Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Representation of Early Childhood Character Values in the Animated Film Jumbo at the Pocenter Playgroup Febrianti, Nia; Wulansari, Betty Yulia; Rusdiani, Nurtina Irsad
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i7.4280

Abstract

This study aims to analyze the embodiment of early childhood character values in the animated film Jumbo and investigate its relevance in character learning practices at the Pocenter Playgroup. The method applied is a qualitative approach through library research and content analysis, in addition to limited field observations. Data were obtained through narrative analysis of segments in the film that include eighteen character values. The research findings show that the film Jumbo presents character values clearly and emotionally through characters, conversations, and conflicts related to the world of children. At the Pocenter Playgroup, this film is used as a learning tool through discussions, role-playing, and thematic activities that support the internalization of values in children. This study concludes that local animated films such as Jumbo can function as effective educational media for character education for preschool children if supported by contextual and reflective teaching strategies. These findings contribute to the development of learning media that contain values and the implementation of character education in early childhood education environments.
Dual Coding Method to Stimulate Memory in Early Childhood Susanti, Dwi; Kristiana, Dian; Rusdiani, Nurtina Irsad
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v10i2.9902

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Dual Coding Method to stimulate the memory of early childhood students at TK Aisyiyah Ngebel. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the Dual Coding Method for stimulating memory in young children at TK Aisyiyah Ngebel consists of three main stages: planning, execution, and evaluation. During the planning stage, teachers design learning materials that integrate both text and images. In the execution stage, teachers engage in active interaction with the children to discuss and visualize concepts, enhancing their understanding and retention. The evaluation stage focuses on assessing the children's memory stimulation. The results indicate that the Dual Coding Method is effective in stimulating memory in early childhood students. Children's memory abilities are shown to be strong, as evidenced by their attentiveness, ability to retain material presented by the teacher, and recall of the provided information. This method has successfully facilitated better memory retention among the young learners. The study concludes that the Dual Coding Method is a beneficial approach for enhancing memory in early childhood education, supporting children in paying close attention, retaining, and recalling the information learned.
PENERAPAN KEGIATAN FINGER PAINTING DALAM TEMA MENGGAMBAR UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN SENI AUD DI POCENTER ( Ponorogo Early Education Center ) Rosalinda, vica Retno; Rusdiani, Nurtina Irsad
Bunayya Vol 9 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v9i2.20514

Abstract

 Teknik melukis jari atau lukisan jari tidak memerlukan penggunaan alat tertentu. Hal ini juga memungkinkan anak-anak untuk secara melatih keterampilan motorik halusnya melalui melukis dengan jari-jarinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh manfaat teknik finger painting yang digunakan di Pocenter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifMetode penelitian kualitatif yang mengacu pada teori post-positivis digunakan untuk menyelidiki kondisi eksperimen yang realistis. Peneliti bertindak sebagai pemandu, mengumpulkan data melalui purposive dan snowball sampling, teknik trianggulasi (gabungan), analisis induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menunjukkan proses generalisasi dibandingkan penelitian aslinya. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran finger painting di POCENTER sangat menghibur dan patut untuk dikenalkan kepada anak-anak. Latihan finger painting merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan anak. Stimulus yang diberikan berperan sebagai katalisator yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Peran Guru dalam Melatih Kemandirian Anak di Pocenter Satna, Satna; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10572

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran guru dalam melatih kemandirian anak di pocenter dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat perkembangan kemandirian anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berupa guru di pocenter. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam melatih kemandirian anak di pocenter dianggap sangat baik. Guru menjalankan enam peran kunci yang berkontribusi pada pengembangan kemandirian anak. Berikut adalah enam peran tersebut: memberikan pemahman positif, membiasakn anak untuk rapi, memberikan permainan, memberikan anak pilihan sesuai minatnya, membangun komunikasi dengan orang tua, dan membangun komunikasi dengan anak.
Implementasi Metode Bermain Konstruktif dalam Meningkatkan Motorik Halus pada Anak Usia Dini Rukmatin, Farida Ismananda; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10577

Abstract

Permainan konstruktif adalah jenis permainan di mana anak terlibat dalam kegiatan membangun, mengonstruksi, dan memperbaiki, menggunakan berbagai bahan untuk menciptakan sesuatu. Tujuan utama dari permainan ini bukanlah menciptakan sesuatu yang berguna, melainkan untuk memberikan kegembiraan kepada anak selama prosesnya. Permainan konstruksi mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Perkembangan motorik halus melibatkan kemampuan anak dalam melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecilnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitataif dengan metode deskripsi yang dimana peneliti memaparkan hasil observasi yang dilakukan. Tujuan pembelajaran adalah permainan konstruktif yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Dimana, Lembaga Pocenter Ponorogo menerapka pembelajaran konstruktif namun belum maksimal dalam melakukannya. Hasil dari observasi yang dilakukan peneliti metode bermain konstruktif dengan media cotton bud fruits di Pocenter Ponorogo, anak dibebaskan dalam melatih krratifitas serta memiliki daya fikir secara kreatif dan inovatif sesuai dengan kemampuan anak. 
Intervensi Guru terhadap Perilaku Tantrum Anak Usia Toddler di Daycare Pocenter Nanda, Farida Isma; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10579

