Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penyesuaian Diri Perempuan Menikah Muda: Peran Kematangan Emosi dan Dukungan Sosial Putri, Annyza Harnit; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10419

Abstract

Pernikahan pada usia muda, yakni pernikahan yang dilakukan dalam rentang usia 16 – 19 tahun, memerlukan persiapan yang komprehensif, terutama dalam menghadapi kehidupan bersama pasangan. Pernikahan pada usia muda dapat menjadi tantangan bagi mereka yang belum siap menghadapi tugas perkembangan dewasa. Fokus penelitian ini adalah pada perempuan yang menikah pada usia muda dan bagaimana kematangan emosi serta dukungan sosial mempengaruhi penyesuaian diri mereka dalam pernikahan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen untuk melihat hubungan antar variabel. Penelitian melibatkan 215 perempuan menikah muda di Surabaya dengan menggunakan teknik non probability sampling dan Accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dirancang untuk mengukur tingkat kematangan emosi, dukungan sosial, dan penyesuaian diri dalam pernikahan. Analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisis data, menunjukkan hubungan simultan yang sangat signifikan antara kematangan emosi, dukungan sosial, dan penyesuaian diri. Hubungan positif sangat signifikan ditemukan antara kematangan emosi dan penyesuaian diri, serta dukungan sosial dan penyesuaian diri. Disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat kematangan emosi, maka semakin baik penyesuaian diri. Selain itu,juga semakin tinggi tingkat dukungan sosial, maka semakin baik penyesuaian diri. Sebaliknya, penurunan variabel kematangan emosi dan dukungan sosial dapat berpengaruh negatif terhadap penyesuaian diri dalam konteks pernikahan pada usia muda.
Penerimaan Diri Dan Dukungan Sosial dengan Kebahagiaan pada Perempuan Dewasa Awal Fatherless Hardianita, Shabrina Labiba; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kebahagiaan pada perempuan dewasa awal fatherless. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah subjek 220 partisipan perempuan dewasa awal fatherless dengan rentan usia 20 hingga 30 tahun. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kreteria khusus kehilangan figur ayah (ayah yang meninggal dunia, ayah yang bercerai, ayah yang tidak tinggal bersama keluarga dan tidak berkomunikasi satu sampai tiga kali dalam sebulan, atau mempunyai permasalahan sosial dan ekonomi). Hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kebahagiaan perempuan dewasa awal fatherless memiliki hubungan yang simultan dengan penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kebahagiaan. Uji persial hubungan penerimaan diri dengan kebahagiaan ada korelasi peneriman diri memiliki hubungan positif. Uji parsial dari variabel dukungan sosial dengan kebahagiaan ada hubungan positif yang signifikan dukungan sosial dengan kebahagian perempuan dewasa fatherless.
Kecemasan Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Adakah Peranan Internal Locus of Control? Putri, Marsella Aprilola Dwi; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10551

Abstract

AbstractThe uncertainty of life in the future makes final year students feel worried about the failure experienced later in fulfilling existing tasks and demands so that this can trigger final year students to experience future anxiety. This study aims to determine the relationship between internal locus of control and future anxiety in final year students. This research is a type of quantitative research using correlational research. The subjects in this study were 321 final year students. The research instruments used the internal locus of control scale and the Future Anxiety Scale (FAS) adapted from Zaleski (1996). The data analysis technique used Spearman's Rho analysis technique with the help of the IBM Statistical Package for Social Science (SPSS) version 25 for windows program. The results showed a significant negative relationship between internal locus of control and future anxiety in final year students, meaning that the higher the internal locus of control, the lower the future anxiety of final year students. Conversely, the lower the internal locus of control, the higher the future anxiety of final year students.Keywords: Final Year Students; Future Anxiety; Internal Locus of Control AbstrakKetidakpastian kehidupan di masa depan membuat mahasiswa tingkat akhir merasa khawatir akan kegagalan yang dialami nantinya dalam memenuhi tugas dan tuntutan yang ada sehingga hal tersebut dapat memicu mahasiswa tingkat akhir mengalami kecemasan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dengan kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 321 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen penelitian menggunakan skala internal locus of control dan The Future Anxiety Scale (FAS) yang diadaptasi dari Zaleski (1996). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Spearman’s Rho dengan bantuan program IBM Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 25 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara internal locus of control dengan kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir, artinya semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah kecemasan masa depan mahasiswa tingkat akhir. Sebaliknya semakin rendah internal locus of control maka akan semakin tinggi kecemasan masa depan mahasiswa tingkat akhir.Kata kunci: Internal Locus of Control; Kecemasan Masa Depan; Mahasiswa Tingkat Akhir
Ketidakpuasan tubuh pada remaja: Peranan perfeksionisme dan komparasi sosial dalam media sosial Paramitha, Maisya; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11624

