Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Length of Surgery and the Occurrence of Shivering in Sectio Cesarea Patients using Spinal Anaesthesia Novitasari, Dwi; Angin, Sandri E Perangin; Burhan, Asmat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2751

Abstract

Sectio cesarea is a surgical procedure to deliver a fetus with an incision on the abdominal wall and uterine wall of the mother. Spinal anesthesia in SC can cause shivering. The risk of shivering can occur due to the length of surgery. Objective: To determine the relationship between the length of surgery and the incidence of shivering in SC patients. Methods: This research design uses a correlation with a cross-sectional approach. Sampling technique with Purpose sampling of 115 patients who performed spinal anesthesia on SC patients. The research instrument contains patient data, which includes age, length of surgery, and incidence of shivering. This study used an observation sheet to measure the incidence of shivering in patients undergoing cesarean section, and the results of the data were analyzed using the chi-square test. Results: Most respondents were 21-35 years old (81.7%), the majority of the duration of surgery was less than 60 minutes with 67 patients (58.3%), and the incidence of shivering was 62 patients (53.9%). Conclusion: There is a relationship between the length of surgery and the occurrence of shivering in cesarean section patients who use spinal anesthesia at Efarina Etaham Berastagi Hospital with a p-value of 0.008 (<0.05).
Effectiveness of Administering Warm Infusion Fluids Against Shivering Occurrence in Patients Sectio Caesarea with Spinal Anesthesia Kurniawan, Adytia; Novitasari, Dwi; Burhan, Asmat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.4364

Abstract

Shivering is a common postoperative issue that can exacerbate patient discomfort and hinder recovery. This study aims to evaluate the effectiveness of administering warm intravenous fluids in reducing shivering incidence in patients undergoing cesarean section (SC) with spinal anesthesia at RSUD Dr. Soekardjo, Tasikmalaya, Indonesia. Using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group model, 60 patients were divided into two groups: an experimental group receiving warm intravenous fluids and a control group receiving warm blankets. The study employed non-probability purposive sampling, dividing a total of 60 respondents into two groups: the experimental group (n = 30) and the control group (n = 30). An observation sheet for research instruments. The results of this study were tested using univariate analysis and bivariate analysis, specifically the Mann-Whitney U Test. Results indicate that warm intravenous fluids are significantly more effective in reducing shivering compared to warm blankets, with a p-value of 0.000 (p<0.05) in the Mann-Whitney test. This finding suggests that the use of warm intravenous fluids can improve patient comfort and accelerate postoperative recovery.
The Effect of Providing Classic Music Therapy to Reduce Anxiety in Pre-Operative Caesarea Sectio Patients Mulyono, Tri; Novitasari, Dwi; Burhan, Asmat
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.4413

Abstract

Anxiety, characterized by feelings of unease, apprehension, and physiological reactions, is a common issue for patients facing surgery. Music therapy, which utilizes musical elements to promote well-being, has been proposed as a method to alleviate anxiety. This study aims to evaluate the effect of classical music therapy on anxiety levels in patients scheduled for cesarean section at Charitas Hospital Palembang. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population included all patients undergoing preoperative care over the past three months, averaging 122 patients. A purposive sampling technique was used to select 40 participants, exceeding the required sample size of 30 to anticipate potential dropouts. The instrument used was the APAIS scale, with its validity and reliability confirmed through preliminary testing. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with statistical processing conducted using SPSS for Windows. The results indicated that the majority of participants were in early adulthood (26–35 years old), classified as ASA II (80%), had a high school education, and were predominantly housewives (50%). Before therapy, the mean anxiety score was 19.90, which decreased to 15.70 after the intervention. A paired t-test showed a significant reduction in anxiety (p < 0.05), suggesting that classical music therapy is effective in reducing preoperative anxiety in cesarean section patients.
Perbedaan Lama Rawat Inap antara Metode Spinal Anestesi dan Metode ERACS Manurung, Noritha; Suandika, Made; Burhan, Asmat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2668

