Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sosialisasi revitalisasi bahasa daerah melalui cerita rakyat pada guru SMP di Lawang Kidul, Muara Enim Rudy Kurniawan; Tresno Tresno; Muhammad Rifai; Adetia Wulindari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38017

Abstract

AbstrakFenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah di Sumatera Selatan, khususnya di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian identitas budaya lokal. Bahasa daerah seperti Melayu Palembang dan Lematang mengalami penurunan penutur akibat dominasi bahasa Indonesia dan berkurangnya transmisi antar generasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru mengenai pentingnya revitalisasi bahasa daerah melalui pendekatan berbasis cerita rakyat sebagai media edukatif dan kultural di sekolah. Mitra kegiatan adalah para guru SMP se-Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 30 orang yang berperan sebagai agen pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan ceramah interaktif, disertai pemutaran video cerita rakyat lokal seperti Antu Ayek dan Si Pahit Lidah. Kegiatan ini juga menampilkan diskusi reflektif mengenai strategi revitalisasi bahasa daerah melalui empat aspek utama: keluarga, integrasi muatan lokal, media cerita rakyat, dan perlombaan budaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru tertinggi terdapat pada aspek media cerita rakyat dan integrasi muatan lokal masing-masing 30%. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan komitmen guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya lokal, serta menjadi langkah awal bagi penguatan kebijakan pendidikan yang berpihak pada pelestarian bahasa daerah di Muara Enim. Kata kunci: revitalisasi; bahasa daerah; cerita rakyat; guru. AbstractThe decline in the use of local languages in South Sumatra, particularly in Lawang Kidul Subdistrict, Muara Enim Regency, has become a serious challenge to preserving regional cultural identity. Local languages such as Malay Palembang and Lematang are facing a reduction in native speakers due to the dominance of Indonesian and the weakening of intergenerational transmission. This community service activity aimed to increase teachers understanding and awareness of the importance of local language revitalization through the use of folklore as an educational and cultural medium in schools. The program involved 30 junior high school teachers from Lawang Kidul Subdistrict as partners who play a key role in sustaining local language learning in the education environment. The implementation was carried out through socialization and interactive lectures, accompanied by the screening of local folklore videos such as Antu Ayek and Si Pahit Lidah. The activity also included reflective discussions on four main aspects of revitalization: family involvement, integration into local curricula, the use of folklore media, and language festivals or competitions. The evaluation results showed that teachers highest level of understanding was on the aspects of folklore media and curriculum integration (each 30%). Overall, this activity successfully enhanced teachers knowledge and commitment to implementing culturally based learning and became an initial step toward strengthening educational policies that support the preservation of local languages in Muara Enim. Keywords: revitalization; local language; folklore; teachers
Dynamics of Public Deliberation Space in the 2024 Regional Elections in Palembang City and Ogan Ilir Regency Khairunnas Khairunnas; Indra Tamsyah; Adetia Wulindari
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 8 No 1 (2026): JGLP, MAY 2026
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v8i1.2508

Abstract

Public deliberation is a key element of deliberative democracy, as it reflects the quality of citizen participation in political decision-making processes. In the context of local elections (Pilkada), public deliberation functions as a discursive arena for the exchange of arguments, rational reasoning, and the articulation of public aspirations toward candidates’ political agendas. This study aims to analyze the public deliberative space in the 2024 local elections in Palembang City and Ogan Ilir Regency, focusing on three main dimensions: the inclusivity of the public sphere, the rationality of public discourse, and the influence of deliberation on political agendas. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with election management bodies, election supervisory institutions, community leaders, and political observers, complemented by document analysis. The data were analyzed using NVivo 15 to identify thematic patterns and relational dynamics among actors within the deliberative space. The findings indicate that public deliberation in the 2024 local elections in Palembang and Ogan Ilir remains in a transitional phase. While efforts to broaden participation and improve the quality of public discourse are evident, deliberative spaces continue to face limitations in inclusivity, insufficiently substantive discourse rationality, and a weak influence of public aspirations on candidates’ political agendas. These findings highlight the need to strengthen deliberative mechanisms to enhance the quality of local democracy.
Wajah Media Sosial Bagi Generasi X: Studi Pada Generasi X Desa Rengas Istiqoma Istiqoma; Dedi Anggriawan; Akhmad Syafe’i; Adetia Wulindari
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 8 No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v8i1.7464

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang penggunaan media sosial, khususnya facebook, oleh generasi X di Desa Rengas Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan. Peneliti mengeksplorasi bagaimana media sosial yang digunakan tersebut, yakni facebook, tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi tetapi juga dijadikan sebagai alat atau media untuk berekspresi melalui konten yang diposting berupa gambar, video atau tulisan, pengoptimalan pendapatan melalui facebook generasi X bisa mempromosikan barang atau jasanya ke pasar yang lebih luas serta bisa mendapatkan penghasilan lebih besar, serta sebagai ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, secara spesifik dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan analisis konten dari profil facebook informan. Penelitian ini menunjukkan bahwa generasi X di Desa Rengas menggunakan facebook untuk berbagai macam tujuan yang melampaui interaksi dan komunikasi interpersonal. Facebook dimanfaatkan sebagai tempat untuk mempromosikan produk/jasa dagangannya, mendapatkan penghasilan tambahan melalui konten yang diunggah, berbagi pengalaman pribadi, mendapatkan dukungan sosial dan membangun jaringan usaha atau bisnis, serta menjadi tempat berkeluh kesah tentang masalah hidup dan keluarga yang dialami oleh generasi X tersebut yang kemudian akan mendapatkan respon baik berupa dukungan ataupun sebaliknya dari pengguna facebook lainnya. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan dan pemahaman mengenai dinamika penggunaan media sosial terutama facebook pada generasi X di wilayah pedesaan dan implikasinya terhadap perubahan sosial dan ekonomi.