Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFFECT OF DIFFERENCES IN PLANTING DISTANCE ON GROWTH AND YIELD OF Zea mays in RED-YELLOW PODZOLIC SOIL Desty Aulia Putrantri; Reza Zulfahmi; Hilman Hidayat; Hevia Purnama sari; Mustika Adzania Lestarit
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v6i2.4544

Abstract

The problem that occurs in efforts to increase zea mays production is low land productivity, especially for red-yellow podzolic soil types. Setting plant spacing is an important factor to increase crop production easily and not increase production costs. Increasing the plant population per unit area can increase yields, but if the plant population continues to be increased, the yield will actually decrease. The aim of this research was to determine the response of growth and production of Zea mays to plant spacing treatments and to determine the correct planting distance with a high growth and production response. This research used a Randomized Block Design with 4 treatments, namely: P1 = planting distance 100 x 20 cm; P2 = planting distance 80 x 20 cm; P3 = planting distance 60 x 20 cm; and P4 = planting distance 40 x 20 cm; and repeated 3 times. Observation variables included plant height, ear weight, ear diameter, ear length, and sweetness level. The data analysis used was analysis of variance to determine whether the treatments were significantly different or not and continued with the LSD test with a significance level of 5%. The research results showed that differences in the planting distance of Zea mays on red-yellow podzolic soil had an effect on plant height, cob weight without corn husks, cob weight with corn husks, and cob length. Treatments P1 and P2 were the best treatments for the variables plant height, cob weight without corn husks, and cob weight with corn husks. Meanwhile, for the cob length variable, the best treatment is the P1 treatment.
PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH TRUE SHALLOT SEED (TSS) TERHADAP PEMBERIAN BOKASHI Reza Zulfahmi; Mustika Adzania Lestari; Hevia Purnama Sari; Desty Aulia Putrantri
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v7i1.5167

Abstract

Shallots are included in the horticultural value-added products because of their high economic value. Shallots consumption continues to increase but has not been followed by an increase in its productivity. Shallot productivity can be increased by applying bokashi. This study aims to determine the production of several True Shallot Seed varieties to bokashi application. The research used a factorial randomized block design (RBD) consisting of two factors. The first factor is TSS varieties namely Sanren, Lokananta, Maserati and Tuk-tuk. The second factor is bokashi with a dose consisting of 0 kg m-2, 2.5 kg m-2, and 5 kg m-2. There were twelve treatments repeated three times. The observed characters were bulb length, bulb diameter, number of tillers, bulb fresh weight, bulb dry weight, bulb fresh weight per cluster, bulb dry weight per cluster. The results showed that Maserati and Sanren varieties had high production with bulb dry weight per cluster of 36.49 grams and 33.15 grams, respectively. The application of bokashi at a dose of 2.5 kg m-2 is more efficient than a dose of 5.0 kg m-2 because both can increase the bulb length, bulb diameter, bulb fresh weight, and bulb dry weight.
Daya Hasil Tiga Genotipe Bawang Merah Potensial dengan Pemberian Berbagai Pupuk Organik Reza Zulfahmi; Mustika Adzania Lestari; Hevia Purnama Sari; Desty Aulia Putrantri
J-Plantasimbiosa Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v6i1.3552

Abstract

Shallots that are cultivated intensively using inorganic fertilizers cause a decrease in land quality which has an impact on decreasing production, so it is necessary to use organic fertilizers to reduce the use of inorganic fertilizers. This research aims to determine the yield of three potential shallot genotypes with different organic fertilizers. This research used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor is three potential shallot genotypes consisting of Bima Brebes, Maja Cipanas, and Bauji. The second factor is the provision of organic fertilizer consisting of no application, manure, compost and bokashi. The results showed that Bima Brebes had the highest average growth and production compared to other genotypes. Organic fertilizer can improve all characters, except for the number of leaves, number of tillers, and fresh weight of bulbs. Bokashi gives the best results in increasing shallot growth and yield but is no different from compost. Keywords: Bima Brebes, Productivity, Genotype Testing.
TEKNOLOGI PASCA PANEN DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN CABAI DI KWT LESTARI DESA TRIMULYO KECAMATAN TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN Ferziana, Ferziana; Kartina, Raida; Erfa, Lisa; Adzania Lestari, Mustika; Purnama Sari, Hevia
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i1.3515

