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan berbeda. Pada K0 sebagai kontrol diberikan aquadest, K1 normal saline, K2 ekstrak tulang ikan cakalang 40%, K3 ekstrak tulang ikan cakalang 60%. dan K4 ekstrak tulang ikan cakalang 80%. Perawatan dilakukan selama 7 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan Uji One Way Analysis of Variance (ANOVA). Berdasarkan uji homogenitas menggunakan uji Levene, diketahui bahwa nilai signifikansi 0,980> 0,05, sehingga disimpulkan bahwa data homogen. Normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk dimana nilai P> 0,05 dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tulang ikan cakalang dengan konsentrasi 80% selama 7 hari dapat mempercepat pengurangan eritema, secara signifikan dengan P<0,05 dan paling efektif diantara semua ekstrak, sehingga dapat menjadi acuan sebagai terapi alternatif untuk luka bakar.
LITERATUR REVIEW : PERAN DUKUNGAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN HARGA DIRI PASIEN KANKER Febriana, Annisa; Rosyiansyah, Abdul Aziz; Salsabila, Annisa Prizka; Natasya, Bellinda; Juhdi, Juhdi; Laylizha, Mauliddina Wahyu; Qushoyyi, Muhammad Iqbal; Azzahra, Nailla Fatimah; Lestari, Prety; Putri, Sabina Amelia; Pashar, Imran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45305

Abstract

Pasien kanker sering mengalami tekanan psikologis yang kompleks akibat perubahan fisik, sosial, dan emosional selama proses diagnosis dan pengobatan. Salah satu dampak yang sering muncul adalah penurunan harga diri, yang dapat memperburuk kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Dalam konteks ini, dukungan sosial menjadi faktor protektif penting yang mampu memperkuat ketahanan psikologis dan meningkatkan harga diri pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait peran dukungan sosial dalam meningkatkan harga diri pasien kanker. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar selama periode 2020 – 2025. Kata kunci yang digunakan mencakup “social support”, “self-esteem”, dan “cancer patients”. Dari total 45 artikel yang ditemukan, sebanyak 8 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman, tenaga kesehatan, serta komunitas memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan harga diri pasien. Bentuk dukungan meliputi aspek emosional, informatif, instrumental, dan penghargaan. Pasien dengan tingkat dukungan sosial tinggi menunjukkan kemampuan koping yang lebih baik, citra diri yang positif, dan motivasi yang lebih besar untuk menjalani pengobatan. Simpulan dari kajian ini menegaskan bahwa intervensi berbasis dukungan sosial perlu menjadi bagian integral dari praktik keperawatan guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup pasien kanker.
PERAN KOLABORASI KELUARGA DAN TENAGA KESEHATAN DALAM PERAWATAN PALIATIF: LITERATURE REVIEW Arif, Rifda Nur Achriyana; Kamil, Muhammad Rayhan; Arsi, Siti Julaicha; Oktavia, Herlianti; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Aini, Karin Nur; Kirin, Rosalina; Rahmasari, Nur Alya; Wati, Rizkia; Anwar, Laily Rizky; Permana, Muhammad Rizki; Pashar, Imran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45350

