Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALYSIS OF MESOPLASTIC WASTE COMPOSITION IN TOURISM AREA, MUARA BADAK DISTRICT, KUTAI KARTANEGARA REGENCY, EAST KALIMANTAN Nurfadilah, Nurfadilah; Eryati, Ristiana; Fauzan, Akhmad Nur
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 9 NUMBER 2, 2023
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v9i2.26802

Abstract

Waste is one of the problems for people all over the world, marine debris can come from community activities from the mainland or from the coast. Most of the activities of coastal communities may produce waste including fishing and tourism activities. Research on plastic waste in the Tourism Beach area of Muara Badak District was conducted to identify the type of mesoplastic, analyze the total weight, density and proportion of mesoplastic and determine differences in mesoplastic. This research was conducted at two tourist beach locations, namely Panrita Lopi Beach and Jingga Beach. The research method used was Purpusive Sampling method with recycling and making transect lines with a size of 100 m × 20 m, followed by dividing the transect into 5 lanes measuring 5 m x 5 m. Four types of mesoplastic were found, namely film, fiber, fragment and styrofoam. The amount of trash found on both beaches was 53 particles with the number of particles on Panrita Lopi Beach as many as 32 particles and Jingga Beach was 21 particles. The results of the composition of the percentage of waste obtained at Panrita Lopi Beach were 50% for fragment types and at Jingga Beach for 71% for filament types. The most common amount of trash found was at Panrita Lopi Beach, this was due to the fact that the number of visitors was greater than that of Pantau Jingga.  The relationship between length and weight of waste at Panrita Lopi Beach was 94% while at Jingga Beach it was 58%.
Diversity of aquatic insects on the leaf litter of water lettuce (Pistia stratiotes L.) in an experimental fishpond Hamdhani, Hamdhani; Fadhilla, Febby Nur; Eryati, Ristiana
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 3 No. 2 (2024): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jipt.v3i2.675

Abstract

Aquatic insects play a crucial role in ecological systems because they are sensitive to environmental changes, indicating whether an environment is healthy or polluted. The vast biodiversity in morphology, physiology, and adaptive behavior among insect species on Earth has led to numerous scientific studies using insects as models. Population dynamics studies, for instance, often rely on the evolution of insect populations. The objective of this research is to explore the types of aquatic insects present, as well as their diversity, evenness, and dominance levels. The study found 4 orders and 4 families totaling 180 individuals on the leaf litter of water lettuce. The diversity index of aquatic insects on the water lettuce leaf litter was categorized as low. The evenness index was categorized as small. The dominance index ranged from low to moderate to high categories.
PERSENTASE TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN PULAU MIANG KECAMATAN SANGKULIRANG KABUPATEN KUTAI TIMUR Rahman, Farid Noor; Eryati, Ristiana; Suyatna, Iwan
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/256f6054

Abstract

Terumbu karang saat ini menghadapi ancaman yang semakin parah. Termasuk penangkapan ikan yang berlebihan, penggunaan alat tangkap yang tidak berkelanjutan, pembangunan pesisir, limpasan dari pertanian, limbah industri dan pengiriman. Konservasi dan pengelolaan terumbu karang secara berkelanjutan dan berkembang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai status kesehatan terumbu karang di perairan Pulau Miang. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020, dengan pengambilan data dari 4 titik stasiun dan tutupan karang menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect). Mendominasi dengan persentase 25,18%, persentase tutupan terumbu karang di stasiun I, kondisi perairan stasiun ini pada saat pengambilan data pada saat pasang. Di stasiun II, terumbu Acropora Submassive mendominasi dengan persentase 18,7%. Kondisi perairan di stasiun ini pada saat pengambilan data sedang surut. Di stasiun III terumbu Acropora Brancing mendominasi dengan persentase 24,08% dan tingkat DCA 7,16%. Kondisi stasiun ini pada saat pengambilan data dilakukan pada saat air surut. Tingkat penutupan karang hidup pada stasiun IV sebesar 54,68%. Pada stasiun ini, terumbu Acropora Brancing lebih mendominasi dibandingkan jenis terumbu lainnya dan jumlah Karang Mati dengan Alga (DCA) pada stasiun ini cukup tinggi, yaitu 25%. Stasiun I 81,26%, stasiun II 80,74%, stasiun III 82,92%, stasiun IV 54,68%. Indeks mortalitas karang di perairan Pulau Miang pada stasiun I dengan persentase sebesar 9,26%, II sebesar 11,8%, stasiun III sebesar 9,72%, dan IV sebesar 30,8%. Pertumbuhan terumbu di perairan Pulau Miang lebih didominasi oleh jenis akro diikuti oleh non-akro.
KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN MUARA SEMBILANG KECAMATAN SAMBOJA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Swandanu, Bayu; Rafi'i, Akhmad; Eryati, Ristiana
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/0k9g7v98

