Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

TOXIC FRIENDSHIP COMMUNICATION BEHAVIOR (STUDI: MAHASISWA BPI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA) Dalimunthe, Amsal Qori; Sinulingga, Neng Nurcahyati; Koto, Taufiq Ismail; Ananda, Ditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25636

Abstract

Perilaku komunikasi beracun seringkali terjadi dalam hubungan pertemanan antar teman sekelas. Hal tersebut bisa ditinjau dari segi bahasa yang digunakan kurang baik dan disertai perilaku yang buruk. Hubungan pertemanan yang seharusnya baik menjadi rusak yang menyebabkan timbulnya sikap apatis. Perilaku komunikasi beracun tidak bisa dianggap sepele karena merugikan diri sendiri dan orang lain yang menyebabkan seseorang kurang percaya diri, memiliki perasaan cemburu yang berlebih bahkan trauma. Sehingga dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perilaku komunikasi beracun yang terjadi diantara mahasiswa bimbingan penyuluhan Islam. Metode penelitian yang digunakan deksriptif kualitatif yaitu penelitian dengan upaya mengungkap realitas atau kenyataan fenomena sosial. Adapun diambil sampel dari mahasiswa BPI UINSU 2022-2023 sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi literature. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku komunikasi beracun diklasifikasikan dalam beberapa indicator yaitu pengkritik, tidak ada empati, keras kepala dan selalu bergantung. Selain itu perilaku komunikasi beracun menimbulkan dampak kompetisi yang berlebihan, pengkhianatan, kecemburuan, balas dendam, kemarahan, depresi dan insecure. Perilaku komunikasi beracun perlu diatasi agar tidak menimbulkan kerugian lagi dengan cara menetapkan batasan, langsung bicara dan menjauh.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Menyikapi Pandemi Covid-19; Studi Kebijakan Penguatan Inteligensi Siswa Dalimunthe, Amsal Qori; Naldi, Anri; Nurriski, Fayza
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2022): Juni (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v3i1.110

Abstract

This study aims to analyze the policy of madrasa principals in improving the quality of education during the Covid-19 pandemic. This research was conducted at Madrasah Aliyah Negeri 2 Deli Serdang. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The main informant of the research was the head of the madrasah, and the supporting informants were teachers of the Islamic education science group of 5 people. Collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out with the stages of data reduction, data presentation and concluding. The results showed that there were several policies of the head of the madrasa, namely: (1) strengthening students' spirituality through the Koran and tahfiz Qur'an programs, (2) strengthening student intelligence through learning according to the curriculum structure and tahfiz Qur'an, (3) strengthening student morals by implementing independent learning, and honesty-based learning. All of these activities are carried out in two forms, namely online and the wave learning system. The implications of this research are of course in improving the quality of education, especially at the Madrasah Aliyah level.
PENERAPAN PEMBELAJARAN SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI PADA ANAK USIA DINI Qori Dalimunthe, Amsal; Nurcahyati Sinulingga, Neng; Mariati, Mariati; Dedi Chandra, Muhammad; Syaifani, M.Irfan
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): (Mei 2025)
Publisher : Program Studi pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/alihsan.v6i1.3346

Abstract

This study aims to examine the application of social emotional learning (SEL) integrated with Islamic character values in early childhood education. This study uses a qualitative approach with a literature review research design, examining literature from the fields of Islamic education and child development psychology. The focus of the study is on the synchronization of the five domains of SEL competencies self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, and decision-making—with Islamic values such as honesty, patience, gratitude, responsibility, etiquette, empathy, and monotheism. The findings of this study indicate that (1) Social and Emotional Learning (SEL) plays a crucial role in shaping the character foundation of children from an early age, (2) Islamic values such as honesty, patience, responsibility, and spirituality can be fully integrated into each domain of SEL competencies, (3) The success of implementation is greatly influenced by teacher role modeling, family involvement, and consistent environmental support; however, it still faces serious challenges such as insufficient professional training and high exposure to uncontrolled digital technology. (4) Concrete implementation practices can be realized through structured activities such as circle time, storytelling about the Prophet, role-playing, collaborative projects, and daily worship routines.
The Concept of Ghaflah in Islamic Education and Its Relevance to the “Brainrot” Phenomenon Among Generation Z Sinulingga, Neng; Qori Dalimunthe, Amsal
JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 11 No. 1 (2026): JOIES (Journal of Islamic Education Studies), June
Publisher : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/joies.2026.11.1.231-260

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep al-ghaflah dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya terhadap fenomena brainrot pada Generasi Z di era digital. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, tafsir Al-Qur’an, hadis, dan literatur akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi hubungan konseptual antara al-ghaflah dan brainrot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-ghaflah merupakan kondisi kelalaian yang menyebabkan menurunnya kesadaran spiritual, intelektual, dan moral, sedangkan brainrot menggambarkan penurunan fokus, kemampuan berpikir mendalam, dan kesadaran reflektif akibat konsumsi konten digital yang berlebihan. Kedua konsep tersebut memiliki kesamaan karakteristik berupa hilangnya kesadaran reflektif, dominasi hiburan instan, melemahnya pengendalian diri, dan terjadinya krisis perhatian (attention crisis) yang diperkuat oleh fenomena doomscrolling dan endless scrolling. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga memengaruhi kualitas ibadah, kemampuan berpikir kritis, disiplin waktu, serta tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam mengatasi fenomena tersebut melalui penguatan kesadaran, dzikir, tafakkur, muhasabah, literasi digital Islami, pengendalian diri, manajemen waktu, serta penguatan karakter dan adab digital.