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan nyata yang terjadi pada masyarakat melalui pengamalan IPTEKS yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat yang membutuhkannya. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan pada tanggal 8 Agustus 2023 di kediaman ketua KWT Lestari dan diikuti oleh 25 peserta. Tujuan kegiatan ini adalah: (1) memberikan pengetahuan kepada masyarakat petani tentang teknologi pasca panen dan strategi pemasaran hasil cabai; (2) memanfaatkan teknologi pengolahan hasil cabai berupa diversifikasi produk olahan cabai; (3) memberikan stimulan kepada kelompok tani berupa sarana pelatihan pengolahan hasil cabai. Kegiatan berupa penyuluhan, transfer ilmu pengetahuan terkait penanganan pasca panen serta teknologi diversifikasi produk olahan cabai seperti cabai bubuk, cabai kering, saus cabai serta pengemasannya. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan (1) identifikasi permasalahan; (2) persiapan tim pelaksana yang meliputi pemenuhan administrasi, persiapan materi penyuluhan dan bahan praktik; (3) pelaksanaan kegiatan melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi lalu dilanjutkan dengan praktik langsung. Materi yang disampaikan mengenai arti penting pasca panen dan teknik pengolahan hasil cabai yang tepat serta manfaatnya bagi pelaku usaha tani cabai dalam berinovasi dan meningkatkan pendapatan. Kegiatan pasca panen yang didemonstrasikan yakni teknik penyortiran, grading, pengemasan, dan pelabelan. Produk olahan yang didemonstrasikan yaitu saus cabai. Antusiasme peserta sangat tinggi selama pelaksanaan hingga akhir kegiatan. Hal ini dapat diidentifikasi dari adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang penanganan pasca panen cabai serta diversifikasi produk olahan cabai berdasarkan hasil kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI PUPUK KOMPOS PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BINA SEJAHTERA PEKON SUKOYOSO KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN PRINGSEWU Elfandari, Henni; Yusanto, Yusanto; Adzania, Mustika; Sari, Hevia Purnama; Putrantri, Desty Aulia
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.3782

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu komoditas hortikultura yang digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia karena mudah diolah dan memiliki rasa yang enak. Kelompok wanita tani (KWT) Bina Sejahtera Pekon Sukoyoso merupakan salah satu petani jamur tiram. KWT Bina Sejahtera Pekon Sukoyoso terletak di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Peningkatan produksi jamur tiram di Pekon Sukoyoso mengakibatkan jumlah limbah baglog pun bertambah. Limbah baglog selama ini hanya dibuang dan tidak memiliki nilai ekonomis sehingga dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan pemcemaran lingkungan. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan menggunakan teknologi tepat guna berupa pemanfaatan limbah baglog jamur tiram menjadi pupuk organik (kompos) yang pada akhirnya dapat dipasarkan sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan anggota KWT Bina Sejahtera.
Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Hortikultura Secara Terpadu Di Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus Reza Zulfahmi; Rianida Taisa; Marveldani Marveldani; Yusanto Yusanto; Ferziana Ferziana; Hilman Hidayat; Desi Maulida; Henni Elfandari; Riana Jumawati; Mustika Adzania Lestari; Hevia Purnama Sari; Desty Aulia Putrantri
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i1.3551

Abstract

Pekon Sidokaton terletak dilereng Gunung Tanggamus tepatnya di kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Sebagian besar masyarakat pekon Sidokaton bekerja sebagai petani. Permasalahan yang sering dihadapi petani Sidokaton adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Selama ini pengendalian yang dilakukan adalah pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan pestisida. Dalam penerapan di bidang pertanian, ternyata tidak semua pestisida mengenai sasaran. Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian, reistensi hama dan penyakit, terakumulasi pada hasil panen, dan bersifat racun bagi penggunanya. Dalam pengendalian OPT haruslah memperhatikan konsep ekologi pertanian yang dikenal dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Konsep ini dilaksanakan dengan cara memadukan beberapa teknik pengendalian OPT yang dilakukan sejak dari awal persiapan lahan hingga panen, dengan menerapkan konsep PHT diyakini dapat mengatasi serangan OPT yang terjadi. Adanya kegiatan penyuluhan PHT ini diharapkan petani Sidokaton mampu secara mandiri menerapkan konsep PHT dalam pengendalian OPT. Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa petani Sidokaton mulai sadar akan pentingnya menjaga kelestarian keberlanjutan pertanian dengan menjaga ekosistem pertanian melalui pengendalian OPT secara terpadu.
Characterization and Genetic Diversity of Golden berries (Physalis spp.) Based on Morphological Characters Sari, Hevia Purnama; Lestari, Mustika Adzania; Putrantri, Desty Aulia; Zulfahmi, Reza
Akta Agrosia Vol 26 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/aa.26.2.59-65

