Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Mikroplastik Terhadap Berat Ikan Pari yang Didaratkan di TPI Klandasan Balikpapan Dewi, Alya Prasasti; Eryati, Ristiana; Nurfadilah, Nurfadilah
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 2 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i2.24744

Abstract

Microplastic is one of the plastic pollutants > 5mm in size that has an impact on life around the world, including marine organisms such as fish. This study aims to determine the type, colour, size and abundance. Linear regression analysis was used to determine the relationship between fish size and microplastic abundance in the digestion of stingrays landed at Klandasan Fish Landing Site Balikpapan. A total of 14 stingrays were collected in January 2024 from fishermen in Balikpapan coastal waters. Morphometric analysis of fish by measuring length (cm), width (cm) and weight (kg). Microplastics were extracted from fish digestion through dry deconstruction, followed by the addition of saturated NaCL, KOH 22% H2O2 30%, then filtered using Whatman paper with a vacuum pump. Three types of microplastics were found in stingray digestion with the percentage composition of fibre (54%), fragments (38%), and film (8%). The highest abundance of microplastics in samples with a length of 38 cm, a width of 43 cm and a weight of 2.1 kg was 8.8 particles/gr. The colours of microplastics found were 7 colours, namely black, brown, red, blue, green, yellow, and transparent. Regression test results There is a strong correlation between the length and weight of stingrays and the abundance of microplastics  Mikroplastik merupakan salah satu polutan plastik yang berukuran > 5mm yang berdampak pada kehidupan seluruh dunia, termasuk organisme laut seperti ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe, warna, ukuran dan kelimpahan. Analisis regresi linier untuk mengetahui hubungan ukuran ikan dengan kelimpahan mikroplastik pada pencernaan ikan pari yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan Klandasan Balikpapan. Total 14 ekor ikan pari yang dikumpulkan pada bulan Januari 2024 dari nelayan di perairan pesisir Balikpapan. Analisis morfometrik ikan dengan pengukuran Panjang (cm), Lebar (cm) dan berat (kg). Mikroplastik diekstraksi dari pencernaan ikan melalui destruksi kering, diikuti dengan penambahan NaCL jenuh, KOH 22% H2O2 30%, kemudian disaring menggunakan kertas Whatman dengan vacum pump. Tiga tipe mikroplastik ditemukan pada pencernaan ikan pari dengan komposisi persentase fiber ( 54%), fragmen (38%), dan film (8%). Kelimpahan mikroplastik tertinggi pada sampel dengan panjang 38 cm,  lebar 43 cm dan berat 2,1 kg sebesar 8,8 partikel/gr. Warna mikroplastik yang di temukan sebanyak 7 warna yaitu hitam, coklat, merah, biru, hijau, kuning, dan transparan. Hasil uji regresi Terdapat korelasi yang kuat antara panjang dan berat ikan pari terhadap kelimpahan mikroplastik.
PERBANDINGAN KELIMPAHAN PLANKTON DAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Manukrante, Alvionita; Muthy, Najla Adellia
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.88-96

Abstract

Plankton merupakan salah satu produsen primer di perairan Manggar, Balikpapan. Plankton dapat digunakan sebagai salah satu indikator pencemaran perairan akibat aktifitas manusia, salah satunya mikroplastik. Namun, informasi tentang perbandingan antara kelimpahan plankton dan mikroplastik di perairan Balikpapan masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis jenis, perbandingan kelimpahan antara plankton dan mikroplastik di perairan Manggar, Balikpapan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023 di perairan Manggar, kota Balikpapan. Penentuan lokasi sampling ditentukan dengan metode purposive sampling. Sampel air diambil menggunakan plankton net (mesh 20µm) dengan volume air sebanyak 50 L, di 4 titik sampling yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi plankton dan mikroplastik adalah metode inspeksi visual dengan menggunakan mikroskop. Hasil analisis menemukan bahwa komposisi jenis fitoplankton tertinggi adalah kelas Bacillariophyceae (20660 ind/L). Sedangkan komposisi jenis zooplankton tertinggi ditemukan dari kelas Oligotrichea (660 ind/L). Komposisi jenis mikroplastik yang ditemukan di perairan Manggar adalah fragmen 478 partikel (58%), disusul oleh fiber (272 partikel) (33%), dan film (73 partikel) (9%). Kelimpahan rerata total plankton adalah 936.000 ind/m3, sedangkan rerata total kelimpahan mikropastik adalah 344,3 partikel/m3. Perbandingan antara rasio kelimpahan plankton dan mikroplastik adalah 2718 : 1. Keberadaan plankton masih lebih melimpah  jika dibandingkan mikroplastik di perairan Manggar
IDENTIFIKASI JENIS DAN KELIMPAHAN MARINE DEBRIS PADA SEDIMEN PESISIR PANTAI ISTANA AMAL, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Aminullah Amirul Amin; Ghitarina; Eryati, Ristiana
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/6yr7gv79

