Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Antara Harga Diri Dan Perilaku Asertif Dengan Persepsi Terhadap Catcalling Pada Perempuan Dewasa Awal Di Surabaya Senja Diva Sakarida; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri, perilaku asertif dengan persepsi terhadap catcalling pada perempuan dewasa awal di Surabaya. Subjek dalam penelitian ini adalah 277 perempuan dewasa awal usia 18-25 tahun yang tinggal di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan harga diri, perilaku asertif dengan persepsi terhadap catcalling sebesar rxy= 0,750 dengan sig. 0,000 dimana p < 0,05. Artinya secara simultan (bersama-sama) harga diri dan perilaku asertif memiliki pengaruh terhadap persepsi terhadap catcalling. Secara parsial variabel harga diri dengan persepsi terhadap catcalling diperoleh skor t = -16.435 dengan sig. 0,000 yang dimana p < 0,05. Artinya terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan persepsi terhadap catcalling. Secara parsial variabel perilaku asertif dengan persepsi terhadap catcalling diperoleh skor t = -0,365 dengan sig. 0,715 yang dimana p > 0,05.
Kontrol diri dan kecenderungan agresivitas verbal di media sosial pada remaja Nugrahani, Elisa Retno; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.10191

Abstract

Adolescence is a period in which adolescents experience a process of self-development, both psychologically and physically. It is the phase where they have to be ready to enter adulthood, requiring them to prepare mentally and physically. The low levels of self-control cause individuals to tend to take risks and violate the rules without considering the long-term consequences, which will lead to a verbal aggressiveness tendency on social media. This study aims to determine the relationship between self-control and verbal aggression tendencies in social media among adolescents. For a total of 165 participants, this study was conducted at SMAIT- Al-Uswah Surabaya with the specified requirements for inclusion involving adolescents between the ages of 15-18 years who were actively using social media. Based on Spearman’s rho calculation in this study, a correlation coefficient value of -0,533 was identified, with a p-value of 0,000 (p<0,01). According to the result, there is an extremely significant relationship between self-control and verbal aggressiveness in adolescents. Masa remaja merupakan periode di mana para remaja mengalami proses perkembangan diri, baik dari segi psikis maupun fisik. Hal ini fase di mana mereka harus bersiap-siap untuk memasuki masa dewasa mengharuskan mempersiapkan mental dan fisik yang matang. Rendahnya tingkat kontrol diri menyebabkan individu cenderung lebih suka mengambil risiko dan melanggar peraturan tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka Panjang yang akan menimbulkan kecenderungan agresivitas verbal di media sosial. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan agresivitas verbal di media sosial pada remaja. Penelitian ini dilakukan di SMAIT- Al-Uswah Surabaya dengan jumlah partisipan 165 siswa, kriteria yang dibutuhkan yaitu ramaja berusia 15-18 tahun, dan aktif dalam bersosial media. Berdasarkan hasil perhitungan spearman’s rho didapatkan nilai correlation coefisient sebesar -0,533 dengan nilai p=0,000 (p<0,01). Menurut hasil tersebut berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan agresivitas verbal pada remaja.
Keharmonisan keluarga dengan perilaku agresif pada remaja awal Hapsari, Dwi Ria Maya; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keharmonisan keluarga dengan perilaku agresif pada remaja awal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 221 responden dengan jenis kelamin laki-laki dan berusia antara 12-15 tahun dan tinggal bersama keluarga serta bukan merupakan anak tunggal. Teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Hasil koefesien korelasi pada variabel keharmonisan keluarga dengan perilaku agresif sebesar - 0.553 yang menunjukkan bahwa tingkat koefisien korelasi pada penelitian terdapat hubungan negatif, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p< 0,01). Artinya, semakin rendah tingkat keharmonisan keluarga, maka perilaku agresif para remaja akan meningkat. Sebaliknya, jika semakin tinggi tingkat keharmonisan keluarga, maka perilaku agresif pada remaja semakin rendah.
Coping Religius dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Muslim di Indonesia Efendy, Mamang; Pratitis, Nindia; Norhidayah, Meininda Rhivent; Aini Putri, Emilia Nur

Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i2.5506

Abstract

Kesejahteraan psikologis mahasiswa merupakan masalah penting yang berdampak pada kesehatan mental, seperti stres dan depresi, serta berdampak pada kualitas akademik dan keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan religious coping terhadap kesejahteraan psikologis. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana, penelitian ini melibatkan 524 mahasiswa Muslim di Indonesia yang diambil dengan teknik snowball sampling. Instrumen penelitian yaitu Oxford Happiness Questionnaire (OHQ) untuk mengukur kesejahteraan psikologis, yang terdiri dari 29 item dengan nilai konsistensi internal α = 0,899. Skala Initial Development of the Iranian Religious coping Scale untuk mengukur coping religius, yang terdiri dari 22 item dengan nilai konsistensi internal α = 0,920. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan religious coping terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 19,7%. Studi ini menyoroti pentingnya coping religius dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa di Indonesia, sehingga penelitian selanjutnya dapat menggunakan religious coping sebagai intervensi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa di Indonesia.
Menguatkan Resiliensi: Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial Pada Remaja Korban Bullying di Surabaya Ayuningtyas, Christin Indah; Rini, Rr. Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25193

