Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tinjauan Literatur: Hubungan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Obat Tradisional Dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan Manuppak Irianto Tampubolon; Devina Chandra; Syukur Berkat Waruwu; Febriana Rianti Siagian; Fanny Asdian; Muhammad Ridha Taftanzani; Sefin Simanihuruk
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pelayanan kesehatan di berbagai negara masih menghadapi masalah seperti akses yang sulit, biaya mahal, dan layanan yang tidak merata, terutama di negara berkembang. Obat tradisional sudah digunakan masyarakat sejak lama sebagai cara mencegah dan mengobati penyakit. Walaupun banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional, belum banyak penelitian yang membahas mengapa masyarakat terus memilih obat tradisional. Kepercayaan masyarakat diduga menjadi alasan utama, tetapi masih sedikit kajian yang meneliti hubungan antara kepercayaan dengan penggunaan obat tradisional dalam sistem pelayanan kesehatan. Tujuan: Meninjau tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional sebagai pendukung pelayanan kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan panduan PRISMA. Pencarian artikel dilakukan di Google Scholar dan PubMed dari Januari 2020 sampai Juli 2025. Dari 2.850 artikel yang ditemukan, setelah menghapus duplikat dan melakukan skrining, didapatkan 10 artikel yang sesuai untuk dianalisis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional cukup tinggi, yaitu berkisar antara 60%-94,3%. Masyarakat percaya karena pengalaman keluarga yang turun-temurun, dianggap aman dan efektif, mudah didapat, serta harganya terjangkau. Sebagian besar pengguna obat tradisional (60%-94,3%) tidak mengalami efek samping. Ada hubungan yang jelas antara kepercayaan dengan penggunaan obat tradisional, dan pengetahuan tentang obat tradisional menjadi faktor terkuat yang membuat orang lebih percaya dan menggunakannya. Kesimpulan: Kepercayaan masyarakat adalah faktor penting yang membuat penggunaan obat tradisional terus berlanjut dalam pelayanan kesehatan. Obat tradisional dipilih karena harganya murah, mudah didapat, dan sesuai dengan budaya masyarakat. Untuk meningkatkan pemanfaatan obat tradisional yang aman, perlu dilakukan edukasi berdasarkan penelitian ilmiah, standarisasi produk dan praktik pengobatan tradisional, serta penggabungan sistem pengobatan tradisional dan modern dalam kebijakan kesehatan
Aktivitas Probiotik Dan Mikroba Yang Baik Pada Makanan Sekolah Dasar Swasta Amal Luhur Kel. Dwi Kora, Kec. Medan Helvetia Manuppak Irianto Tampubolon; Devina Chandra; Syukur Berkat Waruwu; Agus Hardianssah Tafonao; Anisa Hutagalung; Lidya Revangelina; Nayla Artika Wulandari; Risa Setiani; Evi Astiani Lase
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup, terutama dari kelompok Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Salah satu upaya dalam mendukung kesehatan masyarakat telah dilakukan melalui pemanfaatan probiotik atau mikroba baik yang terdapat dalam makanan. Aktivitas probiotik dalam makanan berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan metabolisme, membantu penyerapan zat gizi, serta memperkuat sistem imun. Probiotik juga diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengendalikan tekanan darah, serta menghasilkan senyawa bioaktif seperti asam lemak rantai pendek (Short-Chain Fatty Acids/SCFA) yang bersifat antiinflamasi. Pada konteks pangan fungsional, probiotik ditemukan pada produk olahan susu fermentasi seperti yoghurt dan kefir, minuman probiotik, serta makanan tradisional hasil fermentasi seperti tempe. Konsumsi makanan yang mengandung mikroba baik terbukti mendukung kesehatan saluran pencernaan, menurunkan risiko penyakit metabolik, serta berkontribusi dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pemberian edukasi mengenai probiotik melalui makanan sehari-hari merupakan strategi yang sederhana dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada edukasi dan pemanfaatan aktivitas probiotik dalam makanan sebagai upaya promotif dan preventif untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh
Edukasi Tanaman Tradisional (Daun Sirih) Sebagai Antimikroba Sekolah SMA Rahmat Islamiyah Medan Natanael Priltius; Manuppak Irianto Tampu Bolon; Devina Chandra; Muhammad Samsuri; Cidalia Carol Da Conceição Branco; Mahlia Puja; Masinia Zai; Universitas Sari Mutiara Indonesia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sirih (Piper betle L.) adalah tanaman tradisional yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai antimikroba alami. Daun sirih mengandung senyawa aktif seperti fenol, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai manfaat, cara pengolahan, dan penggunaan daun sirih sebagai antimikroba alami, termasuk pemanfaatannya sebagai sanitizer sederhana. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dan demonstrasi praktik menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai potensi daun sirih sebagai antimikroba alami. Edukasi ini diharapkan dapat mendukung penggunaan obat herbal secara rasional serta pelestarian kearifan local
Edukasi Pola Makan Sehat Mencegah Makanan dan Minuman Mengandung Cemaran Mikroba Peri Peri; Monica Suryani; Devina Chandra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 4 No. 4 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v4i4.2940

Abstract

In general, school students buy snacks in the school canteen or street vendors (PKL) around the school. 2 The types of food sold are varied, ranging from healthy snacks to unhealthy snacks so that they can attract students to consume school snacks. Healthy snacks are foods that have sufficient and balanced nutrition and do not contain (contaminated) elements that can harm or damage health. This community service activity aims to educate healthy eating patterns to prevent food and drinks containing microbial contamination at Mariana Catholic High School, Medan. The method used is an educational approach through health counseling, interactive discussions, and demonstrations of hygienic practices, especially correct handwashing techniques and the importance of maintaining personal hygiene and the school environment. This activity was attended by 40 students as participants. The evaluation of the activity focused on one main indicator, namely student participation in hygienic behavior practices as a form of direct application of the material that has been given. The results of the activity showed that all participants (100%) followed the demonstrated hygienic practices, which indicates a very high level of participation and enthusiasm. These findings indicate that educational methods accompanied by hands-on practice are effective in increasing understanding and encouraging the adoption of clean and healthy living behaviors. Community service activities at Mariana Catholic High School in Medan have been shown to increase students' knowledge about the dangers of microbial contamination and the development of hygienic behaviors in daily life. Structured and ongoing education is an effective preventive measure to create a healthy and clean school environment.