Abstract

Sampah plastik yang menumpuk menyebabkan beberapa permasalahan baik pada ekosistem maupun lingkungan. Penguraian plastik baru dapat terjadi selama ratusan tahun ke depan. Sampah plastik yang mengalami fragmentasi menjadi mikroplastik dapat masuk ke perairan kemudian masuk ke tubuh organisme laut sehingga dapat mengganggu metabolisme pada tubuh organisme. Penelitian ini khususnya dilakukan pada perairan Muara Sembilang Kecamatan Samboja yang bertujuan untuk mengetahui jumlah, jenis, komposisi dan hubungan antara panjang ikan dengan jumlah mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Bandeng (Chanos chanos). Sampel ikan Bandeng diperoleh menggunakan alat tangkap belat di perairan Muara Sembilang, sampel ikan kemudian diukur, dibedah dan diambil saluran pencernaannya, selanjutnya  sampel didestruksi kering pada suhu 100oC selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis mikroplastik yang didapatkan pada saluran pencernaan Ikan Bandeng, yaitu fiber sebanyak 6 partikel/ind, film dengan kelimpahan 4,7 partikel/ind dan fragmen dengan kelimpahan 3,8 partikel/ind. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukan ukuran panjang ikan Bandeng tidak berkorelasi terhadap jumlah mikroplastik
KARAKTERISTIK SAMPAH MESOPLASTIK DI PANTAI MONPERA KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Lestari, Della; Eryati, Ristiana; Suryana, Irma
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/68g86n83

Abstract

Perairan laut Indonesia kaya akan keanekaragaman lautnya akan tetapi terancam serius akibat sampah laut, sampah mesoplastik merupakan salah satu sampah laut yang berasal dari hasil degradasi sampah makroplastik. Penelitian tentang sampah plastik pada Pantai Monpera dilakukan untuk mengidentifikasi jenis, berat, jumlah dan kepadatan mesoplastik serta menganalisis hubungan antara jumlah dan berat mesoplastik. Penelitian ini menggunakan transek berukuran 100 m x 20 m, yang dibagi menjadi 5 lajur ukuran 5 m x 5 m lalu didalamnya dibuat 25 sub transek berukuran 1 m x 1 m, yang kemudian diambil secara acak dalam proses sampling. Hasil dari identifikasi didapatkan tiga jenis mesoplastik yaitu fragmen, fiber, dan film. Total kepadatan mesoplastik di Pantai Monpera adalah 3 partikel/m2 dengan kategori terbanyak adalah jenis fragmen. Temuan ini merupakan klaim tertinggi untuk wilayah Pantai rendah sampah plastik di wilayah Balikpapan. Hasil analisis terhadap kepadatan dan jumlah sampah mesoplatik menunjukkan pengaruh yang sedang dan korelasi kuat antara kedua parameter.
Types of mesoplastic waste in the Manggar Beach tourism area, Balikpapan City, East Kalimantan Rifanka, Muhammad Akbar; Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 4 No. 2 (2025): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/de3a7122

