Emy Rahmawati
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI LOKAL DAN PETANI PADI UNGGUL DI DAERAH PENGEMBANGAN PAJALE PADA KELOMPOK TANI BERUNTUNG DESA PEJAMBUAN KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Arif Sabila Rosyad; Emy Rahmawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.674

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Sebagai upaya peningkatan hasil padi Kementerian Pertanian telah merancang dan menetapkan Upaya Khusus (Upsus) untuk peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaran usahatani, biaya usahatani, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan permasalahan yang dihadapi oleh penyelenggara usahatani. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan contoh melalui tiga tahap, pertama menentukan kecamatan mana yang akan diteliti, kecamatan yang dipilih adalah Kecamatan Sungai Tabuk, kedua dilakukan pemilihan dengan wilayah yang lebih kecil, desa yang terpilih adalah Desa Pejambuan, ketiga penentuan kelompok tani, kelompok tani yang terpilih adalah Kelompok Tani Beruntung. Penentuan pemilihan anggota kelompok tani dilakukan secara acak (random sampling) dari 25 anggota kelompok tani diambil masing-masing 10 orang petani padi lokal, dan 10 orang petani padi unggul. Biaya usahatani padi unggul Rp 12.528.700 sedangkan padi lokal Rp 8.489.200. Total biaya eksplisit padi unggul Rp 12.523.700 sedangkan padi lokal Rp 8.489.200. Biaya benih padi unggul Rp 113.029,41 sedangkan padi lokal Rp 163.113,21. Biaya pupuk padi unggul Rp 1.697.970 sedangkan padi lokal Rp 784.800. Biaya pestisida padi unggul Rp 1.215.126,05 sedangkan padi lokal Rp 1.144.340. Biaya tenaga kerja padi unggul Rp 8.860.250 sedangkan padi lokal Rp 6.118.000. Biaya penyusutan alat padi unggul Rp 241.300 sedangkan padi lokal Rp 200.500. Biaya pengairan lahan padi unggul Rp 143.675 sedangkan padi lokal tidak dilakukan pengairan. Biaya total padi unggul Rp 10.269.426,23 sedangkan padi lokal Rp 7.860.370,37. Penerimaan petani padi unggul Rp 20.475.000 sedangkan padi lokal Rp 16.009.259,3. Keuntungan padi unggul Rp 10.205.573,77 sedangkan padi lokal Rp 8.148.888,93. Kendala/permasalahan yaitu pengairan tidak lancar, tanaman padi unggul lebih rentan hama penyakit, perawatan tanaman padi unggul lebih rumit dibandingkan padi lokal, harga jual padi unggul rendah dan belum ada pasar yang pasti.Kata kunci : upsus pajale, usahatani padi, biaya usahatani, penerimaan, pendapatan bersih
Analisis Usahatani Komoditas Jeruk di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala Widya Harsa; Hairi Firmansyah; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola usahatani jeruk, mengetahui besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani serta mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam penyelenggaraan usahatani jeruk. Pengambilan contoh dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang. Hasil penelitian menyatakan pola tanam yang dilakukan petani di Desa karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten barito Kuala yaitu sistem surjan yang ditanami padi dan jeruk. Sistem surjan merupakan penanaman yang bercirikan bedanya tinggi bidang permukaan tanam yang terdapat pada luasan lahan usahatani. Biaya total usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 21.757.248 perusahatani dan Rp 10.878.623 perhektare. Penerimaan usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 81.500.000 perusahatani dan Rp 40.750.000 perhektare. Pendapatan usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 68.282.058 perusahatani dan Rp 34.141.029 perhektare. Serta keuntungan usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 59.742.752 perusahatani dan Rp 29.871.376 perhektare. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu dari masalah hama dan penyakit diplodia basah dan kering.Kata kunci: usahatani, pendapatan, jeruk siam, pola usahatani, permasalahan petani
Studi Komparatif Pendapatan Petani Jagung Pakan Ternak Antara Peserta dan Non-Peserta Program Korporasi Penangkaran Jagung di Kabupaten Tanah Laut Andri Yulianti; Usamah Hanafie; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5949

