Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PIGMEN KAPANG MONASCUS PURPUREUS MUTAN ALBINO Dewi - Astriany; Syarif - Hamdani; Wiwit - Pamuji
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.67 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i2.26

Abstract

AbstrakMonascus purpureus mutan albino adalah suatu jenis kapang hasil mutasi M. purpureus dengan menggunakan etil metana sulfonat. Kandungan pigmen dari M. purpureus mutan albino belum diketahui. Penelitian diawali dengan pembiakan kapang M. purpureus mutan albino dalam media padat kemudian dilanjutkan dalam media cair. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etil asetat, etanol, air, dan n-heksan. Identifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa ekstrak pigmen M. purpureus mutan albino memiliki dua bercak yang identik dengan M. purpureus st andard yaitu bercak merah dan bercak yang berflouresensi. Identifikasi dengan menggunakan spekrofotometer UV-Vis menunjukkan pada ekstrak etil asetat diperoleh pigmen dengan nilai panjang gelombang 409 nm dan 534 nm, sedangkan pada ekstrak etanol diperoleh pigmen dengan panjang gelombang 393 nm dan 497 nm, dan pada ekstrak n-heksan memberikan nilai panjang gelombang 334 nm dan 468 nm. Kata kunci: M. purpureus mutan albino, Kromatografi lapis tipis, Spektrofotometri UV-Vis AbstractMonascus purpureus mutant albino is one of mold type obtained by ethyl methane sulphonate mutation of M. purpureus. Pigment content of M. purpureus albino mutan has not been known yet. The research was initiated by cultivation of M. purpureus mutant albino in solid medium followed by cultivation in liquid medium. The pigment was extracted using ethyl acetate, ethanol, water, and n-hexane. Identification by thin layer chromatography showed that pigment extract of M. purpureus mutant albino has two spots which are equivalent with pigment extract of M. purpureus standardd. Identificated by using UV-Vis spectrophotometer showed that ethyl acetate extract have pigments with 409 nm wavelength and 534 nm. Ethanol extract showed pigment with 393 nm wavelength and 497 nm. N-hexane extract showed pigment with 334 nm wavelength and 468 nm.  Keywords: Monascus purpureus mutant albino, Thin layer chromatography, UV-Vis spectrophotometry
ANALISIS KANDUNGAN DIOKSIN, DAYA SERAP DAN KANDUNGAN KLORIN (Cl2) DALAM PEMBALUT WANITA Fellycia - Gufita; Diar - Herawati; Syarif - Hamdani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.309 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i1.30

Abstract

AbstrakDioksin adalah nama untuk kelompok senyawa hidrokarbon heterosiklik yang berasal dari berbagai industri seperti pemutihan pulp dan kertas. Dioksin terdapat dalam pembalut wanita yang menggunakan kertas dan pulp sebagai bahan baku yang telah mengalami proses pemutihan dengan menggunakan klorin. Salah satu senyawa dioksin adalah 2,3,7,8-tetrachloro-dibenzo-dioxin (TCDD), yang dikenal sebagai racun reproduksi, imunotoksin dan karsinogenik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan dioksin dalam pembalut wanita, khususnya yang beredar di kota Bandung serta analisis tambahan mengenai daya serap dan kandungan klorin (Cl2). Sampel pembalut wanita diekstraksi menggunakan pelarut metanol untuk menarik dioksin. Ekstrak dioksin diukur konduktivitasnya menggunakan konduktometer. Data konduktivitas dikonversi terhadap kurva standar dioksin. Hasil menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung dioksin dengan kadar tertinggi adalah 6,51 pg/g dan kadar terendah adalah 0,97 pg/g, seluruh pembalut wanita memenuhi persyaratan daya serap, dan tidak ada kandungan klorin (Cl2) di seluruh pembalut wanita. Dari hasil data menunjukan bahwa kadar dioksin dalam pembalut wanita berada di atas batas maksimum kandungan dioksin yang diperbolehkan dalam makanan. Kata kunci: Dioksin, pembalut wanita, konduktometri, TCDD. AbstractDioxin is a name for a family of heterocyclic hydrocarbon that are byproducts of many industrial processes such as the bleaching of paper and pulp. Dioxin contained in sanitary napkins that use the pulp and paper as raw material has been bleached with chlorine. The reference compound is 2,3,7,8-tetrachloro-dibenzo-dioxin (TCDD), known as a reproductive toxin, an immunotoxin, and a carcinogen. The goal of this research was to investigate the sanitary napkins containing dioxin, especially sanitary napkins distributed in Bandung city and additional analysis of the absorptive capacity, chlorine (Cl2) contained. A sample of the sanitary napkins was extracted using methanol solvent. Extract of dioxin was measured its conductivity using conductometer to get conductivity data. Conductivity data are converted to the standard curve of dioxin. The result showed that all of the sanitary napkins containing dioxin with the highest level at 6.51 pg/g and the lowest level at 0.97 pg/g and all of the sanitary napkins absorptive capacity requirements, and there was found no chlorine (Cl2) in all of the sanitary napkins. Data shown that the levels of dioxin in sanitary napkins were above the maximum allowable content of dioxin in food.  Keywords: Dioxin, sanitary napkins, conductometry, and TCDD.
OPTIMASI METODE ANALISIS ZINC PYRITHIONE DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Syarif - Hamdani; Adang - Firmansyah; Yuanita - Permana
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.704 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i2.35