Abstract

Plastic waste poses a significant threat to the global environment, particularly in coastal and marine ecosystems. Among its various forms, mesoplastics, measuring between 5 and 25 mm have attracted considerable attention. This study aims to identify and analyze the types, weights, quantities, compositions, and densities of mesoplastics found along Manggar Beach, a tourist destination in Balikpapan City, East Kalimantan. Sampling was conducted in two periods: April (Period I) and August (Period II) of 2022. A purposive sampling method was applied using a 100-meter transect line divided into 5x5 meter lanes, followed by the placement of 1x1 meter quadrats. In Period I, four types of mesoplastics were identified as film, fiber, fragments, and styrofoam, while only film was detected in Period II. A total of 43 mesoplastic particles (weighing 9.45 grams) were recorded in Period I, compared to just 5 particles (0.15 grams) in Period II. By weight, styrofoam made up the largest proportion (49%) in Period I, whereas film accounted for 100% in Period II. The average mesoplastic density observed in this study was 0.38 particles per square meter.
PENANAMAN BIBIT BAKAU DI KAWASAN WISATA MANGROVE TELOK BANGKO, KOTA BONTANG Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Paputungan, Mohammad Sumiran; Suyatna, Iwan; Kusumaningrum, Widya; Adnan, Adnan; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma; Budiarsa, Anugrah Aditya; Bulan, Dewi Embong
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61250

Abstract

Mangrove (bakau) is one of the coastal plants that might function socially, ecologically and economically. One of the coastal areas of East Kalimantan that has experienced damage due to human activities is in Bontang City, specifically Telok Bangko. Therefore, planting bakau seedlings is one of the efforts to maintain the bakau ecosystem in the coastal areas of Bontang City. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding of the importance of mangrove in coastal areas by planting mangrove seedlings. This community service activity was carried out on September 29, 2024 in the Telok Bangko mangrove tourism area, Bontang City. The method used in this activity was lecture and followed by direct practice in the field. The results of this activity were 500 mangrove seedlings (Rizophora mucronata) were planted at the location of the activity by students and academics of Mulawarman University. The results of this activity could increase knowledge and understanding for each participant in determining the right planting location, type, how to plant mangroves and evaluate activities. This activity is also expected to benefit the community both economically and ecologically in the Telok Bangko mangrove area. The process of evaluating activities must be carried out to support the success of this activity, such as maintenance, periodic data collection (monitoring) of mangrove seedlings (% survival rate) that have been planted by participants.Mangrove (bakau) merupakan salah satu tumbuhan pesisir yang dapat berfungsi secara sosial, ekologi dan ekonomi. Salah satu kawasan pesisir Kalimantan Timur yang  telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia terdapat di Kota Bontang, khususnya Telok Bangko. Karenanya, menanam bibit bakau merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem bakau di wilayah pesisir kota Bontang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bakau di wilayah pesisir dengan cara menanam bibit bakau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 29 September 2024 di kawasan wisata mangrove Telok Bangko, Kota Bontang. Metode ceramah dan praktek langsung merupakan metode yang dilakukan di kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah bibit bakau (Rizophora mucronata) telah ditanam sebanyak 500 bibit di lokasi kegiatan oleh para siswa dan akademisi Universitas Mulawarman. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada setiap  peserta dalam penentuan lokasi penanaman, jenis, cara menanam bakau dan evaluasi kegiatan secara tepat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomi dan ekologi di kawasan mangrove Telok Bangko. Proses evaluasi kegiatan harus dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti pemeliharaan, pendataan berkala (monitoring) bibit bakau yang hidup (% survival rate) yang telah ditanam oleh peserta kegiatan.
Penilaian Tingkat Keberhasilan Penanaman Mangrove Di Kawasan Pantai Kuala Samboja Kutai Kartanega Kalimantan Timur Maulana, Rifki; Eryati, Ristiana; Nurfadilah, Nurfadilah
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.27651

