Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pensiun dan Aktivitas Sehari-Hari Lansia: Narrative Review: Retirement and Daily Activities of Older Adults: A Narrative Review Nurmalisyah, Fitri Firranda; Priastana, I Ketut Andika; Anjar Sari, Desy Siswi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1534

Abstract

Pendahuluan: Pensiun merupakan fase transisi penting dalam kehidupan yang membawa perubahan signifikan pada aspek sosial, psikologis, dan fisik individu. Masa ini dapat menjadi peluang untuk pertumbuhan pribadi, namun juga berisiko menimbulkan isolasi sosial dan penurunan kesejahteraan jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan: Tinjauan naratif ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk aktivitas yang umum dilakukan oleh lansia setelah pensiun, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka, serta mengevaluasi kesenjangan pengetahuan dalam penelitian sebelumnya. Metode: Kajian ini menggunakan pendekatan narrative review dengan pencarian artikel dari basis data PubMed, ScienceDirect, dan Scopus selama periode 2015–2024. Artikel yang dianalisis adalah publikasi berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas aktivitas pasca-pensiun pada lansia, dengan eksklusi pada artikel jenis review dan studi klinis yang tidak relevan. Hasil: Tiga kategori aktivitas utama lansia pasca-pensiun yang teridentifikasi meliputi keterlibatan sosial (formal dan informal), aktivitas rekreasi (mental, fisik, sosial), dan aktivitas produktif (pekerjaan berbayar dan sukarela). Kegiatan tersebut terbukti memberikan manfaat terhadap kesehatan kognitif, kesejahteraan psikologis, serta kualitas hidup lansia. Kesimpulan: Masa pensiun bukan sekadar akhir dari pekerjaan formal, melainkan awal dari fase kehidupan yang berpotensi bermakna dan aktif. Dukungan terhadap keterlibatan lansia dalam berbagai aktivitas pasca-pensiun menjadi kunci dalam mewujudkan penuaan yang sehat dan produktif. Kajian ini juga menekankan perlunya penelitian yang lebih kontekstual dan inklusif, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Pendampingan Lansia Tangguh pada Komunitas Perkotaan Priastana, I Ketut Andika; Wirya, I Made Suwitra; Widiantara, I Gusti Agung Bagus
Bhakti Patrika Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2025.1121

Abstract

Pendahuluan: Secara umum, kesejahteraan memengaruhi kualitas hidup lansia. Lansia dengan tingkat kesejahteraan lebih baik cenderung memiliki pendidikan, tempat tinggal, dan akses ekonomi yang lebih baik. Oleh karena itu, dalam upaya membangun lansia tangguh perlu dilakukan upaya pendampingan. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang digunakan program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi dalam pendampingan ini mencakup informasi tentang lansia tangguh, tantangan kesehatan lansia, upaya menyiapkan kesehatan lansia, dan peran keluarga dalam menyiapkan lansia sehat. Hasil: Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran lansia tentang kesehatan mereka. Program ini melibatkan 32 peserta lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi, yaitu individu lansia yang aktif dalam kegiatan posyandu lansia, memiliki kemampuan berkomunikasi dengan lancar, tidak mengalami gangguan pendengaran atau penglihatan yang signifikan, serta bersedia berpartisipasi dalam kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, yang menjadi lokasi sentral bagi peserta untuk berkumpul. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang kesehatan dan peran keluarga dalam mendukung lansia sehat. Program ini berhasil memberikan informasi penting mengenai tantangan kesehatan lansia, cara menjaga kesehatan fisik dan mental, serta peran keluarga dalam mendukung gaya hidup sehat. 
Warm Quartz Sand Neck Pillow Therapy for Neck Muscle Pain in Pottery Porter Workers I Gusti Agung Ayu Ulan Anggreyani; I Ketut Andika Priastana; Yohanes Zenriano Tarigan
Discover Health and Medicine Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/dhm.2026.21160

Abstract

Introduction: Neck muscle pain is commonly associated with musculoskeletal disorders (MSDs) and represents one of the most frequent complaints among manual labor workers. This condition is largely influenced by occupational factors, particularly repetitive activities, heavy physical workload, and non-ergonomic working postures. Non-pharmacological interventions are increasingly recommended as alternative and preventive strategies for managing work-related musculoskeletal pain. This study aimed to determine the effect of warm quartz sand neck pillow therapy on neck muscle pain among pottery porter workers at CV Puspa Jembrana. Methods: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of 90 active workers at CV Puspa Jembrana. A total of 81 participants were selected using quota sampling. Neck pain intensity was measured before and after the intervention, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The findings demonstrated a statistically significant difference in neck muscle pain intensity before and after the intervention (p = 0.001), indicating a reduction in pain following the application of warm quartz sand neck pillow therapy. Conclusion: Warm quartz sand neck pillow therapy has a significant effect in reducing neck muscle pain among pottery porter workers. This intervention may serve as an effective non-pharmacological nursing strategy for managing work-related neck pain in manual labor populations.