Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Good Corporate Governance sebagai Upaya Meningkatkan Keberlanjutan Perusahaan di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Istiaza Azra; Gladis Jelita; Alfa Khair; Ahmad Wahyudi Zein
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran Good Corporate Governance (GCG) dalam memastikan keberlanjutan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Latar belakang penelitian ini berasal dari tuntutan yang meningkat untuk transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan di tengah kompleksitas operasional perusahaan besar di industri pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara penerapan prinsip GCG dalam mendukung keberlanjutan perusahaan secara formal dan pelaksanaannya secara praktis. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan GCG di PT Indofood dan sejauh mana implementasi ini mendukung keberlanjutan bisnis. Penelitian baru ini berfokus pada analisis GCG secara menyeluruh dalam konteks keberlanjutan perusahaan FMCG berskala besar yang masih relatif terbatas. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui penelitian literatur ilmiah, laporan keberlanjutan, dan laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indofood telah menerapkan GCG secara struktural dan mendukung legitimasi dan keberlanjutan jangka panjang, meskipun implementasi substansial masih terhambat. Temuan ini menunjukkan bahwa memperkuat integrasi GCG dan strategi keberlanjutan akan sangat penting untuk menciptakan nilai jangka panjang perusahaan.
Analisis Konseptual Pengangguran, dan Inflasi dalam Teori Ekonomi Makro Muthia Zahra Damanik; Yazid Al Hafiz Lubis; Ahmad Wahyudi Zein
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua indikator makroekonomi penting dari kinerja dan stabilitas ekonomi suatu negara adalah inflasi dan kemiskinan. Kurva Phillips, yang menunjukkan trade-off jangka pendek antara pengangguran dan inflasi, secara teoritis menjelaskan hubungan antara kedua variabel ini. Namun, hubungan ini tidak selalu mengikuti teori konvensional dalam praktiknya, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan teori makroekonomi lebih khusus lagi, Kurva Phillips dan gagasan trade-off inflasi pengangguran studi ini berupaya untuk secara konseptual mengeksplorasi hubungan antara inflasi dan pengangguran di Indonesia. Berbagai buku, jurnal ilmiah, dan penelitian sebelumnya yang relevan ditinjau sebagai bagian dari metodologi penelitian pustaka. Temuan studi menunjukkan bahwa hubungan antara kemiskinan dan inflasi di Indonesia bersifat dinamis dan kompleks, dipengaruhi oleh guncangan eksogen seperti wabah Covid-19, inisiatif pemerintah, faktor struktural, dan kondisi ekonomi dunia. Hasil ini menunjukkan bahwa trade-off inflasi-pengangguran di Indonesia bersifat sementara dan membutuhkan strategi ekonomi jangka panjang yang komprehensif.
Implementasi Prinsip Good Corporate Governance dalam Pengelolaan Program Zakat di Baznas Kota Medan Ahmad Wahyudi Zein; Arofiani Mutmainah; Habibah Ramadhani; Mulia Syahputri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good Corporate Governance (GCG) merupakan prinsip fundamental dalam pengelolaan lembaga publik dan keuangan syariah guna mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat (OECD, 2015). BAZNAS Kota Medan sebagai lembaga resmi pengelola zakat memiliki tanggung jawab strategis dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah dan profesional sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik (Ascarya, 2016). Implementasi prinsip GCG di BAZNAS Kota Medan tercermin dalam pelaksanaan lima program utama, yaitu Medan Peduli, Medan Sehat, Medan Cerdas, Medan Makmur, dan Medan Taqwa. Program Medan Peduli menunjukkan penerapan prinsip responsibility dan fairness melalui penyaluran bantuan sosial dan kemanusiaan yang berorientasi pada keadilan dan kepentingan mustahik (Mardiasmo, 2018). Program Medan Sehat merefleksikan prinsip accountability dengan adanya pertanggungjawaban penggunaan dana kesehatan kepada muzakki dan masyarakat secara terbuka (Halim, 2014). Prinsip transparency tampak dalam program Medan Cerdas melalui mekanisme seleksi penerima manfaat yang objektif, terbuka, dan berbasis data guna meningkatkan kepercayaan publik (Kurnia & Hidayat, 2020). Selanjutnya, program Medan Makmur mencerminkan prinsip independency dan sustainability melalui pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis kemandirian usaha dan pengurangan ketergantungan terhadap bantuan zakat (Beik & Arsyianti, 2016). Sementara itu, program Medan Taqwa memperkuat aspek integritas dan etika sebagai fondasi moral dalam tata kelola zakat yang selaras dengan nilai-nilai Islam (Qardhawi, 2011). Secara keseluruhan, penerapan prinsip Good Corporate Governance dalam pengelolaan program zakat di BAZNAS Kota Medan menunjukkan upaya sistematis dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, memperkuat akuntabilitas lembaga, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Analisis Perkembangan Pasar Modal Indonesia pada Era Digital Ika Wahyu Indriani Ningsih; Nazwa Akhiela Salsabila Batubara; Ahmad Wahyudi Zein
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.11286

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly transformed the capital market industry in Indonesia. Digitalization has enabled easier access to investment services through online trading platforms, mobile applications, and real-time information systems. As one of the non-bank financial institutions, the capital market plays a crucial role in facilitating the flow of funds from investors to companies in need of capital. This article aims to analyze the development of the Indonesian capital market in the digital era, including the opportunities, benefits, and challenges arising from technological innovation. The study employs a descriptive qualitative approach based on literature review from academic journals, official reports, and relevant regulations. The findings indicate that digital transformation has increased investor participation, particularly among younger generations, improved transaction efficiency, and enhanced market transparency. However, challenges such as cybersecurity risks, low financial literacy, and the spread of misleading information remain significant concerns. Therefore, collaboration among regulators, market institutions, and investors is essential to ensure sustainable growth and maintain public confidence in the capital market. The digital era presents substantial opportunities for the Indonesian capital market to become more inclusive, efficient, and competitive in supporting national economic development.
PERKEMBANGAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA DAN TANTANGANNYA DI ERA DIGITAL Witri Febriani Panggabean; T. Rahmah Rindiyani; Ahmad Wahyudi Zein
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 6 (2026): JUNI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i6.11344

Abstract

The development of Islamic financial institutions in Indonesia has shown significant growth in recent years. This growth is marked by the increasing number of Islamic financial institutions, the variety of products and services offered, and the growing public interest in financial systems based on Islamic principles. On the other hand, the advancement of digital technology has brought major changes to the financial sector, including Islamic financial institutions. This study aims to analyze the development of Islamic financial institutions in Indonesia and identify the various challenges they face in the digital era. The method used in this study is a literature review by examining various relevant journals, books, and scientific sources. The results indicate that digitalization provides opportunities for Islamic financial institutions to improve service quality, expand market reach, and enhance operational efficiency. However, several challenges remain, including the low level of public literacy regarding Islamic finance, competition with conventional financial institutions, data security and digital transaction risks, and the need for competent human resources in both technology and Islamic finance.