Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Histologi Ovarium dan Fluktuasi Hormon Estrogen pada Mencit Betina (Mus musculus L.) yang diberi Ekstrak Buah Zuriat (Hyphaene thebaica) sebagai Antioksidan Alami Antari, Ni Wayan Sukma; Damayanti, Ida Ayu Manik; Padmiswari, anak agung istri mas; Harditya, Kadek Buja
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.134 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10260

Abstract

ABSTRACT Hyphaene thebaica belongs to the Palmae family which is often referred to as zuriat fruit. Hyphaene thebaica has properties as an antimicrobial, antioxidant, and antidiabetic. This study aims to determine the effect of zuriat extract on the number of follicles on the ovaries in female mice (Mus musculus) given exposure to cigarette smoke. This research have conducted for 6 months from January to June 2021. This type of research was pure experimental (true experimental) with a post test only control group design approach. This study was conducted by giving zuriat fruit extract as treatment for 42 days to female mice. The sample in this study was calculated using the Federer formula (1991). After treatment for 42 days, observations were made on ovarian histology which included: a. primary follicles, b. secondary follicles c. tertiary follicles and estrogen hormone. The research data were processed using a computer statistical program (SPSS 22.0 for Windows) using the OneWay Anova test. The results showed that the administration of zuriat fruit extract can increase the number of follicles in the ovary and increase estrogen hormone.  Keywords: (Mus musculus L.), free radicals, smoking, Hyphaene thebaica  ABSTRAK Hyphaene thebaica termasuk dalam keluarga Palmae yang sering disebut dengan buah zuriat. Hyphaene thebaica memiliki khasiat sebagai antimikroba, antioksidan, dan antidiabetes Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak zuriat terhadap jumlah folikel pada ovarium pada mencit betina (Mus musculus) yang diberi paparan asap rokok. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 6 bulan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2021. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (true experimental) dengan pendekatan post test only control group design. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan ekstrak buah zuriat sebagai perlakuan selama 42 hari pada mencit betina. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Federer (1991). Setelah dilakukan pemberian perlakuan selama 42 hari selanjutnya dilakukan pengamatan pada histologi ovarium yang meliputi: a. folikel primer, b. folikel sekunder c. folikel tersier dan hormone estrogen. Data hasil penelitian diolah menggunakan program statistik komputer (SPSS 22.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak buah zuriat dapat meningkatkan jumlah folikel pada ovarium dan meningkatkan hormone estrogen. Kata Kunci: (Mus musculus L.), Radikal Bebas, Rokok, Hyphaene Thebaica
Pemberian Edukasi Manajemen Nyeri dengan Terapi Perilaku,Kompres Hangat dan Dingin, Alat Tens, dan Akupuntur untuk Mengurangi Nyeri Pada Remaja Putri Yusniawati, Yustina Ni Putu; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Harditya, Kadek Buja; Putri, I gusti Ayu Andita Arta; Lewar, Emanuel Ileatan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15464

Abstract

ABSTRAK Nyeri suatu ketidaknyamanan yang bersifat subjektif yang timbul dari berbagai penyebab mulai dari trauma jaringan, adanya kerusakan organ, maupun peradangan jaringan serta keganasan. Rasa nyeri yang menetap merupakan alasan yang paling umum orang mencari perawatan kesehatan. Individu yang merasakan nyeri merasa tertekan atau menderita dan mencari upaya untuk menghilangkan nyeri. Nyeri dapat merupakan faktor utama yang menghambat kemampuan dan keinginan individu untuk pulih dari suatu penyakit. Pengobatan farmakologi merupakan pilihan yang baik dalam proses pemulihan dan penyembuhan. Selain terapi farmakologi, terapi non farmakologi juga merupakah pilihan ketika pasien sudah berada pada skala nyeri ringan. Ada berbagai tehnik penanganan nyeri seperti terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens, dan akupuntur. Tujuan manajemen nyeri ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam memanajemen nyeri yang dirasakan dan dapat melakukan penatalaksanaan nyeri secara mandiri dengan tehnik terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens, dan akupuntur. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah memberikan edukasi berupa penjelasan dan materi tentang penatalaksanaan nyeri dan mempraktikkan kegiatan penatalaksanaan nyeri secara mandiri.  Sebanyak 35 anggota peserta dapat menjelaskan dan mempraktikkan tehnik manajemen nyeri dengan terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens dengan baik dan benar. Dari hasil perbandiangan pre test dan post test diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dan pelatihan penatalaksanaan nyeri dengan hasil sangat baik  sebanyak 35 (100%). Terdapat peningakatan pengetahuan dan keterampilan dalam penatalaksanaan nyeri dengan tehnik terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens, dan akupuntur pada siswa SMK PGRI 1 Denpasar. Kata Kunci: Manajemen Nyeri, Non Farmakologi, Remaja Putri  ABSTRACT Introduction: Pain is a subjective discomfort that arises from various causes ranging from tissue trauma, organ damage, tissue inflammation and malignancy. Persistent pain is the most common reason people seek health care. Individuals who experience pain feel distressed or suffering and seek relief from the pain. Pain can be a major factor that hinders an individual's ability and desire to recover from an illness. Pharmacological treatment is a good choice in the recovery and healing process. Apart from pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is also an option when the patient is already on the mild pain scale. There are various pain management techniques such as behavioral therapy, warm and cold compresses, tensile devices, and acupuncture. Objective: The aim of this pain management is to increase the understanding of young women in managing the pain they feel and to be able to manage pain independently using behavioral therapy techniques, warm and cold compresses, tensile devices, and acupuncture. Research Method: the method used in this PKM activity is to provide education in the form of explanations and materials about pain management and to practice pain management activities independently.  Results: As many as 35 PKM participant members were able to explain and practice pain management techniques using behavioral therapy, warm and cold compresses, tensile devices properly and correctly. From the results of the pre-test and post-test comparison, it was found that there was an increase in participants' knowledge after being given education and training in pain management with very good results of 35 (100%). Conclusion: There is an increase in knowledge and skills in managing pain with behavioral therapy techniques, warm and cold compresses, tensile devices, and acupuncture among students at SMK PGRI 1 Denpasar.  Keywords: Pain Management, Non-Pharmacological, Young Women
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KOMBINASI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DAN DAUN MINT (Mentha arvensis) TERHADAP JUMLAH SEL TESTIS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11234

