Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Ikhtiar Sehat dan Usia Panjang Ditinjau dari Aspek Biomedik dan Islam Riliani, Marisa; Muhammad Astiwara, Endy; Purwaningsih, Endang; Samsul Mustofa, Muhammad; Kusuma, Indra
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i1.173

Abstract

Agama Islam telah mengajarkan bahwa sehat dan sakit merupakan sunnatullah, karena Allah SWT yang menciptakannya, sehingga apapun yang hendak diberikan-Nya adalah hak mutlak Allah SWT. Seluruh umat manusia di dunia selalu menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Hal itu dapat terjadi apabila seseorang dapat melaksanakan kewajiban agama dengan baik, namun untuk dapat melaksanakan kewajiban agama dengan baik maka perlu kondisi fisik dan mental yang sehat. Dunia kedokteran saat ini telah banyak mengalami peningkatan pesat dalam hal ilmu pengetahuan untuk mengobati penyakit maupun untuk mencegah terjadinya penyakit, diantaranya dengan adanya pengobatan berbasis sel punca dan telomer maka harapan hidup manusia semakin lama semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tinjauan Islam dan Biomedik mengenai ikhtiar sehat dan usia panjang umur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sehat merupakan rahmat yang sangat besar pemberian dari Allah SWT yang harus dipelajari dan harus dipelihara, serta apabila seseorang sakit maka wajib berikhtiar untuk mencari pengobatan. Sedangkan ikhtiar atau usaha untuk mencari pengobatan menggunakan teknologi kedokteran berbasis sel dan telomer tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam selama mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentukan. Dan usia yang panjang adalah berkah tak terhingga dari Allah SWT yang patut disyukuri dengan cara banyak berbuat baik dan beramal saleh sehingga menjadi manusia yang bermanfaat di dunia.
Efek Proteksi Mendengarkan, Membaca, dan Menghafal Al-Qur'an terhadap Demensia Royhan, Aan; Muhammad Astiwara, Endy; Mukhtar, Diniwati; Samsul Mustofa, Muhammad; Marsiati, Himmi
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i1.179

Abstract

Demensia merupakan penyakit dengan penurunan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi memori dan tingkah laku. Sampai saat ini, pengobatan demensia belum menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga terapi pencegahan primer menjadi alternatif terbaik. Pencegahan primer difokuskan pada pemeliharaan kesehatan mental dan fungsi kognitif, salah satunya dengan kegiatan menghafal, membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji efek proteksi Al-Qur’an terhadap demensia dalam perspektif ilmu kesehatan, ilmu biomedik, dan hukum Islam. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa kebiasaan rutin menghafal Al-Qur’an berpengaruh terhadap fungsi memori jangka pendek, kecerdasan intelektual dan emosional. Rutinitas membaca Al-Qur’an menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kebahagiaan, menjaga kestabilan emosi, menurunkan tingkat depresi, dan meningkatkan kecerdasan emosional. Memperdengarkan atau memberikan paparan murottal Al-Qur’an pada orang sehat maupun orang sakit telah menjadi terapi tambahan di beberapa negara muslim karena secara signifikan dapat menurunkan stres, derajat hipertensi, skala nyeri, meningkatkan sistem imun dan hormon β-endorphin. Suara Al-Qur’an yang dipaparkan pada hewan coba dan kultur sel dilaporkan secara signifikan dapat menurunkan tingkat stres oksidatif, meningkatkan proliferasi neuron dan volume otak, sehingga dapat dijadikan alternatif pencegahan primer terhadap demensia.
Integrasi Nilai Syariah dalam Pelayanan Medis: Analisis Persepsi dan Praktik Tenaga Kesehatan Muhammad, Fauzia; Astiwara, Endy Muhammad; Erlina, Andi
Sanus Medical Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the Decree of the National Sharia Council–MUI No. 13/DSN-MUI/III/2017, Sharia-compliant medical service standards include recitation of basmallah and hamdallah, maintaining patient modesty, same-gender medical procedures, scheduling elective surgeries outside prayer times, Islamic communication and education, and informed consent for non-halal pharmaceutical products. This study aims to analyze the relationship between medical personnel's perception of Sharia-based medical service standards and their implementation, as well as to identify the most influential factors. The research was conducted at YARSI Hospital Jakarta using a mixed-method explanatory design, collecting quantitative data from 76 medical staff via Likert-scale questionnaires and qualitative data through in-depth interviews with general medical specialists. The results showed that medical personnel had a positive perception of Sharia-compliant medical services, which was also reflected in good implementation. The most dominant factors were a supportive work environment, followed by training and spiritual conviction. A strong positive perception can overcome barriers and challenges, positively impacting implementation quality.   Berdasarkan Keputusan Dewan Syariah Nasional–MUI No.13/DSN-MUI/III/2017, standar pelayanan medis sesuai syariah mencakup pembacaan basmallah dan hamdallah, penjagaan aurat, prosedur medis sesuai gender, penjadwalan operasi tidak terbentur waktu salat, komunikasi edukasi Islami, serta informed consent untuk produk non-halal. Penelitian ini menganalisis hubungan persepsi tenaga medis terhadap standar pelayanan medis syariah dengan implementasinya, serta mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhinya. Dilakukan di RS YARSI Jakarta dengan mixed-method explanatory design, menggunakan kuesioner dari 76 tenaga medis dan wawancara dengan dokter spesialis medik dasar. Hasil menunjukkan persepsi tenaga medis yang baik berpengaruh pada implementasi yang baik. Faktor dominan adalah lingkungan kerja yang mendukung, pelatihan, dan keyakinan spiritual. Persepsi positif mampu mengatasi hambatan, berdampak pada kualitas implementasi yang baik.
Pembayaran Ganti Rugi Atas Kontrak Transportasi Antarkota Perhajian dan Kesesuaianya dengan Fatwa DSN-MUI No. 43/DSN MUI/VIII/2004 Tentang Ganti Rugi (TA‘WĪD̩) : Studi Kasus pada KUH di Jeddah, Arab Saudi Rahmi Khotijah; Syarif Hidayatullah; Endy Astiwara; Taufiq Ramadhan
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i2.6292

