Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA PASIEN HIV AIDS Umayah, Nurul; Putri Sulistyaningrum, Danny; Yogo Budi Prabowo, Dwi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2215

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV), is a retrovirus family, that attacks T lymphocytes (CD4) cells in the immune system. The purpose of administering antiretroviral (ARV) therapy to HIV/AIDS patients is to increase the cluster of deficiency 4 (CD4). Given that ARV treatment is lifelong, patients must maintain excellent compliance with ARV medication. Side effects can sometimes lead to reduced ARV medication compliance. The quantitative research determines the correlation between the cognitive level and compliance with ARV medicine in HIV/AIDS patients with a cross-sectional approach. The study inadvertently involved 32 respondents. The data collection techniques were questionnaires on cognition, self-effectiveness, and compliance. Based on the Spearman rank, the test results indicate a significant correlation between self-efficacy (p-value: 0.003; r = 0.509), cognitive level (p-value of 0.001; r = 0.542), and the consistency of ARV drug intake in HIV/AIDS patients at the SMC Hospital Telogorejo VCT clinic. The research concludes the correlation between self-efficacy, cognitive level, and compliance. Nurses should expand their role as consultants and must participate in health education on HIV/AIDS patient management.
PENGARUH PEMAKAIAN BLOWER PENGHANGAT TERHADAP KEJADIAN HIPOTHERMIA PADA PASIEN POST OPERASI URETEROSCOPY Wartini, Sri; Putri Sulistyaningrum, Danny; Riani, Suksi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2218

Abstract

Stones in the urethral tract or ureterolithiasis cause pain, vomiting, and shivering due to infection. The management of ureterolithiasis includes invasive procedures such as ureteroscopy. Hypothermia may occur during ureteroscopy operations due to the use of anesthetic drugs, exposure to cold air in the surgery room, and the administration of cold fluids. Providing a heating blower is an effective nursing intervention to prevent hypothermia after surgery. The study determined the effects of heating blower on the occurrence of hypothermia in post-uteroscopy patients. The quasi-experimental research method used a one-group pretest-posttest design. The study involved 30 post-ureteroscopy patients at the Telogorejo SMC. The researchers accidentally collected the samples, using thermometers and observation sheets as instruments. The results found the pretest result, without a heating blower, with the body temperature mean of 35.8o (mild hypothermia), after providing the heating blower for 45 minutes, the body temperature mean increased to 36.9o (no hyperthermia). The results indicate the influence of the heating blower toward the hyperthermia prevalence of post-ureteroscopy patients at SMC Telogorejo with a p-value of 0.000 lower than 0.05 and a body temperature increase of 1.03oC. The results suggest doctors use a heating blower as one of the post-ureteroscopy nursing interventions.
Pengaruh Senam Kegel dan Rebusan Daun Sirih Terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum Normal Jatining Purnamasari, Yustina Novelia; Soraya, Desi; Putri, Danny
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 3 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.573 KB) | DOI: 10.63004/hrji.v1i3.107

Abstract

Pendahuluan: Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pervaginam di Kota Semarang dengan prevalensi 53%. Ibu pada masa nifas yang menderita luka perineum apabila tidak dijaga dengan baik dan perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan infeksi jalan lahir. Pengobatan untuk luka perineum dapat dilakukan dengan cara farmakologis maupun non farmakologis. Pengobatan dengan cara non farmakologis dapat dilakukan dengan mobilisasi dini seperti senam kegel dan penggunaan rebusan daun sirih untuk cebok supaya luka perineum cepat sembuh. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kegel dan rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum normal di Wilayah Kerja Puskesmas Ngesrep. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy-experimental dengan rancangan posttest only control  group design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum pervaginam di Wilayah kerja Puskesmas Ngesrep pada bulan Juli 2022. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebesar 32 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai (p-value 0,031 < 0,05 dan OR = 7,222) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa senam kegel dan rebusan daun sirih berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum  normal di wilayah kerja Puskesmas Ngesrep, dimana senam kegel dan rebusan daun sirih 7,222 kali lebih cepat dalam menyembuhkan luka perineum dibandingkan dengan hanya melakukan senam kegel. Simpulan: Diharapkan senam kegel dan rebusan daun sirih dapat diaplikasikan oleh ibu postpartum secara mandiri sebagai alternatif untuk menyembuhkan luka perineum, karena senam kegel dan rebusan daun sirih hemat serta mudah ditemukan dan dilakukan di lingkungan tempat tinggal.
Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Elektrik Dan Relaksasi Nafas Dalam terhadap Tingka Nyeri Dismenore pada Remaja SMK Nurul Islami Semarang Bunga Mayang Sari; Agnes Isti Harjanti; Danny Putri Sulistyaningrum
Medical Laboratory Journal Vol. 1 No. 4 (2023): December : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v1i4.108

