Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL SCAFFOLDING AKADEMIK MELALUI PELATIHAN PTK UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA Supratman Supratman; La Ode Sirad; Deti Sri Rahayu; Dian Ulfa Sari; Gemi Susanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57408

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model scaffolding akademik melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ Kendari. Kegiatan ini melibatkan 28 mahasiswa dan dilaksanakan melalui dua siklus PTK yang mencakup tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa model scaffolding akademik yang diterapkan secara bertahap efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa. Kemandirian belajar meningkat sebesar 45,4% dari kondisi awal, dengan 78,6% mahasiswa mencapai kategori tinggi dan sangat tinggi. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tutorial tatap muka meningkat sebesar 191,7%, menunjukkan peningkatan keterlibatan yang signifikan. Selain itu, kemampuan presentasi dan kepercayaan diri mahasiswa meningkat masing-masing sebesar 69,5% dan 77% melalui penerapan strategi microteaching progresif berbasis scaffolding fading.Pendekatan PTK terbukti adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, sehingga memungkinkan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Kegiatan ini menghasilkan model scaffolding akademik yang tervalidasi, modul panduan praktis bagi tutor, serta peningkatan kompetensi mahasiswa yang terukur. Model ini berpotensi direplikasi secara luas untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran jarak jauh secara sistemik dan berkelanjutan
Exploration of Ethnomathematics in the Tahlilan Tradition of Sungai Malaya: Geometry and Beyond Hodiyanto Hodiyanto; Abdillah Abdillah; Gemi Susanti; Rodríguez-Nieto Camilo Andrés; Ebenezer Bonyah
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2026): Range Juli 2026
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v8i1.10743

Abstract

This study aims to explore the ethnomathematical elements embedded in the cultural practice of Tahlilan, particularly those related to geometric concepts. The research employed a qualitative approach with an ethnographic design. The participants consisted of community members directly involved in the implementation of Tahlilan, with the research conducted in settings where this tradition is commonly practised. Data were collected through observation, interviews, documentation review, and a literature study. The data were then analyzed through data reduction, data display, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that Tahlilan is a religious and social tradition passed down across generations and continues to be preserved to this day. The practice involves a series of activities, including the preparation of traditional foods, repeated recitation of prayers, distribution of food packages (berkat), and social interactions among participants. The ethnomathematical aspects identified include representations of three-dimensional geometric solids in Tahlilan foods, such as cylinders, cones, truncated cones, and pyramids; number patterns reflected in the sequence of days of the Tahlilan observance; proportionality in the distribution of food; and combinatorial structures evident in the handshaking activities among participants. These findings demonstrate a strong connection between the cultural practice of Tahlilan and mathematical concepts, revealing the presence of mathematical thinking within community traditions. Furthermore, this study contributes to the development of culturally based mathematics learning, particularly in the areas of geometry.