Abstract

Stres oksidatif merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan fungsi sistem reproduksi jantan, terutama melalui kerusakan pada sel-sel germinal di testis. Upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan pemberian senyawa alami yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang banyak terkandung dalam tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kombinasi daun pegagan (Centella asiatica) dan daun mint ((Mentha arvensis) terhadap jumlah sel testis dan berat testis mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar stres. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (K−), kontrol positif (K+), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak kombinasi 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 300 mg/kgBB (P3). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint diuji menggunakan metode DPPH dengan hasil nilai IC50 tergolong kuat. Parameter yang diamati meliputi berat testis serta jumlah sel spermatogonium, spermatosit, dan spermatid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kombinasi secara signifikan meningkatkan (p < 0,05) berat testis dan jumlah sel testis pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok yang hanya dipapar stres (K+). Kelompok P3 memberikan hasil paling optimal dalam menjaga struktur dan fungsi yang dapat dilihat dari histologi testis. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22.0 menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji lanjutan Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa  ekstrak kombinasi daun pegagan dan mint berpotensi sebagai agen fitoterapi dalam mengurangi dampak stres oksidatif terhadap sistem reproduksi jantan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN GINSENG (Panax ginseng) SEBAGAI BAHAN MINUMAN HERBAL ALAMI Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan penyakit degenerative akibat faktor lingkungan dan makanan. Kunyit (Curcuma longa) dan ginseng (Panax ginseng) diketahui memiliki aktivitas antioksidan, namun informasi mengenai efektivitas kombinasinya dalam bentuk minuman herbal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kunyit dan ginseng menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tunggal kunyit dan ginseng memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC₅₀ masing-masing 76,40 µg/mL dan 82,75 µg/mL. Kombinasi ekstrak memberikan aktivitas lebih tinggi, terutama rasio 1:1 dengan IC₅₀ 43,25 µg/mL, yang tergolong sangat kuat dan berbeda nyata (p < 0,05) dibanding perlakuan lain. Kesimpulannya, kombinasi kunyit–ginseng, khususnya rasio 1:1, menunjukkan efek sinergis dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif minuman herbal fungsional.
EFEK NEUROPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP JUMLAH SEL NEURON HIPPOCAMPUS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR STRES Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13391

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap neurodegenerasi, menurunkan kelangsungan hidup sel otak, dan mengurangi kepadatan neuron di hippocampus. Senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan neuroprotektif, seperti Centella asiatica (pegagan), menarik perhatian sebagai agen terapeutik potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan terhadap berat otak dan jumlah neuron hippocampus mencit jantan (Mus musculus) yang dipaparkan stres kronis. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak pegagan dengan dosis 100 mg/kg (P1), 200 mg/kg (P2), dan 300 mg/kg (P3). Berat otak dan kepadatan neuron hippocampus diukur setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kronis secara signifikan menurunkan berat otak dan jumlah neuron hippocampus pada kelompok K+ dibandingkan K–. Sebaliknya, pemberian ekstrak Centella asiatica mampu memperbaiki kedua parameter tersebut secara bergantung dosis, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok P3. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan neurogenik dari Centella asiatica, yang diduga bekerja melalui regulasi penanda stres oksidatif, modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta peningkatan faktor neurotropik. Kesimpulannya, ekstrak Centella asiatica memberikan efek protektif terhadap kerusakan otak akibat stres, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen neuroprotektif alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler, keamanan jangka panjang, serta efektivitas klinis pada manusia.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kewaspadaan Terhadap Gangguan Neurologi Melalui Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.790

