Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Trust Economy in Islamic Healthcare: Building Patient Trust Through Halal Certification and Service Innovation Astiwara, Endy Muhammad
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i2.2815

Abstract

This study explores the role of the trust economy in Islamic healthcare, focusing on how halal certification and service innovation contribute to building patient trust. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this research analyzes 50 relevant studies published between 2015 and 2024. The findings reveal that halal certification plays a crucial role in assuring patients of compliance with Islamic principles, thereby enhancing their confidence in healthcare providers. Additionally, service innovations such as halal telemedicine and patient-centered care models significantly impact transparency, patient satisfaction, and loyalty. Studies indicate that hospitals implementing telemedicine solutions see a 40% improvement in service transparency, while those adopting patient-centered approaches report a 35% increase in patient loyalty. Despite these advancements, gaps remain in empirical research on the long-term economic impact of trust-based healthcare systems and the effectiveness of digital trust models. Future research should explore these aspects further and assess the role of policy frameworks in strengthening halal healthcare regulations. Islamic healthcare providers can enhance patient trust and ensure sustainable growth in the sector by integrating ethical, technological, and religious considerations.
Hubungan Tingkat Kemampuan Refleksi Pembelajaran dengan Performa Akademik Mahasiswa Pre-Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ayuni Widiaputri, Viona; Pribadi Mahardhika, Zwasta; Astiwara, Endy M.
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.529

Abstract

Selama menempuh pendidikan, mahasiswa kedokteran akan melewati banyak tantangan untuk menjadi seorang profesional dalam bidang Kesehatan. Untuk meningkatkan profesionalisme, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan refleksi untuk mengembangkan pemahaman mereka terhadap materi dan juga untuk melatih penerimaan umpan balik yang baik. Islam mewajibkan umatnya untuk bekerja keras selama hidupnya dan tekun dalam beribadah. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara tingkat refleksi pembelajaran dengan performa akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui google form. Analisa data yang digunakan yaitu analisa bivariat dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil uji statistic, didapatkan hasil probabilitas sebesar p= 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat refleksi pembelajaran dengan performa akademik. Terdapat hubungan antara tingkat refleksi pembelajaran dengan performa akademik mahasiswa pe-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi
Hubungan Antara Refleksi Diri Dengan Empati Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Almira, Vera; Pribadi Mahardika, Zwasta; Muhammad Astiwara, Endy
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.553

Abstract

Pendahuluan: Refleksi merupakan suatu proses melihat kembali pengalaman sehingga dapat melakukan perbaikan kedepannya. Manfaat refleksi diri berkolerasi dengan sifat kognitif empati yang mengarah pada pertumbuhan pribadi seorang dokter dan manfaatnya bagi hubungan antara dokter dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan refleksi diri dengan empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Refleksi diri mahasiswa diukur dengan menggunakan kuesioner Self-Reflection and Insight Scale, sedangkan empati mahasiswa diukur dengan kuesioner Jefferson Scale of Physician Empathy. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui google form. Analisa data yang digunakan yaitu analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian diperoleh dari 110 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, sebesar 7.3% memiliki tingkat refleksi diri rendah, 69.1% memiliki tingkat refleksi diri sedang, dan 23.6% memiliki tingkat refleksi diri tinggi.. Ini berarti tingkat refleksi diri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi berada pada kriteria sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6.4% mahasiswa memiliki empati rendah, 29.1% mahasiswa memiliki empati sedang, dan 64.5% memiliki empati tinggi. Ini berarti tingkat empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi berada pada kriteria tinggi. Pada penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara tingkat refleksi diri dengan tingkat empati (nilai p<0,05). Conclusion: Terdapat hubungan antara tingkat refleksi diri dengan tiingkat empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi
Ikhtiar Sehat dan Usia Panjang Ditinjau dari Aspek Biomedik dan Islam Riliani, Marisa; Muhammad Astiwara, Endy; Purwaningsih, Endang; Samsul Mustofa, Muhammad; Kusuma, Indra
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i1.173

