Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effect of antioxidant dietary behaviour in smokers with chronic obstructive pulmonary disease risk during COVID-19 pandemic Lorensia, Amelia; Suryadinata, Rivan Virlando
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 1, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(1).28-41

Abstract

Background: Smokers are at risk of Chronic obstructive pulmonary disease (COPD)which has a risk of decreasing in quality of life because of lung function decline and smoking habits. Decreased lung function due to an increase in free radicals. Intake of foods that contain antioxidants can help reduce free radicals.Objectives: The research aimed to determine the effect of antioxidant intake (vitamins A, C, and E) on the development of COPD risk in active smokers.Methods: This study was conducted in May-July 2023 in Surabaya. This study used a cross-sectional design, with purposive sampling and snowball sampling methods. The subjects were adult active smokers. Antioxidant intake consisted of the intake consumed by subjects daily containing vitamins A, vitamin C, and vitamin E using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) method to describe nutritional intake in a certain period. COPD risk assessment was measured using a pulmonary function test with spirometry, with an assessment of the ratio of forced expiratory volume in one second (FEV1) / forced vital capacity (FVC) below 0.70 defined as airflow limitation. The data were tested using the Spearman test to see the relationship between antioxidant intake from food and lung function.Results: This study involved 49 active smokers with COPD. Most subjects experienced deficiencies in vitamin A (77.55%), and vitamin C (87.76%), and all subjects experienced vitamin E deficiencies. The most consumed food containing vitamin A was palm oil, the most consumed food containing vitamin C was papaya, and the most consumed food containing vitamin E was chicken. There was no relationship between vitamin A and the development of COPD risk (Sig.=0.187; r=-0.192), but there was a significant relationship (weak negative) between vitamin C and the risk of developing COPD (Sig.=0.031; r=-0.309). All subjects had a deficiency of vitamin E.Conclusions: The lower the intake of vitamin C, the greater the risk of COPD which is characterized by decreased lung function.
The Use of the Oswestry Disability Index (ODI) and Nordic Body Map (NBM) in the Assessment of Low Back Pain Among Office Employees Suryadinata, Rivan Virlando; Pande, Gek Made Cempaka Priyanka
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 2 (2025): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.02.06

Abstract

Low back pain is a common health problem experienced by office workers. Poor posture and ergonomic habits can result in low back pain. Low back pain can be assessed using the Oswestry Disability Index (ODI) and Nordic Body Map (NBM) questionnaires. Different assessment results for individual workers can lead to delays in early detection and treatment, which can reduce productivity. This study aims to determine the differences between the ODI and NBM in assessing low back pain (LBP) in office employees. The research method used was observational with a cross-sectional design. The respondents were office workers aged 25–60 years with no history of spinal trauma. The study included 120 participants, selected using purposive sampling. The assessment was carried out using ODI and NBM questionnaires. Furthermore, a chi-square test will be used to analyze the data obtained and determine the difference in the assessments of the two questionnaires. The results indicate no significant difference between the two questionnaires' ratings (p=0.142). Therefore, it can be concluded that the two questionnaires are similar in their assessment of the risk of low back pain in office workers, although several factors remain unassessed.
Peningkatan kadar myoglobin, IGF-1 dan kreatinin kinase terhadap asupan protein (Trichiurus lepturus) dan aktivitas fisik Suryadinata, Rivan Virlando; Boengas, Sawitri; Jayasaputri, Priscilla Keshia; Latuputty, Henriette Milda; Dianti Mulyadi, Nisa Kirania; Haya, Nawal Fajril
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/eh7v4a25

Abstract

Asupan protein dan aktivitas fisik merupakan salah satu cara mempercepat pertumbuhan otot. Jumlah asupan protein menjadi salah satu faktor menentukan proses pertumbuhan otot. Sedangkan aktivitas fisik akan memicu kerusakan sel otot pasca latihan, namun akan mengalami perbaikan kembali sehingga terjadi perubahan massa otot. Myoglobin dan kreatin kinase menjadi salah penanda adanya kerusakan sel akibat aktivitas fisik dan Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) merupakan hormon pertumbuhan bagi otot. Beltfish (Trichiurus lepturus) memiliki kandungan protein yang tinggi dan mudah diolah sebagai bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar myoglobin, IGF-1 dan kreatinin kinase dalam darah terhadap asupan protein beltfish dan aktivitis fisik. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan hewan coba tikus wistar (Rattus novergicus) yang terbagi menjadi 6 kelompok. 3 kelompok merupakan kelompok kontrol sedangkan 3 kelompok lainnya diberikan kadar protein yang berbeda dan aktivitas fisik selama 28 hari. Parameter pengukuran perkembangan otot menggunakan kadar myoglobin, kreatin kinase dan IGF-1 dalam darah. Data yang telah didapatkan akan dilakukan uji one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian memperlihatkan aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar myoglobin, IGF-1 dan kreatinin kinase. Pemberian asupan protein terbukti dapat meningkatkan massa otot melalui perbaikan kadar myoglobin, IGF-1, dan kreatinin kinase
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Kebersihan Jamban dalam Rangka Peringatan Hari Jamban Sedunia di UKDC Tahun 2025 Suryadinata, Rivan Virlando; priskila, onny; Reviera Vida Loka, Ega
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal CSDS Vol 4, No 2 (2025) ISSN 2964-1683 (media onlin
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan jamban merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan. Sanitasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit seperti diare, infeksi saluran kemih, hepatitis A, serta penyakit akibat makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jamban pada tanggal 19 Nopember 2025 di Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan jamban dan praktik higiene yang baik. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui penyuluhan, presentasi interaktif, diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait sumber kontaminasi di jamban/toilet, mekanisme penularan penyakit, serta pentingnya mencuci tangan dan penggunaan bahan pembersih yang efektif. Peserta juga menunjukkan perubahan persepsi dari sekadar aspek kenyamanan menjadi aspek kesehatan dalam menjaga kebersihan jamban. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, edukasi sanitasi berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.