Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Baru yang Merantau Putri, Dilla Asiska Ananda; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9928

Abstract

This research aims to describe the relationship between self-efficacy and adjustment among new students who are living away from home. The study is conducted due to the challenges faced by students who come from outside Surabaya and have to relocate for education, as they have different cultures and languages. One of the factors that influence adjustment is self-belief and self-ability, also known as self-efficacy. A quantitative approach was used in this research through descriptive and correlational methods. A total of 80 students participated as research subjects. The subjects of this study were new students from the Psychology department, class of 2022. Data was collected using Likert scales. Data analysis was performed using Spearman's rho, which revealed a positive relationship between self-efficacy and adjustment. So the results of this research indicate that the higher or the better the self-efficacy of an individual, the better the individual's self-adjustment as well. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara efikasi diri dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru yang merantau. Penelitian ini dilakukan karena ada permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa yang berasal dari luar Surabaya dan harus merantau untuk mengejar pendidikan, karena mereka memiliki budaya dan bahasa yang berbeda. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah keyakinan dan kemampuan diri, yang juga dikenal sebagai efikasi diri. Kuantitatif merupakan pendekatan yang dilakukan pada riset ini melalui metode deskriptif dan korelasi. Sebanyak 80 mahasiswa menjadi subjek penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa baru angkatan 2022 jurusan Psikologi. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan Spearman Rho yang hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara efikasi diri dengan penyesuaian diri. Sehingga hasil dari penelitian ini memberikan makna bahwa semakin tinggi atau semakin baik efikasi diri seorang individu maka akan semakin baik pula penyesuaian diri seorang individu tersebut.
Perilaku Prososial Santri : Bagaimana Peran Kecerdasan Spiritual dan Dukungan Sosial Teman Sebaya? Putri, Intan Maulidha Alifia; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9938

Abstract

Prosocial behavior is behavior that includes good actions such as sharing, cooperating, helping each other, and telling the truth. Humans as social beings need the role of other people in living their daily lives so that they are expected to be able to interact with other people. One of the factors that influence the emergence of prosocial behavior is peer social support and spiritual intelligence. This study aims to determine the relationship between Spiritual Intelligence and Peer Social Support with Santri's Prosocial Behavior. This research design uses quantitative methods. This research was conducted with 177 students in Islamic boarding schools. The instrument used in this study uses a Likert scale. The data analysis technique used was Spearman Rho with the help of SPSS 25 for Windows. Based on the results of data analysis that has been done. Based on the results of the data analysis conducted, it was found that there is a positive and significant relationship between spiritual intelligence and prosocial behavior, and there is a positive and significant relationship between peer social support and prosocial behavior. Perilaku prososial merupakan perilaku yang mencakup tindakan yang baik seperti suka berbagi, bekerjasama, saling tolong menolong, dan berkata jujur. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan peran orang lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga mereka diharapkan mampu berinteraksi dengan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku prososial adalah dukungan sosial teman sebaya dan kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kecerdasan Spiritual dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Perilaku Prososial Santri. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan 177 santri di pondok pesantren. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan spearman rho dengan bantuan SPSS 25 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial, serta terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku prososial.
Perilaku Bullying Remaja: Bagaimana Peran Regulasi Emosi? Herlidanara, Aldo Jeremia; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9941

Abstract

Bullying behavior is a negative behavior that many teenagers do. This bullying behavior often occurs in school environments conducted by peers. Individuals' ability to control emotions if they are low will cause behavioral disorders, resulting in bullying behavior. One of the factors influencing the emergence of bullying behavior is emotional regulation. This study aims to understand the relationship between emotional regulation and bullying behavior in adolescents. This research design uses correlational quantitative research methods. This study was conducted with 138 high school students in Pasuruan. The instrument used in this study was the Likert scale. The data analysis technique used is the correlation of Product Moment with the help of SPSS 25 for Windows. Based on the results of the data analysis, the result that there is a negative and significant relationship between emotional regulation and bullying behavior in adolescents was accepted. The higher the emotional regulation possessed by adolescents, the lower the level of bullying behavior that occurs in adolescents. Perilaku bullying merupakan perilaku negatif yang banyak dilakukan oleh remaja. Perilaku bullying ini sering terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh teman sebaya. Kemampuan individu dalam mengontrol emosi jika tergolong rendah akan menyebabkan gangguan perilaku, sehingga akan menimbulkan perilaku bullying. Salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku bullying adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku bullying pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 138 siswa SMA di Pasuruan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku bullying pada remaja, maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Semakin tinggi regulasi emosi yang dimiliki oleh remaja maka semakin rendah tingkat perilaku bullying yang terjadi pada remaja.
Kematangan karir siswa SMK : Bagaimana dengan efikasi diri siswa? Andini, Karina Ayu; Suroso, Drs.; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10425