Abstract

Agama Islam telah mengajarkan bahwa sehat dan sakit merupakan sunnatullah, karena Allah SWT yang menciptakannya, sehingga apapun yang hendak diberikan-Nya adalah hak mutlak Allah SWT. Seluruh umat manusia di dunia selalu menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Hal itu dapat terjadi apabila seseorang dapat melaksanakan kewajiban agama dengan baik, namun untuk dapat melaksanakan kewajiban agama dengan baik maka perlu kondisi fisik dan mental yang sehat. Dunia kedokteran saat ini telah banyak mengalami peningkatan pesat dalam hal ilmu pengetahuan untuk mengobati penyakit maupun untuk mencegah terjadinya penyakit, diantaranya dengan adanya pengobatan berbasis sel punca dan telomer maka harapan hidup manusia semakin lama semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tinjauan Islam dan Biomedik mengenai ikhtiar sehat dan usia panjang umur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sehat merupakan rahmat yang sangat besar pemberian dari Allah SWT yang harus dipelajari dan harus dipelihara, serta apabila seseorang sakit maka wajib berikhtiar untuk mencari pengobatan. Sedangkan ikhtiar atau usaha untuk mencari pengobatan menggunakan teknologi kedokteran berbasis sel dan telomer tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam selama mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentukan. Dan usia yang panjang adalah berkah tak terhingga dari Allah SWT yang patut disyukuri dengan cara banyak berbuat baik dan beramal saleh sehingga menjadi manusia yang bermanfaat di dunia.
Efek Proteksi Mendengarkan, Membaca, dan Menghafal Al-Qur'an terhadap Demensia Royhan, Aan; Muhammad Astiwara, Endy; Mukhtar, Diniwati; Samsul Mustofa, Muhammad; Marsiati, Himmi
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i1.179

Abstract

Demensia merupakan penyakit dengan penurunan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi memori dan tingkah laku. Sampai saat ini, pengobatan demensia belum menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga terapi pencegahan primer menjadi alternatif terbaik. Pencegahan primer difokuskan pada pemeliharaan kesehatan mental dan fungsi kognitif, salah satunya dengan kegiatan menghafal, membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji efek proteksi Al-Qur’an terhadap demensia dalam perspektif ilmu kesehatan, ilmu biomedik, dan hukum Islam. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa kebiasaan rutin menghafal Al-Qur’an berpengaruh terhadap fungsi memori jangka pendek, kecerdasan intelektual dan emosional. Rutinitas membaca Al-Qur’an menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kebahagiaan, menjaga kestabilan emosi, menurunkan tingkat depresi, dan meningkatkan kecerdasan emosional. Memperdengarkan atau memberikan paparan murottal Al-Qur’an pada orang sehat maupun orang sakit telah menjadi terapi tambahan di beberapa negara muslim karena secara signifikan dapat menurunkan stres, derajat hipertensi, skala nyeri, meningkatkan sistem imun dan hormon β-endorphin. Suara Al-Qur’an yang dipaparkan pada hewan coba dan kultur sel dilaporkan secara signifikan dapat menurunkan tingkat stres oksidatif, meningkatkan proliferasi neuron dan volume otak, sehingga dapat dijadikan alternatif pencegahan primer terhadap demensia.
Pembayaran Ganti Rugi Atas Kontrak Transportasi Antarkota Perhajian dan Kesesuaianya dengan Fatwa DSN-MUI No. 43/DSN MUI/VIII/2004 Tentang Ganti Rugi (TA‘WĪD̩) : Studi Kasus pada KUH di Jeddah, Arab Saudi Rahmi Khotijah; Syarif Hidayatullah; Endy Astiwara; Taufiq Ramadhan
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i2.6292

Abstract

The Intercity Pilgrimage Transportation Contract between KUH and the Rawahel company in 2019, there is a sanction article that states the amount of compensation in the form of a percentage (%) of the bus rental fee based on the number of pilgrims if certain violations occur. There is an inconsistency between the Contract and Fatwa DSN-MUI No.43/DSN-MUI/VIII/2004 concerning Compensation (Ta'wīd̩). This type of research is qualitative with a case study and empirical juridical in nature, which is research focused on analyzing the suitability of Fatwa on Compensation (Ta'wīd̩) with the payment of compensation for the Intercity Transportation Contract between KUH and Rawahel Company. The result of this study is that the determination of the amount of compensation in the Contract is not in accordance with the Fatwa so that the implementation of compensation payments by the Rawahel company against KUH has not fulfilled the principle of compensation as stipulated in the Fatwa, which is prohibited from calculating the loss that is expected to occur (potential loss).