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh dalam perekonomian di Indonesia dan tidak lepas halnya dengan keperluan benih yang dibutuhkan dalam menghasilkan produksi jagung bermutu di tiap musimnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan bersih petani peserta program dan non-program korporasi serta mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan yang terjadi diantara petani peserta program dengan petani peserta non-program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan Kabupaten Tanah Laut memiliki tingkat produksi jagung tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan selama 5 periode terakhir yakni 2015 – 2019. Penelitian ini dimuai dari bulan Maret 2020 sampai dengan September 2020. Penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Proportional random sampling. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah satu kali musim tanam maka biaya total yang harus di keluarkan petani untuk usahatani jagung korporasi Rp9.399.841/Ha (Rp36.424.384/Rata-rata Usahatani), sedangkan biaya total usahatani jagung non-korporasi Rp7.651.677/Ha (Rp17.422.279/Rata-rata Usahatani). Untuk penerimaan petani korporasi Rp27.909.677/Ha (Rp108.150.000/Rata-rata Usahatani), penerimaan petani jagung non-korporasi yang sebesar Rp16.994.164/Ha (Rp38.580.558/Rata-rata Usahatani). Pendapatan kotor pun dapat kita ketahui pendapatan kotor petani jagung korporasi Rp19.258.224/Ha (Rp74.625.616/Rata-rata Usahatani), pendapatan petani jagung non-korporasi sebesar Rp10.117.065/Ha (Rp23.035.779/Rata-rata Usahatani). Dalam penelitian ini diketahui petani jagung korporasi menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp15.950.145/Ha (Rp61.806.813/Rata-rata Usahatani)  sedangkan pendapatan bersih yang dihasilkan petani jagung non-korporasi  yang sebesar Rp9.292.487/Ha (Rp21.158.279/Rata-rata Usahatani). Pengujian uji t menggunakan bantuan aplikasi statgraph versi 17.2.0.0 maka diperoleh hasil P-value = 0,00357585, karena nilai-P yang dihitung kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol yang mendukung alternatifnya, dimana artinya pendapatan bersih petani jagung pakan korporasi tidak sama dengan pendapatan bersih petani jagung non-korporasi.
Penerapan Business Model Canvas Sebagai Inovasi Strategi Bisnis pada Usaha Rumah Makan di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Rumah Makan Bakso Batuah Jl. A. Yani Km. 36 Kota Banjarbaru) Aditya Renaldi Kurniawan; Emy Rahmawati; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.767

Abstract

Dalam upaya menghadapi persaingan bisnis diperlukan cara-cara inovatif untuk menciptakan strategi bisnis salah satunya dengan metode baru yang dapat memetakan bisnis serta mampu mengembangkan pemikiran yang lebih visioner kedepan sehingga bisnis tersebut dapat berkembang dengan baik melalui analisis pasar baik kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis yang dimiliki. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model bisnis Usaha Rumah Makan Bakso Batuah dengan menggunakan Business Model Canvas dan untuk memberikan pilihan inovasi strategi bisnis yang tepat. Kegiatan tugas akhir dilakukan pada awal bulan Mei sampai dengan dengan berbagai proses kegiatan dilapangan dan pengolahan data sehingga selesai. Metode penelitian menggunakan kuisioner. Teknik menggunakan Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu metode Business Model Canvas yang dipadukan dengan analisis SWOT. Business Model Canvas digunakan untuk menggambarkan keadaan usaha dan analisis SWOT digunakan untuk menciptakan strategi melalui identifikasi kemampuan dan potensi yang bisa didapatkan sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Hasil penelitian ini menerangkan Usaha Rumah Makan Bakso Batuah dapat digambarkan dengan Business Model Canvas melalui 9 elemennya serta terdapat strategi-strategi baru pada usaha untuk keunggulan bersaing.Kata kunci : rumah makan, model bisnis, kanvas, strategi
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN D’MASTER RESTO DI Q-MALL BANJARBARU Agus Teguh Suwito; Luki Anjardiani; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2926