Abstract

Neurological disorders are among the growing public health problems associated with aging and lifestyle changes. Lack of knowledge and awareness of early neurological symptoms often hinders efforts in early detection and prevention. This community service activity aimed to enhance public knowledge and awareness of neurological disorders through health examinations and educational interventions. The program was conducted in Renon Village, involving 50 participants from the general public and elderly groups. The methods included pre-test, basic neurological health screening, interactive health education, and post-test evaluation. The results showed a 32% increase in participants’ average knowledge scores after the intervention, with 22.4% of participants identified as having potential neurological risk factors such as hypertension, hyperglycemia, and decreased reflexes. The improvement in knowledge and community participation demonstrated the effectiveness of the participatory approach applied. These findings support the importance of integrating medical screening and community-based education as preventive strategies to maintain neurological health.
Edukasi Kandungan Antioksidan Kombinasi Daun Pegagan dan Mint sebagai Alternatif Minuman Herbal Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v4i6.792

Abstract

An unhealthy lifestyle, such as poor diet and lack of physical activity, increases the risk of degenerative diseases due to oxidative stress caused by free radicals. Antioxidants play a crucial role in neutralizing free radicals and protecting cells from damage. Gotu kola and mint leaves are known to contain high levels of antioxidants; however, their use as an herbal beverage remains underutilized. This study aims to enhance public understanding of the benefits of combining gotu kola and mint leaf extracts and to promote their consumption as a natural herbal drink. The methods used include a pretest, direct material presentation with leaflets, and a posttest. The pretest results indicated low to moderate initial knowledge among participants. After the session, posttest results showed a significant improvement in understanding. This education effectively increased public awareness of natural ingredients for a healthy lifestyle. Similar initiatives should be conducted continuously.
Phytochemical screening of mint leaves (Mentha sp.) as an innovation in biology learning Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja; Indrayoni, Putu; Dira, Made Asmarani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23727

Abstract

Phytochemistry-based practicums provide effective strategies for strengthening students’ cognitive understanding, psychomotor skills, and affective attitudes. This study investigated the effectiveness of a phytochemical test practicum using ethanol extract of mint leaves (Mentha sp.) on biology students’ learning outcomes, psychomotor skills and attitudes. The research subjects consisted of 30 second-year students selected using purposive sampling, as they had already completed the basic pharmaceutical biology course. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied, with instruments including a learning outcome test, observation sheets, and a response questionnaire. Phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids, which offer clear and observable visual indicators suitable for laboratory learning. Statistical analysis showed a significant improvement in students’ post-test scores compared to pre-test results (p = 0.001), demonstrating enhanced conceptual understanding. Observations revealed good performance in laboratory skills such as procedural accuracy, work safety, and teamwork, although colour interpretation required further improvement. Questionnaire responses indicated that students perceived the practicum positively, particularly in terms of motivation, relevance to everyday life, and integration of theory with practice. Overall, the findings suggest that mint leaf-based phytochemistry practicums effectively support cognitive, psychomotor, and affective learning domains. Students achieved an average score of 80.4 in the cognitive domain (Good–Very Good), 82 in the psychomotor domain (Good), and 85 in the affective domain (Very Good), indicating overall effective learning outcomes from the phytochemistry-based practicum. Furthermore, the use of locally available plants as practicum media provides a contextual, low-cost, and innovative approach to biology education, with strategic potential to improve the quality of laboratory-based learning.Abstrak. Praktikum berbasis fitokimia memberikan strategi yang efektif untuk memperkuat pemahaman kognitif, keterampilan psikomotor, dan sikap afektif mahasiswa. Penelitian ini mengkaji efektivitas praktikum uji fitokimia menggunakan ekstrak etanol daun mint (Mentha sp.) terhadap hasil belajar, keterampilan psikomotor dan sikap mahasiswa biologi. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa tahun kedua yang dipilih dengan teknik purposive sampling, karena telah menyelesaikan mata kuliah Biologi Farmasi Dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest, menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respon. Hasil skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memberikan indikator visual jelas dan dapat diamati dengan baik untuk kegiatan pembelajaran di laboratorium. Analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test (p = 0,001), yang menandakan peningkatan pemahaman konseptual. Observasi menunjukkan keterampilan laboratorium mahasiswa berada pada kategori baik, khususnya dalam ketepatan prosedur, keselamatan kerja, dan kerja sama tim, meskipun interpretasi warna masih perlu ditingkatkan. Respon angket menunjukkan bahwa mahasiswa menilai praktikum ini secara positif, terutama dalam hal motivasi, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, serta integrasi teori dengan praktik. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa praktikum fitokimia berbasis daun mint efektif mendukung domain pembelajaran kognitif, psikomotor, dan afektif. Mahasiswa memperoleh rata-rata nilai 80,4 pada domain kognitif (Baik–Sangat Baik), 82 pada domain psikomotor (Baik), dan 85 pada domain afektif (Sangat Baik), yang menunjukkan hasil belajar efektif secara menyeluruh dari praktikum berbasis fitokimia. Selain itu, pemanfaatan tanaman lokal sebagai media praktikum menyediakan pendekatan kontekstual, berbiaya rendah, dan inovatif dalam pendidikan biologi, dengan potensi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis laboratorium.