Claim Missing Document
Check
Articles

Religiusitas, Regulasi Emosi dan Resiliensi Santri selama Pandemi COVID-19 dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Mediator Santi, Dyan Evita; Arifiana, Isrida Yul; Ubaidillah, Fauzul Adim
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.486 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i1.829

Abstract

Resiliensi merupakan salah satu sumber daya psikologis yang dikembangkan oleh individu maupun masyarakat sebagai salah satu upaya untuk mencegah dampak negatif pandemi Corona Virus Disease (COVID-19). Resiliensi dipengaruhi oleh religiusitas, regulasi emosi, dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peranan dukungan sosial dalam hubungan antara religiusitas, regulasi emosi, resiliensi. Populasi penelitian ini santri yang terdaftar sebagai siswa aktif di Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah. Partisipan penelitian ini berjumlah 216 santri yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan bantuan program Jefferey’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan regulasi emosi memiliki korelasi positif dan signifikan dengan resiliensi, sehingga religiusitas dan regulasi emosi dapat menjadi sumber daya yang dapat dikembangkan oleh individu sebagai upaya mengembangkan resiliensi selama pandemi COVID-19.
Resiliensi Akademik Mahasiswa MBKM : Bagaimana Peranan Self Regulated Learning dan Efikasi Diri? Tazky, Amanda; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17924

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-regulated learning and self-efficacy with academic resilience among students participating in the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program. The research utilized a quantitative method with a non-probability sampling technique, specifically quota sampling, involving 230 respondents. Data were collected using questionnaires based on a Likert scale.The results indicated a positive relationship between self-regulated learning and self-efficacy with academic resilience. Multiple regression analysis revealed that self-regulated learning (X1) and self-efficacy (X2) significantly correlated with academic resilience (Y), with R = 0.769, R² = 0.591, F = 163.849, and p < 0.01. Together, these variables explained 59.1% of the variance in academic resilience, while the remaining 40.9% was influenced by other unexamined factors. Thus, the higher a person's self-regulated learning and self-efficacy, the higher their academic resilience. Keyword: Self – efficacy; MBKM Students; Academic Resilience; Self Regulated Learning
Dukungan Sosial dan Flow Akademik Dengan Motivasi Berprestasi Siswa SMA Ardianto, Johosua Alvin; Suroso; Arifiana, Isrida Yul
ILMU PSIKOLOGI Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v11i1.4076

Abstract

Proses pembelajaran di Indonesia yang semakin berkembang ke arah modern dan dilakukan secara rutin akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku siswa dalam mengikuti pembelajaran serta konsentrasi siswa yang memacu untuk bekerja secara optimal dan meraih prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan flow akademik dengan motivasi berprestasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode incidental sampling dengan sampel sebanyak 133 siswa kelas X dan XI di SMA 17 Agustus 1945 Surabaya. Teknik analisis data menggunakan analsisis regresi berganda dan hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.01). Artinya dukungan sosial dan flow akademik secara simultan berpengaruh terhadap motivasi berprestasi. Secara uji parsial, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan motivasi berprestasi (t = 3.503, p = 0.001) dan flow akademik dengan motivasi berprestasi (t = 4.648, p = 0.000). Artinya semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima dan tingkat flow akademik yang dirasakan siswa SMA, maka semakin tinggi tingkat motivasi berprestasi siswa SMA.
Kesejahteraan Psikologis dan Perilaku Pengidolaan Pada Gen Z Penggemar K-Wave Nisti, Meldini Syah Rian; Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract K-wave, or Hallyu, is a cultural phenomenon from South Korea that encompasses music, film, drama, language, cosmetics, and fashion, which has spread globally. Most of its fans are females aged 15-25, who make K-wave a part of fan’s personal identity. This phenomenon often involves celebrity worship , which can have positive effects, such as enhancing self-care, stress management, and life satisfaction, all of which are related to psychological well-being. This quantitative study involves 358 K-wave fans in Indonesia, with 192 respondents meeting the sample criteria. Data were collected through questionnaires on psychological well-being  and celebrity worship . The analysis results show a significant positive relationship between the two variables (rxy = 0.341; p < 0.01), where fans who engage in healthy celebrity worship  tend to feel more connected to the culture and celebrities fan’s admire, thereby strengthening various dimensions of psychological well-being .   Keywords: Celebrity Worship; Generation Z; K-wave; Pscyhological Well-being .     Abstrak K-wave, atau Hallyu, adalah fenomena budaya Korea Selatan yang mencakup musik, film, drama, bahasa, kosmetik, dan fashion, yang telah mendunia. Sebagian besar penggemarnya adalah perempuan berusia 15-25 tahun yang menjadikan K-wave bagian dari identitas diri. Fenomena ini sering melibatkan pengidolaan terhadap selebriti , yang dapat memberikan dampak positif, seperti meningkatkan self-care, manajemen stres, dan kepuasan hidup, yang berhubungan dengan kesejahteraan psikologis . Penelitian kuantitatif ini melibatkan 358 penggemar K-wave di Indonesia, dengan 192 responden yang memenuhi kriteria sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai kesejahteraan psikologis  dan pengidolaan terhadap selebriti . Hasil analisis menunjukkan hubungan positif signifikan antara kedua variabel (rxy = 0,341; p < 0,01), di mana penggemar pengidolaan terhadap selebriti  yang sehat cenderung merasa lebih terhubung dengan budaya dan selebriti yang individu kagumi, serta memperkuat dimensi kesejahteraan psikologis .   Kata kunci: Pengidolaan terhadap selebriti ; Generasi Z; K-wave; Kesejahteraan psikologis .
Konflik Peran Ganda dan Keterikatan Kerja Karyawan Perempuan dalam Setting Industri Kamalia, Nadziro; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to determine the relationship between work family conflict and work engagement among female employees in the industrial sector. Role conflict refers to the condition where individuals experience pressure due to conflicting demands between work and family. Meanwhile, work engagement is a positive state in which individuals possess energy, dedication, and full focus in carrying out their work. This study employs a quantitative method with a correlational design. The sampling technique was conducted through purposive sampling, involving 122 female employees who work in the industrial sector and have dual roles. The research instruments use a role conflict scale based on the theory of Greenhaus and Beutell (1985) and a work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using Pearson Product Moment correlation tests. The results indicate a significant positive relationship between work family conflict and work engagement among female employees in the industrial sector. This indicates that the higher the role conflict experienced, the higher the work engagement of female employees. Time-based, pressure-based, and behavior-based role conflicts are the main factors influencing work engagement, which consists of the aspects of vigor, dedication, and absorptionKeywords: Work Family Conflict;Work Engagement;Female Employees in the IndustryAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan keterikatan kerja pada karyawan perempuan di sektor industri. Konflik peran ganda merupakan kondisi di mana individu mengalami tekanan akibat tuntutan peran yang bertentangan antara pekerjaan dan keluarga. Sementara itu, keterikatan kerja adalah kondisi positif di mana individu memiliki energi, dedikasi, dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 122 karyawan perempuan yang bekerja di sektor industri dan memiliki peran ganda. Instrumen penelitian ini menggunakan skala konflik peran ganda yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Beutell (1985) serta skala keterikatan kerja berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konflik peran ganda dan keterikatan kerja pada karyawan perempuan di sektor industri. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konflik peran ganda yang dialami, maka semakin tinggi juga keterikatan kerja karyawan perempuan. Konflik peran berbasis waktu, tekanan, dan perilaku menjadi faktor utama yang memengaruhi keterikatan kerja yang terdiri dari aspek vigor, dedication, dan absorption.Kata kunci: Konflik Peran Ganda; Keterikatan Kerja; Karyawan Perempuan di Sektor Industri
Self compassion dan self criticism pada mahasiswa yang gagal masuk kampus impian Azzahra, Vika Amalia; Arifiana, Isrida Yul; Suroso, Suroso
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Self compassion refers to an individual’s attitude that encompasses self kindness, recognition of common humanity, and mindful awareness toward oneself. This study aimed to examine the relationship between self compassion and self criticism among students who failed to gain admission to their dream universities. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 150 students who had experienced failure in entering their preferred universities. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results indicated a significant negative relationship between self-compassion and self criticism among students who failed to enter their dream universities. Higher levels of self-compassion were associated with lower levels of self-criticism in coping with the experience of failure. This finding was supported by the correlation analysis, which showed a correlation coefficient of r = −0.607 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), indicating that higher self-compassion is related to lower self-criticism, and vice versa. Students who are able to develop and embrace self-compassion effectively tend to reduce self-critical behaviors following experiences of academic failure. Abstrak Self compassion merupakan sikap individu yang mencakup kebaikan, pengakuan atas kesamaan kemanusiaan serta perhatian penuh terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan self criticism pada mahasiswa yang gagal masuk kampus impian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa yang pernah mengalami gagal masuk kampus impian. Teknik analisis data menggunakan uji Product Moment. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan self criticism pada mahasiswa yang gagal masuk kampus impian. Semakin tinggi self compassion yang dimiliki individu, maka semakin rendah self criticism mereka dalam menerima proses kegagalan. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan korelasi Product Moment, yang dimana rxy = -0,607 dengan signifikansi p= 0,000 <0,05 artinya semakin tinggi self compassion maka semakin rendah self criticism dan sebaliknya semakin rendah self compassion maka semakin tinggi self criticism. Mahasiswa yang dapat menerima self compassion dengan baik maka individu dapat mengurangi adanya perilaku self criticism.
Analisis Dampak Pelaksanaan Program MBKM dalam Peningkatan Kualitas Lulusan Indikator Kinerja Utama 1 (IKU 1) Widiasih, Wiwin; Arifiana, Isrida Yul; Kusumandari, Rahma; Fatmawati, Laily Endah; Nafi, Maula; Dutahatmaja, Angga; Saputro, Harjo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8798

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dicanangkan sejak tahun 2020 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan daripada Program MBKM adalah untuk transformasi pembelajaran agar dapat membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan Tinggi agar menjadi generasi unggul seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini. Pelaksanaan program MBKM di Untag Surabaya telah berjalan dan telah meluluskan alumni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil alumni program MBKM yang telah lulus serta mengetahui dampak program MBKM terhadap peningkatan kualitas lulusan (IKU 1). Selama ini belum ada analisis untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampak dalam peningkatan kualitas lulusan. Tahapan metode penelitian dimulai dengan identifikasi permasalahan, studi literatur, penyusunan instrumen kuisioner, uji validitas dan reliabilitas, pengumpulan dan pengolahan data, uji kecukupan data, serta analisis deksriptif. Dari hasil analisis didapati bahwa kegiatan MBKM yang pernah diikuti lulusan memang signifikan, artinya jenis kegiatan MBKM memberikan dampak atau kecenderungan yang berbeda. Namun kecenderungan tersebut tidak sepenuhnya searah atau linier. Misalnya kegiatan magang bukan berarti peluang mendapatkan pekerjaan lebih besar, atau kegiatan kewirausahaan bukan berarti cenderung akan menjadi seorang wirausaha nantinya.
Menjembatani Efikasi Diri dan Burnout: Peran Grit pada Guru Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi Sukma Wati Wati, Sukma; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36503

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika relasional antara keyakinan kemampuan profesional, ketekunan berkelanjutan, dan sindrom kelelahan psikologis pada pendidik pendamping siswa berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, investigasi melibatkan 112 partisipan dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang diseleksi melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pengalaman kerja minimal satu tahun. Instrumentasi penelitian mencakup skala kelelahan psikologis Maslach-Leiter yang terdiri dari 18 butir pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas α = 0,937, skala keyakinan pendidik versi Indonesia berbasis teori Tschannen-Moran dan Hoy mencakup 24 butir dengan α = 0,896, serta skala ketekunan Duckworth meliputi 16 butir valid dengan α = 0,954. Analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro Model 4 dengan bootstrapping 5.000 sampel mengungkapkan bahwa keyakinan profesional berkorelasi negatif signifikan dengan kelelahan psikologis (β = -0,374, p < 0,05), demikian pula ketekunan menunjukkan asosiasi negatif bermakna dengan kelelahan (β = -0,323, p < 0,05). Namun, keyakinan profesional tidak berhubungan signifikan dengan ketekunan (β = 0,236, p = 0,154), mengakibatkan hipotesis mediasi tertolak dengan interval kepercayaan 95% mencakup nilai nol (CI [-0,177, 0,024]). Temuan mengindikasikan bahwa kedua konstruk psikologis beroperasi secara paralel sebagai faktor protektif independen terhadap kelelahan okupasional, bukan melalui mekanisme sekuensial.
Peningkatan Regulasi Emosi Ibu Rumah Tangga melalui Psikoedukasi Berbasis Teknik Expressive Writing di PAUD Teratai Tambaksari Surabaya Kayiz Ismail; Camelia Aditya Maharani; Evi Dwi Andani; Luqyana Marsha Firdaus; Dhita Amalya; Putri Wulandari; Rossa Ayu Eka Lestari; Isrida Yul Arifiana; Mamang Efendy
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Ngaliman. Februari 2026
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v5i1.2116