Abstract

D’Master Resto Q-Mall Banjarbaru merupakan industri skala kecil dalam subsistem hilir yang di sebut juga kegiatan ekonomi yang mengolah hasil produk usahatani menjadi produk olahan kemudian didistribusikan. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kinerja dari pelayanan, mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan serta menganalisis kualitas pelayanan dari setiap indikator yang dirasakan oleh konsumen di D’Master Resto Q-Mall Banjarbaru. Penelitian dilaksanakan di D’Master Resto Q-Mall kota Banjarbaru yang dimulai dari bulan Februari 2018 sampai dengan Februari 2019. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling, sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kinerja dan kepentingan terhadap pelayanan D’Master Resto Q-Mall Banjarbaru bahwa kinerja yang di rasakan oleh konsumen berada pada tingkat Memuaskan, analisis terkait tingkat kepuasan konsumen berada pada angka 78,52%, yang dapat diketahui bahwa tingkat kinerja yang diberikan masih belum dapat memenuhi harapan konsumen, hasil analisis lima indikator pelayanan yang diteliti, terdapat indikator tanggapan yang paling mendekati nilai dari harapan konsumen yaitu dengan nilai kepuasan sebesar 81,70%, nilai ini menunjukan angka yang lebih tinggi dari 4 indikator lain. Karena secara berturut turut nilai dari 4 indikator lainya yaitu indikator kepastian 80,38%, empaty 78,32%, kehandalan 77,56%, dan yang terendah penampilan fisik 73,06%.
KONTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN TOTAL RUMAH TANGGA PETANI PESERTA PROGRAM UPSUS PAJALE DI DESA KELAMPAIAN TENGAH KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Muhammad Amin Badali; Emy Rahmawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.572

Abstract

Kementerian Pertanian telah menetapkan upaya khusus pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai. Desa Kelampaian Tengah merupakan salah satu dari enam desa di Kecamatan Astambul yang mendapat Program Upsus Pajale. Penelitian ini bertujuan menghitung pendapatan usahatani padi, pendapatan usahatani kedelai, pendapatan total rumah tangga, dan kontribusi komoditas padi dan kedelai terhadap pendapatan total rumah tangga petani peserta program Upsus Pajale di Desa Kelampaian Tengah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Pendapatan petani dari komoditas padi adalah rata-rata sebesar Rp 14.210.495,00 per usahatani per tahun (Rp 14.298.074,00 per hektar per tahun). Pendapatan petani dari komoditas kedelai adalah rata-rata sebesar Rp 1.520.442,00 per usahatani per tahun (Rp 22.089.175,29 per hektar per tahun). Pendapatan total rumah tangga petani peserta Program Upsus Pajale adalah rata-rata sebesar Rp 32.521.544,33 per tahun. Kontribusi pendapatan komoditas padi terhadap pendapatan total rumah tangga petani peserta Program Upsus Pajale di Desa Kelampaian Tengah Kecamatan AstambulKabupaten Banjar adalah sebesar 43,7 %, dan kontribusi pendapatan komoditas kedelai terhadap pendapatan total rumah tangga petani peserta Program Upsus Pajale di Desa Kelampaian Tengah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar adalah sebesar 4,6 %.Kata kunci : kontribusi, pendapatan, padi, kedelai, rumah tangga
ANALISIS USAHATANI JERUK SIAM DENGAN SISTEM POLA TANAM MONOKULTUR DI KECAMATAN SUNGAI PINANG, KABUPATEN BANJAR Muhammad Hariyadi; Hairi Firmansyah; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2636

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola usahatani jeruk siam dengan sistem pola tanam  monokultur di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, mengetahui besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam penyelenggaraan usahatani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus terhadap 29 petani yang menanam buah jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang. Hasil penelitan menunjukkan pola tanam yang digunakan petani di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar adalah pola tanam monokultur dengan rata-rata luas lahan petani sebesar 1,07 hektar. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar selama satu periode produksi (satu tahun) adalah sebesar Rp8.361.026,82 untuk rata-rata penerimaan sebesar Rp53.296.551,72. Rata-rata pendapatan sebesar Rp48.876.112,06 dan untuk rata-rata keuntungan sebesar Rp44.935.524,90 per usahataninya. Jika dihitung dalam satuan hektar, maka rata-rata biaya totalnya adalah sebesar Rp7.814.043,77 untuk rata-rata penerimaan sebesar Rp49.809.861,42. Rata-rata pendapatan Rp45.678.609,40 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp41.995.817,65. Permasalahan yang dihadapi petani jeruk siam yaitu masalah teknis seperti serangan hama dan penyakit akibat musim yang tidak menentu. Penyakit yang sering ditemukan petani pada usahatani jeruk siam di antaranya penyakit diplodia basah dan kering. Kata kunci: monokultur, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
Analisis Finansial Usaha Petik Madu Trigona Itama di Desa Pulau Sari Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Pada Usaha Agrowisata Petik Madu Lebah Tanpa Sengat Trigona itama Cap Pepaya California) Nurul Huda; Emy Rahmawati; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5951

