Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Wisata Pantai Di Pulau Tunda Kabupaten Serang Provinsi Banten Muhamad Satrio Legowo; Ankiq Taofiqurohman; Wahyuniar Pamungkas; Subiyanto . .
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.023 KB)

Abstract

Pulau Tunda merupakan salah satu pulau di Kabupaten Serang Provinsi banten yang berpotensi untuk kegiatan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas estetika dan mencari zona yang berpotensi untuk kegiatan wisata pantai di Pulau Tunda. Metode yang dilakukan adalah metode survey, data pengukuran diperoleh langsung dari lapangan (in-situ), kemudian pengukuran nilai estetika menggunakan klasifikasi eucledient. Hasil pengambilan data menunjukan kualitas estetika di Pantai Pulau Tunda memiliki nilai tinggi dan rendah. Stasiun yang memiliki kualitas estetika tinggi adalah stasiun 1,2,5,6,7,8,9,10 dan 11 memiliki nilai estetika 3.72 – 3.84 dikarenakan didominasi oleh tipe pantai berpasir dan bewarna putih. Sedangkan stasiun 3 dan 4 memiliki kualitas rendah dan memiliki nilai 2.32 – 2.64 dikarenakan didominasi oleh vegetasi mangrove dan pantai Pulau Tunda memiliki empat zona yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Tiga zona dikategorikan sebagai zona estetika tinggi dan terletak di bagian utara , selatan dan barat  Pulau Tunda. Di sisi lain, satu lokasi lainnya memiliki estetika berkualitas tinggi dan terletak di timur Pulau Tunda. Zona yang memiliki kualitas estetika tinggi didominasi oleh hamparan pasir putih dan memiliki pandangan kearah laut hamparan terumbu karang. Pada zona yang memiliki kualitas rendah didominasi oleh vegetasi pantai estuari. 
Analisis Kondisi Terumbu Karang Kawasan Pariwisata dan Non Pariwisata Di Perairan Gugus Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Averous Mutahari; Indah Riyantini; Lintang Permata Sari Yuliadi; Wahyuniar Pamungkas
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.85 KB)