Abstract

Lama Rawat Inap (LOS) merupakan rata-rata jumlah hari pasien di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan lama rawat inap pasien dengan anestesi spinal biasa dengan anestesi metode ERACS di RS Advent Bandar Lampung. Dengan metode analisis observasional dilakukan tanpa campur tangan subjek yang berorientasi pada penjelasan keadaan. Penelitian ini melibatkan seluruh pasien yang menjalani operasi SC dengan anestesi ERACS dan anestesi spinal biasa di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung. Total sampel yang diteliti pada penelitian ini sebanyak 56 subjek yang terbagi 50:50: 28 pasien dengan anestesi ERACS dan 28 pasien dengan anestesi spinal biasa. Pada saat yang sama, clinical pathway dan informasi riwayat pasien digunakan untuk instrumen dalam penelitian ini. Berdasarkan uji Mann Whitney pValue (0,001) < 0,05 yang berarti hipotesis nol ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pasien yang menggunakan metode anestesi ERACS dengan pasien yang menggunakan metode anestesi spinal biasa di RS Advent Bandar Lampung. Perbedaan durasi pengobatan anestesi ERACS adalah 2 hari, pada anestesi spinal standar hari pengobatan adalah 4-5 hari.
Gambaran Komunikasi Efektif antar Tenaga Kesehatan di Instalasi Bedah Sentral: A Qualitative Study Ania, Fegy Indahliani; Suandika, Made; Burhan, Asmat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3041

Abstract

Komunikasi efektif antar tenaga kesehatan yang memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman dan masa kerja berbeda sangat berpengaruh besar dalam pelayanan terhadap keselamatan pasien di Rumah Sakit. Dalam pelayanan kesehatan, salah satu hal terpenting dari praktik kolaborasi yaitu komunikasi efektif antar tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi efektif antar tenaga kesehatan di ruang IKBS pada Rumah Sakit Islam Purwokerto. Metode penelitian menggunakan deskriptif-eksploratif dengan jenis pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang berada di ruang IKBS, sehingga didapatkan sampel berjumlah 5 tenaga kesehatan yang berbeda usia, pengalaman kerja, masa kerja dan latar pendidikan yang berbeda-beda. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi, penyajian, komfirmasi data. Hasil penelitian didapatkan kepemahaman, kendala, kesulitan, dan solusi pada komunikasi efektif antar tenaga kesehatan di ruang Instalasi Kamar Bedah Sentral (IKBS) pada rumah sakit islam purwokerto sebagian besar tenaga kesehatan sudah menerapkan komunikasi yang efektif.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Hipotensi pada Pasien Intra Anestesi Spinal Lova, Anggita Noprati; Suryani, Roro Lintang; Burhan, Asmat
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4374

Abstract

Komplikasi pada spinal anestesi umumnya terkait dengan blokade saraf simpatis, yaitu hipotensi, bradikardi, mual dan muntah, dan peninggian blockade saraf. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah hipotensi. Hipotensi dapat membahayakan perfusi organ, menyebakan cedera dan hasil yang buruk setelah operasi. Hipotensi juga dapat disebabkan karena adanya perubahan hemodinamik akibat tidak makan dan tidak minum selama puasa pra operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama puasa dengan kejadian hipotensi pada pasien intra anestesi spinal di RSI Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 83 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 32 (38,6%) responden dengan waktu lama puasa > 8 jam mengalami hipotensi dengan nilai signifikasi 0,006 (< 0,05). Hal ini menunjukkan ada hubungan antara lama puasa dengan kejadian hipotensi pada pasien intra anestesi spinal di RSI Banjarnegara.
The Combination of Polyhexamethylene Biguanide and Cadexomer Iodine in Healing Chronic Venous Leg Ulcers: A Case Report Burhan, Asmat; Sebayang, Septian Mixrova
Viva Medika Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i1.832

