Claim Missing Document
Check
Articles

KELAYAKAN AGROINDUSTRI PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH (Studi Kasus pada Seorang Pengrajin Minyak Cengkeh di Desa Girilaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis) Rahmat, Luthfi; Andrie, Benidzar M; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16712

Abstract

Luthfi Rahmat. 2023. Kelayakan Agroindustri Penyulingan Minyak Daun Cengkeh  (Studi Kasus pada Seorang Pengrajin Minyak Cengkeh di Desa Girilaya Kecamatan  Panawangan Kabupaten Ciamis). Dibawah bimbingan Benidzar M. Andrie dan Ivan Sayid Nurahman.Industri penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis adalah salah satu usaha skala perorangan yang menghasilkan produk olahan yang berasal dari daun cengkeh, yaitu minyak daun cengkeh, dan menawarkan alternatif bisnis. Alasan di balik penelitian ini adalah bahwa industri ini memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Namun, hingga saat ini, manajemennya belum optimal, sehingga pengrajin minyak cengkeh tidak tahu seberapa produktif bisnis mereka.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah pengrajin penyulingan minyak daun cengkeh. Analisis data dilakukan dengan menganalisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, dan analisis rasio R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penyulingan minyak daun cengkeh menghabiskan total Rp 261.132.364 per tahun, atau Rp 21.761.030 per proses produksi. Dengan biaya tahunan tetap 36.932.364, atau 3.077.697, untuk setiap proses produksi, dan biaya tahunan variabel 224.200.000, atau 18.683.333, untuk setiap proses produksi dan memperoleh pendapatan sebesar Rp 297.920.000 per tahun, atau 26.331.667 per proses produksi, dan pendapatan sebesar Rp 36.787.636 per tahun, atau 4.570.637 per proses produksi. 2. Menurut analisis rasio R/C, memiliki nilai rasio R/C sebesar 1,21. sehingga penyulingan minyak daun cengkeh memiliki peluang untuk dikembangkan.
STRATEGI PEMASARAN KAPULAGA (Studi Kasus di Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis) Andrianto, Ridwan; Noor, Trisna Insan; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8317

Abstract

Kapiulaga merupakan produk hortikultura unggul dan berdaya saing (komoditas ekspor) sebagai bahan baku untuk obat, rempah, sampai kosmetik. Peluang pengembangannya masih terbuka lebar mengingat kebutuhan kapulaga terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh petani di Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Kabupaten  Ciamis, dan merumuskan  strategi pemasaran yang relevan digunakan oleh petani Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Penelitian ini di desain deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus di Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis dengan mengambil 7 orang petani kapulaga sebagai responden yang ditentukan secara purposive. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matrik IFE dan EFE kemudian dianalisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal (kekuatan dan kelamahan) berada diposisi kuat, yaitu positif 2,36. Faktor eksternal (peluang dan ancaman) berada diposisi peluang yang kuat, yaitu 2,2. Strategi pemasaran yang relevan digunakan oleh petani Desa Pasawahan Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis, dalam memaksimalkan kekuatan internal yang positif yaitu 2,36 ini menutupi kelemahan  (-) dan peluang eksternal 2,2 menutupi ancaman(-) yang artinya berada di Kuadran I pada diagram SWOT. Kuadran I pada diagram SWOT merupakan situasi yang sangat menguntungkan, dimana perusahaan memiliki peluangan dan kekuatan sehingga dapat mengotimalkan peluang yang ada. Dalam kondisi ini maka strategi yang harus diterapkan adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Strategi pertumbuhan pada Matriks IE adalah desain untuk mencapai pertumbuhan, baik dalam penjualan, aset, profit, maupun kombinasi dari ketiganya. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga, mengembangkan produk baru, menambah kualitas produk atau jasa, atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. MATRIKS SWOT menghasilkan 4 alternatif strategi yang dapat diterapkan, baik strategi SO,WO, ST, dan WT. Kata kunci : Strategi, Pemasaran, Kapulaga.  ABSTRACT RIDWAN ANDRIANTO. 2022. Cardamom Marketing Strategy (Case Study in Pasawahan Village, Banjaranyar District, Ciamis Regency). Under the guidance of TRISNA INSAN NOOR and IVAN SAYID NURAHMAN. Cardamom is a superior and competitive horticultural product (export commodity) as a raw material for medicines, spices, and cosmetics. Development opportunities are still wide open considering the need for cardamom continues to increase every year. This study aims to identify internal and external factors owned by farmers in Pasawahan Village, Banjaranyar District, Ciamis Regency, and formulate relevant marketing strategies used by farmers in Pasawahan Village, Banjaranyar District, Ciamis Regency. This research is a qualitative descriptive design using a case study approach in Pasawahan Village, Banjaranyar District, Ciamis Regency by taking 7 cardamom farmers as respondents who were determined purposively. The data collected includes primary data and secondary data. The data obtained were analyzed using IFE and EFE matrices and then SWOT analysis. The results showed that the internal factors (strengths and weaknesses) were in a strong position, namely positive 2.36. External factors (opportunities and threats) are in a strong opportunity position, namely 2.2. The relevant marketing strategy is used by farmers in Pasawahan Village, Banjaranyar District, Ciamis Regency, in maximizing positive internal strengths, namely 2.36, covering weaknesses (-) and external opportunities 2.2 covering threats (-) which means they are in Quadrant I in the SWOT diagram. . Quadrant I on the SWOT diagram is a very profitable situation, where the company has opportunities and strengths so that it can optimize existing opportunities. In this condition, the strategy that must be applied is to support an aggressive growth policy. The growth strategy in the IE Matrix is designed to achieve growth, both in sales, assets, profits, or a combination of the three. This can be achieved by lowering prices, developing new products, increasing product or service quality, or increasing access to a wider market. The SWOT MATRIX produces 4 alternative strategies that can be applied, both SO, WO, ST, and WT strategies. Keywords: Strategy, Marketing, Cardamom.
OPTIMALISASI PENDAPATAN USAHA TANI JAHE Karica, Karica; Noor, Trisna Insan; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8833