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara regulasi emosi dan dukungan sosial dengan resiliensi remaja korban bullying di Surabaya. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa hubungan ini positif. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 130 remaja di Surabaya yang menjadi korban bullying. Sampel diambil secara random. Siswandi (2020) Emotional Regulation Questionnaire (ERQ), yang didasarkan pada dimensi Gross & John (2003), adalah metrik yang digunakan. Menurut teori Sarafino (1999), skala dukungan sosial menggunakan empat diensi. Di sisi lain, skala resiliensi menggunakan skala Connor-Davidson Resilience (CD-RISC), yang dikembangkan oleh Rinaldi (2011), yang didasarkan pada elemen Connor dan Davidson. Dengan nilai F = 53,991 dan nilai Sig = 0,000, analisis regresi berganda digunakan.
Peran Harga Diri Terhadap Kecenderungan Perilaku Self Injury Pada Remaja Revangga Tito Saputro; Andik Matulessy; Nindia Pratitis
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i2.3969

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-esteem and the tendency of self-injury behavior in adolescents. This study uses correlational quantitative research. The sampling technique in this study used the incidental sampling method, subjects as many as 180 adolescents were taken from the entire population. Adolescents with domicile in the city of Surabaya became subjects in the study. The self-esteem scale and the tendency of self-injury behavior are two instruments that are owned in this study. Data analysis was carried out using product moment correlation analysis test with the help of SPSS version 20 for Windows. The correlation coefficient result is -0.298, showing if there is a negative relationship between the level of the research coefficient with a significant level of p = 0.000 < (p = 0.05). This shows that the higher the self-esteem, the lower the tendency of self-injury behavior, and vice versa, the lower the self-esteem, the higher the tendency of self-injury behavior.
Systematic Desensitization Techniques in Overcoming Specific Phobias in Adolescents Rizki Dwi Bakhtiar Surin; Nindia Pratitis; Aliffia Ananta
International Journal of Public Health Vol. 2 No. 1 (2025): March : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v2i1.273

Abstract

This study explores systematic desensitization therapy in addressing specific phobias among adolescents, particularly arachnophobia, ophidiophobia, and katsaridaphobia. The research aims to explore the subjective experiences of adolescents undergoing systematic desensitization for specific phobias, focusing on perception and emotional changes. A qualitative phenomenological method was employed to delve into the subjective experiences of adolescents with specific phobias. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), with validity ensured through triangulation and member checking. Findings indicate that adolescents experienced significant anxiety reduction and decreased avoidance behaviors, thanks to therapist support and the application of relaxation techniques. This study highlights the importance of understanding individual experiences to enhance the effectiveness of therapeutic interventions. Thus, systematic desensitization, combined with supportive therapeutic practices, proves to improve the quality of life for adolescents struggling with specific phobias. These findings not only enrich academic literature but also aid practitioners in designing interventions that are more responsive to patient needs.
Pentingnya Meningkatkan Penerimaan Diri pada Pasien Diabetes dengan Dukungan Keluarga Maduriani, Ismi; Matulessy, Andik; Rina, Amherstia Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9779

Abstract

Diabetes Mellitus or what is often called diabetes with one of the most common and easy to see symptoms is a wound or ulcer that does not heal, is painful, scary, and causes an unpleasant odor so that it disturbs the diabetes patient himself as well as the people around the patient. So that this is the main cause of diabetes patients having difficulty accepting themselves with the conditions they are experiencing. Self-acceptance is the individual's ability and desire to live in all its qualities. One of the factors that can affect self-acceptance is family support. Family support is about help, care and appreciation that is felt by other people or the environment and makes individuals feel loved. This study aims to prove the existence of a relationship between family support and self-acceptance. This study used a quantitative method with a total of 114 participants diagnosed with diabetes aged 20-50 years and over for at least two years. Collecting participants using accidental sampling technique. The results of data analysis using Spearman's Rho non-parametric correlation resulted in a significant positive relationship between family support and self-acceptance. The existence of a positive relationship means that the higher the family support for diabetes patients, the higher self-acceptance. Conversely, the lower the family support for diabetes patients, the lower their self-acceptance. Diabetes atau yang sering disebut penyakit kencing manis dengan salah satu gejala yang paling sering ditemui dan mudah dilihat adalah luka atau borok yang tak kunjung sembuh, menyakitkan, menyeramkan, dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu pasien diabetes itu sendiri juga orang-orang disekitar pasien. Sehingga hal tersebut merupakan penyebab utama para pasien diabetes kesulitan dalam menerima dirinya dengan kondisi yang dialami tersebut. Penerimaan diri adalah kemampuan dan keinginan individu untuk hidup dengan segala kualitasnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan diri adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga adalah tentang bantuan, perhatian dan penghargaan yang dirasakan oleh orang lain atau lingkungan dan membuat individu merasa dicintai. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan dukungan keluarga dengan penerimaan diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah partisipan sebanyak 114 pasien terdiagnosa diabetes minimal dua tahun yang berusia 20-50 tahun keatas. Pengumpulan partisipan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis data menggunakan Korelasi non parametrik Spearman’s Rho menghasilkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Dukungan Keluarga dengan Penerimaan Diri. Adanya hubungan positif dapat diartikan semakin tinggi Dukungan Keluarga pada pasien diabetes maka akan semakin tinggi Penerimaan Dirinya. Sebaliknya, semakin rendah Dukungan Keluarga pada pasien diabetes maka akan semakin rendah pula Penerimaan Dirinya.
Meningkatkan Regulasi Emosi dengan Mengurangi Deindividuasi pada Gen Z dalam Mencegah Perilaku Hate Speech pada Media Sosial Rahma, Dwi Nur; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9913

