Claim Missing Document
Check
Articles

Pensiun dan Aktivitas Sehari-Hari Lansia: Narrative Review: Retirement and Daily Activities of Older Adults: A Narrative Review Fitri Firranda Nurmalisyah; I Ketut Andika Priastana; Desy Siswi Anjar Sari
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1534

Abstract

Pendahuluan: Pensiun merupakan fase transisi penting dalam kehidupan yang membawa perubahan signifikan pada aspek sosial, psikologis, dan fisik individu. Masa ini dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan pribadi, namun juga berisiko menimbulkan isolasi sosial dan penurunan kesejahteraan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk aktivitas yang umum dilakukan oleh lansia setelah pensiun, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka, serta mengevaluasi kesenjangan pengetahuan dalam penelitian sebelumnya. Metode: Kajian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan pencarian artikel dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Scopus selama periode 2015–2024. Artikel yang dianalisis adalah publikasi berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas aktivitas pasca-pensiun pada lansia, dengan eksklusi pada artikel jenis review dan studi klinis yang tidak relevan. Hasil: Tiga kategori aktivitas utama lansia pasca-pensiun yang teridentifikasi meliputi keterlibatan sosial (formal dan informal), aktivitas rekreasi (mental, fisik, sosial), dan aktivitas produktif (pekerjaan berbayar dan sukarela). Kegiatan tersebut terbukti memberikan manfaat terhadap kesehatan kognitif, kesejahteraan psikologis, serta kualitas hidup lansia. Kesimpulan: Masa pensiun bukan sekadar akhir dari pekerjaan formal, melainkan awal dari fase kehidupan yang berpotensi bermakna dan aktif. Dukungan terhadap keterlibatan lansia dalam berbagai aktivitas pasca-pensiun menjadi kunci dalam mewujudkan penuaan yang sehat dan produktif. Kajian ini juga menekankan perlunya penelitian yang lebih kontekstual dan inklusif, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Pendampingan Lansia Tangguh pada Komunitas Perkotaan I Ketut Andika Priastana; I Made Suwitra Wirya; I Gusti Agung Bagus Widiantara
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1121

Abstract

Pendahuluan: Secara umum, kesejahteraan memengaruhi kualitas hidup lansia. Lansia dengan tingkat kesejahteraan lebih baik cenderung memiliki pendidikan, tempat tinggal, dan akses ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, dalam upaya membangun lansia tangguh perlu dilakukan upaya pendampingan. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang digunakan program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi dalam pendampingan ini mencakup informasi tentang lansia tangguh, tantangan kesehatan lansia, upaya menyiapkan kesehatan lansia, dan peran keluarga dalam menyiapkan lansia sehat. Hasil: Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia tentang kesehatan mereka. Program ini melibatkan 32 peserta lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi, yaitu individu lansia yang aktif dalam kegiatan posyandu lansia, memiliki kemampuan berkomunikasi dengan lancar, tidak mengalami gangguan pendengaran atau penglihatan yang signifikan, serta bersedia berpartisipasi dalam kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, yang menjadi lokasi sentral bagi peserta untuk berkumpul. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang kesehatan dan peran keluarga dalam mendukung lansia sehat. Program ini berhasil memberikan informasi penting mengenai tantangan kesehatan lansia, cara menjaga kesehatan fisik dan mental, serta peran keluarga dalam mendukung gaya hidup sehat. 
Pengaruh Pemberian Kompres Dingin Daun Mint Terhadap Nyeri Kaki Bawah Pada Pedagang Kaki Lima Di Pasar Ijo Gading Rizka Wulan Aliandini; I Ketut Andika Priastana; Eka Lutfiatus Solehah
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1469

