Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EJIP BIOL

PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBI JALAR (Ipomoea batatasL.) Muhammad, Ramla; Tangge, Lilies; Isninar, Isnainar
e-JIP BIOL Vol 4, No 1 (2016): e-jipbiol Jurnal online Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh kombinasi pemberian sekam padi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar (Ipomoea batatasL.)dan untuk membuktikan seberapa besar interaksi antara sekam padi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar(Ipomoea batatasL.). Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Eksperimen.Lokasi penelitian di Desa Oloboju, Kec. Biromaru Kab. Sigipada bulan Oktober sampai Desember 2015. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan (3x3). Faktor pertama 3 taraf percobaan dosis Sekam Padi (S) S0 = Dosis 10,5 kg, S1 = Dosis 12,6 kg, S2 = Dosis 8,4kg. Faktor kedua 3 taraf percobaan dosis Pupuk Kandang Ayam PK0 = Dosis 21kg, PK1 = Dosis 23,1kg, PK2 = Dosis 18,9 kg  masing-masing 3kali  ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Jumlah Daun, Jumlah Bunga, Jumlah Umbi, Bobot Berat Umbi, Lingkar Umbi Sedang 16-20 cm dan Kadar Air Umbi. Hasil penelitian menunjukkan (a). dosis Sekam Padi 10,5kgdan dosis Pupuk Kandang Ayam 21 kg (S0PK0)berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan produksiubi jalar, tidak terjadi interaksi antara Sekam Padi 10,5kgdan Pupuk Kandang Ayam21 kg (S0PK0) terhadap parameter Jumlah Daun, Jumlah Bunga, Jumlah Umbi, Bobot Berat Umbi, Lingkar Umbi Sedang 16-20 cm dan Kadar Air Umbi.  Kata kunci: Sekam Padi, Pupuk Kandang Ayam, Ubi Jalar(Ipomoea batatasL.).     ABSTRACT A Study has been carried out to prove an effect of rice bran combined with chicken manure on growth and production of sweet potato (Ipomoea batatas L.) and to establish how much interaction of the bran combined with the manure on growth and production of sweet potato (Ipomoea batatas L.). The study was conducted at Oloboju Village, Biromaru Subdistrict, Sigi District from October to Desember 2015. A randomised block experimental design (3x3) was applied with 3 replicates for both the factors. The first factor consisted of S0 = 10.5 kg bran doses, S1 = 12.6 kg bran doses, S2 = 8.4 kg bran doses and the second factor served as PK0 = 21 kg manure doses, PK1 = 23.1 kg manure doses, PK2 = 18,9 kg manure doses. Variable observation Comprised of  the number of leave, flowers and tuber water contents. Results of  the study showed that 10.5 kg bran and 21 kg manure doses (S0PK0) influenced to a increase of sweet potato growth and production. However, these did not affect an interaction of  the bran and the fertilizer on the number of leave, flowers and tubers, tuber weight, tuber circumference sized 16-20 cm and tuber water contents.  Key words: bran, chicken manure, sweet potato (Ipomoea batatas L.).                                    ABSTRAK              Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh kombinasi pemberian sekam padi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar (Ipomoea batatasL.)dan untuk membuktikan seberapa besar interaksi antara sekam padi dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar(Ipomoea batatasL.). Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Eksperimen.Lokasi penelitian di Desa Oloboju, Kec. Biromaru Kab. Sigipada bulan Oktober sampai Desember 2015. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan (3x3). Faktor pertama 3 taraf percobaan dosis Sekam Padi (S) S0 = Dosis 10,5 kg, S1 = Dosis 12,6 kg, S2 = Dosis 8,4kg. Faktor kedua 3 taraf percobaan dosis Pupuk Kandang Ayam PK0 = Dosis 21kg, PK1 = Dosis 23,1kg, PK2 = Dosis 18,9 kg  masing-masing 3kali  ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari Jumlah Daun, Jumlah Bunga, Jumlah Umbi, Bobot Berat Umbi, Lingkar Umbi Sedang 16-20 cm dan Kadar Air Umbi. Hasil penelitian menunjukkan (a). dosis Sekam Padi 10,5kgdan dosis Pupuk Kandang Ayam 21 kg (S0PK0)berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan produksiubi jalar, tidak terjadi interaksi antara Sekam Padi 10,5kgdan Pupuk Kandang Ayam21 kg (S0PK0) terhadap parameter Jumlah Daun, Jumlah Bunga, Jumlah Umbi, Bobot Berat Umbi, Lingkar Umbi Sedang 16-20 cm dan Kadar Air Umbi.  Kata kunci: Sekam Padi, Pupuk Kandang Ayam, Ubi Jalar(Ipomoea batatasL.).     ABSTRACT A Study has been carried out to prove an effect of rice bran combined with chicken manure on growth and production of sweet potato (Ipomoea batatas L.) and to establish how much interaction of the bran combined with the manure on growth and production of sweet potato (Ipomoea batatas L.). The study was conducted at Oloboju Village, Biromaru Subdistrict, Sigi District from October to Desember 2015. A randomised block experimental design (3x3) was applied with 3 replicates for both the factors. The first factor consisted of S0 = 10.5 kg bran doses, S1 = 12.6 kg bran doses, S2 = 8.4 kg bran doses and the second factor served as PK0 = 21 kg manure doses, PK1 = 23.1 kg manure doses, PK2 = 18,9 kg manure doses. Variable observation Comprised of  the number of leave, flowers and tuber water contents. Results of  the study showed that 10.5 kg bran and 21 kg manure doses (S0PK0) influenced to a increase of sweet potato growth and production. However, these did not affect an interaction of  the bran and the fertilizer on the number of leave, flowers and tubers, tuber weight, tuber circumference sized 16-20 cm and tuber water contents.  Key words: bran, chicken manure, sweet potato (Ipomoea batatas L.).                                                   
Pengaruh Jumlah Kotoran Sapi Terhadap Kualitas PLT Biogas 60 Watt Melalui lama Penerangan dan Pemanfaataannya Sebagai Media Pembelajaran Shamdas, Gamar Binti Non; Tolaba, Isnainar Isnainar; Nurhayati, Nurhayati Nurhayati
e-JIP BIOL Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.753 KB)