Abstract

Keberadaan marine debris sangat mempengaruhi nilai estetika dan kualitas lingkungan perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis sampah dan kelimpahannya dengan pengaruh berdasarkan musim di Pantai Istana Amal Kabupaten Penajam Paser Utara. Pengolahan sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Lokasi penelitian ditentukan berdasarkan survey dan metode transek 100 meter dan sub transek 5 x 5 meter perlajur 20 x 20 meter. Makro debris terkumpul 168 item dan total berat 1471,95 gram. Jenis plastik tertinggi dengan persentase 85%, busa plastik sebesar 5%, kayu, kertas dan kardus, logam dan bahan lainnya dengan persentase 2%. Jenis sampah yang paling sedikit berasal dari kain, kaca dan leramik dengan persentase 1%. Berat sampah plastik mendominasi dengan persentase sebesar 53%. Jenis kaca 30%, logam 7%, kayu, kertas dan kardus 4% dan 3%, bahan lainnya, busa plastik dan kain 1%. Kepadatan plastik 0,696 item/m² pada periode pertama dan 0,448 item/m² pada periode kedua, busa plastik 0,064 item/m², kertas dan kardus 0,024 item/m², bahan lainnya dan kayu 0,024 item/m², logam 0,024 item/m², kaca 0,016 item/m² dan kain 0,008 item/m². Nilai signifikansi 0.766 > 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan.
PEMBERDAYAAN ISTRI NELAYAN MELALUI PENDAMPINGAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN DI DESA TANJUNG TENGAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Hasanah, Rafitah; Ningsih, Etik Sulistiowati; Kusumaningrum, Widya; Eryati, Ristiana; Mismawati, Andi; Darmasetiadi, Doni; Rizal, Samsul; M Nur, Jurianto
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i3.1047

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan istri nelayan melalui peningkatan keterampilan diversifikasi produk olahan ikan di Desa Tanjung Laut, Kabupaten Penajam Paser Utara. Masyarakat pesisir setempat memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah, khususnya bandeng dan tenggiri, namun pemanfaatannya masih terbatas pada bentuk segar sehingga nilai tambah ekonomi rendah. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pelatihan dan pendampingan yang meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta pengenalan teknik pengolahan dan pengemasan produk sesuai prinsip Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB). Peserta kegiatan adalah anggota kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) yang terdiri atas istri nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memisahkan daging ikan, meracik bahan, menggunakan alat pengolah, serta menghasilkan beragam produk olahan seperti empek-empek, odeng, dan tahu bakso berbahan dasar ikan bandeng dan tenggiri. Selain itu, peserta memperoleh pengetahuan dasar manajemen usaha kecil dan strategi pengemasan yang menarik dan higienis. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam mengolah hasil perikanan secara berkelanjutan sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga nelayan dan memperluas peluang pasar produk olahan ikan di daerah tersebut.
Analisis Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Kerang Darah (Anadara granosa) Hasil Tangkapan Nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Fahrurozi, Zidhan Muhammad; Eryati, Ristiana; Ritonga, Irwan Ramadhan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.99922

