Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Sediaan Body Scrub Menggunakan Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp) dan Serbuk Beras Putih (Oryza Sativa L.) sebagai Pelembap Kulit Monica Suryani; Julia Susanti; Dumartina Hutauruk
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): Desember: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i4.2364

Abstract

Providing education to the public by using bay leaves as a preparation will increase public awareness of the plants that grow in Indonesia, which are rich in health benefits, thereby increasing public enthusiasm. Bay leaves combined with white rice powder are often used as a moisturizer so they are made into a body scrub preparation that can increase moisture into the skin for better. The aim of this service is that the community is expected to provide education about bay leaves and white rice powder in Klambir V Village, Medan, Indonesia. This community service method was carried out using leaflets, modules, power points and presentations to the community. The result of this service was an increase in public knowledge of tamarind fruit as an antioxidant by 85%..
UJI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK PADA DAUN MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) Nanda Nopriani Sinaga; Oktricia Eltania Zebua; Puan Maharani Pertiwi Mendrofa; Seprianingsih Br Silaen; Eva Diansari Marbun; Monica Suryani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tradisional di Indonesia terus meningkat karena biaya pengobatan modern yang tinggi dan kepercayaan masyarakat pada khasiat alami tanaman. Salah satu tanaman yang populer adalah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan potensi antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi simplisia daun mahkota dewa sebagai upaya menjamin mutu keamanan dan konsistensi bahan baku obat tradisional melalui uji parameter spesifik dan nonspesifik. Penelitian ini mengevaluasi kualitas simplisia daun mahkota dewa sebagai tahap awal standarisasi. Uji meliputi kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air dan etanol, pengamatan makroskopis dan mikroskopis, serta skrining fitokimia. Hasil menunjukkan kadar air 8,22%, kadar penyusutan 9,82%, yang memenuhi syarat.  kadar sari larut etanol 4,8%, kadar abu total 6,34%, kadar abu tidak larut asam 5%, dan kadar sari larut air 21,4%. Secara makroskopis, daun berbentuk bangun bulat telur dengan ujung meruncing, hijau tua pada daun dewasa, hijau muda pada kuncup. Mikroskopis menunjukkan adanya serat sklerenkim, sel batu, berkas pembuluh spiral, sel minyak, stomata, serabut pembuluh, dan trikoma. Skrining fitokimia mengungkap kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/triterpenoid. Kesimpulannya, simplisia daun mahkota dewa memenuhi sebagian besar standar mutu dan mengandung metabolit sekunder aktif, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal tradisional.
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI KELUARGA WILAYAH DESA TANJUNG SARI, MEDAN SELAYANG SARI KOTA MEDAN Supartiningsih, Supartiningsih; Sulastri; Monica Suryani; Devina Candra
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6270

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masih kurangnya fasilitas untuk melaksanakan program tersebut. Namun ada faktor lain juga seperti masalah ekonomi, keterbelakangan sosial dan pendidikan yang menjadi masalah dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Permasalahan kesehatan di masyarakat seringkali muncul tanpa diketahui dan disadari penyebabnya. Hal ini terjadi karena masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Oleh karena itu edukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat khususnya pada Ibu Rumah Tangga dengan berpedoman pada indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, Medan Selayang Kota Medan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 dan diikuti oleh ibu rumah tangga sebagai peserta sejumlah 17 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemaparan materi menggunakan leaflet dan powerpoint untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di Desa Tanjung Sari. Hasil dari edukasi perilaku hidup bersih dan sehat ini dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sehingga menjadikan masyarakat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam menerapkan hidup bersih dan sehat serta masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Standarisasi Simplisia Bunga Tapak Dara  (Catharanthus roseus L.) Berdasarkan Parameter Spesifik dan Non-Spesifik Yulia Larasanti; Risando Sitanggang; Veronika Simamora; Ulva Rizkyna; Muhammad Romzi; Sorta Partomuan Situmeang; Eva Diansari Marbun; Monica Suryani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standarisasi merupakan proses penting yang melibatkan penetapan spesifikasi bahan berdasarkan parameter tertentu guna menjamin mutu dan keamanan produk obat alami secara konsisten. Bunga tapak dara (Catharanthus roseus L.), anggota famili Apocynaceae, umum dibudidayakan di pekarangan rumah dan dikenal luas karena memiliki beragam aktivitas farmakologis seperti antikanker, antioksidan, dan antimikroba. Berkat komposisi senyawa kimia yang kaya, tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam pengobatan. Tujuan penelitian ini ialah untuk melakukan standarisasi simplisia bunga tapak dara (Catharanthus roseus L.) berdasarkan parameter spesifik dan nonspesifik guna mendukung pemanfaatannya sebagai bahan baku obat herbal berkualitas tinggi. Proses simplisia dilakukan melalui sortasi, pengeringan buatan pada suhu 50 °C, dan penggilingan menjadi serbuk. Hasil uji menunjukkan bahwa simplisia memiliki karakteristik organoleptik khas, struktur mikroskopik dan makroskopik yang sesuai, serta mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid atau triterpenoid. Parameter nonspesifik seperti kadar air (3,7%), susut pengeringan (3,35%), sari larut air (30,2%), sari larut etanol (41,5%), abu total (3,73%), dan abu tidak larut asam (0,66%) semuanya memenuhi standar Materia Medika Indonesia. Dengan demikian, bunga tapak dara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku fitofarmaka dan obat herbal terstandar.
Formulasi Sediaan Sheet Mask Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) sebagai Pelembab Kulit Wajah Monica Suryani; Suharyanisa Suharyanisa; Ferdinand Paulus Ginting; Syarifah Roslianizar; Widya Fitri
Inovasi Kesehatan Global Vol. 1 No. 3 (2024): Agustus : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v1i3.689