Abstract

AbstrakUsia toddler adalah rentan usia anak 1-3 tahun dimana pada usia tersebut sering dikenal dengan masa golden age (masa keemasan), pada masa ini anak mulai merangkak, berjalan hingga berlari dengan cepat. Pada masa kanak-kanak, anak mulai merasakan dan mengekspresikan emosinya. Tantrum yang tidak segera diatasi oleh orang tua atau pengasuh akan menyebabkan anak mengalami perilaku abnormal lainnya, seperti agresi, melukai diri sendiri, atau menyakiti orang lain. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor seperti komunikasianak, pola asuh orang tua dan lingkungan anak. Karena siswa di Pocenter Ponorogo yang masih memasuki usia toddler, sedikit banyak anak di Pocenter Ponorogo sering mengalami tantrum dengan berbagai alasan. Peneliti memilih Day Care Pocenter Ponorogo dengan alasan agar mengidentifikasi faktor penyebab tantrum dan tindakan intervensi yang diambil dalam mengatasi tantrum adalah penting. Oleh karena itu, pendidik perlu memahami karakter dan permasalahan individu setiap anak, serta berupaya menangani dan memberikan dukungan terhadap berbagai masalah perkembangan anak, termasuk masalah tantrum. Kata Kunci : intervesi, balita, tantrum, Pocenter Ponorogo.AbstractToddler age is the vulnerable age of children 1-3 years old, where this age is often known as the golden age, at this time children start to crawl, walk and run quickly. In childhood, children begin to feel and express their emotions. Tantrums that are not immediately resolved by parents or caregivers will cause children to experience other abnormal behavior, such as aggression, self-harm, or hurting others. This condition is caused by many factors such as child communication, parenting patterns and the child's environment. Because students at Pocenter Ponorogo are still at toddler age, quite a number of children at Pocenter Ponorogo often experience tantrums for various reasons. Researchers chose Day Care Pocenter Ponorogo on the grounds that identifying the factors that cause tantrums and the intervention measures taken to deal with tantrums is important. Therefore, educators need to understand the individual character and problems of each child, and try to handle and provide support for various children's development problems, including tantrum problems.Keywords: intervention, toddler, tantrums, Pocenter Ponorogo.
Analisis Kemampuan Interaksi Sosial Anak Usia Dini di Tempat Penitipan Anak (Pocenter) Fitri, Umul; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10584

Abstract

Anak usia dini merupakan anak yang berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik, kognitif, sosial emosional, kreatif, linguistik dan komunikatif. Masa ini memerlukan banyak rangsangan perkembangan, termasuk keterampilan interaksi sosial, untuk mencapai titik optimal. Interaksi sosial penting dalam kehidupan sehari-hari, karena tanpa adanya sebuah interaksi akan sangat menyulitkan semua orang dalam hidup di lingkungan masyarakat. Keterampilan komunikasi sosial sangat penting pada anak usia dini, karena dalam berinteraksi anak diajarkan untuk hidup bermasyarakat di lingkungannya. Selain itu, melalui interaksi sosial, anak dapat belajar mengungkapkan perasaan dan secara tepat menantang perilaku moralnya sendiri, serta mengenalkan anak pada pola pikir orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi sosial anak pada pendidikan anak usia dini di lembaga anak POCENTER. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi. Sumber data berupa data primer yaitu: peneliti melakukan pengamatan langsung di lapangan yaitu di Tempat Penitipan Anak POCENTER. Data sekunder berupa buku-buku, jurnal, sumber internet, dan hal-hal lain yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak Pocenter mempunyai kemampuan komunikasi sosial yang baik antara lain kerjasama, tolong menolong, menghargai dan berbagi.
Penerapan Pembelajaran Life Skill di Pocenter Satna, Satna; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi cara life skills diajarkan di pocenter. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang memberikan gambaran tentang sistem pendidikan life skills, langkah-langkah dalam proses pembelajaran life skills, serta hasil yang diperoleh peserta didik dalam pembelajaran life skills di pocenter. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam pengembangan life skill, terdapat penekanan pada beberapa elemen utama, yaitu penguasaan kemampuan yang relevan bagi peserta didik, penyajian materi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, penyelenggaraan kegiatan pembelajaran serta partisipasi aktif peserta didik dalam mencapai kompetensi, ketersediaan fasilitas, peralatan, dan sumber pembelajaran yang memadai, serta penerapan kemampuan-kemampuan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Dalam penelitian ini, pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan Metode analisis deskriptif dengan maksud untuk mendeskripsikan peristiwa, perilaku orang atau suatu keadaan dalam bentuk narasi secara lebih mendalam dan rinci. Pendekatan dan metode ini dipilih karena sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian, yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana di pocenter mengimplementasikan pendidikan life skills dalam meningkatkan kemandirian para santri. Dalam penyusunan program pembelajaran, kolaborasi antara guru dan kepala sekolah menjadi suatu hal yang sesuai. Ini disesuaikan dengan penelitian yang menemukan bahwa jenis pengajaran yang efektif bagi anak adalah yang menempatkan guru dan siswa di pusatnya. Kurikulum dimulai dengan perencanaan pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Dalam setiap program pembelajaran yang disajikan oleh guru, nilai-nilai berbasis keterampilan hidup seperti kemandirian dan tanggung jawab pada siswa dipromosikan. Namun, pendekatan ini disesuaikan dengan perkembangan individu siswa, sehingga mereka dapat menguasai keterampilan dasar yang sesuai dengan tahap usia mereka. 
Implementasi Metode Bermain Konstruktif dalam Meningkatkan Motorik Halus pada Anak Usia Dini Rukmatin, Farida Ismananda; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10577

Abstract

Permainan konstruktif adalah jenis permainan di mana anak terlibat dalam kegiatan membangun, mengonstruksi, dan memperbaiki, menggunakan berbagai bahan untuk menciptakan sesuatu. Tujuan utama dari permainan ini bukanlah menciptakan sesuatu yang berguna, melainkan untuk memberikan kegembiraan kepada anak selama prosesnya. Permainan konstruksi mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Perkembangan motorik halus melibatkan kemampuan anak dalam melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecilnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitataif dengan metode deskripsi yang dimana peneliti memaparkan hasil observasi yang dilakukan. Tujuan pembelajaran adalah permainan konstruktif yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Dimana, Lembaga Pocenter Ponorogo menerapka pembelajaran konstruktif namun belum maksimal dalam melakukannya. Hasil dari observasi yang dilakukan peneliti metode bermain konstruktif dengan media cotton bud fruits di Pocenter Ponorogo, anak dibebaskan dalam melatih krratifitas serta memiliki daya fikir secara kreatif dan inovatif sesuai dengan kemampuan anak. 
Intervensi Guru terhadap Perilaku Tantrum Anak Usia Toddler di Daycare Pocenter Nanda, Farida Isma; Rusdiani, Nurtina Irsad
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v4i1.10579

Abstract

AbstrakUsia toddler adalah rentan usia anak 1-3 tahun dimana pada usia tersebut sering dikenal dengan masa golden age (masa keemasan), pada masa ini anak mulai merangkak, berjalan hingga berlari dengan cepat. Pada masa kanak-kanak, anak mulai merasakan dan mengekspresikan emosinya. Tantrum yang tidak segera diatasi oleh orang tua atau pengasuh akan menyebabkan anak mengalami perilaku abnormal lainnya, seperti agresi, melukai diri sendiri, atau menyakiti orang lain. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor seperti komunikasianak, pola asuh orang tua dan lingkungan anak. Karena siswa di Pocenter Ponorogo yang masih memasuki usia toddler, sedikit banyak anak di Pocenter Ponorogo sering mengalami tantrum dengan berbagai alasan. Peneliti memilih Day Care Pocenter Ponorogo dengan alasan agar mengidentifikasi faktor penyebab tantrum dan tindakan intervensi yang diambil dalam mengatasi tantrum adalah penting. Oleh karena itu, pendidik perlu memahami karakter dan permasalahan individu setiap anak, serta berupaya menangani dan memberikan dukungan terhadap berbagai masalah perkembangan anak, termasuk masalah tantrum. Kata Kunci : intervesi, balita, tantrum, Pocenter Ponorogo.AbstractToddler age is the vulnerable age of children 1-3 years old, where this age is often known as the golden age, at this time children start to crawl, walk and run quickly. In childhood, children begin to feel and express their emotions. Tantrums that are not immediately resolved by parents or caregivers will cause children to experience other abnormal behavior, such as aggression, self-harm, or hurting others. This condition is caused by many factors such as child communication, parenting patterns and the child's environment. Because students at Pocenter Ponorogo are still at toddler age, quite a number of children at Pocenter Ponorogo often experience tantrums for various reasons. Researchers chose Day Care Pocenter Ponorogo on the grounds that identifying the factors that cause tantrums and the intervention measures taken to deal with tantrums is important. Therefore, educators need to understand the individual character and problems of each child, and try to handle and provide support for various children's development problems, including tantrum problems.Keywords: intervention, toddler, tantrums, Pocenter Ponorogo.