Abstract

Mikroplastik pada biota perairan merupakan salah satu permasalahan global yang dihadapi sekarang ini. Salah satu biota perairan yang diketahui mengakumulasi mikroplastik adalah kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan mikroplastik serta menganalisis korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan ukuran kerang darah. A. granosa dengan ukuran yang berbeda (kecil, sedang dan besar) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Proses identifikasi mikroplastik pada A. granosa menggunakan metode mikroskopis secara visual. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan 4 tipe mikroplastik yang ditemukan pada daging kerang yang didominasi oleh tipe fiber (507 partikel), fragmen (273 partikel), film (194 partikel) dan pellet (15 partikel). Kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada daging A. granosa adalah tipe fiber (11,3 partikel/ind), fragmen (6,07 partikel/ind), film (4,31 partikel/ind), dan pellet (0,33 partikel/ind). Tipe fiber merupakan yang paling banyak ditemukan, yaitu 507 partikel per individu. Warna hitam sebanyak 289 partikel mendominasi pada tipe mikroplastik yang ditemukan. Hubungan antara kelimpahan mikroplastik dan ukuran kerang (panjang dan berat) memiliki tingkat korelasi sangat kuat dan signifikan (p < 0,05).
IDENTIFIKASI JENIS DAN KELIMPAHAN SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI WILAYAH PESISIR PANTAI SAMBERA KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR Nurdiana, Dwi; Ghitarina, Ghitarina; Rafii, Akhmad; Eryati, Ristiana; Yasser, Muhammad MF
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.469

Abstract

Sampah laut merupakan salah satu material padat hasil aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Sampah laut sangat mudah ditemukan di wilayah pesisir Kalimantan Timur karena penambahan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya setiap aktivitas manusia meningkat dan menghasilkan sampah. Penyebaran sampah laut dapat disebabkan oleh musim hujan, angin, dan arus. Penelitian sampah laut di kawasan Pantai Sambera dilakukan untuk mengetahui keberadaan makro-debris (ukuran 2,5 cm – 1 m), mengidentifikasi jenis, dan menganalisis rata-rata sampah laut di tiga zona. Transek (5 m x 5 m) dan sub transek (0,5 m x 0,5 m) ditempatkan pada zona supratidal, intertidal, dan subtidal dengan 5 petak. Sampel sampah laut diambil dari permukaan (horizontal) hingga kedalaman 30 cm (vertikal). Plastik merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di ketiga zona tersebut dengan total 84 item, disusul dua jenis lainnya yaitu logam 2 item dan kaca 2 item. Pada zona supratidal ditemukan jenis marine debris paling sedikit yaitu 1 buah kain. Tidak ada perbedaan signifikan pada rata-rata sampah laut di zona supratidal, intertidal, dan subtidal.
KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA BADAN AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI BELAYAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Tulzuhrah, Fatimah; Rafi’i, Akhmad; Eryati, Ristiana
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.470

Abstract

Sungai Belayan merupakan sungai yang bermuara di Sungai Mahakam dengan panjang 65 km, lebar 30 – 100 m dan kedalaman 5 – 10 m. Di sepanjang sungai Belayan terdapat banyak kegiatan industri yang menghasilkan limbah, seperti pertambangan, pembuatan kapal, dan pertanian yang diduga memberikan kontribusi logam ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada badan air dan sedimen di sungai Belayan. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada bulan Februari 2020 di sungai Belayan di 12 stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air seperti suhu, kekeruhan, kedalaman, pH dan DO masih berada pada level yang baik sesuai baku mutu. Sedangkan untuk Total Suspended Solid (TSS), tingkat kecerahan dan kedalaman sudah melewati baku mutu yang ditentukan. Kadar logam berat di sedimen lebih tinggi dibandingkan di kolom air. Hal ini terlihat dengan adanya logam berat yang memenuhi baku mutu menurut United State Environmental Protection Agency (USEPA, 2004) seperti logam berat Cd pada stasiun 1, 2, 3, 4 dan 6. Hasil analisis kandungan logam berat dalam sedimen berdasarkan perhitungan Chi-square diperoleh nilai x2 Hitung > x2 Tabel yang berarti Ho ditolak, yang mana terdapat perbedaan kandungan logam berat yang signifikan pada setiap stasiun.
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb), KADMIUM (Cd) DAN TEMBAGA (Cu) PADA AIR DAN SEDIMEN DI MUARA PERAIRAN KECAMATAN MUARA JAWA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Permana, Budi; Rafii, Akhmad; Eryati, Ristiana
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.474

