Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hadist Tafsir Qur’an Surah At-Takatsur Harmina; Mahyuddin Barni; Abdul Basir; Ali Muammar
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis tafsir Surah al-Takāṡur untuk memahami hakikat kepemilikan harta dan tujuan hidup manusia dalam konteks modern. Surah al-Takāṡur memberikan teguran keras terhadap sikap lalai akibat kesibukan bermegah-megahan dalam urusan dunia. Tujuan utama kajian ini adalah menegaskan kembali nilai moral Surah al-Takāṡur dan hadis terkait, serta memberikan landasan agar manusia bijak memaknai harta dan kedudukan. Metode yang digunakan meliputi penelaahan sanad melalui takhrij dan peninjauan redaksi berbagai riwayat, khususnya hadis riwayat Muslim dari ayah Muṭarrif bin ‘Abdillāh bin Syikhkhīr.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut berstatus ṣaḥīḥ dan memiliki kedudukan yang kuat sebagai ḥujjah. Kandungan matan hadis menegaskan bahwa harta yang benar-benar bermanfaat hanyalah yang dihabiskan untuk makan, dikenakan hingga usang, atau disedekahkan sebagai amal yang kekal. Pesan ini sangat relevan untuk menyikapi fenomena materialisme dan budaya konsumtif, seperti flexing di era modern, yang sering kali mengaburkan kesadaran spiritual manusia. Dengan demikian, makalah ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengelolaan harta untuk bekal akhirat.
PENDIDIKAN EKONOMI DALAM AL-QUR'AN: KAJIAN QS. AL-BAQARAH 275–279 DAN QS. AL-HASYR 7 Norlaila; Mahyuddin Barni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/24dh0h69

Abstract

Ekonomi, dari perspektif Islam, dipahami sebagai suatu sistem yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, keadilan, dan kemanusiaan. Prinsip tauhid menempatkan Allah SWT sebagai sumber hukum tertinggi, sehingga semua kegiatan ekonomi dipandang sebagai bentuk ibadah dan amanah yang harus dilakukan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, praktik ekonomi Islam harus didasarkan pada nilai-nilai moral dan etika untuk mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat. Al-Qur'an, sebagai sumber utama ajaran Islam, memberikan pedoman normatif mengenai kegiatan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Surah Al-Baqarah ayat 275–279 menekankan larangan riba karena mengandung unsur ketidakadilan dan ketidaksetaraan ekonomi, dan juga memperbolehkan jual beli sebagai kegiatan ekonomi yang adil dan produktif. Lebih lanjut, sedekah dan zakat ditekankan sebagai instrumen untuk pemerataan dan keberkahan kekayaan. Sementara itu, Surah Al-Hashr ayat 7 menekankan prinsip distribusi kekayaan agar tidak hanya beredar di kalangan orang kaya. Dengan demikian, pendidikan ekonomi dalam Al-Qur'an menekankan keadilan sosial, moralitas, dan tanggung jawab spiritual yang relevan dengan masyarakat modern.
Integrated Islamic Education Curriculum According to Tuan Guru Sekumpul Syekh Muhammad Zaini Muhammad Yusran; Mahyuddin Barni; Noor Azmah Hidayati
At-Taqaddum Vol. 17 No. 2 (2025): At-Taqaddum
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v17i2.29042

Abstract

The curriculum is very important in education because it has a direct impact on students. In its definition, the curriculum is divided into three parts: subjects, learning experiences, and planning. There are visible and invisible curricula. The invisible curriculum is the educational environment or the ideas of scholars. These ideas arise as an effort to contextualise Islamic teachings in the face of various changes. The Islamic religious education curriculum in terms of material is fixed and stagnant. However, there are differences among scholars regarding the order in which the material should be taught to students. This paper will attempt to describe the curriculum ideas of Tuan Guru Sekumpul Syekh Muhammad Zaini, also known as Guru Sekumpul. The researcher is interested in studying this figure because of his prominence, breadth of knowledge, and influence on the people of Kalimantan, especially South Kalimantan. The main references are sourced from lecture CDs/MP3s delivered by Tuan Guru Zaini during his lifetime and compared with the books he read. Using a qualitative approach and content analysis, Tuan Guru Zaini's ideas about the PAI curriculum were discovered. With a qualitative approach and content analysis, it was found that Tuan Guru Zaini's ideas on PAI (Islamic Education) curriculum emphasize moral education, spirituality, and the integration of Sharia and Sufism, as well as implications for the development of an Islamic education curriculum that is more contextual and spiritually oriented
Fitrah dan Perkembangan Manusia Dalam Al-Qur’an dan Hadis (Tinjauan Filsafat Pendidikan Eksistensialis) Assya'bani, Ridhatullah; Mahyuddin Barni; Abdul Basir; Ahmad Khairuddin
Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Vol. 25 No. 1 (2025): Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.v25i1.6366

Abstract

Dunia saat ini dihadapkan pada—apa yang disebut oleh Ziauddin Sardar sebagai—global problematique, problem yang terintegrasi dengan berbagai peristiwa global. Situasi ini tanpa disadari telah melupakan fitrah dan bagaimana seharusnya manusia dalam perkembangannya yang kemudian mengakibatkan krisis eksistensial yang pada akhirnya menimbulkan berbagai masalah yang diakibatkan manusia. Usaha untuk melakukan perubahan pada akhirnya menjadi utopis dan nyaris mustahil. Gagasan dalam Filsafat Pendidikan Eksistensialis dinantikan untuk menjadi tawaran alternatif bagi kemelut ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggali kembali fitrah dan perkembangan manusia yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadis agar menumbuhkan eksistensi manusia sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah. Dengan menggunakan kajian pustaka (library research) bertujuan untuk mengkaji fitrah dan perkembangan manusia dalam al-Qur’an dan Hadis dalam bingkai Filsafat Pendidikan Eksistensialis. Dari kajian ini menghasilkan bahwa secara fitrah, manusia diposisikan dan menyadari bahwa dirinya sebagai khalifah dimuka bumi untuk selalu beribadah kepada Allah SWT dan menjaga kelangsungan kehidupan. Dalam perkembangannya, manusia harus membekali dirinya dengan pikiran yang jernih dan character building
Contemporary Spirituality Crisis and the Urgency of Faith Education: Analysis of Tafsir Tarbawi Qs. Al-Baqarah and Qs. Al-Ikhlas Siti Lufniyah; Mahyuddin Barni
Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/tilawah.v2i1.46

Abstract

The contemporary spiritual crisis, characterized by weakening faith, increasing secularism, and the erosion of transcendental values, demands the strengthening of Islamic creed education. This article aims to analyze the urgency of creed education through a tarbawi tafsir study of QS. Al-Baqarah (2):255 and QS. Al-Ikhlas (112):1–4 as theological and pedagogical foundations for faith development. This study employs a qualitative library research method using tahlili and tarbawi approaches, drawing primarily on the tafsir works Fathul Qadir and Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. The findings reveal that both verses contain essential values of tawhid—rububiyyah, uluhiyyah, and asma’ wa sifat—which serve as a strong foundation for Islamic creed education in responding to modern spiritual crises. These values emphasize the oneness of God, humanity’s absolute dependence on Him, and the formation of holistic spiritual awareness. This article contributes to the development of tarbawi tafsir studies by reaffirming the relevance of Qur’anic monotheistic teachings as a basis for reconstructing contemporary Islamic creed education.
Love and Compassion in Learning: A Qur'an and Hadith Perspective in the Context of Inclusive Education Rita Sriayu; Mahyuddin Barni; Abd. Majid; Iskandar
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.653

Abstract

This research aims to analyze the concepts of vinta (mahabbah) and compassion (rahmah) from the perspective of the Quran and hadith, and their relevance to inclusive education practices in Islam. This study is based on the understanding that love and compassion are the essence of Islamic teachings, which are not only normatively taught in religious texts but also have significant implications for a learning process that is friendly, just, and respectful of diversity. The research method used is literature review, examining literature related to the Quran, Hadith, Islamic education, and inclusive education. The study results show that the Quran and Hadith clearly emphasize the importance of rahmah and mahabbah as the foundation for social and educational relationships. These values then became the basic principles of inclusive education in Islam, as they encourage an attitude of valuing differences, empathy, and providing equal learning opportunities for all students. In addition, the application of love and affection in inclusive learning can be realized thru teacher modeling, a humanistic approach, teaching strategies responsive to individual needs, and the creation of a safe and supportive school culture. Thus, this research confirms that integrating the values of love and compassion is an important foundation for realizing holistic, humanistic, and inclusive education that aligns with the principles of Islamic education.