Abstract

Kondisi terumbu karang memiliki kerusakan yang disebabkan oleh faktor manusia (kegiatan penangkapan, pariwisata) dan faktor alami (perubahan suhu, penyakit karang). Kerusakan Terumbu karang cenderung lebih tinggi di kawasan pariwisata di bandingkan dengan kawasan non pariwisata. Tujuan riset ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang di Gugus Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Riset dilakukan pada bulan Agustus 2018, di perairan kawasan non pariwisata dan kawasan Pariwisata. Pengambilan data yang dilakukan yaitu, penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling dan mengetahui kondisi terumbu karang dengan menggunakan metode Under Water Photo Transect (UPT). Analisis data yang digunakan merupakan analisis deskriptif komparatif yang meliputi kualitas perairan, tutupan terumbu karang, indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dominansi (C), dan indeks mortalitas. Hasil riset menunjukkan kawasan non pariwisata memiliki nilai tutupan sebesar 13,74% (kategori buruk), sedangkan kawsan pariwisata memiliki nilai tutupan sebesar 55,83% (kategori baik). Indeks (H’), (E), (C) kedua kawasan memiliki kategori yang hampir sama. Kawasan pariwisata memiliki (H’) berkisar 0,79-1,88, (kriteria sedang) (E) berkisar 0,29-0,68 (sedang-tinggi) dan (C) berkisar 0,19-0,68 (rendah). Kawasan non pariwisata memiliki (H’) berkisar 1,10-1,32, (sedang) (E) berkisar 0,40-0,48 (sedang) dan (C) berkisar 0,29-0,48. (sedang). Indeks Mortalitas di kawasan non pariwisata lebih tinggi yaitu 0,5, sedangkan di kawasan pariwisata lebih rendah yaitu 0,2.
POTENSI SUMBERDAYA LAMUN SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUN JAWA Aini Iftinaan K J; Donny Juliandri Prihadi; Mochamad Untung Kurnia Agung; Wahyuniar Pamungkas
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.728 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui potensi biofisik ekosistem lamun sebagai penunjang kegiatan ekowisata di Pulau Menjangan Besar dengan menghasilkan nilai kesesuaian ekowisata sebagai lamun penunjangnya, menghasilkan nilai daya dukung kawasan ekowisata lamun, dan untuk mengetahui presepsi dan partisipasi masyarakat di Pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimun Jawa terhadap peluang daya dukung ekosistem lamun sebagai penunjang ekowisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2017 di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimun Jawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengambilan data di lapangan dan studi literatur. Bobot penentuan kesesuaian ekowisata lamun yang digunakan adalah kesesuaian menurut Yulianda, 2007.  Adapun beberapa parameter yang di amati adalah tutupan lamun, jenis lamun, jenis ikan, kecerahan, suhu, kedalaman, kecepatan arus, jenis substrat, salinitas, sarana dan prasarana, aksesibilitas, dan melihat respon dari masyarakat. Data hasil survey lapangan kemudian diolah menggunakan software microsoft excel 2010 dan ArcGis 10.1 yang hasilnya akan disandingkan dengan kriteria kesesuaian wilayah untuk kegiatan Ekowisata pada ekosistem lamun. Berdasarakan hasil pengamatan dan pengolahan data, secara keseluruhan Pulau Menjangan Besar termasuk kedalam kriteria “Sesuai” dengan perhitungan nilai dari stasiun 1 sampai dengan stasiun 4 yaitu: 64 %, 64 %, 66 %, 66 %. Untuk perhitungan daya dukung kawasan kegiatan ekowisata lamun di Pulau Menjangan besar untuk kegiatan snorkling mencapai 113 orang di setiap harinya. Hasil presepsi, sikap, dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan ekowisata sendiri adalah menyetujui dan akan berpartisipasi dalam kegiatan ekowisatan pada ekosistem lamun.
Kesesuaian Kondisi Bioekologi Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Rehabilitasi Mangrove Di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon Jawa Barat Adhitya Rakhmadi; Sri Astuty; Iwang Gumilar; Wahyuniar Pamungkas
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.168 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2017 di kawasan pesisir Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor biofisik yang mempengaruhi kerusakan mangrove di pesisir Desa Gebang Mekar juga menganalisis kesesuaian lahan untuk penanaman mangrove di pesisir Desa Gebang Mekar. Penelitian ini menggunakan metode survey langsung di 2 stasiun pengamatan yang memliki perbedaan kondisi vegetasi mangrove. Parameter biofisik yang diukur meliputi suhu, oksigen, pH, salinitas, substrat, dan mangrove. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan bahwa dalam kawasan ekosistem mangrove di Desa Gebang Mekar hanya terdapat 2 spesies mangrove yaitu Rhyzopora stylosa dan Avicennia marina. Hasil pengamatan kemudian dikalkulasikan menggunakan matriks kesesuaian lahan konservasi mangrove. Hasil analisis menunjukan bahwa ekosistem mangrove Desa Gebang Mekar di dominasi oleh spesies Rhyzopora stylosa. Hasil kalkulasi menggunakan matriks kesesuaian lahan konservasi mangrove menunjukkan bahwa pada stasiun 1 termasuk kategori sesuai bersyarat (S1), dan stasiun 2 termasuk kategori sesuai (S2). Secara keseluruhan wilayah pesisir Desa Gebang Mekar merupakan kategori sesuai (S2).
Analisis Kepuasan Wisatawan Terhadap Kualitas Produk Jasa Wisata Mangrove Di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu Dewanto - Bismantoro; Asep Agus Handaka Suryana; Wahyuniar Pamungkas; Atikah - Nurhayati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.145 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan wisatawan terhadap kualitas dari produk jasa Wisata Mangrove Desa Karangsong Kabupaten Indramayu. Waktu dan tempat penelitian dilaksanan pada bulan Maret hingga bulan Oktober 2018 di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode accidental sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan software SPSS versi 21 for windows dan Ms. Excel untuk dilakukan Uji Validitas dan Reliabilitas terhadap kuesioner yang disebar kemudian diolah menggunakan metode Importance Perfomance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI) dan Uji Chi Square. Dimana pada metode IPA dibagi menjadi 4 kuadran. Kuadran I prioritas utama, Kuadran II pertahankan kinerja, Kuadran III prioritas rendah, Kuadran IV berlebihan. Dimana hasil pada Kuadran I yang menjadi prioritas utama bagi pihak pengelola untuk dilakukan pengembangan guna meningkatkan tingkat kepuasan wisatawan kedepannya. Kemudian hasi dari CSI yaitu tingkat kepuasan wisatawan sekitar 61%. Dari hasil tersebut, wisatawan “Cukup Puas” dengan Wisata Mangrove Desa Karangsong dan hasil uji chi square menyatakan asal tempat tinggal memiliki korelasi terhadap kepuasan wisatawan.
Analysis of Suitability and Carrying Capacity of Mangrove Ecotourism in Sedari Village, Karawang District Wildan Dhya Ulhaq Hidayat; Indah Riyantini; Wahyuniar Pamungkas
E-Journal of Tourism Volume 7 Number 1 (March 2020)
Publisher : Centre of Excellence in Tourism Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.939 KB) | DOI: 10.24922/eot.v7i1.53961

Abstract

Mangrove nature tourism Sedari Village is an ecotourism location that has the potential to be developed with natural resources that are still awake and an area of mangrove forests around 49.20 Ha. However, in its management, it still does not pay attention to the principles of ecotourism regarding the suitability and carrying capacity for ecotourism. The purpose of this study is to determine the potential in the mangrove nature tourism Sedari Village and assess the suitability and carrying capacity. The method used in this research is survey method and descriptive - quantitative analysis. The results obtained in the mangrove nature tourism Sedari Village there are 4 types of mangroves, namely R. mucronata, R. stylosa, S. alba and A. marina with a mangrove density of 2.055 ind / ha then found 4 types of biota and 2 species namely mullet fish, milkfish , mangrove crabs, little egrets and monitor lizards. For the tourism suitability index value obtained 73% which is included in both the category and the physical carrying capacity obtained 32,800 people / day, the real carrying capacity is 25,047 people / day and the ecological carrying capacity is 26.65 ha. ecological carrying capacity for bridge tracking tourism activities obtained by 55 people / ha and bird watching tourism activities obtained by 165 people / ha. Keywords: mangrove, ecotourism suitability, ecotourism carrying capacity
Nilai Bahaya Rip Current untuk Wisata Pantai di Pantai Pangandaran, Jawa Barat Vira Annisa Rachma; Ankiq Taofiqurohman; Sri Astuty; Wahyuniar Pamungkas
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i3.32375

Abstract

Keselamatan para wisatawan adalah hal yang paling penting dalam mengelola kawasan wisata. Rip current merupakan bahaya yang signifikan bagi para pengunjung pantai dan telah memakan banyak korban di seluruh dunia. Riset ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai bahaya Rip Current serta mengidentifikasi waktu yang aman untuk wisata di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Pelaksanaan riset berlangsung dari bulan Januari – Mei 2020. Metode riset yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data dan penilaian bahaya rip current berdasarkan Rip Current Hazard Assessment Guide (RNLI-UK). Parameter yang digunakan dalam riset ini adalah tinggi dan periode gelombang pecah, kecepatan jatuh sedimen, dan nilai tunggang pasut. Hasil riset menunjukan bahwa nilai bahaya rip current di Kawasan Wisata Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat sebesar 3 sampai dengan 4; yang dikategorikan ke dalam tingkat berbahaya sampai tingkat sangat berbahaya dengan faktor yang paling mempengaruhi adalah tinggi gelombang. Nilai bahaya rip current tertinggi (sangat berbahaya) berada di Bulan Juni hingga Oktober. Waktu yang dinilai relatif lebih aman untuk wisata berdasarkan hasil assesment nilai bahaya rip current adalah pada Bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, November serta Desember.The safety of tourists is the most important thing in tourism management. Rip current is a significant danger for beach visitors and has many casualties around the world. This research aims to get an index of Rip Current and identify the safety period for tourism in Pangandaran Beach. This research was conducted from January – May 2020. Methods of this research were using quantitative method. Processing data and getting an index for hazardous of Rip Current based on the Rip Current Hazard Assesment Guide (RNLI-UK). The parameters used in this research are height and period of the breaker wave, sediment fall velocity, and tide range. The result of this research are shown as an index of rip current’s hazardous 3 to 4; whereas 3 means hazardous and 4 as categorized very hazardous with the wave height as the most affecting factor. The safety periods for tourism based on the results of an index for hazardous occurs in January, February, March, April, May, November, and December.  
Penentuan Tipe Pantai di Kawasan Pantai Wisata Batu Karas, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Annisa Putri Fitrian; Ankiq Taofiqurohman; Yeni Mulyani; Wahyuniar Pamungkas
Buletin Oseanografi Marina Vol 10, No 3 (2021): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v10i3.31990