Abstract

Lebah Trigona itama memproduksi cairan manis keasaman berupa madu yang memiliki nilai jual tinggi dengan manfaat yang bersaing dengan madu dari lebah jenis lain seperti lebah Apis sp. Berbeda dari Apis sp, Trigona itama dapat dengan mudah beradaptasi di lingkungan wilayah Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan finansial dan kelayakan usaha budidaya lebah tanpa sengat jenis Trigona itama. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui finansial dan kelayakan usaha budidaya lebah Trigona itama adalah analisis RCR (Revenue Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha budidaya lebah Trigona itama dengan harga jual 500.000/liter memiliki RCR sebesar 1,70. Total produksi madu 860 liter per tahun (periode Agustus 2019-Juli 2010), dengan biaya total sebesar Rp252.600.000,- yang terdiri atas biaya eksplisit sebesar Rp110.800.000,- dan biaya implisit sebesar Rp141.800.000,-. Penerimaan usaha sebesar Rp430.000.000,-. Pendapatan usaha sebesar Rp319.200.000,-. Keuntungan usaha sebesar Rp117.400.000,-. BEP produk sebesar 505,2 liter, BEP harga sebesar Rp293.720 dengan pengembalian modal antara lima hingga delapan bulan.
Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren di Desa Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Aditya Rahman; Emy Rahmawati; Yusuf Aziz
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5908

Abstract

Indonesia adalah negara dengan berbagai sektor pertanian, yang memiliki peran penting di berbagai ekonomi nasional. Sektor dalam pertanian mampu bertahan serta tumbuh positif dan juga mampu menyerap banyak tenaga kerja yang berasal dari sektor dalam pertanian, sehingga dapat meminimalisir risiko penurunan pada pertumbuhan ekonomi. Sektor-sektor dalam pertanian juga menjadi peran dalam pemasukan devisa Negara dan juga penyumbang kebutuhan pangan dalam negeri. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) lebih tepatnya berada di Desa Walatung adalah salah satu daerah yang melakukan pengolahan gula aren. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tahapan pengolahan, besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan dan juga mengetahui permasalahan yang dihadapi produsen gula aren di perkampungan Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode sensus yaitu 17 responden produsen gula aren. Penghitungan dilakukan pada periode satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya biaya total dalam usaha ini sebesar Rp. 601.329,-, penerimaan sebesar Rp. 1.236.176, dan keuntungan sebesar Rp. 634.847,-. Permasalahan yang dihadapi adalah tidak adanya pembudidayaan pohon aren dan juga kualitas air nira yang kurang baik pada musim hujan mengakibatkan hasil produksi yang kurang baik.
PROFIL USAHATANI AGRIBISNIS MELON (Studi Kasus pada Usahatani Melon Milik Bapak Faisal di Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru) Megawati Megawati; Emy Rahmawati; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.667

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan komoditas yang kaya dan luas akan pertanian, sebagian besar penduduk adalah petani. Buah-buahan Indonesia yang diperkirakan permintaannya akan terus meningkatan salah satunya adalah buah melon. Data luas lahan usahatani melon di Banjarbaru menurut Dinas Pertanian memiliki kisaran 1-2 Hektar dengan hasil produksi berfluktuasi di tiap periodenya. Penelitian ini dilaksanakan pada usahatani milik Bapak Faisal di Kelurahan Guntung Manggis yang dimulai sejak tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus, dengan analisa data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan Profil Usahatani Agribisnis Melon yang terdiri dari pengolahan lahan sampai dengan panen sudah berlangsung secara baik dan terarah, karena 1 ha menghasilkan ± 21,6 ton hal tersebut menunjukkan tahapan dalam setiap bagian berjalan dengan semestinya dan sesuai standar. Adapun analisis keuangan permusim tanam terdiri dari total biaya sebesar Rp 61.203.530 dan total penerimaan sebesar Rp 177.120.000 diperoleh keuntungan sebesr Rp 115.916.470 permusim tanam. Permasalahan pada Usahatani Melon milik Bapak Faisal yaitu Serangan penyakit, yang menyebabkan buah busuk dan tidak dapat dipanen permasalahan ini masih belum bisa dikendalikan. Bibit yang digunakan dari usahatani milik Bapak Faisal diperoleh dari agen ataupun toko sarana produksi. Bibit melon tergolong bibit mahal dengan harga yang bervariasi dari harga Rp 125.000–Rp 150.000 per bungkus tergantung dari ketersediaan agen.Kata kunci: melon, profil usahatani