Abstract

Golden berries is a plant that has medicinal functions, fresh fruit and has high economic value. Golden berries  plant breeding is carried out to improve the quality of the plant. This research aims to analyze the genetic diversity of Golden berries  to produce new varieties. This research was conducted at the Lampung State Polytechnic Greenhouse from April to September 2023. This research used qualitative methods and the variables observed included variables in the vegetative and generative phases. The results showed that the five genotypes studied showed quite high diversity, namely at a copenhetic distance of 0.8. The golden 1 and golden 2 and red genotypes belong to Physalis peruviana while the two local genotypes are Physalis angulata. High diversity has great potential for crossbreeding so that it can produce heterosis traits. Heterosis is the characteristic of offspring being able to exceed the characteristics of their two parents. Based on this research, the genotypes observed are good for use as parents in plant breeding.
Production of Some Shallots Varieties at Different Plant Spacing Zulfahmi, Reza; Lestari, Mustika Adzania; Sari, Hevia Purnama; Putrantri, Desty Aulia
Akta Agrosia Vol 26 No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/aa.26.2.98-102

Abstract

The demand for shallots continues to rise annually, yet production fails to meet the growing need. Enhancing production through strategic plant spacing and the utilization of diverse shallot varieties is imperative. This research aims to determine the optimal plant spacing for shallots and evaluate the performance of different shallot varieties under varying planting distances. A factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors was employed, investigating three shallot types (Bima Brebes, Maja Cipanas, and Tajuk) and testing three planting distances (15 cm x 15 cm, 20 cm x 20 cm, and 25 cm x 25 cm). Each treatment was replicated four times, and data were collected on various parameters including leaf length, leaf diameter, number of leaves, bulb length, bulb diameter, number of tillers, bulb fresh weight, bulb dry weight, bulb weight per cluster, and bulb dry weight per cluster. Results indicate that Bima Brebes and Maja  memahami pentingnya dukungan pelanggan yang responsif. Oleh karena itu, mereka menyediakan layanan pelanggan yang siap membantu pemain kapan saja Cipanas types demonstrated the highest bulb dry weight per cluster, with 32.69 grams and 31.71 grams, respectively. The optimal plant spacing identified is 20 cm x 20 cm, promoting increased leaf and bulb diameter, as well as enhanced bulb dry weight per cluster. Keywords: plant spacing, shallot, variety testing, yield,  
Penerapan Pertanian Berkelanjutan Melalui Aplikasi Biosaka Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Di Gapoktan Lestari Makmur Kabupaten Tulang Bawang Barat Aulia Putrantri, Desty; Hidayat, Hilman; Purnama Sari, Hevia; Azalia, Ailsa
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i2.3945

Abstract

Usaha pertanian di Indonesia umumnya masih mengandalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk kimia diyakini dapat memicu pertumbuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Oleh sebab itu petani akan mengupayakan agar tanaman mereka dipupuk menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam jangka panjang dapat menyebabkan degradasi fisik pada struktur tanah serta pencemaran lingkungan. Hal ini yang terjadi pada sistem budidaya pertanian masyarakat Tiyuh Candra Kencana, Kec. Tulang Bawang Tengah, Kab. Tulang Bawang Barat. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan kegiatan ini dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan penerapan teknologi terbarukan dari biosaka. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman masyarakat terhadap biosaka ; mengurangi biaya produksi melalui pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida kimia; menjaga kelestarian, kesuburan, dan ekosistem dilahan pertanian secara berkelanjutan; serta menciptakan produk pertanian yang aman dan tidak mengandung residu kimia. kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendampingan teknis (technical assistance) dan belajar sambil bekerja (learning by doing) baik dalam penerapan dan pengembangan IPTEK maupun dalam manajemen usaha. Berdasarkan hasil pelaksanaan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta dalam hal pertanian berkelanjutan serta pembuatann biosaka
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BINA SEJAHTERA PEKON SUKOYOSO MELALUI PENINGKATAN KETERAMPILAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) GUNA MENDUKUNG PROGRAM EKONOMI KREATIF DESA Elfandari, Henni; Ferziana, Ferziana; Lestari, Mustika Adzania; Putrantri, Desty Aulia; Zulfahmi, Reza; Sari, Hevia Purnama; Ardiansyah, Sigit; Fitri, Annisa
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Sejahtera merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai sumber mata pencaharian lainnya selain bertani padi sawah. Jumlah anggota KWT Bina Sejahtera adalah sebanyak 20 orang dan bertempat di Pekon Sukoyoso Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu (47 km dari Politeknik Negeri Lampung). Namun produki jamur tiram oleh KWT Bina Sejahtera belum optimal dan belum dilakukan secara berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya jamur tiram secara intensif dan berkelanjutan dapat memberikan dampak postif terhadap permasalahan KWT Bina Sejahtera serta diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pekon sukoyoso sebagai langkah inisiasi program ekonomi kreatif desa. Ekonomi Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan baru ekonomi Nasional di masa mendatang. Pemerintah Indonesia berusaha menaruh perhatian lebih terhadap sektor ini, dengan tujuan untuk memaksimalkan potensi dan peluang Ekonomi Kreatif di Indonesia. Pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia salah satunya yaitu membawa ekonomi kreatif hingga ke pedesaan. Kata kunci: jamur tiram, Pleurotus ostreatus, ekonomi kreatif