Abstract

Centella asiatica leaves contain active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins, which are secondary metabolites. A sheet mask is a practical cosmetic facial treatment that does not require rinsing and is effective in moisturizing the skin. This study aims to determine the formulation of a sheet mask preparation. The ethanol extract of Centella asiatica leaves meets the physical quality evaluation criteria for the preparation. The experimental formulation method involves creating a sheet mask composed of various components including Centella asiatica leaf extract, glycerin, propylene glycol, xanthan gum, PEG-40 hydrogenated castor oil, nipagin, 96% ethanol, fragrance (Green tea), aquadest, sheet mask base, and foil bag. The research includes the characterization of the raw material, phytochemical screening of the extract, and formulation into sheet masks with concentrations of 2%, 4%, and 6%, followed by moisturizing testing using a skin analyzer. The evaluation of the preparation includes organoleptic tests, homogeneity, physical stability, viscosity, pH value, irritation testing, and hedonic testing. The characterization results show a water content of 3.46%, water-soluble extract content of 31.38%, ethanol-soluble extract content of 11.96%, total ash content of 8.41%, and acid-insoluble ash content of 1.09%. Phytochemical screening results show positive for alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The study indicates that the ethanol extract of Centella asiatica can be formulated into a homogeneous and stable sheet mask preparation. The pH of the preparation meets the requirement with a value of 4.5-6.5, which is relatively safe for facial skin. The preparation does not cause irritation, with viscosity testing meeting the requirement of 250-1150 cp. The moisturizing test shows that a 6% Centella asiatica extract concentration provides the best moisturizing effect, and the most preferred formulation is F3 with a preference percentage of 38.12%. The average moisture values are F0 (Blank) 25.64%, F1 (2%) 33.26%, F2 (4%) 39.18%, and F3 (6%) 38.12%. Overall, it can be concluded that Centella asiatica extract can be formulated into a sheet mask with effective moisturizing capability for the facial skin.
KOMPONEN FITOKIMIA DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGISNYA Eva Dian Sari Marbun; Monica Suryani; Ilhawa Zahra; Rika Amelia
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L) merupakan salah satu tanaman yang telah lama digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan tradisional secara turun-temurun. Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa daun jambu biji mengandung beberapa senyawa fitokimia yaitu, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, minyak atsiri, dan triterpenoid. Tujuan dari pembuatan jurnal ini untuk mengetahui komponen fitokimia daun jambu biji dan aktivitas farmakologis. Dalam jurnal ini menggunakan metode literature review, metode ini cara untuk kita menggali informasi lebih spesifik dalam peninjauan yang berhubangan dengan khasiat daun jambu biji yang mengakses beberapa jurnal dan artikel Nasional maupun Internasional.
KOMPONEN FITOKIMIA DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGISNYA Monica Suryani; Suharyanisa; Eva Dian Sari Marbun; Annisa Fadhilla; Syifa Yasfini; Irwan Edianto Purba
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava) merupakan tanaman obat dengan potensi farmakologis yang signifikan, terutama pada daunnya yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tannin, terpenoid, dan alkaloid. Studi ini menyoroti komposisi fitokimia dan aktivitas farmakologis daun jambu biji, dengan fokus pada sifat antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antidiabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavonoid, terutama kuersetin dan katekin, berkontribusi terhadap efek antioksidan dan antimikroba yang kuat, sementara tannin memiliki aktivitas penyembuhan luka dan antimikroba yang tinggi. Terpenoid dan minyak esensial memberikan tambahan sifat antimikroba dan insektisida, memperkuat potensinya dalam pengelolaan penyakit infeksi. Studi ini juga mengungkapkan potensi antidiabetes daun jambu biji, dengan