Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Togaf Untuk Perancangan Arsitektur Rumah Sakit Zainal Nur Ali; Raseuki, Geubrina; Ramadani, Nia; Fahriza, Hafizh; Matondang, Nadila Rizkika Dwi Ananada; Azzahra, Raissha Vathyma; Hidayat, Putri Syahbillah; Sari, Ika Yusnita
Journal Of Informatics And Busisnes Vol. 3 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jibs.v3i4.4041

Abstract

This research analyzes the issue of digital transformation in hospitals in North Sumatra, characterized by information system fragmentation, application duplication, and inconsistent integration of clinical and administrative data, which impacts operational efficiency and service speed. This research develops an enterprise architecture using the TOGAF (The Open Group Architecture Framework) approach thru the TOGAF ADM (Architecture Development Method) architecture development method to achieve alignment between business, data, application, and information technology (IT) architectures. This research method was conducted descriptively, with primary data collected thru interviews and observations of the service process, as well as secondary data obtained from Indonesian hospital datasets and relevant supporting documents. The research objects consist of 10 hospitals with B, C, and D classes. The design process was carried out thru seven ADM phases, aiming to produce an architectural blueprint and implementation recommendations. The evaluation was conducted thru gap analysis and descriptive statistics to assess the level of system integration before and after the implementation of TOGAF ADM. Data shows that the average integration increased from 65% to 77.2%, representing a 12.2-point increase, with variations ranging from 5 to 15 points. In B-class hospitals, the average integration increased from 80% to 92.3%. For C-class hospitals, the increase was from 62% to 76%, while D-class hospitals showed an increase from 50% to 57.5%. The highest recorded increase was 15 points in some hospitals, while the lowest increase found was 5 points in D-class hospitals. Hospitals with larger capacities showed an improvement in operational efficiency between 20% and 25%, which was related to improvements in electronic medical record (EMR) integration and hospital management systems. The main recommendations of the research include phased and modular implementation thru cloud storage, strengthening data governance, and Application Programming Interface-based integration to reduce costs and improve interoperability.
OPTIMALISASI DIVERSIFIKASI MINYAK JELANTAH MELALUI INOVASI PRODUK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMKM DASAWISMA KELURAHAN MENTENG Adelia, Kadek Ayu Cintya; Kurniati, Ety; Ayu, Regina Wahyudyah Sonata; Ramadani, Nia; Yoga, Yoga; Hafiizh, Muhammad
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6357

Abstract

Limbah minyak jelantah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering terjadi di kawasan permukiman, termasuk di Kelurahan Menteng. Sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah secara langsung tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan sekaligus belum dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu Dasawisma melalui pelatihan diversifikasi minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM ibu-ibu Dasawisma di Kelurahan Menteng. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi program kepada masyarakat, pelatihan teknis pengolahan minyak jelantah, pendampingan produksi, serta evaluasi akhir program. Pelatihan dilakukan menggunakan metode praktik langsung (hands-on training) dengan memanfaatkan alat sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan antara lain sabun cair, lilin aromaterapi, dan produk rumah tangga ramah lingkungan lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92% peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai pengolahan minyak jelantah, 84% menyatakan siap melanjutkan produksi secara mandiri, dan 76% menilai kegiatan ini berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 8 (decent work and economic growth) dan tujuan 12 (responsible consumption and production).