Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Comparative Efficacy of Saga Seed-Derived Media in Supporting Staphylococcus aureus and Escherichia coli Growth Rahmah, Lestari; Noor, Vuan Sindra; Sari, Tania Regita; Putra, Geminsah; Sembiring, Febri
Jurnal Biotek Vol 13 No 1 (2025): JUNI
Publisher : Department of Biology Education of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jb.v13i1.56606

Abstract

Saga seeds possess a high protein content, presenting a potentially economical substrate for microbiological medium development. This study evaluated the suitability of saga seeds (Adenanthera pavonina) as an alternative culture medium for propagating Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The objective was to determine whether medium derived from saga seeds could sustain bacterial proliferation at levels comparable to conventional medium. It was postulated that both flour-based and infusion-based saga seed medium would yield bacterial growth statistically indistinguishable from that on Tryptic Soy Agar (TSA). Two formulation methods were examined: a flour-based medium and an infusion-based medium. E. coli and S. aureus were cultured on these alternative media and benchmarked against TSA. Colony-forming units (CFUs) were quantified and statistically analyzed using an independent samples t-test. The infusion-based medium displayed complete solubility with no residue, whereas the flour-based variant showed sedimentation. Colonies on both saga-based media appeared white, circular, and approximately 3 mm in diameter, consistent with those on the control medium. Based on productivity rate standards, both the saga seed medium fulfilled the minimum criteria for a non-selective medium. After adjusting for dilution, E. coli reached 1.06 × 10⁵ CFU/ml on the flour-based medium, exhibiting no statistically significant deviation from TSA. In contrast, the infusion-based medium supported lower E. coli growth at 0.94 × 10⁴ CFU/ml. S. aureus growth on the flour-based (1.08 × 10⁵ CFU/ml) and infusion-based medium (1.04 × 10⁵ CFU/ml) did not significantly differ from the control. The flour-based saga medium offers a promising and effective alternative for cultivating E. coli and S. aureus. Nonetheless, further optimization is advised to improve the flour-based formulation's solubility and visual clarity.
Edukasi Pola Makan dan Pola Hidup Sehat Penderita Dispepsia pada Masyarakat di Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Rahmah, Lestari; Bangun, Sartini; Romeli, Fauzi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7152

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang dengan tujuan meningkatkatkan pengetahuann masyarakat tentang pencegahan dyspepsia. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah peningkatan kasus dyspepsia yang menduduki peringkat ke-5 dari 10 penyakit rawat inap yang ada di rumah sakit dengan jumlah kasus laki-laki sebanyak 9.594 (38,82%) dan perempuan 15.122 (61,18%). Sedangkan untuk rawat jalan dispepsia menduduki peringkat ke-6 dengan jumlah kasus laki-laki sebanyak 34.981 dan perempuan 53.618 serta terdapat kasus baru sebanyak 88.599 dan 163.428 kunjungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu pretest untuk mengukur pengetahuan awal tentang pola makan dan pola hidup sehat penderita dyspepsia melalui pembagian kuesioner, pendidikan kesehatan dengan alat bantu Booklet, mengenalkan manfaat pola makan dan pola hidup sehat penderita dyspepsia diikuti diskusi, posttest untuk mengukur pengetahuan akhir dengan cara membagikan kuesioner, dan simulasi manfaat pola makan dan pola hidup sehat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat yang baik terhadap dyspepsia dengan nilai mean 2,08, serta terbentuknya kelompok diskusi di masyarakat. Temuan ini menjadi langkah awal dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Kutalimbaru , khususnya bagi penderita dyspepsia.
EDUKASI MELAKUKAN PIJAT BAYI DALAM MENINGKATKAN TUMBUH KEMBANG DI KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG Hasibuan, Yusrawati; Rahmah, Lestari; Bangun, Sartini; Kumalasari, Kumalasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40049

Abstract

Pertumbuhan balita merupakan suatu proses yang alamiah terjadi pada setiap balita. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan pada seorang balita. Dan pertumbuhan dapat diukur dengan satuan panjang dan berat (Kemenkes RI, 2012). Pertumbuhan dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak adalah gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia, spikologis, endokrin, sosial ekonomi, lingkungan pengaruh, stimulasi dan obat-obatan.Pertumbuhan balita merupakan suatu proses yang alamiah terjadi pada setiap balita. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan pada seorang balita. Dan pertumbuhan dapat diukur dengan satuan panjang dan berat (Kemenkes RI, 2012). Pertumbuhan dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak adalah gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia, spikologis, endokrin, sosial ekonomi, lingkungan pengaruh, stimulasi dan obat-obatan.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis C Virus (HCV) Pada Pendonor Darah Di UDD PMI Kota Medan Dalimunthe, Afrina Yulia; Siregar, Ice Ratnalela; Rahmah, Lestari; Lubis, Nita Andriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i11.21358

Abstract

Hepatitis C Virus (HCV) adalah virus yang menyerang hati dan ditularkan terutama melalui darah, termasuk melalui transfusi darah yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan HCV pada pendonor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei. Penelitian dilakukan pada April 2025 di UUD PMI Kota Medan menggunakan metode CLIA. Sampel terdiri dari 87 pendonor darah yang diperiksa menggunakan metode Chemiluminescent Immunoassay (CLIA). Ditemukan 4 pendonor (4,6%) reaktif HCV dan 83 pendonor (95,4%) non-reaktif. Kasus reaktif lebih banyak ditemukan pada laki-laki (3 orang) dibandingkan perempuan (1 orang), dan pada usia dewasa antara 23 hingga 52 tahun. Meskipun telah melalui tahap seleksi awal, pendonor masih dapat membawa infeksi HCV. Skrining ketat Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) harus diterapkan secara menyeluruh. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa skrining donor darah perlu diperketat dengan metode molekuler.