Abstract

Latar Belakang: Nyeri kaki bawah merupakan salah satu keluhan nyeri muskuloskeletal yang sering dialami oleh pedagang kaki lima akibat aktivitas berdiridalam waktu lama dan kondisi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan, produktivitas, serta kualitas hidup. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah kopres dingin daun mint yang memiliki efek analgesik dan relaksasi. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh pemberian kompres dingin daun mint terhadap nyeri kaki bawah pada pedagang kaki lima di pasar ijo gading. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre-ekperimental dengan pendekatan one grup pretest-posttest. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 57 responden. Variabel independen adalah kompres dingin daun minta dan variabel dependen adalah nyeri kaki bawah. Pengumpulan data menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan <0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 2,00 dan setelah intervensi menurun menjadi 1,00. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value <0,001, yang menunjukan adanya pengaruh signifikan kompres dingin daun mint terhadap penurunan nyeri kaki bawah pada pedagang kaki lima. Kesimpulan: Kompres dingin daun mint memberikan efek dingin melalui kandungan menthol yang dapat menurunkan persepsi nyeri, mengurangi ketegangan otot, serta meningkatkan sirkulasi darah. Terapi ini mudah dilakukan, aman, dan dapat dijadikan alternatif dalam manajemen nyeri nonfarmakologis.
Pengaruh Kompres Rebusan Daun Kelor Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Batu Bata Merah Septi Selvyana; I Ketut Andika Priastana; Ni Putu Indah Rosita
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1470

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik berat, seperti pekerja batu bata merah. Posisi kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang, serta beban kerja yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri punggung bawah yang berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah kompres hangat rebusan daun kelor yang memiliki efek antiinflamasi dan relaksasi otot. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat rebusan daun kelor terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada pekerja batu bata merah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja batu bata merah di Desa Tegal Badeng Barat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan 1 kali selama 5 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikan < 0,05. Hasil : hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri punggung bawah setelah pemberian kompres hangat rebusan daun kelor. Hasil analisis statistik menunjukkan terhadap pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri ( p < 0,05). Kesimpulan : Kompres rebusan daun kelor efektif dalam menurunkan intensitas nyeri punggung bawah pada pekerja batu bata merah sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan ekonomis dalam manajemen nyeri.
PENGARUH KOMPRES HANGAT PIPER CROCATUM TERHADAP NYERI KAKI PEDAGANG PASAR DI KELURAHAN GILIMANUK vega syaifiyatil kamila; I Ketut Andika Priastana; Ketut Anom Sri Kesumawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1474

Abstract

Latar Belakang: Pedagang pasar melakukan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti berdiri dalam waktu lama, berjalan, serta mengangkat dan memindahkan barang dagangan. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan nyeri kaki yang berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah kompres hangat Piper crocatum. Tujuan: Mengetahui pengaruh kompres hangat Piper crocatum terhadap nyeri kaki pedagang pasar di Kelurahan Gilimanuk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 57 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat Piper crocatum. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (87,7%) dan nyeri berat (12,3%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (94,7%) dan nyeri sedang (5,3%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank test menunjukan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat pengaruh kompres hangat Piper crocatum terhadap penurunan nyeri kaki pedagang pasar. Implikasi: Kompres hangat Piper crocatum dapat dijadikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologi untuk membantu menurunkan nyeri kaki pada pedagang pasar.     
Prediktor Prediktor Miskonsepsi Penyakit Degeneratif Pada Lansia di Desa Yeh Kuning Jembrana : Hasil Analisa Univariat Karakteristik Responden , Hasil Analisa Bivariat Tingkat Kesalahpahaman Mengenai Penyakit Degeneratif I Putu Gede Raditya Mahendra; I Ketut Andika Priastana; Eka Lutfiatus Solehah
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1488

Abstract

Background: Degenerative diseases are among the common health problems experienced by the elderly. Misconceptions about these diseases may affect their understanding and health-related behaviors. Aim: To analyze the factors associated with misconceptions about degenerative diseases among the elderly in Yeh Kuning Village, Jembrana, including age, education, occupation, economic status, disease experience, health information sources, and family support. Method: This study used a quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach involving 66 elderly respondents. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test. Results: Among the 66 elderly respondents, 55 (83.3%) had a high level of misconceptions, while 11 (16.7%) had a low level. The analysis showed significant associations between all factors studied and misconceptions about degenerative diseases (p<0.001). Conclusion: There were significant associations between the factors studied and misconceptions about degenerative diseases among the elderly.
Pendidikan Kesehatan tentang Demensia pada Lansia di Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana I Ketut Andika Priastana; Dwi Prima Hanis Kusumaningtiyas; Ni Luh Ketut Dewi Aryasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.110