Abstract

Kajian literatur ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan paliatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit serius dan mengancam jiwa. Perawatan paliatif tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dimensi psikologis, sosial, dan spiritual. Dalam konteks ini, kolaborasi antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien menjadi sangat krusial untuk mencapai perawatan yang optimal dan berpusat pada pasien. Studi ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait peran kolaboratif antara keluarga dan tenaga kesehatan dalam perawatan paliatif. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap delapan artikel yang dipublikasikan pada tahun 2019 hingga 2024 dan diperoleh melalui pencarian di database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi seperti Advance Care Planning (ACP) dan Family Talk Intervention (FTI) efektif dalam meningkatkan akurasi pengambilan keputusan medis, mengurangi tingkat kecemasan pada pasien dan keluarga, serta memperkuat hubungan emosional antar anggota keluarga. Selain itu, pelatihan komunikasi bagi tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kualitas interaksi dengan pasien dan keluarga. Namun demikian, ditemukan pula beberapa hambatan yang menghalangi kolaborasi efektif, antara lain keterbatasan keterampilan komunikasi, kurangnya dukungan struktural di institusi pelayanan kesehatan, dan perbedaan latar belakang sosial budaya. Dari hasil kajian ini, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan antara keluarga dan tenaga kesehatan merupakan kunci dalam penyediaan perawatan paliatif yang berkualitas, manusiawi, dan berfokus pada kebutuhan unik setiap pasien.
INTERVENSI SPIRITUAL YANG DIBERIKAN OLEH PERAWAT DALAM PERAWATAN PALIATIF : LITERATURE REVIEW Islamiyah, Tsuwaibatul; Ghani, Zaini; Nahdah, Assyifa Anisah; Zahra, Najwa Soraya Az; Rahmah, Muthia; Auda, M.Azmi; Faradilla, Marsya; Azmi, Ra'isa Tsabita; Ningrum, Salsabilla Natasha Rosita; Syafitri, Aulia; Pashar, Imran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45416

Abstract

Intervensi spiritual merupakan bagian penting dari pendekatan holistik dalam perawatan paliatif, khususnya bagi pasien kanker yang sering mengalami kecemasan, depresi, dan krisis makna hidup. Namun, aspek spiritual masih sering terabaikan dalam praktik keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai bentuk intervensi spiritual yang dilakukan oleh perawat serta efektivitasnya dalam mendukung kondisi psikologis pasien kanker yang menjalani perawatan paliatif. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir melalui basis data Google Scholar dan PubMed. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas intervensi spiritual oleh perawat pada pasien kanker, sedangkan artikel non-empiris dan tidak relevan dikeluarkan. Sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis berdasarkan jenis intervensi, metode penelitian, dan hasil utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi spiritual seperti terapi zikir, SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), konseling spiritual, guided imagery and music, serta pendekatan berbasis budaya seperti Gayatri Mantram dan musik Rindik Bali efektif menurunkan kecemasan dan depresi, serta meningkatkan motivasi dan kualitas hidup pasien. Beberapa intervensi juga berdampak positif bagi caregiver. Intervensi spiritual yang dilakukan oleh perawat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan spiritual pasien kanker dalam perawatan paliatif. Diperlukan pelatihan dan kebijakan yang mendukung agar intervensi ini dapat diterapkan secara optimal dalam praktik keperawatan.
Strategi Komunikasi Pada Pasien Paliatif: Literature Review Lestari, Hayatus Sa'adah Ayu; Rahimi, Fitrian; Rifdah, Karina Nor Izati; Darmayanti , Syifa; Zahra, Fatimah Az; Anggraini, Wahyu Novita; Fibrianti, Rieska; Lestari , Dwi; Within, Eva Anastasia; Wenda, Toni; Pashar, Imran
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah pasien paliatif menuntut komunikasi yang lebih efektif. Komunikasi menjadi kunci dalam mendukung kualitas hidup pasien. Artikel ini bertujuan untuk menelaah strategi komunikasi melalui literature review. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review menggunakan pencarian literatur melalui Scopus, PubMed dan Science Direct. Pencarian artikel mempergunakan kata kunci ("communication" OR "dialogue" OR "interaction" OR "discourse") AND ("palliative care" OR "end-of-life care" OR "hospice care" OR "supportive care") AND ("strategies" OR "approaches" OR "methods" OR "techniques"). Kriteria inklusi yang menjadi bahan literature review ini, yaitu: (1) Artikel dengan tahun terbit 2020-2025, (2) Original Artikel, (3) Tersedia full text (4) Artikel berbahasa Inggris (5) Studi Kuantitatif. Tinjauan pustaka ini dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA. Penelusuran literatur menghasilkan 10 artikel yang sesuai untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesa didapatkan bahwa strategi komunikasi yang dapat pada pasien paliatif adalah komunikasi yang berpusat pada pasien, empati dan dukungan emosional, komunikasi kesehatan digital, melibatkan keluarga, dan strategi komunikasi verbal dan non-verbal. Strategi komunikasi tersebut dapat diimplementasikan dalam perawatan paliatif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA Ayu Lestari, Hayatus Sa'adah; Farhanidiah, Silvia; Febriana, Annisa; Pashar, Imran; Islamiyah, Tsuwaibatul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47126