Abstract

Abstract This research aims to determine the relationship between self-efficacy and career maturity in vocational school students. This research was conducted on 201 vocational school students by collecting and using a Google form. In this study, 2 scales were used, namely the self-efficacy scale and the career maturity scale. The data collection instrument was prepared by the researcher himself using Likert. The variables in this study were calculated using Jeffrey's Amazing Statistics Program (JASP) with Pearson's r correlation method. The research results show that the higher self-efficacy, the higher the career maturity of vocational school students, and vice versa, if self-efficacy is low, the career maturity of vocational school students will also be low. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kematangan karir pada siswa SMK. Penelitian ini dilakukan pada 201 siswa-siswi SMK dengan melakukan pengambilan dan menggunakan google form. Pada penelitian ini menggunakan 2 skala yaitu skala efikasi diri dan skala kematangan karir. Instrument pengambilan data disusun sendri oleh peneliti dengan menggunakan likert. Variabel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan bantuan Jeffrey's Amazing Statistics Program (JASP) dengan metode korelasi Pearson’s r. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula kematangan karir pada siswa SMK, begitupun sebaliknya jika efikasi diri rendah maka akan rendah pula kematangan karir pada siswa SMK.
Kecanduan media sosial pada remaja: Bagaimana peran fear of missing out? Maslukha, Khoirum; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10446

Abstract

Abstract Many teenagers are addicted to social media because they have a desire to know everything that happens on social media, so they feel anxious if they miss a moment or information which causes someone to feel left behind and think that other people's lives on social media are more fun than their own life or often called the fear of missing out. This research aims to determine the relationship between fear of missing out and social media addiction in adolescents. The research instruments used in this study were the fear of missing out scale and the social media addiction scale. The sample in this research was students from SMP 17 August 1945 Surabaya. The sampling technique in this study used a quota sampling technique whose number was determined using the Krecjie table so that 162 subjects were obtained. The data analysis method used in this research uses Spearman Rho correlational analysis. The results of this study show that the hypothesis is accepted and there is a positive relationship between fear of missing out and social media addiction. Keywords: fear of missing out, addiction to social media, teenagers. Abstrak Banyak remaja yang mengalami kecanduan media sosial dikarenakan memiliki keinginan untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada sosial media, sehingga memiliki rasa kecemasan jika kehilangan momen atau informasi yang menyebabkan seseorang merasa tertinggal dan berpikir bahwa kehidupan orang lain di media sosial lebih menyenangkan dibanding hidupnya sendiri atau sering disebut fear of missing out. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out dengan kecanduan media sosial pada remaja. Intrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah skala fear of missing out dan skala kecanduan media sosial. Sampel dalam penelitian ini siswa SMP 17 Agustus 1945 Surabaya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik quota sampling yang ditetapkan jumlahnya menggunakan bantuan tabel Krecjie sehingga diperoleh 162 subjek. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasional Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu bahwa hipotesis diterima dan terdapat hubungan positif antara fear of missing out dengan kecanduan media sosial. Kata kunci: fear of missing out, kecanduan media sosial, remaja
Self efficacy terhadap quarter life crisis pada mahasiswa Wulandari, Amila Suci; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i1.10461

Abstract

Abstract The aim of this study is to analyze the relationship between self-efficacy and quarter-life crisis among students at the 17 Agustus 1945 University in Surabaya. The sampling method used in this study is purposive sampling, where the researcher sets the criteria that the respondents must be active students from the 2020 cohort who are preparing their theses. Data were obtained from 294 students from the 2020 cohort at the 17 Agustus 1945 University in Surabaya who were in the process of writing their theses. This study obtained a correlation value of -0.265 using the Spearman’s Rho analysis technique with the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 25 for Windows. The hypothesis stating that there is a negative relationship between self-efficacy and quarter-life crisis among students is accepted in this study. This means that the higher the level of self-efficacy a student has, the lower the likelihood of experiencing a quarter-life crisis. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis adanya hubungan antara Self efficacy dengan Quarter life crisis pada mahasiswa Universitas 17 Agutus Surabaya. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dimana peneliti menetapkan kriteria bahwa responden harus merupakan mahasiswa aktif angkatan 2020 yang sedang menyiapkan skripsi. Data diperoleh 294 mahasiswa angkatan 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang sedang memprogram skripsi. Penelitian ini memperoleh nilai korelasi -0,265 menggunakan teknik analisis Spearman’s Rho dengan program Statistic for Social Science for windows (SPSS) versi 25 IBM for Windows. Dalam penelitian ini, hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara tingkat self-efficacy dengan tingkat quarter-life crisis pada mahasiswa dapat diterima. Artinya, semakin tinggi tingkat self-efficacy yang dimiliki mahasiswa, maka kemungkinan mengalami quarter-life crisis akan semakin rendah.
Makna Kebhagiaan Autentik pada Petani di Pesisir Pantai Trisik, Kulon Progo Dewi, Lusi Cahyanti Kusuma; Kusumandari, Rahma; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10542

