Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PKM Literasi Keluarga untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga pada Ibu-Ibu Istri Nelayan di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar Idrus, Idham Irwansyah; Mappe, Ulfa Utami; Amandaria, Riri; Amsal, Bahrul; Sunaniah, Sunaniah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Barrang Lompo dengan luas lebih kurang 49 Ha dihuni sebanyak 5.227 jiwa dengan mata pencaharian utama penduduknya, yaitu 70% di sektor perikanan, baik sebagai nelayan maupun perdagangan hasil laut. masalah utama yang dihadapi oleh komunitas masyarakat nelayan, termasuk nelayan di Pulau Barrang Lompo, yaitu kemiskinan. Sementara kemiskinan atau tingkat kesejahteraan berhubungan dengan tingkat literasi masyarakat. Warga yang literat dan kehidupan yang berkualitas merupakan ciri negara maju. Kesejahteraan keluarga akan berdampak pada ketahanan keluarga, keluarga dengan ekonomi baik cenderung memiliki ketahanan keluarga yang kuat, sebaliknya keluarga dengan ekonomi yang buruk cenderung memiliki ketahanan keluarga yang lemah. Tujuan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pemahaman kepada ibu-ibu istri nelayan mengenai literasi keluarga dan pentingnya peningkatan ketahanan keluarga. Selain itu, juga bertujuan memberikan keterampilan literasi untuk diimplementasikan di dalam keluarga. Kegiatan PKM dilaksanakan menggunakan model pemberdayaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan; 2) Tahap Assesment; 3) Tahap Perencanaan Program atau Kegiatan; 4) Tahap Pemformulasian Rencana Aksi; 5) Tahap Pelaksanaan Program atau Kegiatan; serta 6) Tahap Evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam 2 tahap menunjukkan ketercapaian tujuan pelaksanaan, di mana peserta tidak sekedar memahami materi yang diberikan tetapi juga sudah mulai mengimplementasikan secara bertahap dalam lingkungan keluarga masing- masing.
Sosialisasi Pendidikan dan Penguatan Ruang Baca Sekolah Kolong SD Inpres 238 Bonto Parang Dusun Bara Kabupaten Maros Idrus, Idham Irwansyah; Aslinda, A.; Amsal, Bahrul; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.80175

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode memberikan sosialisasi kepada warga dusun mengenai pemahaman pentingnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dan penguatan ruang baca berupa pembagian buku-buku Sekolah Kolong dengan tujuan (1) untuk meningkatkan kapasitas guru relawan mengenai proses pembelajaran berbasis kontekstual, (2) pelibatan pemuda Dusun Bara dalam proses pembelajaran sekolah kolong dan ruang baca, (3) penguatan ruang baca dengan memberikan buku-buku dari donatur untuk menunjang proses literasi di Sekolah Kolong. Proses pengabdian ditempuh dengan pendekatan partisipatif kolaboratif yaitu: (1) Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan warga dan tokoh lokal; (2) Pemberian bantuan buku pelajaran/buku bacaan kepada Sekolah Kolong; (3) Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik Sekolah Kolong, (4) Pemutaran Film Pendek pendidikan, (5) Pelatihan guru dan pendampingan proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu meningkatnya pengetahuan peserta pengabdian mengenai pentingnya dukungan semua pihak dalam mengelola kelas Sekolah Kolong; (2) Terdistribusi buku pelajaran/buku bacaan bagi anak-anak sekolah di Dusun Bara (3) artikel ilmiah yang dipublikasi pada seminar nasional, dan (4) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.Kata Kunci: Motivasi belajar, Pendidikan, Sekolah Kolong, Sosialisasi, 
Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Pada Ibu Rumah Tangga Penerima Manfaat PKH di Sinjai Barat Muhammad Aksha Wahda; Sunaniah; Salwia Salwia; Bahrul Amsal; Jusnawati Jusnawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1323

Abstract

Pemenuhan hak-hak anak dalam keluarga penerima manfaat PKH masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pengetahuan ibu rumah tangga mengenai hak anak. Oleh karena itu, sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak sangat penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode sosialisasi yang dilaksanakan dengan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah desa Barania, pendamping PKH dan juga dosen Sosiologi UNM, hal ini sebagai bentuk peran dan partisipasi yang diambil oleh pihak terkait dalam penyebaran pengetahuan tetang hak-hak anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk (1) untuk meningkatkan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH terkait hak-hak dasar anak; (2) peserta dapat mengimplementasikan dengan baik cara-cara praktis dalam memenuhi hak-hak dasar anak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH tentang (1) peserta memahami materi yang disampaikan dengan baik; (2) peserta mengetahui hak-hak dasar anak dan menunjukkan contoh hak dasar anak dalam implementasi kehidupan sehari-hari.
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idrus, Idham Irwansyah; Syam, Agus; Haerani, Haerani; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.
Pelatihan Pembuatan Tas Manik-Manik pada Perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia Anggota Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala Idham Irwansyah Idrus; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe; Mario Mario; Muhammad Aksha Wahda
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i1.71012

Abstract

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi pengirim terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia, di mana Kelurahan Bangkala merupakan kantong migran di Kota Makassar. Tingginya biaya kebutuhan hidup, rendahnya pendidikan dan kurangnya keterampilan sebagai faktor utama perempuan di Bangkala melakukan migrasi ke Malaysia. Di sisi lain mereka rentan mengalami berbagai tindak kekerasan, penindasan, eksploitasi, hingga terjebak dalam perdagangan orang (trafficking).   Tujuan PKM yaitu: (1) Memberikan pengetahuan kepada perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) anggota KPBMB mengenai pemanfaatan manik-manik dan bahan lainnya sebagai sumber mata pencaharian; (2) Memberikan keterampilan membuat tas dengan bahan dasar manik-manik kepada perempuan Purna PMI anggota KPBMB; (3)  Membuka kesempatan penghasilan bagi perempuan Purna PMI anggota KPBMB melalui jejaring pemasaran. Metode pelaksanaan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi dan praktek yang diadakan selama dua hari. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra memiliki pemahaman yang baik mengenai potensi ekonomi kerajinan dari bahan manik-manik, dan memiliki keterampilan membuat tas manik-manik. Selain itu, mitra memiliki keyakinan dapat mengembangkan keterampilan tersebut sebagai sumber pendapatan rumah tangga melalui pengembangan usaha
THE POWER OF FEMALE SEXUALITY IN BASRI AND SALMA IN A NEVER ENDING COMEDY: A FEMINIST SEMIOTIC PERSPECTIVE Bahrul Amsal; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe
Social Landscape Journal Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i1.82574

Abstract

The short film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is a drama-comedy set in the Bugis-Makassar community. The Bugis-Makassar community adopts a strong patriarchal value that places men as the dominant party in determining the position of women. This film provides an insight into the limitations faced by women in making decisions about whether or not to have children. The film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is very interesting because it conveys a message about the power of female sexuality, demonstrating autonomy and control over one's body. This research is a qualitative study that involves the development of concepts based on existing data. The discussion uses a feminist semiotic analysis approach to describe data in the form of signs based on screenshots of scenes from the film Basri and Salma In a Never Ending Comedy, leading to a conclusion. The research findings conclude that the scenes in the film Basri and Salma In A Never Ending Comedy, first, depict the subordinate position of women within the family, as seen in the dinner scene.  Secondly, it demonstrates the concept of power referred to as the power of sexuality, which grants women the authority to determine their bodily autonomy.