penghambatan alfa-glukosidase yang signifikan dan peningkatan sensitivitas insulin yang moderat, mendukung perannya dalam kontrol glikemik. Uji efektivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji secara efektif menghambat Escherichia coli (MIC: 0,5 mg/mL), Staphylococcus aureus (MIC: 0,3 mg/mL), dan virus Influenza (MIC: 1,0 mg/mL). Temuan ini mendukung penggunaan tradisional daun jambu biji sebagai agen terapeutik alami untuk mengelola stres oksidatif, infeksi, dan gangguan metabolik. Penelitian klinis lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis optimal dan formulasi yang sesuai untuk aplikasi farmasi.
FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI SARI BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata) Grace Anastasia br Ginting; Monica Suryani; Tumpak Rudi Aman Manik
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Labu kuning mengandung karoten, pektin, garam mineral, fenol dan asam lemak tak jenuh yang merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk perawatan kulit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sari buah labu kuning (cucurbita moschata) menjadi sabun mandi padat. Untuk mengetahui kualitas sediaan sabun padat dengan memformulasikan sari buah labu kuning (cucurbita moschata) berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pembuatan sediaan sabun mandi padat dari sari buah labu kuning dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%. Evaluasi sediaan sabun mandi padat meliputi organoleptis (bentuk, bau, warna), pH sediaan (8-11), tinggi busa, uji iritasi dan uji hedonik, bahan alkali bebas dan asam lemak, dan uji kelembaban. Skrining fitokimia sari buah labu kuning meliputi pemeriksaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida dan terpenoid. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan sabun mandi padat dari sari buah labu kuning memenuhi persyaratan organoleptis dimana sediaan stabil (bentuk, warna, bau), pH 9,60- 9,91, tinggi busa berada pada 3,5- 4,5 cm. Hasil uji efektivitas sediaan sabun mandi padat dengan konsentrasi sari buah labu kuning 0%, 5%, 10%, 15% secara berturut-turut yaitu kelembaban meningkat 37,77%, 58,80%, 63,875%, 84,38%. Kesimpulan : Sari buah labu kuning (Cucurbita moschata) dapat di formulasikan ke dalam bentuk sediaan sabun mandi padat.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN DETERMINASI TOTAL FLAVONOID DAN TOTAL FENOL DARI EKSTRAK BATANG RAMBUSA (Passiflora foetida L.) Monica Suryani; Sondang Purba; Tumpak Rudi Aman Manik; Sarah Anisa
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxidative stress caused by free radicals can trigger various dangerous diseases, such as cancer, degenerative diseases, cardiovascular disease, and others. Substances that can counteract or prevent these free radicals are antioxidants which are said to have therapeutic value against these diseases. The plant that will be used in this study is Rambusa stem (Passiflora foetida L.) which is useful as a medicine to treat bones, anemia, cancer, lower blood pressure, kidney disorders, and relieve stress. The purpose of this study was to determine the secondary metabolites found in Rambusa stems, and determine the strength of the antioxidant activity of Rambusa stems in trapping free radicals (DPPH). The extraction method was carried out by maceration using 96% ethanol solvent, phytochemical screening included examination of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and steroids/triterpenoids. The method used to test the antioxidant activity of the ethanol extract of Rambusa stem is the DPPH free radical scavenging method, and the determination of total flavonoid and total phenol levels was carried out by experimental collection and sample processing using UV-Vis spectrophotometry. The results of phytochemical screening showed that the ethanol extract of the Rambusa stem contained flavonoids, alkaloids, tannins, and steroids/triterpenoids. DPPH shows that the ethanol extract of the Rambusa stem has an average IC50 value of 267.974% categorized as very weak. The ethanol extract of the Rambusa stem has an average total flavonoid content of 51.76283 mg QE/g and an average total phenol content of 19.3197296 mg GAE/g.