Abstract

Masyarakat di pesisir Pantai Trisik sejahtera secara ekonomi yang terlihat dari rumah-rumahnya yang sudah bagus dan hampir di semua rumah memiliki mobil. Sebagian besar penduduk di pesisir Pantai Trisik bermata pencaharian sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kebahagiaan autentik pada petani di pesisir Pantai Trisik, Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah tiga warga asli petani yang sudah tinggal di pesisir Pantai Trisik kurang lebih selama 30 tahun. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara secara mendalam yang mengacu pada aspek kebahagiaan autentik dari Seligman (2002) dan observasi kepada ketiga subjek. Penelitian ini menggunakan teknik analisis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna kebahagiaan autentik dari subjek 1 adalah saat bisa melihat anaknya bahagia, anggota kelompok tani sudah sejahtera dan sudah keluar dari kemiskinan. Subjek 2 dan 3 memaknai kebahagiaan autentik dengan adanya keseimbangan antara kepuasan diri sendiri dan hubungan yang baik dengan orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu makna kebahagiaan autentik menurut ketiga subjek penelitian yang ditinjau dari aspek-aspek yang dikemukakan oleh Seligman (2002) adalah saat hidup terasa tentram, sehat dan sejahtera.
Persepsi diri sebagai faktor penentu dalam pengambilan keputusan jurusan Kuliah: Studi kasus siswa SMA Nabilla, Firdausiah Salfa; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11694

Abstract

Abstract Self-perception is one of the factors that influence the decision-making of college majors in high school students. A person can be said to have self-perception if they can judge about themselves which includes how they behave, see the quality of their abilities, and their own personal characteristics. This study aims to determine whether there is a relationship between self-perception and decision making for college majors in high school students. This study used a correlational quantitative method with a total of 235 participants of Muhammdiyah 4 Surabaya high school students. The sample technique used is quota sampling technique with certain characteristics, namely 10th, 11th and 12th grade students who attend SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Data analysis using product moment. The results of this study indicate that there is a highly significant positive relationship between self-perception and decision making for college majors in high school students. Abstrak Persepsi diri merupakan salah faktor yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan jurusan perkuliahan pada siswa SMA. Seseorang dapat dikatakan dapat memiliki persepsi diri jika dapat menilai tentang dirinya sendiri yang mencakup bagaimana mereka berperilaku, melihat kualitas kemampuan, dan karakteristik pribadi mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi diri dengan pengambilan keputusan jurusan perkuliahan pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif koresional dengan jumlah partisipan 235 siswa SMA Muhammdiyah 4 Surabaya. Teknik sampel yang digunakan yaitu teknik quota sampling dengan karakteristik tertentu yakni siswa-siswi kelas 10,11 dan 12 yang bersekolah di SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Persepsi diri dengan pengambilan keputusan jurusan perkuliahan pada siswa SMA
Membangun kepercayaan: Intimasi pertemanan dan self-disclosure pada mahasiswa baru Fauzi, Diah Puspitasari; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11718

Abstract

Abstract Intimacy in friendship is one of the factors that influence self-disclosure in friendship relationships. Intimacy in friendship can provide interpersonal reciprocity, where individuals will share deeper emotions, be open, and respect each other. This study aims to determine the relationship between friendship intimacy and self-disclosure in new students. The population in the study was 2,828 new students of Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya in 2023. The sample in the study amounted to 250 new students with sampling techniques using non-probability sampling techniques, namely accidental sampling. This research instrument uses a friendship intimacy scale with aspects proposed by Sharabany (1994) and a self-disclosure scale with aspects proposed by Devito (2019). The method for data analysis used is Spearman Brown correlation with the help of IBM SPSS series 25 for windows. The results showed (rxy) = 0.782 with a significance of 0.000 (p <0.05). This means that the hypothesis in this study which assumes there is a positive relationship between friendship intimacy and self-disclosure in new students is accepted. This means that the higher the friendship intimacy between students, the higher the level of self-disclosure felt by students. Keintiman dalam pertemanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi self-disclosure dalam hubungan pertemanan. Keintiman dalam pertemanan dapat memberikan adanya timbal balik antarpribadi, dimana individu akan berbagi emosi yang lebih dalam, saling terbuka, dan saling menghargai satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intimasi pertemanan dengan self-disclosure pada mahasiswa baru. Populasi pada penelitian adalah 2.828 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tahun 2023. Sampel pada penelitian berjumlah 250 mahasiswa baru dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala intimasi pertemanan dengan aspek yang dikemukakan oleh Sharabany (1994) dan skala self-disclosure dengan aspek yang dikemukakan oleh Devito (2019). Metode untuk analisis data yang digunakan adalah korelasi spearman brown dengan bantuan IBM SPSS seri 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan (rxy) = 0,782 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05). Artinya hipotesis dalam penelitian ini yang berasumsi ada hubungan positif antara intimasi pertemanan dengan self-disclosure pada mahasiswa baru diterima. Artinya semakin tinggi intimasi pertemanan yang terjalin antar mahasiswa, maka semakin tinggi tingkat self-disclosure yang dirasakan mahasiswa.
Celebrity worship pada perempuan dewasa awal penggemar K-pop: bagaimana peran kesepian? Suryaningsih, Endah; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11844

