Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DENGAN KOMITMEN KERJA GURU DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN NANGGALO Sintya Permata Herlya; Nellitawati; Irsyad; Nikmah Hayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32258

Abstract

This study was motivated by the author's observations, which showed that teachers' work commitment at public junior high schools in the Nanggalo subdistrict was still less than optimal. One of the contributing factors was the instructional leadership of the school principals. The purpose of this study is to determine the relationship between the instructional leadership of school principals and teacher commitment at public junior high schools in Nanggalo District. The method used is quantitative with a correlational research design. The population of this study consists of teachers at public junior high schools in Nanggalo District, totaling 149 individuals. The research sample was taken using the Proportional Stratified Random Sampling technique with the Chocran formula, resulting in a sample size of 64 people. Data collection used a Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis techniques used Pearson's correlation analysis with the help of the SPSS version 26 For Windows program. The results of the study show that: 1) The work commitment of teachers at public junior high schools in the Nanggalo subdistrict has been implemented very well, with an average score of 4.79. 2) The instructional leadership of principals at public junior high schools in the Nanggalo subdistrict has been implemented very well, with an average score of 4.76. 3) There is a significant relationship between the instructional leadership of the principal and teacher work commitment, with a correlation coefficient of 0.564 and a correlation significance test showing 5.377 > 1.670 at a significance level of 5% or a confidence level of 95%. Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between the instructional leadership of the principal and teacher work commitment at SMP Negeri Se-Kecamatan Nanggalo.
Analisis Risiko Sebagai Implementasi Sekolah Siaga Bencana Pada Sekolah Dasar Meliza Astuti; Irsyad; Merika Setiawati
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the Analysis of Risk as an implementation of the SSB program at in Elementary Schools based on preparedness parameters. This type of research study is descriptive qualitative research of which the research subjects are the principal, teachers, students, and employees. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in the research study were data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The data validity used was the triangulation of sources and techniques. The results showed that the implementation of SSB SDUA went according to the preparedness parameters. In the aspect o attitude and action, there is knowledge about DRR, the implementation of disaster simulations, ongoing socialization, and having emergency response skills. School policies support DRR, the availability of access to information, knowledge, and training. The aspect of preparedness planning, it was evidenced by the existence of SSB assessment documents, action plans before, during and after disasters, PROTAP, disaster warning systems, and evacuation sites. The aspect of resource mobilization was evidenced by the existence of a school disaster alert group, monitoring, and evaluation conducted by the school, the availability of equipment, supplies, and post-disaster basic needs. Supporting factors for SDB SSB program are qualified human resources and related agencies, while the impeding factors were related to the extent of school area that is quite narrow and the equipment have yet to cover all of school resident needs.
STUDI LITERATUR: PENILAIAN RISIKO PRESTASI AKADEMIK DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN SEKOLAH UNGGULAN Sania Gusnita; Irsyad; Merika Setiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/qjnrh570

Abstract

Mutu pembelajaran di sekolah unggulan sangat bergantung pada kemampuan lembaga dalam mengelola berbagai faktor risiko yang memengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif penilaian risiko prestasi akademik sebagai strategi untuk memperkuat sistem peningkatan mutu pembelajaran. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini menelaah teori, temuan empiris, dan model manajemen risiko yang relevan untuk memahami hubungan antara risiko akademik dan kualitas proses belajar di sekolah unggulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prestasi akademik dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal, seperti kondisi psikologis siswa, kebiasaan belajar, tekanan akademik, kompetensi guru, kurikulum, dan dukungan lingkungan. Risiko yang paling dominan meliputi stres akademik, prokrastinasi akibat lemahnya manajemen waktu, serta tingginya tuntutan capaian belajar. Di sisi lain, keterampilan manajemen waktu terbukti menjadi faktor protektif yang membantu siswa mempertahankan performa belajar. Temuan ini menegaskan bahwa penilaian risiko berfungsi sebagai instrumen strategis untuk mengidentifikasi hambatan belajar secara dini serta merumuskan intervensi yang lebih tepat sasaran. Penerapan penilaian risiko mendukung perbaikan mutu pembelajaran melalui penyesuaian strategi pengajaran, penguatan kompetensi guru, optimalisasi fasilitas pendidikan, dan peningkatan keterlibatan orang tua. Selain itu, dukungan psikologis melalui layanan konseling dan program manajemen stres menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi penilaian risiko dalam manajemen mutu pembelajaran merupakan langkah krusial bagi sekolah unggulan untuk menjaga kualitas akademik sekaligus memastikan kesejahteraan siswa dalam menjalani proses pendidikan.
ANALISIS RISIKO TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE Felia Fitri; Merika Setiawati; Irsyad
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fvr0g432

Abstract

Sejak epidemi COVID-19 memaksa banyak sekolah untuk mengadopsi pembelajaran jarak jauh, pendidikan daring telah berkembang dengan pesat. Meskipun memberikan lebih banyak fleksibilitas dan akses, pembelajaran daring bukannya tanpa bahaya yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Analisis risiko yang komprehensif harus dilakukan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen dan pengambil keputusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring. Ada berbagai potensi masalah dengan pendidikan daring, menurut penelitian sebelumnya. Ini termasuk masalah teknologi seperti koneksi yang lambat dan teknologi yang ketinggalan zaman, serta masalah yang lebih pribadi seperti kurangnya minat siswa, ketidakmampuan guru untuk berkomunikasi secara efektif satu sama lain, dan masalah kesehatan emosional dan mental siswa seperti stres dan kecemasan yang disebabkan oleh perasaan sendirian di kelas. Jika kita ingin pembelajaran daring memiliki efek buruk seminimal mungkin dan efek positif sebanyak mungkin, kita memerlukan langkah-langkah manajemen risiko yang baik, menurut penelitian tersebut. Penelitian studi ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia dan kesiapan teknologi merupakan penyebab utama risiko. Meskipun kendala teknologi merupakan kendala paling umum dalam penerapan kursus daring, latar belakang psikologis dan sosial siswa juga berperan dalam menentukan tingkat keterlibatan dan kinerja mereka. Untuk mengurangi dampak potensi hasil negatif, sekolah perlu meningkatkan infrastruktur teknis, menyediakan lebih banyak kesempatan pengembangan profesional bagi para pendidik, dan menerapkan pendekatan pendidikan yang lebih kolaboratif dan partisipatif yang memenuhi kebutuhan sosial dan emosional siswa
Analisis Risiko dalam Penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Tiara Cordelia; Merika Setiawati; Irsyad
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.784

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis berbagai risiko yang mungkin timbul selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah menghadapi risiko multidimensi yang mencakup ranah operasional, kesehatan, dan digital. Risiko operasional meliputi fasilitas yang tidak memadai, kesiapan guru, dan inefisiensi penjadwalan. Risiko kesehatan telah meningkat secara signifikan sejak pandemi COVID-19, yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan adaptasi pembelajaran hibrida. Sementara itu, risiko digital meliputi masalah keamanan siber, privasi data siswa, dan keterbatasan kompetensi guru dalam teknologi pendidikan (Mariani & Wijayanti, 2022).
Strategi Manajemen Risiko pada Kegiatan Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Putri Utami, Anggun Ramadhani; Irsyad; Setiawati, Merika
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to provide solutions or strategies to address obstacles in online courage-based learning activities in elementary schools based on the implementation of risk management. In today's era, the use of technology is increasingly developing, one example of which can be implemented in the educational realm. Online learning has become popular since the Covid-19 pandemic, and it is still implemented in several schools. It is not uncommon for elementary schools (SD) in Indonesia to still use the courage method in the teaching and learning process. Implementing courage-based teaching and learning activities inevitably faces many risks and challenges, both from the students themselves, teachers, and parents. These risks can include technical and psychological challenges, participation issues, and data security issues. Therefore, courage-based learning activities involve many parties. This research collected literature data, mostly obtained from journal articles.
Analisis Risiko dalam Pengambilan Keputusan Administratif di Sekolah Elshi Aidira, Della; Irsyad; Setiawati, Merika
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the importance of applying risk analysis to the administrative decision-making process in educational institutions. In education, every managerial decision carries potential risks that can impact service quality, resource efficiency, and the sustainability of school activities. Through a risk analysis approach, decision-makers can assess the likelihood and impact of an event, thus making policies more accurate, measurable, and problem-prevention oriented.
STUDI LITERATUR: PERAN MANAJEMEN RISIKO DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN Emilsa Fitriana; Irsyad; Merika Setiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5fq15f25

Abstract

Manajemen risiko merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan modern karena berbagai bentuk ketidakpastian dapat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran dan menurunkan mutu layanan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran manajemen risiko dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui studi literatur terhadap berbagai sumber teori, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen akademik yang relevan. Kajian menunjukkan bahwa risiko dalam pendidikan bersifat multidimensi, meliputi risiko operasional, keuangan, kesehatan, teknologi, sosial, reputasi, sumber daya manusia, kurikulum, dan risiko strategis yang semuanya dapat berdampak signifikan terhadap efektivitas proses belajar-mengajar. Melalui penerapan tahapan manajemen risiko identifikasi, analisis, mitigasi, serta pemantauan berkelanjutan. sekolah mampu meminimalkan gangguan, meningkatkan kesiapan pembelajaran, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif. Hasil kajian menegaskan bahwa integrasi manajemen risiko dalam tata kelola sekolah tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga strategis karena berkaitan langsung dengan penguatan tata kelola, peningkatan stabilitas operasional, serta pencapaian hasil belajar siswa yang lebih optimal. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko perlu menjadi bagian dari kebijakan pendidikan dan praktik manajerial sekolah agar kualitas pendidikan dapat terjaga sekaligus meningkat secara berkelanjutan.
ANALISIS DAMPAK DAN PENGENDALIAN RISIKO BENACANA ALAM TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN SISWA DI SEKOLAH Difa Tri Rahmadhani; Irsyad; Merika Setiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/q0r89n85

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi akibat kondisi geografis dan geologisnya. Berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan letusan gunung api kerap menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan, khususnya pada keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak risiko bencana alam terhadap proses pembelajaran siswa serta mengkaji strategi pengendalian risiko bencana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa bencana alam berdampak pada aspek akademik, psikologis, dan sosial siswa, yang ditandai dengan terjadinya learning loss, menurunnya motivasi belajar, serta munculnya trauma psikologis. Pengendalian risiko bencana dapat dilakukan melalui penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), integrasi pendidikan pengurangan risiko bencana dalam kurikulum, penguatan kepemimpinan sekolah, serta penyediaan dukungan psikososial pascabencana. Pengelolaan risiko bencana yang komprehensif diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pembelajaran dan meningkatkan ketangguhan sekolah terhadap bencana.
PERAN IDENTIFIKASI RESIKO DALAM PENGELOLAAN SEKOLAH Salma Shafira; Merika Setiawati; Irsyad
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/zrwg2m72

Abstract

Artikel ini menelaah peran identifikasi risiko dalam pengelolaan sekolah melalui pendekatan studi literatur. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana identifikasi risiko dapat mendukung efektivitas pengelolaan sekolah, baik dari aspek akademik maupun non akademik. Metode yang digunakan adalah telaah literatur terhadap artikel dan dokumen terkait manajemen risiko di lembaga pendidikan. Hasil telaah menunjukkan bahwa identifikasi risiko berperan penting dalam mendeteksi potensi masalah sejak dini, meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, mendorong tindakan proaktif, serta membangun budaya kewaspadaan dan kolaborasi di lingkungan sekolah. Proses ini mencakup pemantauan terhadap absensi, motivasi belajar, kualitas evaluasi, fasilitas sekolah, keamanan, serta tata kelola administrasi dan keuangan. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan pelibatan seluruh pemangku kepentingan terbukti memperkuat ketepatan identifikasi dan mendukung mitigasi risiko secara berkesinambungan. Identifikasi risiko bukan hanya kegiatan administratif, tetapi merupakan instrumen strategis yang mampu meningkatkan kesiapsiagaan, keberlanjutan kualitas pendidikan, dan keselamatan seluruh warga sekolah. Temuan ini menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan untuk merancang sistem identifikasi risiko yang komprehensif dan adaptif.