Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Sosialisasi Pendidikan dan Penguatan Ruang Baca Sekolah Kolong SD Inpres 238 Bonto Parang Dusun Bara Kabupaten Maros Idrus, Idham Irwansyah; Aslinda, A.; Amsal, Bahrul; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.80175

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode memberikan sosialisasi kepada warga dusun mengenai pemahaman pentingnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah dan penguatan ruang baca berupa pembagian buku-buku Sekolah Kolong dengan tujuan (1) untuk meningkatkan kapasitas guru relawan mengenai proses pembelajaran berbasis kontekstual, (2) pelibatan pemuda Dusun Bara dalam proses pembelajaran sekolah kolong dan ruang baca, (3) penguatan ruang baca dengan memberikan buku-buku dari donatur untuk menunjang proses literasi di Sekolah Kolong. Proses pengabdian ditempuh dengan pendekatan partisipatif kolaboratif yaitu: (1) Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan warga dan tokoh lokal; (2) Pemberian bantuan buku pelajaran/buku bacaan kepada Sekolah Kolong; (3) Memberikan motivasi belajar kepada peserta didik Sekolah Kolong, (4) Pemutaran Film Pendek pendidikan, (5) Pelatihan guru dan pendampingan proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu meningkatnya pengetahuan peserta pengabdian mengenai pentingnya dukungan semua pihak dalam mengelola kelas Sekolah Kolong; (2) Terdistribusi buku pelajaran/buku bacaan bagi anak-anak sekolah di Dusun Bara (3) artikel ilmiah yang dipublikasi pada seminar nasional, dan (4) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.Kata Kunci: Motivasi belajar, Pendidikan, Sekolah Kolong, Sosialisasi, 
Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Pada Ibu Rumah Tangga Penerima Manfaat PKH di Sinjai Barat Muhammad Aksha Wahda; Sunaniah; Salwia Salwia; Bahrul Amsal; Jusnawati Jusnawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1323

Abstract

Pemenuhan hak-hak anak dalam keluarga penerima manfaat PKH masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal pengetahuan ibu rumah tangga mengenai hak anak. Oleh karena itu, sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak sangat penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode sosialisasi yang dilaksanakan dengan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah desa Barania, pendamping PKH dan juga dosen Sosiologi UNM, hal ini sebagai bentuk peran dan partisipasi yang diambil oleh pihak terkait dalam penyebaran pengetahuan tetang hak-hak anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk (1) untuk meningkatkan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH terkait hak-hak dasar anak; (2) peserta dapat mengimplementasikan dengan baik cara-cara praktis dalam memenuhi hak-hak dasar anak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga penerima manfaat PKH tentang (1) peserta memahami materi yang disampaikan dengan baik; (2) peserta mengetahui hak-hak dasar anak dan menunjukkan contoh hak dasar anak dalam implementasi kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Pembuatan Tas Manik-Manik pada Perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia Anggota Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala Idham Irwansyah Idrus; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe; Mario Mario; Muhammad Aksha Wahda
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i1.71012

Abstract

Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi pengirim terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia, di mana Kelurahan Bangkala merupakan kantong migran di Kota Makassar. Tingginya biaya kebutuhan hidup, rendahnya pendidikan dan kurangnya keterampilan sebagai faktor utama perempuan di Bangkala melakukan migrasi ke Malaysia. Di sisi lain mereka rentan mengalami berbagai tindak kekerasan, penindasan, eksploitasi, hingga terjebak dalam perdagangan orang (trafficking).   Tujuan PKM yaitu: (1) Memberikan pengetahuan kepada perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) anggota KPBMB mengenai pemanfaatan manik-manik dan bahan lainnya sebagai sumber mata pencaharian; (2) Memberikan keterampilan membuat tas dengan bahan dasar manik-manik kepada perempuan Purna PMI anggota KPBMB; (3)  Membuka kesempatan penghasilan bagi perempuan Purna PMI anggota KPBMB melalui jejaring pemasaran. Metode pelaksanaan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi dan praktek yang diadakan selama dua hari. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa mitra memiliki pemahaman yang baik mengenai potensi ekonomi kerajinan dari bahan manik-manik, dan memiliki keterampilan membuat tas manik-manik. Selain itu, mitra memiliki keyakinan dapat mengembangkan keterampilan tersebut sebagai sumber pendapatan rumah tangga melalui pengembangan usaha
THE POWER OF FEMALE SEXUALITY IN BASRI AND SALMA IN A NEVER ENDING COMEDY: A FEMINIST SEMIOTIC PERSPECTIVE Bahrul Amsal; Sunaniah Sunaniah; Ulfa Utami Mappe
Social Landscape Journal Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i1.82574

Abstract

The short film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is a drama-comedy set in the Bugis-Makassar community. The Bugis-Makassar community adopts a strong patriarchal value that places men as the dominant party in determining the position of women. This film provides an insight into the limitations faced by women in making decisions about whether or not to have children. The film Basri and Salma In A Never Ending Comedy is very interesting because it conveys a message about the power of female sexuality, demonstrating autonomy and control over one's body. This research is a qualitative study that involves the development of concepts based on existing data. The discussion uses a feminist semiotic analysis approach to describe data in the form of signs based on screenshots of scenes from the film Basri and Salma In a Never Ending Comedy, leading to a conclusion. The research findings conclude that the scenes in the film Basri and Salma In A Never Ending Comedy, first, depict the subordinate position of women within the family, as seen in the dinner scene.  Secondly, it demonstrates the concept of power referred to as the power of sexuality, which grants women the authority to determine their bodily autonomy.
JUDGEMENTAL SOCIETY: PENGHAKIMAN DI MEDIA SOSIAL Sunaniah; Retno Wahyuningtyas; Istiqoma; Decka Pratama Putra
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 8 No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v8i1.6794