Abstract

Celebrity worship is excessive idolization behavior, this behavior occurs a lot in adolescents and will decline in adulthood but some studies have found that Celebrity worship still occurs in early adulthood. This study aims to determine the relationship between loneliness and celebrity worship in early adult female K-pop fans. This study used quantitative research methods involving 100 adult female K-pop fans. The research technique used in sampling used accidental sampling. The measuring instrument in this study used a 25-item loneliness scale and a 20-item celebrity worship scale. The results of the analysis show that the hypothesis is rejected and there is a significant negative relationship between loneliness and Celebrity worship in adult female K-pop fans. In conclusion, loneliness and celebrity worship are not related, which means that if individuals have a low level of loneliness, the tendency for celebrity worship behavior is high. Vice versa, the higher the level of individual loneliness, the lower the tendency of celebrity worship behavior. Celebrity worship adalah perilaku pengidolaan yang berlebihan, perilaku tersebut banyak terjadi pada remaja dan akan menurun pada usia dewasa namun beberapa penelitian ditemukan bahwa Celebrity worship masih terjadi pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan celebrity worship pada perempuan dewasa awal penggemar K-pop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melibatkan 100 orang perempuan dewasa penggemar K-pop. Teknik penelitian yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kesepian sebanyak 25 aitem dan skala celebrity worship sebanyak 20 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis ditolak dan terdapat hubungan negatif siginifikan antara kesepian dengan Celebrity worship pada perempuan dewasa penggemar K-pop. Kesimpulannya kesepian dan celebrity worship tidak berhubungan yang dapat diartikan apabila individu memiliki tingkat kesepian yang rendah maka kecenderungan perilaku celebrity worship tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin tinggi tingkat kesepian individu maka semakin rendah kecenderungan perilaku celebrity worship.
Co-Authors Abad Gading Admadja, Elang Aisyah, Yatin Amanah, Nur Izzah Andini, Karina Ayu Anggraeni, Nadinda Via Ardianto, Johosua Alvin Aristasari, Deby Indah Billah, Muhammad Asyiiq Dea Manolini Putri Deny, Ridho Deva Easter Nethania Dewi, Lusi Cahyanti Kusuma Diah Sofiah, Diah Dyan Evita Santi Efendy, Mamang Eko April Ariyanto, Eko April Fatwa, Ajang Nur Fauzi, Diah Puspitasari Fauzul Adim Ubaidillah Fulgentius Danardana Murwani Galang Arga Marendha Halim, Nirmala Yunita Hanurawan, Fattah Herlidanara, Aldo Jeremia Imanuel Hitipeuw Janata Saprida Kamalia, Nadziro Kurnia Sri Dewi Kusumandari, Rahma Leonadi, Tino Linda Kurniawati, Linda Makhfufa, Mita Amaliya Manta, Dedy Ardito Putra Maslukha, Khoirum maulana, rachmad Maulani, Anindya Aryo Muflihah, Yusrida Muhammad Farid Muhammad Rizky Nabilla, Firdausiah Salfa Nanda, Nabela Febika Areta Naufal Ridho Kushernanda Niken Titi Pratitis Niken Titi Pratitis Niken Titi Pratitis Ningsih, Yuniati Nisti, Meldini Syah Rian Pramodha Wardhani Regita Ariadi Prasetyo, Galang Adi Pratiwi, Noorhaliza Putri, Dilla Asiska Ananda Putri, Intan Maulidha Alifia Rahayuningtyas, Yuninda Purwita Rahma Kusumandari Rizal, Saiful Rizaldo Febriansyah Rizkya Dwijayanti Rizkya Dwijayanti Rose, Angelica Putricia Axl Sandraini, Ika Santi, Dyan Evita Sari, Nella Dinda Septiani Putri, Sri Indah Siswoyo Siswoyo Suhadianto, Suhadianto Suroso Suroso Suroso Suroso, Drs. Suryaningsih, Endah Tazky, Amanda Tony Dwi Susanto Ubaidillah, Fauzul Adim Wardani, Fitriani Pramudya Winanda, Emilia Wulandari, Amila Suci