Abstract

Chronic Venous Leg Ulcers (CVLUs) are vascular diseases and require complex wound care from a patient, wound, health personnel and dressing factors. Cadexomer Iodine (CI) and Polyhexamethylene Biguanide (PHMB) are antimicrobial and broad-spectrum wound washing fluids. The uncontrolled infection will complicate wound healing due to bacteria or plankton from the biofilm stage to infection, which causes a long healing time. Purpose: to determine the effectiveness of the combination of Polyhexamethylene biguanide and Cadexomer Iodine on venous leg ulcer wound healing. Methods: This study is a case study using CVLUs as a sample, with pre-test and post-test designs, patients with CVLUs received topical antimicrobial CI and PHMB interventions on wounds for 7 weeks. The sample in this study used one sample with a pre-post treatment design for seven days.. The instrument uses the Bates Jensen Wound Assessment Tool. Results: The combination of CI and PHMB was shown to improve the healing of CVLUs by controlling bacterial infection in wounds. In the 2nd week, the wound was 26cm x 15cm, the slough was reduced, and the red base wound increased. In the 3rd week, the wound was stage 4, and the granulation increase was 75%. In the 7th treatment, the wound size scale increased 7cmx4cm, the wound became stage 2, and a significant increase in epithelialization was 75%. Conclusion: The combination of PHMB and CI has been shown to control infection at the biofilm stage to critical colonization, reduce odour and significantly control infection, and increase granulation and epithelialization in CVLUs
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Tindakan Anastesi Dengan Kecemasan Di Ruang Persiapan Instalasi Bedah Sentral Di RSI Banjarnegara Ellangga, Mohammad Wahyu; Suryani, Roro Lintang; Burhan, Asmat
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11171027

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindak pengobatan dengan menggunakan prosedur invasif, dengan tahapan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang ditangani. Kurangnya pengetahuan tindakan pembedahan dan anastesi mengakibatkan kecemasan pada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang tindakan anastesi dengan kecemasan di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral di RSI Banjarnegara. Penelitian yang dilakukan ini bersifat analitik korelasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 165 responden dengan menggunakan teknik Consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dengan uji rank spearman. Hasil penelitian ini di dapatkan pengetahuan kurang sebanyak 82 pasien (49,7%) dan kecemasan berat sebanyak 74 pasien (44,8%). Kesimpulannya menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral di RSI Banjarnegara dengan nilai p value (p = 0,044) signifikan dengan hasil 0,000 yang dinyatakan signifikan atau terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan pasien tentang tindakan anastesi dengan kecemasan dengan korelasi hubungan cukup dengan nilai cc (cc= -0,157) di ruang persiapan Instalasi Bedah Sentral RSI Banjarnegara.
PERSEPSI DAN MINAT MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS HYBRID LEARNING DI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola; Handayani, Rahmaya Nova; Burhan, Asmat; Susanto, Amin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11183278

Abstract

Proses pembelajaran online yang terjadi selama masa pandemi covid-19 dinilai kurang efektif karena pembelajaran membutuhkan adanya interaksi antara peserta didik dan pengajar seperti pembelajaran praktikum, sehingga perlu dilakukan pembelajaran campuran atau hybrid learning. Selama proses pembelajaran hybrid terdapat beberapa kendala seperti persepsi mahasiswa dan minat mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran hybrid. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi dan minat mahasiswa terkait proses pembelajaran berbasis hybrid learning di Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan cross sectional sebagai pendekatannya. mahasiswa aktif prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa angkatan 2019/2020 sebanyak 100 responden dijadikan sebagai responden menggunakan teknik convenience. Alat yang digunakan untuk mendapatkan data yaitu lembar kuesioner. Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan karakteristik mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan (60%) dan memiliki minat yang tinggi (51%). Persepsi mahasiswa terkait proses pembelajaran berbasis hybrid learning hampir seluruh responden memiliki persepsi yang positif (94%). Kesimpulan penelitian persepsi dan minat mahasiswa terkait proses pembelajaran berbasis hybrid learning dalam kategori positif dan tinggi.
GAMBARAN KEJADIAN SHIVERING POST SPINAL ANESTESI PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP Fauzan, Dipa Hilmi; Sebayang, Septian Mixrova; Burhan, Asmat; Suhendro, Suhendro
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11173343