Abstract

Pendahuluan: Kinerja perawat merupakan komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Faktor-faktor individu seperti pengetahuan, keterampilan, dan motivasi diketahui berkontribusi terhadap pencapaian kinerja perawat yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan motivasi terhadap kinerja perawat. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah eksplanatori dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 160 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan cukup (71,3%), keterampilan sedang (73,8%), dan motivasi tinggi (86,9%). Adapun kinerja perawat didominasi oleh kategori baik sebesar 91,2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), keterampilan (p = 0,000), dan motivasi (p = 0,000) terhadap kinerja perawat. Meskipun beberapa perawat dengan pengetahuan atau keterampilan rendah masih menunjukkan kinerja baik, hasil ini menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut tetap memiliki kontribusi besar terhadap performa profesional. Simpulan: pengetahuan, keterampilan, dan motivasi memiliki hubungan yang bermakna terhadap kinerja perawat. Upaya peningkatan kualitas layanan keperawatan perlu diarahkan pada penguatan ketiga aspek tersebut melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan kompetensi, serta pemberian motivasi yang efektif. Penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan sumber daya manusia di bidang keperawatan.
MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PERAWATAN PALIATIF; PERSPEKTIF PASIEN, KELUARGA, DAN TENAGA KESEHATAN: LITERATURE REVIEW Pashar, Imran; Ansari, Muhammad Rizky Ridha; Wildan, Muhammad; Shaupina, Naila; Salsabila, Shofiana Shofaa; Putri, Erin Aprilliana Cahya; Hikmah, Nur; Rahmah, Alya; Nada, Qathrun; Aziza, Dihyan Rafa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46716

Abstract

Kajian literatur ini dilatarbelakangi bahwa perawatan paliatif merupakan pendekatan multidimensi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa serta keluarganya, dengan fokus utama pada pengendalian nyeri dan gejala lainnya. Namun, dalam praktiknya, komunikasi yang efektif antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan signifikan dan kompleks. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai hambatan komunikasi dalam perawatan paliatif berdasarkan perspektif dari ketiga pihak tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian literatur naratif terhadap 18 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2024, yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi dalam perawatan paliatif dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan literasi kesehatan, perbedaan budaya, beban psikologis, sikap menghindar dari topik kematian, serta kurangnya pelatihan komunikasi terapeutik bagi tenaga kesehatan. Selain itu, faktor sistemik seperti ketimpangan akses layanan, kurangnya standar komunikasi nasional, dan keterbatasan teknologi telenursing turut memperparah kesenjangan komunikasi yang terjadi. Solusi yang disarankan mencakup pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, integrasi perawatan paliatif dalam sistem layanan primer, serta pendekatan komunikasi adaptif yang sensitif terhadap kebutuhan emosional dan spiritual pasien serta keluarga. paliatif holistik dan bermartabat di berbagai konteks pelayanan.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI AREA LAHAN BASAH Pashar, Imran; Nasution, Tina Handayani; Ayu Lestari, Hayatus Sa’adah
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.61670

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian secara global sesuai data menurut World Health Organization (WHO) . Kondisi ini menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah lahan basah Indonesia, di mana faktor lingkungan, sosial, dan gaya hidup berperan dalam meningkatkan risiko PJK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko terjadinya PJK pada masyarakat yang tinggal di wilayah lahan basah. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectoional analitik dengan populasi sebanyak 100 responden dengan perhitungan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis untuk menganalisis faktor-faktor risiko terjadinya penyakit jantung coroner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jenis kelamin dengan penyakit jantung koroner dengan nilai ρ=0,002, terdapat hubungan riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner dengan nilai ρ=0,004, terdapat hubungan kebiasaan merokok dengan penyakit jantung koroner dengan nilai ρ=0,001, terdapat hubungan riwayat hipertensi dengan penyakit jantung koroner dengan nilai ρ=0,005, terdapat hubungan riwayat DM dengan penyakit jantung koroner dengan nilai ρ=0,006.. Temuan ini menegaskan bahwa diperlukan edukasi kesehatan dan upaya promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah lahan basah terhadap faktor risiko PJK serta pentingnya pengendalian tekanan darah dan perubahan gaya hidup sehat
Skrining Tingkat Pengetahuan Penyakit Ginjal Kronis Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala Imran Pashar; Sudirman Efendi; Sardi Anto
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v1i2.447