Abstract

Abstract Body dissatisfaction is an individual's negative feelings towards their own body. This study aims to determine the relationship between social comparison and perfectionism with body dissatisfaction in adolescent social media users. The research method used quantiative correlation with the number of respondents as many as 274 adolescents taken by accidental sampling technique. The research scale uses a body dissatisfaction scale taken from aspects of Rosen, Reiter, and Pam (1995), perfectionism scale from aspects of Flett and Hewitt (2002) and social comparison scale from aspects of Gibbson and Buunk (1999). The results show that there is a significant positive relationship between perfectionism and social comparison with body dissatisfaction in adolescent social media users. From the partial test results, there is a significant positive relationship between perfectionism and body dissatisfaction in adolescent social media users and there is a significant positive relationship between social comparison and body dissatisfaction in adolescent social media users. Keywords: Body dissatisfaction, perfectionism, social comparison, adolescents, social media Abstrak Ketidakpuasan tubuh adalah perasaan negatif individu terhadap bentuk tubuhnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komparasi sosial dan perfeksionisme dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial. Metode penelitian menggunakan kuantiatif korelasional dengan jumah responden sebanyak 274 remaja yang diambil dengan teknik accidental sampling. Skala penelitian menggunakan skala ketidakpuasan tubuh diambil dari aspek Rosen, Reiter, dan Pam (1995), skala perfeksionisme dari aspek Flett dan Hewitt (2002) dan skala komparasi sosial dari aspek Gibbson dan Buunk (1999). Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dan komparasi sosial dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial. Dari hasil uji parsial terdapat hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara komparasi sosial dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna media sosial. Kata Kunci: Ketidakpuasan tubuh, perfeksionisme, komparasi sosial, remaja, media sosial
Intensitas penggunaan media sosial dan konformitas: Dinamika perilaku konsumtif remaja akhir Purwita, Kiky Marsya Aliyya; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11725

Abstract

Remaja umumnya selalu ingin mengikuti tren, hal ini menyebabkan remaja merasa tidak puas dengan apa yang dimiliki dan menjadi konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan tindakan seseorang dalam membeli barang yang tidak didasarkan pada pertimbangan rasional. Intensitas penggunaan media sosial adalah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan berulang dalam menggunakan media sosial. Konformitas adalah sebuah perubahan perilaku karena pengaruh sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah remaja yang berusia 18-21 sebanyak 106. Pengujian pada penelitian ini menggunakan metode Kendal tau. Hasil pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan perilaku konsumtif. Penelitian ini juga menunjukkan hasil tidak terdapat hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif.
Nomophobia pada Remaja: Bagaimana Peran Kepribadian Introvert dan Dukungan Sosial? Hermawan, Wahyu; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12597

Abstract

Nomophobia memberikan dampak negatif terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepribadian introvert dan dukungan sosial terhadap kecenderungan Nomophobia di kalangan remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan data melalui kuesioner. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Tulangan dan SMP Al Islam Krian dengan total 211 subjek. Data dianalisis menggunakan metode korelasi Spearman-Brown. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara variabel kepribadian introvert dan Nomophobia menunjukan tidak adanya hubungan signifikan. Demikian pula, uji korelasi antara dukungan sosial dan Nomophobia menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan antara kepribadian introvert maupun dukungan sosial jika dihubungkan dengan kecenderungan Nomophobia.
Kecerdasan Emosional dengan Kecenderungan Alexithymia pada Remaja Riana, Nadya Okta; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12626