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a pain that is felt during menstruation and is felt in the lower abdomen. The incidence of dysmenorrhea is still common in young women, including in SMK Nurul Islami Semarang. One way to reduce dysmenorrhea pain is with warm electric compresses and deep breathing relaxation. This study aimed to analyse the effectiveness of giving electric warm compresses and deep breathing relaxation on the level of dysmenorrhea pain in adolescents at SMK Nurul Islami Semarang. The research plan is a quasi-experimental design with a two-group pre-test-post-test design approach. The population in this study was composed of female students in grades 10 and 11. The sampling technique was purposive, and a total sample of 64 respondents was obtained. The statistical test used is the normality test using Kolmogorov-Sminonov, followed by the Wilcoxon test. This study found that giving electric warm compresses and deep breathing relaxation was more effective in reducing dysmenorrhea pain than giving electric warm compresses. This finding is based on the intervention group's score of 16.50, while the control group's value is 14.50. The results of this study recommend that it can be used as material for carrying out interventions for young women who experience menstrual pain (dysmenorrhea).
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Kondisi Kegawatan Kasus Krisis Hipertensi melalui Program Keladi Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Sulistyaningrum, Danny Putri; Nurrizky, Mianti; Juwariyah, Siti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3216

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama dan termasuk salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ target yang disebut juga krisis hipertensi. Hipertensi emergensi dan urgensi perlu dibedakan, karena cara pencegahan keduanya berbeda. Hipertensi urgensi adalah situasi dimana tekanan darah meningkat sangat tinggi dengan tekanan darah systolik ≥180mmHg dan tekanan darah diastolik ≥110mmHg, akan tetapi tidak terdapat kerusakan organ lain. Sedangkan hipertensi emergensi merupakan peningkatan tekanan darah systolik ≥180mmHg dan tekanan darah diastolik ≥110mmHg yang diikuti dengan kerusakan organ terkait seperti jantung, otak, ginjal, mata dan pembuluh darah perifer) (Palupi dan Rahmawati, 2015). Dengan masalah tersebut, maka perlu dilakukan upaya yang terencana, fokus dan meluas agar hipertensi dapat ditanggulangi. Salah satu upaya pencegahan adalah dengan melakukan promosi kesehatan. Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku, ketrampilan dan komitmen dalam penanggulangan hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah dan memberikan pertolongan atau penanganan pertama pada kondisi kegawatan penyakit krisis hipertensi melalui program KELADI yaitu KElola stress, LAtihan fisik, Diet, patuh mInum obat. Kegiatan ini diberikan kepada penderita hipertensi melalui kader sebagai fasilitator kesehatan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 30 orang kader di Wilayah RW 1, 6, 8, 9, dan 13 Kelurahan Krobokan, Kota Semarang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pelatihan kader mengenai program KELADI. Selanjutnya kader akan memberikan edukasi kepada masyarakat yang menderita hipertensi. Tingkat self management penderita hipertensi diukur sebelum (pre test) dan setelah (post test) diberikan edukasi KELADI oleh kader. Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas didapatkan peningkatan self management pada kategori baik dari (dari 46,87% menjadi 68,75%). Kegiatan ini akan dilanjutkan oleh kader sebagai upaya pencegahan kegawatan hipertensi di wilayah mitra.
THE RELATIONSHIP OF FAMILY SUPPORT TO THE PREVENTION OF HYPERTENSION COMPLICATIONS IN THE ELDERLY Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Siti Juwariyah; Danny Putri Sulityaningrum
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 9 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v9i2.50329