Abstract

Cyberspace menjadi tempat pelampiasan dan penghakiman masyarakat terhadap suatu objek. Keterbukaan ruang dan perkembangan teknologi telah mengalihkan aktivitas manusia dari ‘dunia nyata’ ke ‘dunia maya’, dan realitas sosial-budaya seakan menjadi kabur oleh batas diantara keduanya. Dengan keterbukaan ruang tersebut, memunculkan bentuk perubahan interaksi antar individu di dalam masyarakat. Pada umumnya, mereka saling berinteraksi tanpa harus saling mengenal, mengetahui identitas, maupun saling bertemu. Bentuk interaksi yang mereka lakukan yakni saling memberikan like maupun komentar terkait apa  saja yang dilakukan oleh seseorang, apa yang mereka lihat dan mereka rasakan dalam sebuah postingan melalui sebuah media. Media sosial saat ini tidak hanya menjadi hiburan di dunia maya, tetapi bertransformasi dalam berbagai wujud protes, kritik, dan kekecewaan terhadap realitas dunia nyata. Melalui tulisan ini, peneliti mencoba menghubungkan keterbukaan ruang tersebut dengan perilaku publik yang menilai setiap sisi kehidupan orang lain di media sosial yang peneliti sebut dengan istilah judgemental society. Penelitian ini berfokus pada tindakan masyarakat maya di media sosial Instagram dalam menanggapi dan berkomentar terkait berbagai isu. Dalam penelitian ini menjelaskan tentang (1) bagaimana masyarakat berpotensi sebagai pelaku sekaligus korban judgmental society. (2) bagaimana sisi toxic dan dampak sosial media. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi virtual untuk menggambarkan prilaku dan interaksi subjek di ruang virtual
Revitalization of Youth Roles in Preserving Customary Forests Through Citizen Journalism Training in Manurung Village, East Luwu Regency, South Sulawesi: Revitalisasi Peran Pemuda Mempertahankan Hutan Adat Melalui Pelatihan Jurnalisme Warga di Desa Manurung Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Idrus, Idham Irwansyah; Amsal, Bahrul; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah; Ferdhiyadi, Ferdhiyadi
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v6i1.2681

Abstract

The community service program is carried out by providing ecological perspective Citizen Journalism training with the aim of (1) increasing knowledge about environmental awareness based on youth groups, (2) participants can implement well efforts to prevent environmental damage in maintaining customary forest areas, and (3) participants can disseminate knowledge about world views, traditions, and best practices regarding the protection of customary forest areas through journalistic writing. The main target audience for the community service activities are the Cerekang indigenous community, Customary Institutions, and Youth Groups in Manurung Village, East Luwu Regency, South Sulawesi. The results obtained in the community service program activities are increased knowledge and concepts of preventing ecological and customary-based environmental damage, increased understanding of the flow of prevention and reporting if they find environmental damage events, and participants in the Citizen Journalism training program can implement their understanding and attitudes into journalistic works in order to campaign for the importance of protecting the environmental ecosystem from all forms of natural damage. The outputs of PKM activities are (1) increased knowledge of participants regarding activity materials, (2) journalistic products in the form of essays and opinions in published newspapers, and (3) publication of PKM implementation in online media.  
Pemberdayaan Kelompok Nelayan: Optimalisasi Modal Sosial dan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan di Pulau Barrang Lompo Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe; Muhammad Alkhahfi Akhmad; Arisnawawi Arisnawawi; Sunaniah Sunaniah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26292

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan nelayan di Pulau Barrang Lompo, utamanya pada Kelompok Nelayan Sipakainga, melalui optimalisasi modal sosial dan integrasi kearifan lokal dengan teknologi penangkapan ikan modern, khususnya penggunaan alat fish finder. Topik ini dipilih karena modal sosial yang dimiliki belum dikembangkan sebagai kekuatan untuk peningkatan kesejahteraan, juga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan dengan pendekatan yang berkelanjutan. Metode pengabdian meliputi sosialisasi berupa penyuluhan mengenai modal sosial, penangkapan ikan berbasis kearifan lokal dan pelatihan langsung penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% dan keterampilan berupa implementasi strategi mengoptimalkan modal sosial menjadi modal ekonomi, serta kemampuan mengintegrasikan kearifan lokal dengan penggunaan teknologi fish finder dalam upaya penangkapan ikan.  Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan pendekatan tradisional dan modern dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan dan mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lestari. Kata Kunci: Modal Sosial, Modal Ekonomi, Kearifan Lokal, Teknologi, Fish Finder.  ABSTRACT This community service focuses on empowering fishermen on Barrang Lompo Island, particularly the Sipakainga Fishermen Group, through the optimization of social capital and the integration of local wisdom with modern fishing technology, especially the use of fish finder devices. This topic was chosen because the existing social capital has not been fully developed as a strength for improving welfare, as well as the importance of preserving marine resources while increasing fishermen's productivity through a sustainable approach. The methodology includes outreach in the form of socialization about social capital, fishing based on local wisdom, and hands-on training in using the technology. The results show a 55% increase in knowledge and skills, including the implementation of strategies to optimize social capital into economic capital and the ability to integrate local wisdom with the use of fish finder technology in fishing efforts. These findings confirm that combining traditional and modern approaches can significantly improve fishermen's welfare and support sustainable marine resource management. Keywords: Social Capital, Economic Capital, Local Wisdom, Technology, Fish Finder.
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idham Irwansyah Idrus; Agus Syam; Haerani Haerani; Ulfa Utami Mappe; Sunaniah Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.