Abstract

Krisis energi yang disebabkan oleh banyaknya permintaan dan kurangnya persediaan bahan bakar ditandai oleh  seringnya lampu padam, minyak tanah yang mengalami kelangkaan dan gas yang semakin berkurang, menjadi penting untuk dicarikan solusi yang dapat dijadikan sumber alternatif.  Penelitian bertujuan  untuk mendeskripsikan pengaruh jumlah kotoran ternak sapi terhadap kualitas PLT biogas melalui lama penerangan dan pemanfaatannya sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan untuk 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata lama penerangan  untuk 100 kg kotoran sapi adalah 4 jam 9 menit, 75 kg kotoran sapi  adalah 4 jam 1 menit, 50 kg kotoran sapi  adalah 3 jam 1 menit dan 25 kg kotoran sapi adalah 2 jam 1 menit. Hasil penelitian dituangkan dalam bentuk media belajar berupa poster dan telah divalidasi oleh tim ahli yaitu ahli isi, ahli desain dan ahli media. Hasil  penilaian diperoleh dari  ahli isi  adalah 78%, ahli desain adalah 100% dan ahli media  adalah 82,85%. Hasil ujicoba pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi sebanyak 29 orang memperoleh hasil rata-rata 76,89%. Seluruh hasil persentase diperoleh merujuk pada katergori bahwa poster layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Kotoran Sapi;  Kualitas PLT Biogas 60 Watt Melalui Lama Penerangan
KAJIAN PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA TOLAI KECAMATAN TORUE KABUPATENPARIGIMOUTONG Dewi, Ni Ketut Lestari; Jamhari, Muhammad; Isnainar, Isnainar
e-JIP BIOL Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.66 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang jenis-jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat serta kelayakannya sebagai media informasi bagi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode wawancara dengan pengambilan data menggunakan teknik jelajah dan observasi. Hasil penelitian ditemukan 53 jenis dari 29 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bagian dari tanaman obat yang dimanfaatkan yaitu akar, umbi,  rimpang, ranting, batang, daun, bunga, biji dan buah dengan dengan cara pengolahan yang bervariasi seperti :dijemur, ditumbuk, diremas, diparut, diseduh, direbus, dipanggang, digoreng, dikunyah, diteteskan, digosokan, diperas, dioleskan, dimakan dan diminum langsung.Sebaiknya dilakukan penelitian yang lebih  lanjut mengenai potensi, habitus, dan kandungan zat kimia pada tanaman  yang bisa mengobati suatu jenis penyakit. Kata Kunci : Pemanfaatan, Tanaman Obat, Obat Tradisional