Abstract

AbstrakZinc Pyrithione (ZnPT) dapat dianalisis kadarnya dengan berbagai metode, salah satunya dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Peneliti terdahulu telah mengembangkan metode analisis ZnPT dengan KCKT fase terbalik sebagai kompleks copper pyrithione (CuPT), tetapi setelah diaplikasikan di laboratorium, metode ini tidak memenuhi syarat kesesuaian sistem karena koefisien variasi area lebih dari 2%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum untuk menentukan kadar ZnPT dalam sediaan sampo dengan metode KCKT melalui variasi perbandingan komposisi dan pH fase gerak, variasi laju alir, dan variasi suhu kolom. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi optimum untuk analisis ZnPT dilakukan pada panjang gelombang 240 nm, menggunakan kolom Licrocart Lichrospher RP-18, fase gerak campuran larutan dapar fosfat 0,2 M pH 6,0 : asetonitril (60 : 40), laju alir 1,0 mL/menit, suhu kolom 25°C dan volume injeksi 10 μL. Hasil validasi metode analisis pada kondisi optimum mempunyai selektivitas yang baik dan menunjukkan hubungan yang linear antara luas area dibawah kurva dengan konsentrasi pada rentang 3,08-24,62 μg/mL dan koefisien korelasi (r2) sebesar 0,995. Perolehan kembali hasil uji akurasi sebesar 99-101% pada konsentrasi CuPT diatas 12,31 μg/mL dan simpangan baku relatif hasil uji presisi sebesar 0,65%. Kondisi optimum ini efektif digunakan untuk analisis ZnPT dalam sediaan sampo dengan konsentrasi diatas 12,31 μg/mL.. Kata kunci: zinc pyrithione, copper pyrithione, kromatografi cair kinerja tinggi, sampo anti ketombe AbstractZinc pyrithione (ZnPT) levels can be analyzed by various methods, one of common method is using high performance liquid chromatography (HPLC). Previous researchers had developed a method of ZnPT analysis by reverse phase HPLC as copper pyrithione complex (CuPT), but when applied in the laboratory, this method did not qualified because coefficient variation of the system suitability of an area more than 2%. The aims of this study was to determine optimum conditions for determining dosage levels in shampoo ZnPT by HPLC through a variety of comparison methods and pH of mobile phase composition, flow rate variations, and column temperature variations. Result shown that optimum conditions for ZnPT analysis performed at a wavelength of 240 nm, used Licrocart LiChrospher RP-18 column, mixture of 0.2 M phosphate buffer pH 6.0: acetonitrile (60 : 40) as a mobile phase, flow rate at 1.0 mL/min, column temperature 25°C and injection volume 10 mL. Validation analysis at optimum conditions has a good selectivity and shown a linear relationship between area under curve with a concentration at range of 3.08-24.62 μg/mL and correlation coefficient (r2) of 0.995. Retrieval of test results accuracy of 99-101% at concentrations above CuPT 12.31 μg/mL and a standard deviation of the relative precision of test results by 0.65%. The optimum condition was effectively used for analysed shampoo contented ZnPT at concentration above 12.31 μg/mL. . Keywords: zinc pyrithione, copper pyrithione, high performance liquid chromatography, anti-dandruff shampoo
APLIKASI FOURIER TRANSFORM INFRARED SPECTROPHOTOMETRY UNTUK MEMBEDAKAN Escherichia coli GALUR MURNI DAN GALUR MUTAN Dewi - Astriany; Syarif - Hamdani; Niken - Muldiyani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.647 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v5i1.51

Abstract

AbstrakEscherichia coli adalah salah satu bakteri yang dapat mengalami mutasi akibat radiasi sinar ultraviolet. Identifikasi untuk membedakan bakteri yang mengalami mutasi masih cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Spektrofotometri FT-IR dapat digunakan untuk identifikasi bakteri secara cepat dan mudah. Penelitian ini dilakukan untuk membedakan bakteri E. coli galur murni dan E. coli galur mutan (akibat radiasi ultravilet) berdasarkan pola spektrum utama dan spektrum derivatif kedua FT-IR. Hasil penelitian menunjukkan pada spektrum utama E. coli galur mutan selalu muncul serapan pada bilangan gelombang 1154 – 1157 cm-1 yang tidak ditemukan pada spektrum E. coli galur murni yang diduga sebagai regang amida II protein. Spektrum derivatif kedua menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 2964 –2967 cm-1 yang hanya ditemukan pada spektrum E. coli galur murni, di mana serapan tersebut diduga sebagai regang C-H alifatik.  Kata kunci : Escherichia coli, E. coli galur mutan, radiasi ultraviolet, spektrofotometri FT-IR  AbstractEscherichia coli is one of bacteria which can be mutated by ultraviolet radiation. Identification of mutant bacteria still quite difficult and take a long time. FT-IR spectrophotometry can be used to identificate bacteria with a simple procedure. This research had been done to distinguish the E. coli wild type and E. coli mutant (caused of ultraviolet radiation) by identification of original and second derivative FT-IR spectrum pattern. The result showed that original spectrum of E.coli mutant had a characteristic bands at 1154 – 1157 cm-1, suspected as stretching in amide II protein. Second derivative spectrum gave an absorption at 2964-2967 cm-1 that was only found for E. coli wild type, suspected as the C-H stretching aliphatic.  Keywords : Escherichia coli, E. coli mutant, ultraviolet radiation, FT-IR spectrophotometry
PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH UNTUK OPTIMASI PRODUKSI BIOSURFAKTAN DARI Brevundimonas terrae Irma Mardiah; Ika Fatimah; Syarif hamdani; Nur Asni Setiani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i1.896

Abstract

Nutritional value and contamination testing assistance for the improvement of the processed food products quality Syarif Hamdani; Adang Firmansyah; Muhammad Ismail Faruqi; Dewi Astriany; Sri Gustini; Wiwin Winingsih; Melvia Sundalian; Nur Asni Setiani; Putri Afiyanti
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 4 (2023): November 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i4.11295

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the business sectors driving the country's economy. MSMEs produce many quality products that can compete in the market, where one of the products that is marketed quite a lot is food products. Several MSMEs in the Purwakarta Regency area have not included information on nutritional value and contamination on labels or packaging so these products cannot be widely marketed or traded in official stores and can only be marketed in their production areas. The Community Service activities carried out aim to carry out nutritional value and contamination tests, followed by improving product quality through workshops and mentoring. The food products targeted are simping and instant turmeric drinks produced by MSMEs in Pondoksalam District, Purwakarta Regency. Laboratory test results show that instant turmeric does not meet several SNI standard parameters, so quality improvement is still needed to be able to adapt it to become a product that meets standards. The results of the questionnaire show that several MSME owners in the Purwakarta area have a poor understanding of food product quality standards and ways to improve them. The coaching program for community service activities shows an increase in knowledge and understanding so that food products from Purwakarta MSMEs are expected to meet product quality standards in the future.
ANALISIS FRAGMEN DNA DARI BAKTERI PSEUDOMONAS FLUORESCENS SEBELUM DAN SESUDAH IMOBILISASI DALAM κ-KARAGENAN Syarif Hamdani; Isma Oktadiana; Dewi Astriany
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v6i2.153