Abstract

Regulasi emosi ibu pada masa pengasuhan anak usia dini merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas interaksi orang tua–anak. Program pengabdian ini berfokus pada peningkatan regulasi emosi ibu wali murid PAUD Teratai melalui psikoedukasi berbasis teknik expressive writing dan breathing exercise. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam mengelola emosi secara adaptif selama pengasuhan. Pendekatan yang digunakan meliputi community organizing, asesmen kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan psikoedukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pemahaman regulasi emosi, yang didukung oleh dinamika kelompok positif, dan perubahan perilaku awal seperti kemampuan mengambil jeda napas dan mengekspresikan emosi secara lebih sehat. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi berbasis praktik dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kompetensi emosional ibu dan mendukung lingkungan pengasuhan yang responsif.
Kecerdasan Emosional dalam Melihat Perilaku Prososial Remaja di Surabaya Atmaja, Wisnu Prima; Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Adolescence is an important stage of development in the formation of the ability to manage emotions and build positive social relationships. This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and prosocial behavior in adolescents in Surabaya. This study uses a quantitative research method with a correlational approach. The subjects of the study were grade VIII students at SMP Negeri 27 Surabaya who were selected using the Cluster Random Sampling technique. Data collection was carried out using the emotional intelligence scale and prosocial behavior scale that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Product Moment correlation technique. The results showed that there was a positive and significant relationship between emotional intelligence and prosocial behavior. This finding indicates that the higher the emotional intelligence possessed by adolescents, the higher their tendency to behave prosocially. This study is expected to be an input for schools, teachers, and parents to pay more attention to the development of emotional intelligence as an effort to foster prosocial behavior in adolescents. Keywords: Adolescent; Emotional Intelligence; Prosocial Behavior Abstrak Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting dalam pembentukan kemampuan mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan perilaku prososial pada remaja di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 27 Surabaya yang dipilih dengan teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kecerdasan emosional dan skala perilaku prososial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan perilaku prososial. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk berperilaku prososial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk lebih memperhatikan pengembangan kecerdasan emosional sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan perilaku prososial pada remaja. Kata kunci: Kecerdasan Emosional; Perilaku Prososial; Remaja
Co-Authors Abad Gading Admadja, Elang Aisyah, Yatin Amanah, Nur Izzah Andini, Karina Ayu Anggraeni, Nadinda Via Annabil, Mohammad Rizki Ardianto, Johosua Alvin Aristasari, Deby Indah Atmaja, Wisnu Prima Azzahra, Vika Amalia Billah, Muhammad Asyiiq Camelia Aditya Maharani Dea Manolini Putri Deny, Ridho Deva Easter Nethania Dewi, Lusi Cahyanti Kusuma Dhita Amalya Diah Sofiah, Diah Dutahatmaja, Angga Dyan Evita Santi Efendy, Mamang Eko April Ariyanto, Eko April Evi Dwi Andani Fatmawati, Laily Endah Fatwa, Ajang Nur Fauzi, Diah Puspitasari Fauzul Adim Ubaidillah Fulgentius Danardana Murwani Galang Arga Marendha Halim, Nirmala Yunita Hanurawan, Fattah Herlidanara, Aldo Jeremia Imanuel Hitipeuw Janata Saprida Kamalia, Nadziro Kayiz Ismail Kurnia Sri Dewi Kusumandari, Rahma Leonadi, Tino Linda Kurniawati, Linda Luqyana Marsha Firdaus Makhfufa, Mita Amaliya Manta, Dedy Ardito Putra Maslukha, Khoirum Maula Nafi maulana, rachmad Maulani, Anindya Aryo Muflihah, Yusrida Muhammad Farid Muhammad Rizky Nabilla, Firdausiah Salfa Nanda, Nabela Febika Areta Naufal Ridho Kushernanda Niken Titi Pratitis Niken Titi Pratitis Niken Titi Pratitis Ningsih, Yuniati Nisti, Meldini Syah Rian Nita Dwi Anggraeni Pramodha Wardhani Regita Ariadi Prasetyo, Galang Adi Pratiwi, Noorhaliza PUTRI WULANDARI Putri, Dilla Asiska Ananda Putri, Intan Maulidha Alifia Rahayuningtyas, Yuninda Purwita Rahma Kusumandari Rizal, Saiful Rizaldo Febriansyah Rizkya Dwijayanti Rizkya Dwijayanti Rose, Angelica Putricia Axl Rossa Ayu Eka Lestari Sandraini, Ika Santi, Dyan Evita Saputro, Harjo Sari, Nella Dinda Septiani Putri, Sri Indah Siswoyo Siswoyo Suhadianto, Suhadianto Sulistyaningrum, Budiari Suroso Suroso Suroso Suroso, Drs. Suryaningsih, Endah Tazky, Amanda Tony Dwi Susanto Ubaidillah, Fauzul Adim Wardani, Fitriani Pramudya Wati, Sukma Winanda, Emilia Wiwin Widiasih Wulandari, Amila Suci