Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Youth for human security: membangun literasi global dan kesadaran human security di SMA Negeri 14 Palembang Supli, Nur Aslamiah; Yusa, Muchammad Yustian; Nuaba, I Kadek Andre; Wulindari, Adetia; Setiawan, Roy; Fadhlia, Maudy Noor
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35970

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat “Youth for Human Security” dilaksanakan sebagai upaya peningkatan literasi global dan kesadaran siswa terhadap isu-isu keamanan manusia (human security) di SMA Negeri 14 Palembang. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya pemahaman pelajar terhadap keterkaitan antara fenomena global dan realitas lokal, khususnya dalam konteks ancaman multidimensi seperti lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan komunitas. Melalui pendekatan edukatif partisipatif, program ini mengintegrasikan seminar interaktif, kampanye visual, dan pemetaan digital berbasis Google MyMaps sebagai media reflektif dan pembelajaran kontekstual. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap enam dimensi human security. Selain itu, observasi partisipatif dan analisis naratif siswa digunakan untuk menilai keterlibatan dan kualitas refleksi sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu mendorong partisipasi aktif, membentuk kesadaran kritis, dan memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya bernalar kritis dan berkebinekaan global. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta memiliki potensi replikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: literasi global; human security; pendidikan partisipatif; pelajar pancasila. Abstract The community service program “Youth for Human Security” was implemented as an effort to enhance students’ global literacy and awareness of human security issues at SMA Negeri 14 Palembang. This initiative was designed to address the limited understanding among students regarding the interconnection between global phenomena and local realities, particularly in the context of multidimensional threats such as environmental degradation, health vulnerabilities, economic disparities, and community insecurity. Through a participatory educational approach, the program integrated interactive seminars, visual campaigns, and digital mapping using Google MyMaps as reflective and contextual learning tools. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test method to measure the effectiveness of the intervention in improving students’ comprehension of the six dimensions of human security. In addition, participatory observation and narrative analysis of student reflections were employed to assess engagement and the depth of social awareness. The results indicate that this approach successfully fostered active participation, critical consciousness, and strengthened the values of the Pancasila Student Profile, particularly critical thinking and global diversity. The program also contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) and holds potential for replication in other schools with similar characteristics. Keywords: global literacy; human security; participatory education; pancasila student profile
Sosialisasi revitalisasi bahasa daerah melalui cerita rakyat pada guru SMP di Lawang Kidul, Muara Enim Kurniawan, Rudy; Tresno, Tresno; Rifai, Muhammad; Wulindari, Adetia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38017

Abstract

AbstrakFenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah di Sumatera Selatan, khususnya di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian identitas budaya lokal. Bahasa daerah seperti Melayu Palembang dan Lematang mengalami penurunan penutur akibat dominasi bahasa Indonesia dan berkurangnya transmisi antar generasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru mengenai pentingnya revitalisasi bahasa daerah melalui pendekatan berbasis cerita rakyat sebagai media edukatif dan kultural di sekolah. Mitra kegiatan adalah para guru SMP se-Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 30 orang yang berperan sebagai agen pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan ceramah interaktif, disertai pemutaran video cerita rakyat lokal seperti Antu Ayek dan Si Pahit Lidah. Kegiatan ini juga menampilkan diskusi reflektif mengenai strategi revitalisasi bahasa daerah melalui empat aspek utama: keluarga, integrasi muatan lokal, media cerita rakyat, dan perlombaan budaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru tertinggi terdapat pada aspek media cerita rakyat dan integrasi muatan lokal masing-masing 30%. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan komitmen guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya lokal, serta menjadi langkah awal bagi penguatan kebijakan pendidikan yang berpihak pada pelestarian bahasa daerah di Muara Enim. Kata kunci: revitalisasi; bahasa daerah; cerita rakyat; guru. AbstractThe decline in the use of local languages in South Sumatra, particularly in Lawang Kidul Subdistrict, Muara Enim Regency, has become a serious challenge to preserving regional cultural identity. Local languages such as Malay Palembang and Lematang are facing a reduction in native speakers due to the dominance of Indonesian and the weakening of intergenerational transmission. This community service activity aimed to increase teachers understanding and awareness of the importance of local language revitalization through the use of folklore as an educational and cultural medium in schools. The program involved 30 junior high school teachers from Lawang Kidul Subdistrict as partners who play a key role in sustaining local language learning in the education environment. The implementation was carried out through socialization and interactive lectures, accompanied by the screening of local folklore videos such as Antu Ayek and Si Pahit Lidah. The activity also included reflective discussions on four main aspects of revitalization: family involvement, integration into local curricula, the use of folklore media, and language festivals or competitions. The evaluation results showed that teachers highest level of understanding was on the aspects of folklore media and curriculum integration (each 30%). Overall, this activity successfully enhanced teachers knowledge and commitment to implementing culturally based learning and became an initial step toward strengthening educational policies that support the preservation of local languages in Muara Enim. Keywords: revitalization; local language; folklore; teachers