Abstract

Abstrak Imobilisasi merupakan pengurungan fisik atau lokalisasi bakteri utuh dalam lingkungan tertentu untuk memaksimalkan aktivitas biokatalis yang diinginkan. Imobilisasi mampu menyediakan bakteri sebagai biokatalis dalam konsentrasi tinggi sehingga dapat  meningkatkan efisiensi serta produktivitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati efek imobilisasi terhadap fragmen DNA bakteri setelah penyimpanan dingin selama lima bulan, bakteri yang digunakan adalah Pseudomonas fluorescens yang diimobilisasikan pada κ-karagenan lokal yang berasal dari perairan Karimun Jawa. Pengamatan dilakukan terhadap fragmen DNA setelah direstriksi oleh enzim EcoRI dan dianalisis menggunakan elektroforesis gel. Bakteri diimobilisasi dalam karagenan pada konsentrasi 1% dan 2% (b/v). Hasil menunjukkan bahwa DNA P.fluorescens memberikan fragmen identik antara bakteri terimobilisasi dan tanpa imobilisasi. Kata Kunci :  Imobilisasi, Pseudomonas fluorescens, Karagenan, Elektroforesis Gel. Analysis of Pseudomonas fluorescens’s  DNA fragments before and after immobilize in κ-carrageenan  Abstract Immobilization is physical confinement or localization of bacteria in a particular environment to maximize biocatalyst activity. Immobilization provide bacteria as biocatalysts in high concentrations in order to increase efficiency and productivity. This study was conducted to observe the effect of immobilization to bacterial DNA fragments after cool storage for five months, bacteria used was Pseudomonas fluorescens that immobilized in local κ-carrageenan from Karimun Jawa. Observations conducted to DNA fragments after being restricted by EcoRI enzymes and analyzed using gel electrophoresis. The bacteria were immobilized in carrageenan on concentrations of 1% and 2% (w / v), respectively. Result shown that P.fluorescens's DNA gave similar fragments between immobilized and without immobilized. Keywords:  Immobilization, Pseudomonas fluorescens, Carrageenan, Gel Electrophoresis.
EKSTRAKSI ANTOSIANIN TANAMAN JAWER KOTOK (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.) DENGAN PELARUT ASETON DENGAN PENAMBAHAN PELARUT N- HEKSAN DAN ETIL ASETAT Hamdani, Syarif; Amelia Mulyana, Raifa Dwi; Firmansyah, Adang
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58327/jstfi.v13i2.232

Abstract

Antosianin merupakan kelompok pigmen alami yang memberikan warna merah, ungu, dan biru pada tumbuhan, khususnya pada tumbuhan Jawer Kotok (Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.). Tujuan utama penelitian adalah menentukan pelarut dan waktu optimal untuk memisahkan senyawa antosianin dengan menggunakan metode time dependent, yang merupakan modifikasi dari metode maserasi dengan penyesuaian waktu ekstraksi. Dalam penelitian ini, tiga jenis pelarut berbeda digunakan: kombinasi aseton dan heksan, kombinasi aseton dan etil asetat, serta pelarut tunggal berupa aseton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut optimal untuk mengisolasi senyawa antosianin adalah dengan kombinasi pelarut aseton dan heksan dalam perbandingan 1:1, dengan waktu perendaman  selama 30 detik. Dengan metode ini, rendemen senyawa antosianin didapatkan sebanyak 1,70% dari 5 gram daun segar Jawer kotok. Selain itu, analisis ekstrak senyawa antosianin mengungkapkan perubahan warna menjadi merah dan biru kehijauan pada uji kualitatif. Uji identifikasi menunjukkan panjang gelombang sebesar 527 nm, dengan absorbansi sebesar 0,4616. Hasil dari kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan tiga spot dengan nilai Rf masing-masing adalah 0,27, 0,45, dan 0,81. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode kombinasi pelarut aseton: heksan (1:1) dengan waktu perendaman 30 detik adalah metode optimal untuk pemisahan senyawa antosianin pada tumbuhan Jawer kotok.
Integrasi Edukasi dan Skrining Talasemia: Model Pengabdian Masyarakat untuk Mahasiswa Kesehatan di Bandung Hamdani, Syarif; Simanjuntak, Nela; Rachmaniar, Revika
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.635

Abstract

Talasemia merupakan penyakit genetik yang menyebabkan gangguan produksi hemoglobin dengan Kota Bandung tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penyandang tertinggi di Indonesia. Pencegahan penyebaran talasemia dapat dilakukan melalui skrining pada individu pranikah, terutama mahasiswa. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan edukasi dan skrining talasemia pada mahasiswa kesehatan di Bandung sebagai upaya pencegahan talasemia pada generasi mendatang. Kegiatan ini diawali dengan seminar edukasi tentang talasemia, dilanjutkan dengan skrining melalui pemeriksaan darah dan pendampingan bagi peserta yang terindikasi sebagai pembawa sifat. Hasil menunjukkan peningkatan kesediaan peserta untuk mengikuti skrining setelah edukasi dari 90,81% menjadi 96,86%. Dari 432 peserta yang menjalani skrining, 7 orang terindikasi positif sebagai pembawa sifat talasemia. Pendampingan dilakukan dengan melibatkan tim Thalassemia Research Center, POPTI, dan dokter konsultan. Program pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam skrining talasemia. Kegiatan terintegrasi yang melibatkan edukasi, skrining, dan pendampingan pada generasi pranikah dapat menjadi langkah efektif dalam upaya memutus rantai penyebaran talasemia. Kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program ini menunjukkan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam upaya pencegahan talasemia di masyarakat.
Literatur Review : Teknik Sterilisasi Kultur Jaringan Tanaman dalam Produksi Flavonoid Anisa Wulandari; Himalaya Wana Kelana; Syarif Hamdani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50824

Abstract

Permintaan flavonoid sebagai metabolit sekunder penting di bidang farmasi, pangan, dan kosmetik terus meningkat sehingga diperlukan alternatif produksi yang stabil dan berkelanjutan melalui kultur jaringan tanaman. Keberhasilan teknik ini sangat bergantung pada protokol sterilisasi eksplan yang efektif namun tidak menimbulkan fitotoksisitas. Artikel ini mereview berbagai teknik sterilisasi kultur jaringan pada beragam spesies dan jenis eksplan (biji, daun, nodus, akar, rimpang) serta menilai dampaknya terhadap viabilitas jaringan dan produksi flavonoid. Penelitian disusun dengan pendekatan literature review menggunakan kerangka PICOC. Data diperoleh dari ProQuest pada periode 2015–2025, diseleksi melalui kriteria inklusi–eksklusi, dan dianalisis secara sistematis sesuai alur PRISMA. Hasil menunjukkan bahwa protokol paling konsisten terdiri atas pra-pencucian dengan deterjen, perendaman etanol 70% singkat, dilanjutkan NaOCl aktif 1–2,5% selama 10–15 menit untuk jaringan sensitif atau larutan komersial NaOCl 15–30% (≈1–5% aktif) selama 10–20 menit untuk jaringan lebih tahan, kemudian bilasan steril 3–5 kali. Pada eksplan dengan tingkat kontaminasi tinggi seperti rimpang, tambahan povidone iodine atau nanopartikel perak terbukti efektif menekan mikroba tanpa menurunkan viabilitas. Sementara itu, HgCl₂ 0,1–0,2% masih digunakan dalam kasus sulit meskipun penggunaannya semakin terbatas karena risiko toksisitas. Secara keseluruhan, protokol berbasis NaOCl dengan konsentrasi terukur dan bilasan cukup merupakan pilihan paling aman, ekonomis, dan serbaguna untuk menghasilkan kultur bebas kontaminan sekaligus mempertahankan potensi biosintesis flavonoid.