Abstract

Demensia merupakan penyakit umum yang terjadi pada lansia yang mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi kognitif lansia. Salah satu upaya yang dapat mengurangi dampak negatif dari demensia adalah dengan meningkatkan pengetahuan lansia tentang upaya-upaya ang dapat dilakukan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terhadap penyakit demensia di Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan, dengan peserta adalah lansia sebanyak 86 orang. Setelah diberikan kegiatan pendidikan kesehatan, pengetahuan lansia tentang perawatan demensia meningkat sebesar 75%. Kegiatan Pendidikan kesehatan tentang demensia efektif untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang perawatan demensia
Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat: Pendidikan Kesehatan tentang Peran Keluarga terhadap Perawatan Lansia dengan Berduka Kronis Akibat Kehilangan Pasangan I Ketut Andika Priastana; I Made Rio Dwijayanto; Ni Luh Ketut Dewi Aryasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.111

Abstract

Berduka kronis pada lansia menjadi masalah yang sering terabaikan dan bahkan megakibatkan penurunan kualitas hidup lansia. Salah satu upaya yang dapat meningkatkan adaptasi lansia adalah dengan dukungan keluarga. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran keluarga terhadap perawatan lansia dengan berduka kronis akibat kehilangan pasangan di Banjar Dauh Marga, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan dan pendampingan perawatan, dengan peserta adalah warga Banjar Dauh Marga sebanyak 21 keluarga dengan perwakilan keluarga sebanyak 2 orang. Setelah diberikan kegiatan pendidikan kesehatan, pengetahuan keluarga tentang perawatan berduka kronis lansia meningkat sebesar 80%, keluarga yang bersedia melakukan perawatan berduka kronis pada lansia adalah 100%, dan keluarga dapat melakukan perawatan berduka kronis pada lansia dalam dalam kriteria baik. Kegiatan pemberdayaan peran keluarga efektif untuk meningkatkan adaptasi lansia dalam masa berduka kronis
THE CORRELATION BETWEEN SPIRITUAL WELL-BEING AND DEPRESSION LEVEL IN ELDERLY I Ketut Andika Priastana; I Gusti Ayu Ratih Agustini; Alfiery Leda Kio
NurseLine Journal Vol. 1 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v1i2.60081

Abstract

Depression is common psychiatric illness that affects the elderly. One of interventions might be done to reduce the level of depression in elderly is spiritual well-being, which is all about one's inner life and its relationship with God (religious) and the environment including the happiness of life and satisfaction (existential). The aim of this study was to determine the correlation between spiritual well-being and the level of depression on the elderly in Banjar Ketogan, Bali Province. This was a quantitative correlational study with cross-sectional design. The samples of this study were taken by using total sampling with a total of 82 respondents. The data were analyzed by using Spearman Rho test. Spearman Rho test results showed a correlation coefficient (rs) = - 0.885 with p = 0.000 or p < 0.05 and hypothesis testing showed that Z > Z alfa/2 0 = 7.965 and Z alfa/2 which means Ha was accepted. The results indicated that there was a significant correlation between spiritual well-being and level of depression on the elderly in Banjar Ketogan, Bali Province. Elderly who have depression can build up their spiritual wellbeing to lower level of depression. Nurses can use religious approaches in nursing care to enhance spiritual well-being and reduce level of depression in elderly. = 1.96 or Z 0
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LILIN BERGAMOT TERHADAP PERUBAHAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS DI KELURAHAN TEGALCANGKRING Ni Made Padmayanti Agustini; I Ketut Andika Priastana; Komang Srititin Agustina
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i1.13278

Abstract

Elderly individuals with Rheumatoid Arthritis often experience sleep disturbances due to chronic pain. Bergamot candle aromatherapy is a non-pharmacological therapy that provides relaxation effects, reduces anxiety, and improves sleep comfort. This study aimed to determine the effect of aromatherapy on sleep quality in the elderly using a pre-experimental one group pre-test and post-test design with 50 respondents selected through quota sampling. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index before and after a 6-day intervention. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant improvement in sleep quality. Therefore, bergamot candle aromatherapy is effective in improving sleep quality among the elderly.