Abstract

ABSTRACT Introduction: Hypertension is a health problem that most often occurs in the elderly, because the elderly will experience a decrease in physiological function due to degenerative processes, one of the diseases of the cardiovascular system that most often occurs in the elderly due to aging and the cumulative impact of the lifestyle of the elderly in their youth. Hypertension in the elderly has the potential for complications such as coronary heart disease and kidney failure, so it requires routine treatment and several routine precautions that can prevent hypertension complications and support from the family is very influential. Methodology: This study aims to analyze the relationship between family support and the prevention of hypertension complications in the elderly. This research is a correlational descriptive study using a cross sectional design with a quantitative approach. The sample was selected using accidental sampling technique with a total sample of 68 respondents. Statistical tests use the Spearman rho test. Results: The results of the study show that there is a relationship between family support and the prevention of hypertension complications in the elderly with a positive correlation and very strong strength (p value = <0.001; r= 0.859). Conclusion: there is a relationship between family support and the prevention of hypertension complications in the elderly. The recommendation from the results of this research is the importance of family support in preventing hypertension complications in elderly people with hypertension so that they are more confident and obedient in preventing hypertension complications. Keywords: Hypertension, prevention of hypertension complications, family support, elderly
Pembentukan Srikandi Senam Abdominal Streching dengan Kompres Hangat Pada Siswa yang Mengalami Nyeri Menstruasi Di SMA Negeri 6 Semarang Rusmiyati, Rusmiyati; Noer’aini, I’ien; Sulistyaningrum, Danny Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 1 No 2 (2022): JPMJ Vol 1 No 2 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.159 KB) | DOI: 10.47218/jpmj.v1i2.227

Abstract

Masa remaja perempuan merupakan suatu fase perkembangan yang ditandai dengan mulainya menstruasi. Meskipun begitu, pada kenyataannya banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi seperti nyeri haid atau dismenore. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap negara mengalami kejadian dismenorea. Namun masih banyak ditemukan perempuan yang belum tahu bagaimana cara mengatasinya. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa abdominal stretching exercise lebih efektif dari pada pemberian senam dismenore dengan kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri menstruasi. Selain itu kompres hangat juga dianggap sangat efektif dalam menurunkan nyeri atau spasme otot. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Semarang. Semua peserta yang terlibat terdiri dari siswi kelas X SMA Negeri 6 Semarang. Berdasarkan skor post- test, menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi tentang abdominal streching exercise setelah diberikan edukasi. Selanjutnya dilakukan kegiatan mentoring kepada Srikandi senam yang dilakukan 1 bulan sekali dengan observasi secara langsung. Disarankan Srikandi senam yang sudah terbentuk di SMA Negeri 6 Kota Semarang bisa memfasilitasi ketika ada siswa yang mengalami nyeri menstruasi atau dismenorea
The Effect of Buerger Allen Exercise on Muscle Cramps in Preventing Intradialysis Emergency Sulistyaningrum, Danny Putri; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Sutejo, Mianti Nurrizky
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 4 (2024): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.54388

