Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendidikan Pranatal Dalam Islam dan Penerapannya Pada Tradisi Budaya Procotan di Pantura Lamongan Jawa Timur Ningtias, Ratih Kusuma; Karomah, Wardatul; Nursikin, Mukh.; Nabilah, Iftitahun
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i2.4407

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan pranatal dalam Islam dan bagaimana tradisi procotan di Pantura Lamongan berinteraksi dengan ajaran Islam dalam. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan dan mengontraskan pendekatan pendidikan pranatal dalam Islam dan tradisi procotan di Pantura Lamongan. Selain itu, artikel ini akan memberikan rekomendasi bagi keluarga muslim di Pantura dan bisa daerah manapun untuk mengintegrasikan pendidikan pranatal dalam Islam dengan praktik budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan pranatal dalam Islam dan memberikan kontribusi pada studi interdisipliner tentang hubungan antara agama, budaya, dan Pendidikan. Tipe penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara, dokumentasi dan obesrvasi relevan mengenai teori Pendidikan prenatal dan fenomena ritual praktik budaya procotan di Pantura Lamongan dalam kehamilan, persepsi masyarakat terhadap pendidikan pranatal, serta pengaruh media sosial dan teknologi terhadap pendidikan prenatal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan pranatal dalam Islam memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi procotan, dengan menciptakan sinergi antara nilai-nilai agama dan praktik budaya lokal. Temuan utama ini menegaskan bahwa pendidikan pranatal tidak hanya berfungsi sebagai transfer informasi, tetapi juga sebagai cara untuk membangun kesadaran komunitas tentang kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menemukan bahwa banyak masyarakat yang mengadopsi elemen-elemen dari ajaran Islam dalam praktik-praktik budaya sehingga menciptakan pendekatan yang lebih holistik terhadap pendidikan pranatal. 
DESAIN PEMBELAJARAN PAI YANG PLURALIS, INKLUSIF DAN HUMANIS: BERBASIS NILAI DAN ARAH PEMBAHARUAN Azizah, Khoridatul; Amin, Moh. Nasrul; Nursikin, Mukh.
MADINAH Vol 12 No 2 (2025): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v12i2.3635

Abstract

This study aims to formulate a design for Islamic Religious Education (IRE) that is pluralistic, inclusive, and humanistic grounded in values and the direction of educational reform in response to the challenges posed by socio-religious diversity in Indonesia. Employing a descriptive qualitative approach through a literature study, this research analyzes a wide range of academic sources and relevant IRE teaching practices. The main findings reveal that a responsive IRE instructional design that acknowledges interpretive pluralism, accommodates learners from diverse backgrounds, and upholds human values is an urgent necessity in a multicultural era. The proposed model emphasizes the integration of three core approaches: (1) pluralistic by presenting differences among Islamic schools of thought and facilitating interfaith dialogue; (2) inclusive by accommodating identity diversity and special needs among students; and (3) humanistic by reinforcing the values of rahmah (compassion), ‘adl (justice), and empathy through reflective and experiential learning. The novelty of this research lies in its formulation of an instructional design that simultaneously and integrally incorporates all three approaches, in contrast to previous studies that tend to treat them in isolation. This study contributes not only by offering a more contextual and applicable curricular framework but also by recommending pedagogical strategies that position IRE as an agent of moderation and social transformation. The model is expected to serve as a reference for developing educational policies and practices in Islamic education that are adaptive to contemporary dynamics and uphold humanitarian values.