Abstract

Chronic kidney disease is a chronic disease and has a progressive decline in kidney function over several months or years. Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive disease of worsening kidney function that occurs over several months to years characterized by gradual changes in normal kidney structure with fibrotic tissue. This type of community service begins at the stage of community knowledge assistance regarding the level of knowledge of chronic kidney disease. The method used is descriptive quantitative analytic which will see an overview of community knowledge using a questionnaire and the results of this activity will be the basis for carrying out further activities. The location of the Community Service is carried out in the work area of the Bangkala Health Center which is located on Jalan Tamangapa Raya 3 which is in the work area of the Bangkala Health Center, Makassar City, namely RW 7B Bangkala Village, Manggala District, Makassar City in collaboration with Bangkala Health Center officers. This activity was focused on 40 people who have a history of hypertension or diabetes mellitus. the results found that the average knowledge related to chronic kidney failure was in the less category of 77.5%. It is hoped that the community can increase knowledge regarding chronic kidney failure (CKD) from various existing sources in order to prevent the occurrence of CRF in patients who have a history of hypertension or diabetes mellitus
Co-Authors Ade Irma Ahzani Putri, Nurhikma Aini, Karin Nur Ambo Dalle Amir, Nur Insani Andi Fatwa Tenri Awaru Anggraini, Wahyu Novita Ani T Prianti Ansari, Muhammad Rizky Ridha Anwar, Laily Rizky Arsi, Siti Julaicha Auda, M.Azmi Ayu Lestari, Hayatus Sa'adah Ayu Lestari, Hayatus Sa’adah Aziza, Dihyan Rafa Azmi, Ra'isa Tsabita Azzahra, Nailla Fatimah Darmayanti , Syifa Dwiantoro, Luky Edward, I Efendi, Sudirman Faradilla, Marsya Farhanidiah, Silvia Febriana, Annisa Fibrianti, Rieska Ghani, Zaini Haerani, Herty Heriansyah Islamiyah, Tsuwaibatul Iwan Iwan Juhdi, Juhdi Juhelnita Bubun Kamil, Muhammad Rayhan Kirin, Rosalina Laylizha, Mauliddina Wahyu Lestari , Dwi Lestari, Hayatus Sa'adah Ayu Lestari, Prety Linda Wendikbo Miladiarsi Mochammad Imron Awalludin Muhammad Wildan Nada, Qathrun Nahdah, Assyifa Anisah Natasya, Bellinda Ningrum, Salsabilla Natasha Rosita Nur Hikmah Nur Insani Amir Oktavia, Herlianti Palayukan, Safira S' Permana, Muhammad Rizki Prianti, Ani T Putri, Erin Aprilliana Cahya Putri, Sabina Amelia Qushoyyi, Muhammad Iqbal Rahimi, Fitrian Rahmah, Alya Rahmah, Muthia Rahmasari, Nur Alya Rifda Nur Achriyana Arif Rifdah, Karina Nor Izati Rosyiansyah, Abdul Aziz Salsabila, Annisa Prizka Salsabila, Shofiana Shofaa Sardi Anto Sarinti, Sarinti Satriya Pranata Senggo' Palyukan, Safira Shaupina, Naila Sudirman Efendi Sudirman Efendi Suhartini Ismail, Suhartini sultan Syafitri, Aulia Tina Handayani Nasution W, Wahdaniar Wati, Rizkia Wenda, Toni Within, Eva Anastasia Yunie Armiyati Yuza Olsi Rahmi Zahra, Fatimah Az Zahra, Najwa Soraya Az