Abstract

Masa remaja seringkali diwarnai dengan perubahan biologis dan emosional yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Alexithymia, atau ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dan mengomunikasikan emosi, merupakan salah satu kesulitan utama yang dihadapi dan dapat menghambat interaksi sosial dan kesejahteraan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara kecenderungan Alexithymia remaja dan kecerdasan emosional. Pendekatan kuantitatif menggunakan metodologi korelasional deskriptif digunakan. 390 remaja berusia antara 13 dan 18 tahun yang dipilih secara acak menjadi sampel penelitian. Formulir Google dengan skala Likert digunakan untuk mengumpulkan data daring. Temuan penelitian menunjukkan korelasi positif yang kuat antara kecenderungan Alexithymia dan kecerdasan emosional. Remaja dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi tampaknya kurang rentan terhadap alexithymia. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan intervensi psikologis untuk membantu remaja mengelola tantangan emosional mereka.
Kepribadian Conscientiousness dan Cyberslacking pada Mahasiswa Aisyah, Syafira Putri; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12642

Abstract

Cyberslacking merupakan perilaku mahasiswa yang memanfaatkan internet untuk aktivitas non-akademik selama perkuliahan sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian conscientiousness dengan cyberslacking pada mahasiswa di Surabaya. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 377 mahasiswa aktif di Surabaya yang diambil dengan teknik simple random sampling. Skala penelitian menggunakan skala kepribadian conscientiousness diambil dari aspek Costa dan McCrae (1992) dan skala cyberslacking dari aspek Akbulut. dkk (2016). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepribadian conscientiousness dengan cyberslacking pada mahasiswa. Diharapkan mahasiswa dapat menghindari cyberslacking agar dapat meningkatkan produktivitas belajar, fokus pada tujuan akademik, dan mengoptimalkan waktu untuk kegiatan bermanfaat. Kata kunci: Kepribadian Conscientiousness, Cyberslacking, Mahasiswa.
H Hardiness Generasi Z di Era Modern: Perspektif Religiositas dan Optimisme Farihah, Siti; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12679

Abstract

Generasi Z yang terlahir di era digital cenderung lebih menghadapi berbagai macam tantangan dan permasalahan. Oleh karena itu gen Z membutuhkan sikap hardiness sebagai kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai macam persoalan tersebut. Ada dua faktor penting yang dapat mempengaruhi hardiness dalam diri gen Z, yakni religiositas, serta optimisme yang sama-sama memberikan suatu dorongan untuk tetap bertahan dalam segala situasi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara religiositas dan optimisme dengan hardiness pada gen Z yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan kesadaran akan pentingnya hardiness. Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dan sampel terdiri dari 220 responden gen Z berusia 18-25 tahun yang berada di Surabaya dari hasil ketentuan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga skala psikologis, skala religiositas, optimisme dan hardiness, serta menggunakan teknik analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini mendapatkan hasil yang membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara religiositas dan optimisme dengan hardiness pada gen Z, yang akhirnya dapat ditarik kesimpulan jika semakin tinggi tingkat religiositas dan optimisme yang dimiliki gen Z maka semakin tinggi pula hardinessnya, begitupun sebaliknya.
Sikap Optimis dan Dukungan Sosial Meningkatkan Resiliensi pada Mahasiswa Akhir Santoso, Belia Putri; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12816

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pandangan positif dan dukungan sosial berhubungan dengan ketahanan mahasiswa yang menyelesaikan skripsi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kedua faktor ini dapat memengaruhi ketahanan. Dengan 255 mahasiswa yang dipilih secara acak menggunakan sampel acak, desain penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif. Alat-alat ini meliputi ukuran dukungan sosial peneliti sendiri, skala ketahanan, dan skala sikap optimis. Regresi linier berganda digunakan untuk analisis data. Menurut temuan penelitian, dukungan sosial dan ketahanan berkorelasi signifikan dengan sentimen positif. Menurut penelitian, ketahanan berkorelasi positif dengan dukungan sosial, sementara itu berkorelasi negatif dengan sikap optimis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sementara sikap optimis yang rendah dapat menurunkan ketahanan mahasiswa, dukungan sosial yang baik dapat meningkatkannya. Penelitian ini menawarkan informasi baru yang signifikan tentang variabel yang memengaruhi kemampuan mahasiswa untuk bangkit kembali dari kemunduran akademis.