Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN MUARA SEMBILANG KECAMATAN SAMBOJA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Swandanu, Bayu; Rafi'i, Akhmad; Eryati, Ristiana
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/0k9g7v98

Abstract

Sampah plastik yang menumpuk menyebabkan beberapa permasalahan baik pada ekosistem maupun lingkungan. Penguraian plastik baru dapat terjadi selama ratusan tahun ke depan. Sampah plastik yang mengalami fragmentasi menjadi mikroplastik dapat masuk ke perairan kemudian masuk ke tubuh organisme laut sehingga dapat mengganggu metabolisme pada tubuh organisme. Penelitian ini khususnya dilakukan pada perairan Muara Sembilang Kecamatan Samboja yang bertujuan untuk mengetahui jumlah, jenis, komposisi dan hubungan antara panjang ikan dengan jumlah mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Bandeng (Chanos chanos). Sampel ikan Bandeng diperoleh menggunakan alat tangkap belat di perairan Muara Sembilang, sampel ikan kemudian diukur, dibedah dan diambil saluran pencernaannya, selanjutnya  sampel didestruksi kering pada suhu 100oC selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis mikroplastik yang didapatkan pada saluran pencernaan Ikan Bandeng, yaitu fiber sebanyak 6 partikel/ind, film dengan kelimpahan 4,7 partikel/ind dan fragmen dengan kelimpahan 3,8 partikel/ind. Hasil uji Korelasi Pearson menunjukan ukuran panjang ikan Bandeng tidak berkorelasi terhadap jumlah mikroplastik
KARAKTERISTIK SAMPAH MESOPLASTIK DI PANTAI MONPERA KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Lestari, Della; Eryati, Ristiana; Suryana, Irma
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/68g86n83

Abstract

Perairan laut Indonesia kaya akan keanekaragaman lautnya akan tetapi terancam serius akibat sampah laut, sampah mesoplastik merupakan salah satu sampah laut yang berasal dari hasil degradasi sampah makroplastik. Penelitian tentang sampah plastik pada Pantai Monpera dilakukan untuk mengidentifikasi jenis, berat, jumlah dan kepadatan mesoplastik serta menganalisis hubungan antara jumlah dan berat mesoplastik. Penelitian ini menggunakan transek berukuran 100 m x 20 m, yang dibagi menjadi 5 lajur ukuran 5 m x 5 m lalu didalamnya dibuat 25 sub transek berukuran 1 m x 1 m, yang kemudian diambil secara acak dalam proses sampling. Hasil dari identifikasi didapatkan tiga jenis mesoplastik yaitu fragmen, fiber, dan film. Total kepadatan mesoplastik di Pantai Monpera adalah 3 partikel/m2 dengan kategori terbanyak adalah jenis fragmen. Temuan ini merupakan klaim tertinggi untuk wilayah Pantai rendah sampah plastik di wilayah Balikpapan. Hasil analisis terhadap kepadatan dan jumlah sampah mesoplatik menunjukkan pengaruh yang sedang dan korelasi kuat antara kedua parameter.
Types of mesoplastic waste in the Manggar Beach tourism area, Balikpapan City, East Kalimantan Rifanka, Muhammad Akbar; Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 4 No. 2 (2025): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/de3a7122

Abstract

Plastic waste poses a significant threat to the global environment, particularly in coastal and marine ecosystems. Among its various forms, mesoplastics, measuring between 5 and 25 mm have attracted considerable attention. This study aims to identify and analyze the types, weights, quantities, compositions, and densities of mesoplastics found along Manggar Beach, a tourist destination in Balikpapan City, East Kalimantan. Sampling was conducted in two periods: April (Period I) and August (Period II) of 2022. A purposive sampling method was applied using a 100-meter transect line divided into 5x5 meter lanes, followed by the placement of 1x1 meter quadrats. In Period I, four types of mesoplastics were identified as film, fiber, fragments, and styrofoam, while only film was detected in Period II. A total of 43 mesoplastic particles (weighing 9.45 grams) were recorded in Period I, compared to just 5 particles (0.15 grams) in Period II. By weight, styrofoam made up the largest proportion (49%) in Period I, whereas film accounted for 100% in Period II. The average mesoplastic density observed in this study was 0.38 particles per square meter.
PENANAMAN BIBIT BAKAU DI KAWASAN WISATA MANGROVE TELOK BANGKO, KOTA BONTANG Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Paputungan, Mohammad Sumiran; Suyatna, Iwan; Kusumaningrum, Widya; Adnan, Adnan; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma; Budiarsa, Anugrah Aditya; Bulan, Dewi Embong
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61250

Abstract

Mangrove (bakau) is one of the coastal plants that might function socially, ecologically and economically. One of the coastal areas of East Kalimantan that has experienced damage due to human activities is in Bontang City, specifically Telok Bangko. Therefore, planting bakau seedlings is one of the efforts to maintain the bakau ecosystem in the coastal areas of Bontang City. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding of the importance of mangrove in coastal areas by planting mangrove seedlings. This community service activity was carried out on September 29, 2024 in the Telok Bangko mangrove tourism area, Bontang City. The method used in this activity was lecture and followed by direct practice in the field. The results of this activity were 500 mangrove seedlings (Rizophora mucronata) were planted at the location of the activity by students and academics of Mulawarman University. The results of this activity could increase knowledge and understanding for each participant in determining the right planting location, type, how to plant mangroves and evaluate activities. This activity is also expected to benefit the community both economically and ecologically in the Telok Bangko mangrove area. The process of evaluating activities must be carried out to support the success of this activity, such as maintenance, periodic data collection (monitoring) of mangrove seedlings (% survival rate) that have been planted by participants.Mangrove (bakau) merupakan salah satu tumbuhan pesisir yang dapat berfungsi secara sosial, ekologi dan ekonomi. Salah satu kawasan pesisir Kalimantan Timur yang  telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia terdapat di Kota Bontang, khususnya Telok Bangko. Karenanya, menanam bibit bakau merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem bakau di wilayah pesisir kota Bontang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bakau di wilayah pesisir dengan cara menanam bibit bakau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 29 September 2024 di kawasan wisata mangrove Telok Bangko, Kota Bontang. Metode ceramah dan praktek langsung merupakan metode yang dilakukan di kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah bibit bakau (Rizophora mucronata) telah ditanam sebanyak 500 bibit di lokasi kegiatan oleh para siswa dan akademisi Universitas Mulawarman. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada setiap  peserta dalam penentuan lokasi penanaman, jenis, cara menanam bakau dan evaluasi kegiatan secara tepat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomi dan ekologi di kawasan mangrove Telok Bangko. Proses evaluasi kegiatan harus dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti pemeliharaan, pendataan berkala (monitoring) bibit bakau yang hidup (% survival rate) yang telah ditanam oleh peserta kegiatan.