Abstract

Pantai merupakan salah satu objek wisata alam yang paling diminati pengunjung, namun memiliki risiko bahaya tersendiri yang patut diwaspadai. Risiko bahaya yang melekat dimiliki oleh setiap pantai adalah bahaya akibat karakteristik fisik pantai. Pantai Wisata Batu Karas merupakan salah satu objek wisata pantai terfavorit di Jawa Barat dengan peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya. Selain memiliki berbagai daya tarik wisata, Pantai Batu Karas memiliki risiko bahaya fisik. Risiko bahaya fisik yang dominan di pesisir selatan Jawa Barat, termasuk Pantai Wisata Batu Karas, adalah gelombang pecah karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia yang memicu risiko gelombang tinggi. Keselamatan wisata merupakan hal yang harus diutamakan untuk mencegah kerugian yang mungkin terjadi akibat risiko bahaya. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penilaian bahaya fisik pantai untuk selanjutnya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan wisata pantai. Riset ini bertujuan untuk menentukan tipe pantai Batu Karas sebagai langkah awal penilaian bahaya fisik pantai akibat gelombang pecah di Pantai Wisata Batu Karas. Riset ini dilakukan pada bulan Januari – Mei 2020, dengan area yang diteliti adalah sepanjang Pantai Wisata Batu Karas. Metode yang digunakan dalam riset ini yaitu metode kuantitatif, selanjutnya dilakukan penentuan tipe pantai yang mengacu pada metode yang dikembangkan oleh Short (1996). Parameter yang digunakan dalam riset ini adalah tinggi dan periode gelombang pecah, kecepatan jatuh sedimen, dan nilai tunggang pasut. Hasil yang didapatkan dari riset ini adalah Pantai Batu Karas memiliki tipe pantai longshore bar and trough, yang selanjutnya dapat digunakan untuk penilaian tingkat bahaya fisik di Pantai Wisata Batu Karas. Beach is one of the most popular natural attractions for visitors, but has its own dangers that need to be watched out for. The inherent hazard risk possessed by each beach is the danger due to the physical characteristics of the beach. Batu Karas Tourism Beach is one of the most favorite beach attractions in West Java with an increasing number of visitors every year. Apart from having various tourist attractions, Batu Karas Tourism Beach also has a risk of physical danger. The dominant physical hazard risk on the southern coast of West Java, including Batu Karas Tourism Beach, is the breaking waves because it is directly adjacent to the Indian Ocean which triggers a high risk of waves. Tourism safety is a matter that must be prioritized to prevent losses that may occur due to hazard risks. This can be done by assessing the physical hazard of the beach which can then be used as a consideration in the management of beach tourism. This research aims to determine the type of beach as an initial step to assess the physical beach hazards in Batu Karas Beach, Pangandaran Regency, West Java. This research was conducted from January – May 2020 and focused on the Batu Karas shoreline area. Quantitative method was used to determine the beach type by referring to the method developed by Short (1996). The parameters used in this research are height and period of the breaker wave, sediment fall velocity, and tide range. The result shows that Batu Karas Beach has longshore bar and trough type, which can then be used for assessing the level of physical hazards at Batu Karas Tourism Beach.
KONDISI PERAIRAN DAN PENDUGAAN IKAN DI TELUK CILETUH, SUKABUMI JAWA BARAT BERDASARKAN PROFIL NUTRIEN DAN MAKROZOOBENTOS : The Water Quality of Ciletuh Bay, Sukabumi, West Java Based on the Nutrient Profile and Macrozoobenthos Yuniarti MS; Muhammad Wahyudin Lewaru; Wahyuniar Pamungkas; Ajeng Wulandari; Delilla Suhanda
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v13i1.36157

Abstract

Ciletuh Bay is a Global Geopark area since 2018 by UNCESCO. Ciletuh Bay is located in the south of Java Island which is directly facing the Indian Ocean, so Ciletuh Bays has unique water characteristics. This research aims to determine the condition of the waters of Ciletuh Bay in terms of physical, chemical, and biological parameters. This research was conducted in the dry season in June 2019 and the rainy season in February 2021. The parameters observed in this study were temperature, salinity, pH, dissolved oxygen, brightness, depth, ammpnia, nitrite, nitrate, phosphate, chlorophyll-a, sediment substrate, and macrozoobenthos. The results showed that the concentration of ammonia, nitrite, and chlorophyll-a had the highest values in the rainy season with values for each parameter of 0,028 mg/L; 1,663 mg/L; dan 2,82 mg/L. meanwhile, the highest concentration of nitrate and phosphate were found in the dry season with each having a value of 0,717 mg/L; dan 0,09 mg/L. The sediment substrate during both seasons is dominated by sand. Macrozoobenthos during the rainy season is dominated by the Gastropod class, while during the dry season it is dominated by the Bivalvia class.
Growth Pattern of Mystacoleucus marginatus (Valenciennes 1842) in Cimanuk and Cipeles River, West Java Rendika Kamiswara; Titin Herawati; Ayi Yustiati; Atikah Nurhayati; Wahyuniar Pamungkas; Walim Lili
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.68358