Abstract

Introduction: Hemodialysis is a kidney replacement therapy for patients with stage V chronic kidney disease. During hemodialysis, patients often complain of muscle cramps. More than ¾ of hemodialysis patients have experienced muscle cramps. This condition causes discomfort and anxiety, which can reduce their quality of life. If the patient shortens the duration of hemodialysis, the process of removing toxins and excess fluid will not be optimal. This study aimed to investigate the effect of Buerger Allen exercises on muscle cramps in intradialysis patients. Methods: This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest control group structure. The sample consisted of 64 hemodialysis patients at Klinik Ginjal dan Hipertensi Lestari, selected using a consecutive sampling technique. The sample was divided into two groups: 32 in the treatment group and 32 in the control group. The inclusion criteria were ages 25 to 70, compos mentis, able to read and write, willing to participate, and undergoing routine hemodialysis twice a week for at least 4 hours. Statistical analysis was performed using the Mann-Whitney test. Results: The results showed that the mean rank in the treatment group was higher than in the control group (44.97 vs. 20.03). Statistical analysis showed a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Buerger Allen exercises have a significant effect on reducing muscle cramps in intradialysis patients.
Langkah Preventif Melawan Hipertensi: Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Machfudin, Amanda Afriyani; Kysara, Amanda Ayu Diva; Ardiansyah, Dicko Putra; Ananda, Restu; Juwariyah, Siti; Sulistyaningrum, Danny Putri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5700

Abstract

Pengabdian ini mengkaji pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Pandanaran, dengan fokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit kronis seperti hipertensi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta dan kemampuan manajemen diri mengenai kesehatan mereka, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan kualitas hidup. Kegiatan prolanis dilakukan secara rutin, pada lansia dengan penyakit kronis seperti hipertensi dengan jumlah 94 lansia yang hadir. Kegiatan ini bertujuan ntuk memfasilitasi deteksi dini dan pengelolaan risiko kesehatan yang terkait dengan penyakit kronis, sehingga diharapkan dapat mengontrol hipertensi dan komplikasinya. Pengabdian ini merupakan kegiatan yang dilakukan bersama petugas puskesmas dan mahasiswa untuk mencapai tujuan melaksanakan prolanis dan mengontrol hipertensi. Kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan materi mengenai hipertensi serta pembagian leaflet di awal kegiatan, setelah itu dilanjut dengan sesi tanya jawab dengan peserta lansia dan dilanjutkan dengan latihan fisik berupa senam. Setelah dilakukan edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan latihan fisik, program ini berhasil meningkatkan pemahaman mengenai hipertensi pada lansia dan meningkatkan kesadaran lansia mengenai kesehatan mereka.
MANFAAT PROGRAM PHYTY DM (PHYSICAL ACTIVITY DIABETES MELITUS) UNTUK PENANGANAN KEGAWATAN PHYSICAL ACTIVITY PADA LANSIA DIABETES MELITUS Juwariyah, Siti; Resa Nirmala Jona; Maya Cobalt Angio Septianingtyas; Vivi Sovianti; Danny Putri Sulistyaningrum
Empowerment Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v5i1.1907

Abstract

Sebagian besar penderita diabetes pada lansia mengalami kerusakan saraf yaitu dengan gejala neuropati perifer, yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelemahan sampai nyeri pada tangan dan kaki. Kegawatan dari gejala neuropati perifer tersebut mengakibatkan efek samping lebih berat pada lansia contohnya resiko jatuh. Pemberian terapi dengan obat-obatan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, tapi apabila pemberian secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Sehingga terapi non farmakologi dapat digunakan untuk mengatasi salah satu gejala neuropati tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap permasalahan yang terjadi pada lansia dengan diabetes melitus khususnya mengenai kegawatan physical activity dengan program PHYTY DM. Metode pengabdian masyarakat ini melalui bebarapa tahapan untuk memastikan efektifitas program PHYTY DM dalam meningkatkan aktifitas fisik dan mencegah kegawatan padan lansia dengan diabetes melitus, tahapannya adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  sebelum dilaksanakan pengetahuan di dapatkan bahwa kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 15 lansia, cukup 45 lansia dan baik 9 lansia. Sedangkan setelah dilaksanakan penyuluhan program PHYTY DM kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 7 lansia, cukup 23 lansia dan baik 13 lansia. Dari hasil tersebut dibuktikan bahwa ada peningkatan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  tentang program PHYTY DM. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM. Rencana tindak lanjut untuk kegiatan ini adalah melaksanakn kerjasama dengan kader kesehatan untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pemantauan kepada lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM