Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kejadian Hipotermi Pada Pasien Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Daerah Brebes Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama; Sukmaningtyas, Wilis; Burhan, Asmat; Adriani, Prasanti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11313844

Abstract

Latar Belakang: Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim. Operasi dilakukan dengan tujuan agar keselamatan ibu dan bayi dapat tertangani dengan baik. Hipotermi adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermi juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 36°C. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden yang menjalani operasi section caesarea berusia 20-25 tahun sebanyak 15 responden (45,5%), sedangkan yang berusia 26-35 tahun sebanyak 18 responden (54,5%). Kesimpulan: Usia dan indeks massa tubuh sangat berpengaruh terhadap kejadian hipotermi.
Edukasi Puasa Sebelum Tindakan Operasi dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto Gunawan, Rudi; Suryani, Roro Lintang; Burhan, Asmat
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i2.16

Abstract

Tindakan keperawatan perioperatif inilah seorang pasien dipersiapkan salah satunya seorang pasien diharuskan melaukan puasa. Puasa adalah tindakan persiapan sebelum operasi, pasien tidak boleh makan atau minum dimulai pada waktu tertentu sebelum operasi. Lamanya puasa yang dibutuhkan tergantung dari banyak faktor, seperti jenis operasi, waktu makan terakhir sampai dimulainya tindakan (pada operasi emergensi), tipe makanan, dan pengobatan yang diberikan pada pasien sebelum operasi. Berdasarkan survey yang telah dilakukan menunjukkan dari hasil pengamatan yang dilakukan selama praktek klinik I dan III di salah satu Rumah Sakit Negeri dan Rumah Sakit Swasta di Bali terdapat 1-5 orang pasien yang mengalami kejadian aspirasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien dan memberikan pemahaman untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan puasa sebelum tindakan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode yang digunakan yaitu edukasi dengan mengimplementasikan pelaksanaan puasa sebelum tindakan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto. Tingkat pengetahuan pasien tentang pelaksanaan puasa sebelum tindakan operasi di Poli Bedah Rumah Sakit Islam Purwokerto sebelum diberikan edukasi yang paling dominan pada pengetahuan cukup (40%). Sedangkan, setelah diberikan edukasi yang paling dominan pengetahuan kategori baik (50%).
Perbedaan edukasi spinal anestesi menggunakan video dan booklet terhadap tingkat kecemasan pasien pre anestesi spinal Ubjaan, Natasya Putri; Burhan, Asmat; Dewi, Feti Kumala
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1679

Abstract

Background: Spinal anesthesia often causes anxiety in preoperative patients, which may affect the anesthesia process and postoperative recovery. Preanesthetic education is therefore needed to reduce patients’ anxiety levels. Purpose: To determine the difference in the effectiveness of spinal anesthesia education using video and booklet media on anxiety levels in pre–spinal anesthesia patients. Method: This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental pre-test–post-test with control group design. A total of 38 participants were divided into a video group and a booklet group. Data were collected using the APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test and the Mann–Whitney U test. Results: There was a significant reduction in anxiety levels before and after the educational intervention in both the video and booklet groups (p < 0.05). Furthermore, a significant difference in anxiety levels was found between the two groups after the intervention, with a mean rank of 45.82 in the video group and 31.18 in the booklet group (p < 0.05). Conclusion: Preanesthetic education using both video and booklet media is effective in reducing patients’ anxiety levels. However, video-based education is more effective than booklet-based education in reducing anxiety among pre–spinal anesthesia patients.   Keywords: Anxiety; Booklet; Education; Preoperative; Spinal Anesthesia; Video.   Pendahuluan: Spinal anestesi sering menimbulkan kecemasan pada pasien preoperasi yang dapat berdampak pada proses anestesi dan pemulihan. Edukasi preanestesi diperlukan untuk menurunkan tingkat kecemasan tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan edukasi spinal anestesi menggunakan video dan booklet terhadap tingkat kecemasan pasien pre anestesi spinal. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pre-test post-test with control group. Sampel berjumlah 38 partisipan yang dibagi menjadi kelompok video dan booklet. Instrumen menggunakan kuesioner APAIS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney U. Hasil: Terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian edukasi baik pada kelompok video maupun booklet (p < 0.05). Selain itu, terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna antara kedua kelompok setelah diberikan edukasi, dengan nilai mean rank kelompok video sebesar 45.82 dan kelompok booklet sebesar 31.18 (p < 0.05). Simpulan: Edukasi preanestesi spinal menggunakan media video dan booklet sama-sama efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien. Namun, edukasi menggunakan media video terbukti lebih efektif dibandingkan media booklet dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien preanestesi spinal.   Kata Kunci : Booklet; Edukasi; Kecemasan; Pre Operasi; Spinal Anestesi; Video.
Concept Analysis of the Neuro-ischaemic Phenotype: Integrating Diabetic Peripheral Neuropathy and Peripheral Artery Disease for Diabetic Foot Ulcer Risk Stratification Burhan, Asmat; Susanti, Indah
Java Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2026): November - February
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v4i1.161

Abstract

Background: Diabetic foot disease remains a major cause of ulceration and amputation, yet neuropathy and peripheral arterial disease are often assessed separately, limiting consistent identification of neuro-ischaemic risk. Purpose: To analyze the concept of the neuro-ischaemic phenotype in diabetic foot ulceration based on the method introduced by Walker and Avant Methods: In a Walker and Avant concept analysis of published literature from PubMed, Embase, Scopus, and Web of Science from November 2020 to 2025, we extracted concept uses, defining attributes, antecedents, consequences, and empirical referents for neuro-ischemic DFU. Boundaries were refined using model, borderline, related, and contrary cases, then synthesised into an operational framework. Results: The analysis defined the phenotype as coexisting loss of protective sensation and objectively confirmed lower-limb ischaemia. Five defining attributes were identified, including silent progression and the need for dual-domain measurement. A tiered minimum dataset was proposed, utilizing the ankle-brachial index, toe-based measures, and Doppler waveform, to reduce misclassification and guide escalation pathways. Conclusion: An integrated neuro-ischaemic phenotype closes single-domain gaps and enables standardised DFU risk stratification. It supports nursing-led triage and referral pathways and requires prospective validation for clinical outcomes. Relevance to clinical practice: Neuro-ischaemic DFU triage: nurses pair Loss of Protective Sensation (LOPS) screening with perfusion tests (ABI plus toe indices or Doppler) to stratify risk, speed early vascular review, tailor offloading/infection surveillance, and standardise communication.
Co-Authors Achmad Fadilah, Rizal Adelia, Putri Mewa Adriani, Prasanti Agustriliani, Ricke Pramesti Alverina, Frianca Angin, Sandri E Perangin Ania, Fegy Indahliani Anton Suhendro Area Dhiatamaa, Sketsa Assyifa, Ibnu Atfat Malic, Rohan Athena, Aegle Atwood, Margaret Auron, Afrodita Ayu Kartika Sari, Venna Baroki Saragih, M.Nuhas Christy, Bunga Dutta Roy, Ananya Dwi Agus Yulianto Dwi Novitasari Dwi Wahyuni Effan Fahri Mahendra, Rahmad Ellangga, Mohammad Wahyu Fauzan, Dipa Hilmi Fauzan, M. Fauzan Abdallah Fernández Navarro, Lucía Feti Kumala Dewi Garnier, Élodie Habsah Jumma, Misbachul Hayati Hamka Hamka, Hamka Hani, Winarni Hari Perkasa, Tubagus Heri Susanti, Indri Heri Wibowo, Tophan Hidayat, Riski Indah Susanti Indra, Indra pranata Iqbal Ramadhan, Iqbal KHOFIFAH Kim Chi, Do Thi Kumala Dewi, Feti Kurniawan, Adytia Linda Yanti Lintang Suryani, Roro Lova, Anggita Noprati M. Norrström, Elin Made Suandika Manurung, Noritha Maria Seraph, Nero Mixrova Sebayang, Septian More, Claire mutia, lisa Natasya Edward, Marry Nika, Fifi Sephia Nova Handayani, Rahmaya Nurdiamsyah, Pratomo Nurul, Nurul Hidayati Oanh, Lê Thị Kim Pramudya Gurensky, Ganea Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola R. MacLeod, Emily Rahmaya Nova Handayani Ramadhanti, Rindu Insyra Ramdani, Egi Hilmi Refa Teja Muti Rizki Ayu W Romano, Giulia Romdani, Rifki Maulana Ruangdet, Kritsada Rudi Gunawan Sarumpaet, Pitri Sebayang, Septian Mixrova Sebayar, Septian Mixrova shelina , shelina Silva, Vanessa A Breu Da Suhendro Suhendro Suryani, Roro Lintang Susanto, Amin Syafiqah, Nurul Tarsono Tarsono Tin Utami Tri Mulyono Tri Yudono, Danang Triyadi, Ficky Triyudono, Danang Ubjaan, Natasya Putri Utami, Firda Aulia Putri Vijay Kumar Wardani, Intan Putri Yumanita Wibowo, Tophan Heri Wijayanti, Indri Wilis Sukmaningtyas Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis