Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Media Digital sebagai Strategi Retorika Pemasaran Produk Resin Eco-Kultural Sigur.id di Desa Branjang, Ungaran Barat Agustin, Evi Yanti; Handaka, Theresia Rachel Aurelia; Saputri, Novellia Shafa Nur; A'la, Muhammad Faishal Rofiqil; Tedja, Muthia Fakhira; Devitasari, Rafaela Tiara; Patricia, Aretha Hanny; Nasution, Irzan Althaf Munif; Rachmadhani, Aulia; Mukafi, Muhammad Hamdan; Komariya, Siti; Pramudyo, Gani Nur
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.12-24

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of digital media in building cultural narratives while strengthening the position of UMKM products in the creative economy ecosystem. The method used is a mixed-methods approach, which combines qualitative and quantitative approaches simultaneously. Qualitative data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and visual documentation, while quantitative data were obtained from social media insights, website metrics, and e-commerce performance. The literature review includes Aristotle's rhetorical theory (ethos, pathos, logos), the concept of MSME digitalization, and the eco-cultural storytelling approach. The results of the study show that digital media not only function as a promotional tool but also as a medium for preserving culture and forming the identity of local products. The rhetorical strategy applied was successful in creating emotional, logical, and credible engagement with the audience. In conclusion, the integration between technology and cultural values through a marketing rhetoric approach is able to build sustainable MSME positioning while strengthening a more meaningful digital cultural ecosystem.
Formasi Ideologi dalam Cerita Pendek “God Sees Truth, But Waits” Karya Leo Tolstoy Qarimah, Aryana Nurul; Pratiwi, Dyani Prades; Komariya, Siti
Puitika Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v21i2.735

Abstract

Formasi ideologi dalam cerita pendek “God Sees the Truth, But Waits” menjadi fokus utama penelitian ini, khususnya terkait bagaimana berbagai ideologi direpresentasikan dan dinegosiasikan dalam cerita. Dengan menggunakan kerangka hegemoni Antonio Gramsci, penelitian ini memandang teks bukan hanya sebagai cerita moral, tetapi sebagai ruang kontestasi ideologi. Pendekatan kualitatif diterapkan dengan desain analisis wacana kritis melalui teknik close reading untuk mengidentifikasi struktur naratif, penokohan, dialog, dan simbol sebagai penanda ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisionalisme, materialisme, anarkisme, humanisme, dan spiritualisme hadir dan saling berinteraksi melalui hubungan ideologi kontradiktif, korelatif, dan subordinatif. Materialisme tampak sebagai ideologi dominan pada awal narasi, sementara spiritualisme secara bertahap menjadi ideologi penengah melalui transformasi tokoh utama. Pergeseran ini menunjukkan adanya negosiasi ideologi yang berlangsung melalui mekanisme konsensus alih-alih paksaan sebagaimana konsep hegemoni Gramsci. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “God Sees the Truth, But Waits” tidak hanya menampilkan nilai moral dan spiritual, tetapi juga merepresentasikan ideologi kolektif yang mencerminkan pandangan sosial-politik Tolstoy sebagai pengarang.