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove penting untuk dijaga karena berfungsi mengontrol ketersediaan bahan organik di perairan pantai untuk menunjang kehidupan organisme di perairan laut. Kegiatan penanaman mangrove merupakan salah satu upaya menjaga kestabilan ekosistem, dengan cara merehabilitasi ekosistem mangrove di suatu kawasan. Tingkat keberhasilan hidup dan tingkat pertumbuhan menjadi acuan dalam penilaian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove Rhizophora sp yang ditanam di wilayah pesisir Kuala Samboja. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2022. Pengukuran bibit dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh terdiri dari bibit hidup dan mati, tinggi bibit, diameter bibit dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove sebesar 22%, yaitu dari 400 bibit pada awal pengukuran menjadi 89 bibit pada akhir pengukuran. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki tingkat keberhasilan hidup yang rendah. Pertumbuhan tinggi bibit 6,67%, diameter batang 21,4%, dan jumlah daun 4%. Kata Kunci: Mangrove, Laju Pertumbuhan, Kuala SambojaABSTRACTMangrove ecosystems are important to maintain because they function as controllers for the availability of organic matter in coastal waters to support the life of organisms in marine waters. Mangrove planting activities are one of the efforts to maintain ecosystem stability, by rehabilitating mangrove ecosystems in an area. life success rate and growth rate become a reference in this assessment. This study aims to measure the survival rate of mangrove seedlings of the Rhizophora sp species planted in the coastal area of Kuala Samboja. The research was conducted in June - October 2022. Measurements of seedlings were carried out at the beginning and end of the research. The method used is a survey with a quantitative approach. The data obtained was in the form of live and dead seedlings, height, diameter of seedlings, and number of leaves. The results showed that the survival rate of mangrove seedlings was 22%, from 400 seedlings at the beginning of the measurement to 89 seedlings at the end of the measurement. This condition shows that these activities have a low life success rate. The growth of seedling height was 6.67%, stem diameter was 21.4%, and number of leaves was 4%. Based on the results above, the height.Keywords: Mangrove, Survival Rate, Kuala Samboja
Analisis Morfometrik Dan Estimasi Tingkat Eksploitasi Ikan Hiu Yang Tertangkap Di Perairan Balikpapan Kalimantan Timur Marfiana, Lilo; Eryati, Ristiana; Nurfadilah, Nurfadilah
Jurnal Kelautan Tropis Vol 29, No 1 (2026): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v29i1.30970

Abstract

Ikan hiu umumnya ditemukan di wilayah pesisir hingga kedalaman 200 meter sehingga rentan tertangkap oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies ikan hiu melalui analisis morfometrik serta mengestimasi tingkat eksploitasi Ikan Hiu Sirip Hitam (Carcharhinus limbatus) yang tertangkap di Perairan Balikpapan. Penelitian ini dilaksanakan selama periode bulan Desember 2024 hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode purposive sampling yang bersumber dari hasil tangkapan nelayan setempat. Lokasi pengambilan sampel bertempat di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Filial Klandasan, Balikpapan, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi FiSAT II. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi empat spesies ikan hiu yang tertangkap di perairan tersebut, yaitu Carcharhinus amblyrhynchos, Sphyrna lewini, Rhynchobatus australiae, serta Carcharhinus limbatus yang merupakan spesies dengan jumlah tangkapan terbanyak dibandingkan spesies lainnya. Mayoritas individu ikan hiu yang tertangkap masih berstatus juvenil atau belum dewasa, dengan total tangkapan terdiri atas 79 ekor betina dan 21 ekor jantan. Analisis hubungan panjang dan berat yang dilakukan pada spesies C. limbatus menunjukkan korelasi yang sangat signifikan dengan nilai koefisien korelasi r > 0,92, yang berarti terdapat keterkaitan yang erat antara panjang dan berat tubuh ikan. Estimasi tingkat eksploitasi pada spesies C. limbatus menghasilkan nilai E = 0,45, yang mengindikasikan bahwa spesies ini masih berada dalam kondisi underfishing atau tingkat eksploitasi yang tergolong rendah dan belum melampaui ambang batas optimal yang diperbolehkan, sehingga populasinya masih relatif aman dari ancaman penangkapan berlebihan.