Abstract

Cimanuk River is the second longest river in West Java, flowing from Garut to Indramayu. One of the sub-watersheds of the Cimanuk River is the Cipeles River in Sumedang and Majalengka. Genggehek (Mystacoleucus marginatus) is a type of native fish (indigenous) found in these two rivers. The purpose of the study was to determine growth performance including size distribution, growth pattern and condition factors. The research was conducted by conducting a survey in the dry season in September 2020. The method used was the fisheries biology method. Measurement and data analysis were conducted at the Aquatic Resources Laboratory of Padjadjaran University. The number of fish caught was 231 with a length range of 45 mm - 116 mm and a weight range of 1,1 g – 37,4 g. The growth performance of fish living in Cimanuk River was different from that living in Cipeles River. In Cimanuk River had positive allometric with regression equation W = 4.10-6 L3.2171 and W = 6.10-6 L3.1449. Weight growth was faster than length, condition factor was between 1,27 and 1,33. The growth performance of fish growing in the Cipeles River had a negative allometric growth pattern. The length growth was faster than the weight with the regression equation W = 7.10-4 L2.1182 and W = 7.10-5 L 2.7434, R2 = 0.36 and 0.92, condition factor K = 1.01 and 1.35.
Co-Authors Adhitya Rakhmadi Adiguna, Rido Ahmad Prawira Dhahiyat Aini Iftinaan K J Ainni, Chusnul Firaqie Ajeng Wulandari Alrizky, Rahmi Tazkiya Ankiq Taofiqurohman S Annisa Putri Fitrian Ardhiansyah, Rasendriya Naufal Asep Agus Handaka Suryana Asep K Supriatna Atikah Nurhayati Averous Mutahari Ayi Yustiati Cholimatus Sa'diah Darmawan, Prafitri Saraswati Delilla Suhanda Dewanto - Bismantoro Dhahiyat, Ahmad Prawira Dhahiyat, Ahmad Prawira Donny Juliandri Prihadi Elwie, Madu Maybelle Von Eri Bachtiar Evi Novianti Fanny Kristiandhi Fanny Kristiandhi Firdaus, Muhamad Dadan Ghulam M. Lahbar Handaka, Asep Agus Heni Eni Fitriani heni heni Hermansyah Hermansyah Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Indah Riyantini Ine Maulina Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Junirahma, Nur Sakinah Junirahma, Nur Sakinah Krisnadi, Fanny Kristiadhi, Fanny Laviona, Amah Lesmana, Moh Wildan Lintang Permata Sari Yuliadi Lintang Permata Sari Yuliadi Lintang Permata Sari Yuliadi, Lintang Permata Sari M. Lahbar, Ghulam Maulana Arif, Risandi Mega Laksmini Syamsuddin Mochamad Untung Kurnia Agung Moehamad Alfari Ramadhan MS, Yuniarti Muhamad Satrio Legowo Muhammad Raihan Shalahuddin Muhammad Wahyudin Lewaru Muhammad Yusuf Nora Akbarsyah Norma Rizki Silviana Novianti, Evi Nur Sakinah Junirahma Oktavianti, Lestari Prafitri Saraswati Darmawan Rendika Kamiswara Roffi Grandiosa Rosidah Saptari, Muhammad Khairan Shafira Bilqis Annida Shafira Bilqis Annida Shalahuddin, Muhammad Raihan Sheila Zallesa Shofiah, Audina Sri Astuty Sri Astuty Sri Astuty Sri Astuty Subiyanto Subiyanto Sunarto Sunarto Tahapary, Gifano Gias Gemayal Titin Herawati Tsabita, Alika Venda Jolanda Pical Vira Annisa Rachma Walim Lili Wildan Dhya Ulhaq Hidayat Yeni Mulyani Yuniarti MS Zendina, Luthfia