Abstract

The Intercity Pilgrimage Transportation Contract between KUH and the Rawahel company in 2019, there is a sanction article that states the amount of compensation in the form of a percentage (%) of the bus rental fee based on the number of pilgrims if certain violations occur. There is an inconsistency between the Contract and Fatwa DSN-MUI No.43/DSN-MUI/VIII/2004 concerning Compensation (Ta'wīd̩). This type of research is qualitative with a case study and empirical juridical in nature, which is research focused on analyzing the suitability of Fatwa on Compensation (Ta'wīd̩) with the payment of compensation for the Intercity Transportation Contract between KUH and Rawahel Company. The result of this study is that the determination of the amount of compensation in the Contract is not in accordance with the Fatwa so that the implementation of compensation payments by the Rawahel company against KUH has not fulfilled the principle of compensation as stipulated in the Fatwa, which is prohibited from calculating the loss that is expected to occur (potential loss).
The Role of STAF-Based Digital Transformation in Enhancing Financial Inclusion in Islamic Rural Banks in Indonesia Syahruddin Yasen; Halihasimi Halihasimi; Endy Muhammad Astiwara
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 4 (2026): JIMKES Edisi Juli 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i4.5469

Abstract

The rapid development of digital technology has created both opportunities and challenges for Islamic financial institutions in expanding financial inclusion. This study examines the role of STAF-based (Shiddiq, Tabligh, Amanah, and Fathanah) digital transformation in enhancing financial inclusion within Islamic Rural Banks (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah/BPRS) in Indonesia. The research employs a library research approach by reviewing relevant books, scientific journals, institutional reports, and previous studies related to digital transformation, Islamic financial inclusion, and Islamic banking. Data were analyzed using content analysis to identify patterns, relationships, and key insights concerning the integration of Islamic ethical values into digital transformation initiatives. The findings indicate that digital transformation contributes significantly to expanding access to financial services, improving operational efficiency, and reaching underserved communities. Furthermore, incorporating STAF values strengthens transparency, communication, accountability, innovation, and customer trust, which are essential to promoting financial inclusion. The study concludes that STAF-based digital transformation provides a value-driven framework that aligns technological advancement with Islamic ethical principles, thereby supporting the sustainable development of BPRS and fostering inclusive financial growth in Indonesia.
Analysis Of Practicing Doctor Arrival Towards Patient Satisfaction And Loyalty Husna; Mulyadi Muchtiar; Endy M. Astiwara; Dicky Budiman; Muslikh; Hanny Handjaja Ronosulistyo
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v6i4.622

Abstract

Patient loyalty is crucial for antenatal care (ANC) continuity, yet physician arrival punctuality remains a challenge. This study investigates the impact of physician punctuality on patient loyalty, with patient satisfaction as a mediating variable, at the Obstetrics and Gynecology Outpatient Clinic of RS Permata Bekasi. A sequential explanatory mixed-method design was employed. The quantitative phase involved a cross-sectional survey of 98 ANC patients using a Likert-scale questionnaire. Patient satisfaction was measured using non-tangible SERVQUAL dimensions. Data were analyzed using linear regression and mediation testing (Baron & Kenny, Sobel test). Qualitative interviews provided explanatory insights. Quantitative analysis demonstrated that physician arrival punctuality significantly influenced both patient loyalty (B=0.210; p=0.002) and patient satisfaction (B=1.798; p=0.000). Patient satisfaction significantly predicted loyalty. Furthermore, satisfaction fully mediated the relationship between punctuality and loyalty. The Sobel test produced a z-value of 4.72. Qualitative findings revealed that empathetic communication could mitigate negative perceptions of delays. Clear information delivery could also mitigate negative perceptions of delays. Professional conduct could further mitigate negative perceptions of delays. These findings reinforce satisfaction as the key mechanism. The results confirm that physician punctuality is important. However, its effect on loyalty is fully channeled through patient satisfaction. Qualitative data elucidate how positive interpersonal interactions can compensate for waiting times. Professional interactions can similarly compensate for waiting times. Therefore, fostering satisfaction through reliable service and empathetic communication is the primary pathway to building patient loyalty. This pathway remains effective even when punctuality challenges occur. Healthcare providers should prioritize enhancing patient satisfaction. This serves as a buffer against systemic punctuality issues.