Abstract

Social media is a tool that allows someone to interact online without being limited by space and time. One of them is the social media Instagram, whose existence is often misused by irresponsible users to behave in hate speech. Group situations allow a person's self-awareness to be reduced and with low emotional regulation it allows a person to behave hate speech. This study aims to determine the relationship between deindividuation and emotion regulation with hate speech behavior in Generation Z who use social media. The method used in this research is quantitative correlation with a total of 115 Generation Z subjects aged 18-28 years. The collection of subjects using incidental sampling technique. The results of data analysis using Spearman's Rho Non-Parametric Correlation produced a significant positive relationship between Deindividuation and Hate Speech behavior in Generation Z of social media users and there was a significant negative relationship between Emotion Regulation and Hate Speech Behavior in Generation Z of social media users. The existence of a positive relationship means that the higher the deindividuation in Generation Z, the higher the Hate Speech behavior and vice versa. The existence of a negative relationship means that the lower the Emotion Regulation in Generation Z, the higher Hate Speech behavior will be and vice versa. Media sosial merupakan sarana yang memungkinkan seseorang dapat berhubungan secara online tanpa dibatasi ruang dan waktu. Salah satunya adalah media sosial instagram, keberadaannya sering disalahgunakan pengguna yang tidak bertanggung jawab untuk berperilaku hate speech. Situasi kelompok memungkinkan kesadaran diri seseorang akan berkurang dan dengan regulasi emosi yang rendah maka memungkinkan seseorang untuk berperilaku hate speech. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara deindividuasi dan regulasi emosi dengan perilaku hate speech pada Generasi Z pengguna media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah subjek sebanyak 115 Generasi Z yang berusia 18-28 tahun. Pengumpulan subjek menggunakan teknik insidental sampling. Hasil analisis data menggunakan Korelasi Non-parametrik Spearman’s Rho menghasilkan hubungan positif yang signifikan antara Deindividuasi dengan perilaku Hate Speech pada Generasi Z pengguna media sosial serta terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Regulasi Emosi dengan Perilaku Hate Speech pada Generasi Z pengguna media sosial. Adanya hubungan positif dapat diartikan bahwa semakin tinggi deindividuasi pada Generasi Z maka perilaku Hate Speech juga semakin tinggi dan sebaliknya. Adanya hubungan negatif dapat diartikan bahwa semakin rendah Regulasi Emosi pada Generasi Z maka perilaku Hate Speech akan semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya.
Self Efficacy dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Kematangan Karir Mahasiswa Tingkat Akhir Putra, Dirgantara Anugrah; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9933

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-efficacy and peer social support with the career maturity of final year students. This research is a type of quantitative research using a correlational research approach. The sampling technique used is random sampling. The subjects of this study were 330 Surabaya students. The data collection instrument uses a self-efficacy scale, a peer social support scale, a career maturity scale. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis with the help of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 25.0 for Windows program. The results of data analysis show that there is a significant positive relationship between self-efficacy and peer social support with final grade student career maturity. This means that it can be concluded that self-efficacy and peer social support can simultaneously affect the career maturity of final year students Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan dukungan sosial teman sebaya dengan kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Subjek penelitian ini sebanyak 330 mahasiswa Surabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala self efficacy, skala dukungan sosial teman sebaya, skala kematangan karir. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan bantuan program statistical package for the social sciences (SPSS) 25.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara self efficacy dan dukungan sosial teman sebaya dengan kematangan karir mahasiswa tingkat akhir. Artinya dapat disimpulkan bahwa self efficacy dan dukungan sosial teman sebaya secara bersama sama dapat mempengaruhi kematangan karir mahasiswa tingkat akhir