Abstract

Jahe merupakan tanaman herbal yang diyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh, permintaan jahe meningkat sejalan dengan pertambahan kasus Covid-19. Namun pada saat ini, keberhasilan usahatani jahe belum bisa diukur secara pasti untuk kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi optimal dan pendapatan maksimal pada usahatani jahe di Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Petani responden ditentukan secara acak sebanyak 28 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : Biaya, penerimaan, pendapatan per satu kali musim tanam, dan Produksi optimal sehingga mendapatkan pendapatan maksimal per satu kali musim tanam. Analisis data yang digunakan adalah regresi kuadratik untuk persamaan biaya dan regresi linier untuk persamaan penerimaan optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Biaya yang dikeluarkan petani jahe di Desa Purwasari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis sebesar Rp356.132.018 per satu kali musim tanam, penerimaan yang diterima yaitu sebesar Rp 401.800.000,- per satu kali musim tanam, pendapatan yang diperoleh yaitu sebesar Rp 45.667.982 per satu kali musim tanam, dan Produksi optimal yang bisa dicapai oleh petani jahe sebesar 7.561,27kg per petani per satu kali musim tanam, sehingga pendapatan maksimal yang bisa dicapai pada produksi optimal yaitu sebesar Rp 62.854.292 per satu kali musim tanam.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK PONDOH DI KELURAHAN CIHERANG KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Kosyadah, Dita Nurul; setiawan, iwan; nurahman, ivan sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8392

Abstract

Salak pondoh merupakan salah satu tanaman buah tropis yang disukai dan mempunyai prospek yang baik untuk diusahakan, namun seringkali para petani mengabaikan pembukuan dan kelayakan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani salak pondoh; dan (2) Kelayakan finansial usahatani salak pondoh berdasarkan kriteria NPV, Net B/C, Gross B/C, dan IRR. Penelitian yang dilaksanakan di Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif terhadap 12 petani responden yang diambil secara sensus (sampling jenuh). Data primer yang berhasil dikumpulkan kemudian ditabulasi dan diolah secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) besarnya rata-rata biaya investasi usahatani usahatani salak pondoh di Kelurahan Ciherang Rp 12,435,833.33,-. Rata-rata biaya operasional usahatani salak pondoh per hektar untuk tahun ke-1 sampai tahun ke-5 Rp 1.579.916,67 untuk tahun ke-6 sampai tahun ke-20 Rp. 2.311.998,33. Rata-rata penerimaan usahatani salak pondoh per hektar yaitu Rp 27.280.000,00; dan (2) Nilai rata-rata NPV Rp 39.339.937,58. Berarti responden memperoleh keuntungan pada tingkat bunga 8 persen Rp 39.339.937, 58. Nilai rata-rata Net B/C sebesar 42,99. Nilai rata-rata IRR yang diperoleh sebesar 11,68 persen, berarti tingkat bunga bank maksimum yang mampu dibayar oleh responden sebesar 11,24 persen per tahun atau lebih besar dari tingkat bunga 8 persen.
PROFITABILITAS DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI MINYAK KELAPA BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI DESA SAGULING KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Santoso, Putri Pratiwi Dewi; Noor, Trisna Insan; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8836

Abstract

Dalam pengolahan buah kelapa menjadi produk minyak kelapa di sebuah agroindustri akan memberikan nilai tambah bagi buah kelapa tersebut. Sementara profitabilitas agroindustri minyak kelapa akan menunjukkan kemampuan agroindustri tersebut dalam menghasilkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya profitabilitas dan nilai tambah agroindustri minyak kelapa di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualititatif, penarikan sampel adalah nonprobability sampling dengan metode sampling jenuh (sensus) terhadap agroindustri minyak kelapa di Desa Saguling. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah biaya yang diperoleh sebesar Rp 2.595.197,72 penerimaan sebesar Rp 3.125.000,00 pendapatan sebesar Rp 529.802,28. Profitabilitas yang ditunjukan oleh gross profit margin pada produk minyak kelapa adalah sebesar 83%. Net profit margin untuk produk minyak kelapa adalah sebesar 17%. Besarnya jumlah nilai tambah pada produk minyak kelapa adalah Rp. 3.485,00 pada agroindustri minyak kelapa di Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Kata Kunci: Profitabilitas, Nilai Tambah, Agroindustri, dan Minyak KelapaThe processing of coconuts into coconut oil products in an agro-industry will provide added value for the coconuts. Meanwhile, the profitability of the coconut oil agroindustry will show the ability of the agroindustry to generate profits. This study aims to determine the profitability and added value of coconut oil agroindustry in Saguling Village, Baregbeg District, Ciamis Regency. The type of research used is descriptive qualitative, sampling is non-probability sampling with saturated sampling method (census) on coconut oil agroindustry in Saguling Village. The results of this study indicate that the total cost obtained is Rp. 2,595,197.72, revenue is Rp. 3,125,000.00 and income is Rp. 529,802.28. Profitability shown by the gross profit margin on coconut oil products is 83%. The net profit margin for coconut oil products is 17%. The amount of added value in coconut oil products is Rp. 3,485.00 in coconut oil agroindustry in Saguling Village, Baregbeg District, Ciamis Regency. Keywords: Profitability, Added Value, Agroindustry, and Coconut Oil
ANALISIS PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI KARET DI DESA TUNGGILIS KECAMATAN KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN Apriantika, Rika; Noor, Trisna Insan; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8449

Abstract

Kesejahteraan adalah keadaan hidup yang mampu memenuhi kebutuhan minimal hidupnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan sangatlah berkaitan satu sama lain. Diantaranya adalah: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, kondisi geografi dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya pendapatan petani karet di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran dan 2) Kesejahteraan petani karet di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik penarikan sampel dilakukan secara sensus terhadap tempat petani karet yang ada di Desa Tunggilis. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1)    Besarnya biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan oleh petani karet yang berada di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran adalah sebesar Rp 31.532.750 dan penerimaan rata-rata yang diperoleh petani karet sebesar Rp 66.101.875 per tahun sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh petani karet sebesar Rp 34.569.125 per tahun2)    Berdsasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kesejahteraan petani karet di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran berada kategori tingkat kesejahteraan sedang yaitu sebanyak 5 rumah tangga atau sebesar 71,43% dan tingkat kesejahteraan tinggi sebanya 2 rumah tangga atau sebesar 28,57%.
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI SAGON (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI AMIJAYA SAGON PRIANGAN DI DESA HANDAPHERANG, KECAMATAN CIJEUNGJING, KABUPATEN CIAMIS) Wardani, Restu Julia; Setiawan, Iwan; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.8235

Abstract

Komoditas pertanian memiliki peluang untuk diperluas pasarnya di era bisnis disrupsi, namun nilai tambahnya harus ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C agroindustri sagon serta besarnya nilai tambah agroindustri sagon. Penelitian yang dilaksanakan di Agroindustri Amijaya Sagon Priangan di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan kelayakan usaha dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya produksi sagon per satu kali proses produksi adalah Rp 2.995.531,68,- penerimaan Rp 4.200.000,- pendapatan Rp 1.204.468,- R/C sebesar 1,40 yang artinya setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan perusahaan memperoleh pendapatan sebesar Rp 39,87% dengan demikian usaha agroindustri sagon menguntungkan. Besarnya nilai tambah agroindustri sagon adalah Rp 8.933,- nilai tersebut adalah nilai tambah dari hasil pengolahan satu kilogram sagon.
Implementasi Vertikultur Sistem Komposter Multifungsi untuk Mendukung Lingkungan Berkelanjutan di Desa Mekarjadi Kecamatan Sadananya Aziz, Saepul; Nurahman, Ivan Sayid; Sudrajat, Sudrajat
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17285

Abstract

Inovasi dalam sistem tanam dan pengelolaan limbah organik telah menghasilkan berbagai metode yang efektif, salah satunya adalah integrasi sistem tanam dengan sistem komposter. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Mekarjaya Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis dengan sasaran kelompok tani dan masyarakat kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini meliputi: 1) Penyuluhan Intensifikasi budidaya tanaman hortikultura, 2) Pembuatan inovasi teknologi intensifikasi vertikultur sistem komposter multifungsi bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman hotikultura serta memotivasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.  Metode yang digunakan dalam melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu dengan ceramah, diskusi serta simulasi atau praktek pembuatan komposter multifungsi. Hasil yang diperoleh yakni kelompok mitra sangat antusias dalam kegiatan ini. Selain itu tanggapan positif selama presentasi dan praktek berlangsung dan memberikan pengalaman baru dalam metode tanam dengan mengintegrasikan system vertikltur dan komposter. Kelompok mitra diharapkan dapat menularkan teknologi yang telah dikuasainya kepada para petani lain di Desa Mekarjadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI JAGUNG BERBASIS REKOMENDASI TEKNIS BUDIDAYA Nurahman, Ivan Sayid; Setiawan, Iwan; Yudha, Eka Purna; Karyani, Tuti
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10739

Abstract

Produktivitas jagung saat ini masih rendah yang disebabkan oleh belum optimalnya penerapan teknologi budidaya yang sesuai rekomendasi teknis. Padahal potensi pengembangan jagung untuk kesejahteraan petani sangat terbuka luas, mengingat multifungsi jagung sebagai pangan, pakan, dan bioenergi. Kabupaten Ciamis sebagai daerah sentra peternakan tentunya selalu membutuhkan jagung untuk bahan baku pakan. Artinya, petani perlu merubah kebiasaan/perilaku dalam berusahatani jagung agar mampu meningkatkan produksi dan produktifitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dengan cara ceramah dan diskusi interaktif. Berdasarkan hasil observasi lapangan bahwa produksi dan produktifitas usahatani jagung masih rendah yang disebabkan oleh keterbatasan SDM petani yang masih menganut kepercayaan terhadap teknologi budidaya jagung yang diwariskan orang tua zaman dahulu.  Namun setelah kegiatan penyuluhan, petani mengetahui pentingnya menerapkan budidaya jagung sesuai rekomendasi teknis dan mau menerapkannya. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan ke depan petani mampu meningkatkan pendapatan usahatani jagung dengan perbaikan produksi melalui penerapan teknologi budidaya sesuai rekomendasi teknis. Kemauan petani untuk mengubah perilaku dalam budidaya jagung sesuai rekomendasi teknis merupakan faktor pendorong yang baik untuk pengembangan jagung dalam rangka peningkatan produksi dan produktifitas.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BIBIT JAMUR TIRAM (Studi Kasus pada UD Syahid Mushroom di Kelurahan Tamanjaya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Faishal Soffan Marsus; Ivan Sayid Nurahman; Saepul Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.21142

Abstract

Usaha bibit jamur tiram Syahid Mushroom memiliki prospek yang menjanjikan karena memiliki produk yang berkualitas serta tingginya permintaan pasar. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan strategi pengembangan usaha bibit jamur tiram Syahid Mushroom melalui analisis faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi kegiatan usaha. 1) Faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan usaha bibit jamur tiram Syahid Mushroom. 2) Faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman usaha bibit jamur tiram Syahid Mushroom. 3) Merumuskan alternatif strategi pengembangan pada usaha bibit jamur tiram Syahid Mushroom di Kelurahan Tamanjaya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Faktor internal yang meliputi: Kekuatan, yaitu lokasi perusahaan strategis, produk berkualitas, produk terkenal di khalayak masyarakat, pengalaman usaha. Kelemahan, yaitu administrasi usaha, keterbatasan tenaga kerja, metode pemasaran terbatas. 2) Faktor eksternal yang meliputi: Peluang, yaitu permintaan produk yang tinggi, peluang pasar, memiliki kepercayaan dan loyalitas dan pelanggan. Ancaman, yaitu banyaknya pesaing, perubahan cuaca yang tidak stabil, fluktuasi harga bahan baku, serangan hama dan penyakit. 3) Alternatif strategi yang tepat yaitu menggunakan strategi S-O. Strategi S-O (Strength-Opportunity), maka dihasilkan faktor-faktor yang perlu dipertahankan untuk memanfaatkan peluang saat ini, yaitu mempertahankan dan meningkatkan mutu produk dengan cara pengawasan produk, memanfaatkan platform media sosial dan membuka titik distribusi baru untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, mengembangkan loyalitas pelanggan dan testimoni pelanggan sebagai konten promosi di media sosial dan pemasaran digital.
Co-Authors -, Sudrajat - Adang Juanda Agus Yuniawan Isyanto Agus Yuniawan Isyanto Andrean Djanuandra Andrianto, Ridwan Andrie, Benidzar M Ane Novianty Anisa - Puspitasari Anisa Puspitasari, Anisa Apriantika, Rika Aziz, Sepul Bahana Aditya Adnan Benidzar M Andrie Benidzar M. Andrie Bintang Gentzora Cahyani, Reza Regitha Dini Rochdiani Dona Setia Umbara Eka Mialestari Wahyuningsih Eka Purna Yudha Fahmi, Mochammad Faishal Soffan Marsus Fazrulliansyah, Fikri - Ferdi Ferdiansyah Hakim, Hilman Rahman Hanafi Rizky Aryanto Ihsan Nurilmi Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jaja Sukmana Juliantika, Trie Utari Karica, Karica Kosyadah, Dita Nurul Kurniawati, Tiktiek - Kusmawanti, Laela Ulawildani Latif, Totoh Abdul Lica Janwariska Lies Sulistyowati Maulana, Krisna Meddy Rachmadi Mochamad Arief Rizki Mauladi Mohamad Arief Setiawan Muhamad Nurdin Yusuf Muhamad Nurul Ihsan Muliawati, Yulia Nasir Dea, Rehan - NENI SUMARNI, NENI Nizar Fauzi Ramdani Novianti, Sinta Dewi Nugraha, Sandila Nur Aziz, Mochammad Feisyal Nur Ilham, Muhammad Iqbal Nurbillah, Redha Faridah Nurdiansyah, Yulianto Nurhasanah, Nina Siti Nurjaman, Maman Nurjanah, Enok Putri Pratiwi Dewi Santoso Rahmat, Luthfi Rahmawan, Ade Irwan Ramadani, Andika - Ramdani, Yogi Reyansyah Yusuf Rostapaundra Riadi Mulya Febriana Rian Kurnia Rizki Ramdani Rofy, Aceng Rudiansyah, Acep Ryan Rustijan, Rustijan Saepul Aziz Sahadi Sahadi Saidah, Isma Samuel Lantip Wicaksono Santoso, Putri Pratiwi Dewi Septianus Muhamad Taufik Setia, Budi SETIAWAN, IWAN Setiawan, Iwan - Sondara, Yoni Sudradjat - - Sudradjat Sudradjat Sudrajat sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat, Sudra Jat Suparman, Lintang Amellya Suryadi, Dandi Tasyarawati, Dinda Viadevita Tias - Mentari Tiktiek - Kurniawati Tiktiek Kurniawati Tiktiek Kurniawati Trisna Insan Noor Tuti Karyani Wardani, Restu Julia Yulia, Eva