Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyuluhan Keluarga Terpadu Guna Mewujudkan Keluarga Harmonis Di Desa Banjarejo Pekalongan Safinatunaja , Dhifa; Ardansyah , Dawam; Nisa , Nabila Luthfiyatun; Riyadi, Ridho; Prayogi, Arditya; Nasrullah, Riki; Pujiono, Imam Prayogo; Shilla, Rhischa Assabet
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1 Nomor 2, Desember 2024
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/3tr12008

Abstract

Keluarga sebagai unit sosial terkecil menghadapi tantangan modern seperti kurangnya komunikasi, tekanan ekonomi, dan pengaruh teknologi, yang mengganggu keharmonisan, termasuk di Desa Banjarejo, Pekalongan. Penyuluhan keluarga terpadu berbasis nilai Islam ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam membangun keluarga harmonis yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta memperkuat ketahanan keluarga. Kegiatan ini menggunakan pendekatan service learning dengan tiga tahap berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan didukung metode dialog tematik. Hasilnya, penyuluhan menguatkan pemahaman warga tentang komunikasi efektif dan nilai-nilai Islam, memperkuat ikatan keluarga, dan mendukung pembentukan keluarga yang harmonis. Meskipun terkendala keterbatasan sumber daya, program ini diterima baik oleh masyarakat. Implikasinya, penyuluhan ini dapat menjadi model untuk wilayah lain, mendukung pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia dan stabil secara sosial, dengan potensi replikasi melalui penyesuaian kebutuhan lokal. Kegiatan ini menegaskan peran keluarga sebagai fondasi moral dan ketahanan sosial dalam perspektif Islam.
Management of the Research Madrasah Program in Developing Student Achievement at MAN Pekalongan Hanif, Ma’mun; Riyadi, Ridho; Ta’rifin, Ahmad; Safitri, Hani Hasnah; Albab, Ulul
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 1 (2025): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/002025161917700

Abstract

This article is presented from the research results which reveals the achievements of the Research Madrasah Program in developing student achievement at Pekalongan State Madrasah Aliyah (MAN Pekalongan) in terms of input, process, output, and outcome/alumni aspects. By using qualitative research methods and types of field research, as well as data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation, the results of this research show that; 1) The Research Madrasa Program at MAN Pekalongan in its implementation has referred to the guidelines for managing research learning in madrasas established by the Director General of Education, Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in 2019. 2) The research madrasa program at MAN Pekalongan can be seen from the student recruitment strategy (input). Second, the process of organizing research madrasas (process). Third, the number of students' academic and non-academic achievements (output). Fourth, the distribution of MAN Pekalongan alumni in various PTNs (outcome). MAN Pekalongan as a madrasah conducting research is supported by a conducive learning environment, adequate facilities, high integrity of educators/guides, and transparent and democratic governance so that the learning process runs effectively and results in high student achievement.
Kerusakan Ekosistem Laut di Perbatasan Internasional : Tantangan Politik Luar Negeri Alfi Husni; Suherry Suherry; Safrika Nur Fadilla; Ridho Aufa Riyadi; Ferdy Dwirizki
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.6234

Abstract

Marine ecosystem degradation in international border regions has evolved into a multidimensional issue that encompasses ecological, geopolitical, and diplomatic aspects. This study aims to examine how marine environmental degradation affects the foreign policy of maritime countries, particularly Indonesia, and to explore the potential of ecological diplomacy as a strategic approach. Employing a qualitative method through literature review, this research reveals that ecosystem damage in strategic areas such as the North Natuna Sea and the South China Sea not only threatens environmental sustainability but also weakens Indonesia's diplomatic standing due to fragmented maritime governance and weak environmental diplomacy. By integrating ecological considerations into foreign policy, ecological diplomacy can serve as a vital instrument for establishing inclusive and sustainable ocean governance. The study recommends strengthening inter-agency maritime coordination, modernizing marine surveillance, and expanding international cooperation based on shared ecological interests.
From Top-Down to Bottom-Up: How Participative Supervision Models Enhance Teacher Performance Hanif, Mamun; Riyadi, Ridho; Fatwa, Alyan
JURNAL AL-TANZIM Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v9i2.10817

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the top-down supervision model in Madrasah Tsanawiyah and explore how shifting towards a participatory supervision model can enhance teacher performance. This study is based on the argument that the supervision paradigm needs to be changed to be more sensitive to the needs and aspirations of teachers, considering that teachers in Madrasah Tsanawiyah have great potential but are often hindered by a lack of participation in decision-making. This study employs a qualitative approach with a case study design, collecting data through in- interviews, observation, and documentation. The research findings indicate that a collaborative approach involving active involvement between the principal and teachers in planning and evaluating learning, as well as classroom supervision that ensures the effectiveness of the learning process, instructional supervision that focuses on improving the quality of teaching, constructive feedback that builds, and continuous evaluation to ensure teacher professional development. This study suggests that the shift from a top-down supervision model to a participatory supervision model can enhance teacher performance in Madrasah Tsanawiyah. This collaborative approach is expected to strengthen the role of teachers in decision-making, improve the quality of learning, and support the continuous development of teacher professionalism. 
Upaya Guru Pai Dalam Menanamkan Kesadaran Salat Zuhur Berjemaah Di Sekolah Oktaviani, Linda; Prayogi, Arditya; Prayogo Pujiono, Imam; Riyadi, Ridho; Nasrullah, Riki
Jurnal Man-anaa Vol. 1 No. 1 (2024): Man-Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v1i1.217

Abstract

Artikel ini ditulis dengan dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kesadaran dari sebagian peserta didik dalam melaksanakan salat berjemaah. Pelaksanaan program salat berjemaah di sekolah merupakan salah satu usaha untuk melatih pengamalan dan pembinaan salat peserta didik. Dengan demikian, dalam pelaksanaannya, peran guru PAI menjadi penting agar dapat menumbuhkan kesadaran terhadap peserta didik. Penguatan yang baik akan berorientasi pada proses pendidikan dengan diterapkannya pembiasaan padapesertadidik. Pembiasaan yang diterapkan di SMP Muhammadiyah Kesesi Kabupaten Pekalongan melalui pembiasaan salat zuhur berjemaah di sekolah. Artikel ini ditulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitiannya adalah studi lapangan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan didukung analisis data kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil telaah didapatkan gambaran bahwa terdapat beberapa upaya yang dilakukan guru PAI dalam menanamkan kesadaran salat di SMP Muhammadiyah Kesesi, diantaranya yaitu membuat aturan, suri tauladan (memberi contoh), memberi hukuman kepada peserta didik yang melanggar aturan dan memberi penghargaan kepada peserta didik yang mematuhi aturan. Upaya-upaya ini didukung dengan adanya faktor pendukung seperti adanya aturan, suri tauladan, hukuman dan penghargaan. Sedangkan, di sisi lain terdapat pula faktor penghambat seperti keterbatasan ruang lingkup aturan, keterbatasan waktu guru serta adanya peserta didik yang menyepelekkan hukuman dan penghargaan.
ISLAM DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN: SUATU TELAAH M. Arsyad Alkadafi; M. Akmal Fatkhan Rifqi; Tiara Ananda Maulidia; Arditya Prayogi; Ridho Riyadi; Imam Prayogo Pujiono; Riki Nasrullah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas kontribusi Islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan dengan menelusuri pandangan Islam tentang ilmu serta peran para ilmuwan Muslim dalam membentuk fondasi berbagai disiplin ilmu. Rumusan masalah yang diangkat meliputi: (1) Bagaimana pandangan Islam tentang ilmu pengetahuan? Islam menganggap ilmu sebagai elemen esensial dalam kehidupan, menghubungkan pencarian ilmu dengan ibadah dan peningkatan spiritual. (2) Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan? Dalam sejarah, ilmu pengetahuan berkembang pesat di dunia Islam, terutama pada masa Keemasan Islam, di mana berbagai ilmu seperti matematika, kedokteran, astronomi, dan filsafat mengalami kemajuan signifikan. (3) Bagaimana kontribusi Islam dan ilmuwan Islam dalam ilmu pengetahuan? Ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibn Sina, dan Al-Razi memberikan kontribusi besar yang menjadi dasar bagi kemajuan ilmu pengetahuan modern. Artikel ini menyimpulkan bahwa peradaban Islam memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu yang masih relevan hingga saat ini.
Pentingnya Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh bagi Siswa Sekolah: Suatu Kajian Teoritis dan Praktis Arditya Prayogi; Riki Nasrullah; Novianto Ade Wahyudi; M. Adin Setyawan; Ridho Riyadi; Mohammad Syaifuddin
Quantum Edukatif: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): Quantum Edukatif
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan terbuka dan jarak jauh telah menjadi solusi strategis dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi siswa sekolah dasar dan menengah, terutama bagi mereka yang menghadapi hambatan geografis, sosial, ekonomi, atau memiliki kebutuhan khusus. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoritis dan praktis peran pendidikan terbuka dan jarak jauh dalam mendukung pendidikan inklusif. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif berbasis metode studi pustaka dengan menganalisis isi dari sumber-sumber tertulis. Dari hasil kajian didapatkan gambaran bahwa secara teoritis, pendidikan terbuka dan jarak jauh didasarkan pada prinsip fleksibilitas, aksesibilitas, dan personalisasi pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Secara praktis, implementasi pendidikan jarak jauh telah menunjukkan efektivitasnya dalam berbagai konteks, seperti penggunaan teknologi pembelajaran daring, modul cetak, serta media berbasis televisi dan radio. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, dan literasi digital masih menjadi hambatan dalam penerapannya. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif, seperti penguatan kebijakan pendidikan, pelatihan guru, serta peningkatan akses teknologi bagi seluruh siswa. Dengan pendekatan berbasis kajian teoritis dan praktis, pendidikan terbuka dan jarak jauh tidak hanya menjadi alternatif dalam kondisi tertentu, tetapi juga berperan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di tingkat dasar dan menengah yang lebih inklusif dan fleksibel.
Optimizing Islamic Education Learning Strategies in Cultivating Religious Culture Junior High School Students in the Independent Curriculum in Central Java Ridho Riyadi; Ajrin Pradeni; Safarudin Yahya
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 9 No. 1 (2026): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v9i1.5106

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum requires Islamic Religious Education (PAI) learning to focus not only on cognitive aspects but also on strengthening the character and religious culture of students in the school environment. However, at the practical level, Islamic Religious Education (PAI) learning still faces challenges, especially in the imagination of adaptive learning strategies based on student needs (contextual). The purpose of this study is to analyze the optimization of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies in fostering religious culture in public junior high schools during the implementation of the Independent Curriculum in Central Java. The study used a qualitative paradigm with a case study design at Batang Public Junior High School. The data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research informants were the principal, Islamic Religious Education teachers, the curriculum vice-chair, the OSIS Spirituality Section, and students. Data analysis techniques used Miles Huberman and Saldana, which included data condensation, data display, and data verification. The results of the study indicate that optimization of Islamic Religious Education (PAI) learning in fostering students' religious culture is carried out through the implementation of differentiated learning in the classroom, the integration of religious project values to strengthen the Pancasila student profile (P5), and structured religious habits in the school environment. Supporting factors include teacher pedagogical competence and school policy support. Inhibiting factors include limited learning time and the complexity of curriculum administration. This study concludes that optimizing Islamic Religious Education (PAI) learning strategies plays a significant role in shaping students' religious culture in public junior high schools. Conceptually, this research strengthens the role of PAI as an instrument for shaping religious culture in public schools under the Merdeka curriculum. Practically, it provides recommendations for schools and teachers in developing contextual and sustainable PAI learning.
Penguatan Kesadaran Anti-Bullying melalui Edukasi Interaktif pada Siswa Sekolah Dasar Arum, Dewi Sekar; Putri, Pramesti Fadhila Pamuji; Azazi, Firly Maulana; Riyadi, Ridho; Pujiono, Imam Prayogo; Prayogi, Arditya; Nasrullah, Riki
Kolaborasi Masyarakat Volume 1 Issue 2
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/kolmas0102333

Abstract

Bullying is an aggressive act carried out intentionally and repeatedly, whether physical, verbal, or social, to hurt or demean others. This phenomenon remains prevalent in elementary school environments and has negative impacts on students’ emotional and social development. This community service activity aimed to increase students’ understanding and awareness of bullying, foster empathy, and build a culture of mutual respect within the school environment. The method used was interactive counseling consisting of five stages: problem identification, planning, preparation, implementation, and evaluation. The activity involved 22 fifth-grade students of SDN 02 Banjarejo Pekalongan, using a questionnaire instrument containing 10 questions in the form of a pre-test and a post-test to measure students’ comprehension levels. The results were analyzed descriptively and quantitatively based on the percentage change between pre-test and post-test scores. The findings showed that before the socialization, 70% (15 students) did not yet understand the concept of bullying, whereas after the activity, 90% (20 students) were able to recognize its forms and impacts as well as understand preventive measures. In addition to increasing knowledge, the program also created a safe dialogue space for students to share experiences and learn assertive behavior. Therefore, this interactive educational activity proved effective in improving understanding, empathy, and mutual respect among students, serving as an initial step toward creating an inclusive and bullying-free elementary school environment.