Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Intelek Insan Cendikia

UJI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK PADA DAUN MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) Nanda Nopriani Sinaga; Oktricia Eltania Zebua; Puan Maharani Pertiwi Mendrofa; Seprianingsih Br Silaen; Eva Diansari Marbun; Monica Suryani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tradisional di Indonesia terus meningkat karena biaya pengobatan modern yang tinggi dan kepercayaan masyarakat pada khasiat alami tanaman. Salah satu tanaman yang populer adalah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan potensi antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi simplisia daun mahkota dewa sebagai upaya menjamin mutu keamanan dan konsistensi bahan baku obat tradisional melalui uji parameter spesifik dan nonspesifik. Penelitian ini mengevaluasi kualitas simplisia daun mahkota dewa sebagai tahap awal standarisasi. Uji meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air dan etanol, pengamatan makroskopis dan mikroskopis, serta skrining fitokimia. Hasil menunjukkan kadar air 8,22%, kadar penyusutan 9,82%, yang memenuhi syarat.  kadar sari larut etanol 4,8%, kadar abu total 6,34%, kadar abu tidak larut asam 5%, dan kadar sari larut air 21,4%. Secara makroskopis, daun berbentuk bangun bulat telur dengan ujung meruncing, hijau tua pada daun dewasa, hijau muda pada kuncup. Mikroskopis menunjukkan adanya serat sklerenkim, sel batu, berkas pembuluh spiral, sel minyak, stomata, serabut pembuluh, dan trikoma. Skrining fitokimia mengungkap kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Kesimpulannya, simplisia daun mahkota dewa memenuhi sebagian besar standar mutu dan mengandung metabolit sekunder aktif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal tradisional.
KOMPONEN FITOKIMIA DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGISNYA Eva Dian Sari Marbun; Monica Suryani; Ilhawa Zahra; Rika Amelia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L) merupakan salah satu tanaman yang telah lama digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan tradisional secara turun-temurun. Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa daun jambu biji mengandung beberapa senyawa fitokimia yaitu, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, minyak atsiri, dan triterpenoid. Tujuan dari pembuatan jurnal ini untuk mengetahui komponen fitokimia daun jambu biji dan aktivitas farmakologis. Dalam jurnal ini menggunakan metode literature review, metode ini cara untuk kita menggali informasi lebih spesifik dalam peninjauan yang berhubangan dengan khasiat daun jambu biji yang mengakses beberapa jurnal dan artikel Nasional maupun Internasional.
KOMPONEN FITOKIMIA DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGISNYA Monica Suryani; Suharyanisa; Eva Dian Sari Marbun; Annisa Fadhilla; Syifa Yasfini; Irwan Edianto Purba
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava) merupakan tanaman obat dengan potensi farmakologis yang signifikan, terutama pada daunnya yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Studi ini menyoroti komposisi fitokimia dan aktivitas farmakologis daun jambu biji, dengan fokus pada sifat antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antidiabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavonoid, terutama kuersetin dan katekin, berkontribusi terhadap efek antioksidan dan antimikroba yang kuat, sementara tannin memiliki aktivitas penyembuhan luka dan antimikroba yang tinggi. Terpenoid dan minyak esensial memberikan tambahan sifat antimikroba dan insektisida, memperkuat potensinya dalam pengelolaan penyakit infeksi. Studi ini juga mengungkapkan potensi antidiabetes daun jambu biji, dengan penghambatan alfa-glukosidase yang signifikan dan peningkatan sensitivitas insulin yang moderat, mendukung perannya dalam kontrol glikemik. Uji efektivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji secara efektif menghambat Escherichia coli (MIC: 0,5 mg/mL), Staphylococcus aureus (MIC: 0,3 mg/mL), dan virus Influenza (MIC: 1,0 mg/mL). Temuan ini mendukung penggunaan tradisional daun jambu biji sebagai agen terapeutik alami untuk mengelola stres oksidatif, infeksi, dan gangguan metabolik. Penelitian klinis lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan formulasi yang sesuai untuk aplikasi farmasi.