Abstract

Muara Jawa merupakan salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam berupa sumber daya hayati dan non hayati, sehingga banyak perusahaan dan masyarakat yang beraktivitas di lokasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Cd, Pb, dan Cu yang terlarut dalam air dan sedimen. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2019. Sampel yang diperoleh dibandingkan dengan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan KepMen LH No.51 Tahun 2004, dan sedimen mengacu pada baku mutu WAC 173-204-200. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam Pb tertinggi terdapat pada air dengan nilai 0,319 mg/l. Konsentrasi logam Cd tertinggi pada air dengan nilai 0,0058 mg/l. Konsentrasi logam Cu dalam air dengan nilai <0,002 mg/l. Hasil penelitian di sedimen menunjukkan konsentrasi logam berat Pb periode 1 yaitu 6,893 – 16,801 mg/kg dan periode 2 yaitu 5,022 – 15,584 mg/kg. Konsentrasi logam Cd pada sedimen menunjukkan nilai pada periode 1 yaitu 0,059 – 0,116 mg/kg dan pada periode 2 yaitu 0,012 – 0,097 mg/kg. Konsentrasi logam Cu pada sedimen menunjukkan nilai pada periode 1 yaitu 6,387 – 15,245 mg/kg, dan pada periode 2 yaitu 6,362 – 14,125 mg/kg.
STUDI KEANEKARAGAMAN IKAN INDIKATOR, MAYOR, TAGET PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU MIANG KUTAI TIMUR Wijaya, Oki; Eryati, Ristiana; Suyatna, Iwan
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.477

Abstract

Ikan karang merupakan hewan yang berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang, mulai dari tempat berkembang biak, mencari makan, hingga berlindung dari pemangsa. Ikan karang merupakan kelompok ikan yang selalu berkerabat dekat dengan lingkungan ekosistem terumbu karang. Ikan karang dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu ikan indikator, ikan mayor, dan ikan target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi ikan karang di Pulau Miang Besar, Kutai Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020, menggunakan 4 stasiun dan pengambilan ikan karang menggunakan metode UVC (Underwater Visual Census). Hasil penelitian ditemukan bahwa ikan target ditemukan pada 5 famili, 7 spesies dan 6 marga dengan kelimpahan tertinggi dari famili Lutjanidae sebanyak 48 individu dan terendah dari famili Haemulidae dengan 1 individu. Ikan indikator ditemukan 1 famili, 2 genus, dan 5 spesies dengan kelimpahan tertinggi spesies Chaetodon lunulatus 6 individu. Ikan mayor ditemukan pada 4 famili, 22 spesies, dan 10 genus dengan kelimpahan tertinggi pada famili Pomacentridae dengan 188 individu dan terendah pada famili Apogonidae dan famili Holocentridae dengan masing-masing 3 individu.
PELATIHAN USAHA BANDENG CABUT DURI DI KELURAHAN SIDOMULYO KECAMATAN ANGGANA Haqiqiansyah, Gusti; Sukarti, Komsanah; Ghitarina, Ghitarina; Eryati, Ristiana; Kusumaningrum, Indriati
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Vol. 2 No. 2 Edisi Agustus 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i2.1439

Abstract

Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan sangat perlu dilakukan. Usaha pengolahan hasil perikanan merupakan satu diantara kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga, dan dapat menciptakan peluang usaha alternatif bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah bandeng cabut duri. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan praktek. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini mendapat dukungan dan minat masyarakat yang tinggi. Kegiatan diawali dengan pemberian materi dan diskusi, selanjutnya dilakukan kegiatan praktek cabut duri ikan bandeng. Dari hasil diskusi dan pengamatan selama kegiatan, peserta sudah bisa memahami dan mempraktekan cara cabut duri dengan baik. Hal ini diharapkan nantinya peserta dapat mengaplikasikan sebagai satu usaha alternatif yang dapat dikembangkan