Abstract

Anestesi spinal memicu vasodilatasi yang memfasilitasi pusat tubuh untuk meredistribusi panas ke perifer serta memicu ambang shivering. Kejadian shivering menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien. Hal ini menimbulkan peningkatan laju metabolisme menjadi lebih dari 40% dan meningkatkan intensitas nyeri pada daerah luka akibat tarikan luka operasi. Selain itu, dapat juga menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen yang signifikan (hingga 40%), peningkatan produksi CO2 (hiperkarbia), meningkatkan hipoksemia arteri, asidosis laktat, dan dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian shivering pasca spinal anestesi pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Pendekatannya yaitu cross sectional. Sampel berjumlah 32 sampel dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa usia yang paling dominan yaitu usia 46-55 tahun (50%), lama operasi yang paling dominan dengan kategori cepat (68,8%) dan IMT yang paling dominan dengan kategori normal (68,8%). Kejadian shivering pasca spinal anestesi yang paling dominan dengan kategori tidak shivering (59,4%). Berdasarkan karakteristik sebagian besar tidak mengalami shivering dengan usia 46-55 tahun (34,4%), berdasarkan lama operasi dengan shivering yang paling dominan tidak mengalami shivering dengan lama operasi cepat (53,1%), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian shivering sebagian besar dengan IMT normal (46,9%). Kesimpulan didapatkan bahwa karakteristik usia, lama operasi dan IMT pasien tidak mengalami shivering.
Co-Authors Achmad Fadilah, Rizal Adelia, Putri Mewa Adriani, Prasanti Agustriliani, Ricke Pramesti Alverina, Frianca Angin, Sandri E Perangin Ania, Fegy Indahliani Anton Suhendro Area Dhiatamaa, Sketsa Assyifa, Ibnu Atfat Malic, Rohan Athena, Aegle Atwood, Margaret Auron, Afrodita Ayu Kartika Sari, Venna Baroki Saragih, M.Nuhas Christy, Bunga Dutta Roy, Ananya Dwi Agus Yulianto Dwi Novitasari Dwi Wahyuni Effan Fahri Mahendra, Rahmad Ellangga, Mohammad Wahyu Fauzan, Dipa Hilmi Fauzan, M. Fauzan Abdallah Fernández Navarro, Lucía Feti Kumala Dewi Garnier, Élodie Habsah Jumma, Misbachul Hayati Hamka Hamka, Hamka Hani, Winarni Hari Perkasa, Tubagus Heri Susanti, Indri Heri Wibowo, Tophan Hidayat, Riski Indah Susanti Indra, Indra pranata Iqbal Ramadhan, Iqbal KHOFIFAH Kim Chi, Do Thi Kumala Dewi, Feti Kurniawan, Adytia Linda Yanti Lintang Suryani, Roro Lova, Anggita Noprati M. Norrström, Elin Made Suandika Manurung, Noritha Maria Seraph, Nero Mixrova Sebayang, Septian More, Claire mutia, lisa Natasya Edward, Marry Nika, Fifi Sephia Nova Handayani, Rahmaya Nurdiamsyah, Pratomo Nurul, Nurul Hidayati Oanh, Lê Thị Kim Pramudya Gurensky, Ganea Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola R. MacLeod, Emily Rahmaya Nova Handayani Ramadhanti, Rindu Insyra Ramdani, Egi Hilmi Refa Teja Muti Rizki Ayu W Romano, Giulia Romdani, Rifki Maulana Ruangdet, Kritsada Rudi Gunawan Sarumpaet, Pitri Sebayang, Septian Mixrova Sebayar, Septian Mixrova shelina , shelina Silva, Vanessa A Breu Da Suhendro Suhendro Suryani, Roro Lintang Susanto, Amin Syafiqah, Nurul Tarsono Tarsono Tin Utami Tri Mulyono Tri Yudono, Danang Triyadi, Ficky Triyudono, Danang Ubjaan, Natasya Putri Utami, Firda Aulia Putri Vijay Kumar Wardani, Intan Putri Yumanita Wibowo, Tophan Heri Wijayanti, Indri Wilis Sukmaningtyas Yanrin, Adzana Salsabila Nezga Pratama Yantoro, Awal Tunis