Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PARMERAAN Raja Ritonga; Hamid, Asrul; Siregar, Ilham Ramadan; Akhyar, Akhyar; NST, Andri Muda; Ritonga, Syaipuddin; Amiruddin, Amiruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu intoleransi dalam berbangsa dan bernegara menjadi kajian serius dewasa ini. Pola fikir sebagian masyarakat telah terpapar faham radikalisme yang mereka peroleh dari oknum dan media tertentu. Oleh karena itu, pemerintah di setiap jenjang mencoba melakukan berbagai upaya dalam mensosialisasikan   faham moderat dalam berbangsa, bernegara dan juga dalam beragama. Tentu dengan upaya ini dapat memberikan pengaruh positif dan membuat pemahaman masyarakat tercerahkan terkait kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama dalam bingkai kemajemukan. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan penguatan moderasi beragama bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pre-tes terlebih dahulu, dilanjutkan kegiatan presentasi, diskusi dan mengkomparasikan pemahaman sejumlah tokoh dalam memahami teks agama dan pengamalannya yang disesuaikan dengan realita dan fakta sosial. Selanjutnya dilakukan tanya jawab dan ditutup dengan kegiatan post-test serta menyimpulkan. Adapun hasil pengabdian menunjukkan bahwa santri Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan dapat memilah pemahaman para tokoh dalam memahami teks agama. Selain itu santri juga telah mampu mencontohkan faham moderat dalam berbangsa, bernegara dan beragama. Sebagai kesimpulan bahwa kegiatan pelatihan secara umum telah dapat memberikan penguatan faham moderasi beragama bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan. Kata Kunci: Moderasi beragama, santri, pondok pesantren, moderat.
Sosialisasi terhadap penetapan batas usia perkawinan dalam undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan pada masyarakat Panyabungan Hamid, Asrul; Nst, Andri Muda; Idris, Idris; Hsb, Zuhdi; Siregar, Ilham Ramadan; Nasution, Suryadi; Akhyar, Akhyar; Ritonga, Raja; Ritonga, Syaipuddin; Siregar, Resi Atna Sari; Nahari, Lailan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22170

Abstract

AbstrakPerubahan batas usia perkawinan yang awalnya 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk Perempuan menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki dan perempuan sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merupakan upaya pemerintah untuk menekan tingginya angka perkawinan di bawah umur dengan memperhatikan kemaslahatan. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk mensosialisasikan perubahan aturan hukum tersebut sehingga timbul kesadaran di masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada masyarakat desa binaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal dengan latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda dengan jumlah 100 orang. Metode dilakukan dengan beberapa tahapan; pertama, tahap persiapan dengan mengumpulkan peserta dan melakukan pretest secara sederhana kepada peserta untuk memahami sejauh mana tingkat pemahaman mereka terhadap materi sosialisasi, kedua, tahap pelaksanaan dengan memberikan materi sosialisasi, menjelaskan materi tersebut dengan baik, setelah itu dilakukan diskusi interaktif dengan peserta, ketiga,  tahap evaluasi dengan melakukan postest kepada peserta dan dari hasil postest tersebut dijadikan bahan evaluasi terhadap perbaikan pendampingan berikutnya. Hasil kegiatan pasca sosialisasi ini memberikan trend positif terlihat dari antusiasme dan kepuasan peserta mencapai 85% Puas dan 0% Tidak Puas, hal ini menunjukkan kegiatan berjalan dengan baik. Pemahaman peserta juga meningkat menjadi 45% dari sebelumnya 5%, namun karena masih ada dari peserta yang masih Tidak Paham 13% sehingga pendampingan yang berkelanjutan harus dilakukan dengan memberikan akses secara kontinu dengan berbagai media komunikasi untuk keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi. Kata kunci : batas usia perkawinan; masyarakat panyabungan; undang-undang perkawinan. AbstractChanges to the marriage age limit from 19 years for men and 16 years for women to 19 years for both men and women as stated in Law Number 16 of 2019. Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage are The government's efforts to reduce the high number of underage marriages by paying attention to welfare. The aim of this service is to socialize changes to legal regulations so that awareness arises in society. This outreach activity was carried out among the village community assisted by the Mandailing Natal State Islamic College with different age and educational backgrounds totaling 100 people. The method is carried out in several stages; first, the preparation stage by conducting a pretest on participants to understand the extent of their understanding of the socialization material, second, the implementation stage by providing socialization material, explaining the material well, after that an interactive discussion is held with the participants, third, the evaluation stage by conducting a posttest to participants and the results of the posttest are used as evaluation material for subsequent improvements in mentoring. The results of this post-socialization activity provided a positive trend as seen from the enthusiasm and satisfaction of participants reaching 85% Satisfied and 0% Dissatisfied, this shows that the activity went well. Participants' understanding also increased to 45% from the previous 5%, however, because there were still 13% of participants who did not understand, ongoing assistance must be carried out by providing continuous access to various communication media for the continuity of socialization activities. Keywords: marriage age limit; panyabungan community; marriage law.
Problematika Keterampilan Menulis dalam Pembelajaran Bahasa Arab pada Siswa Nasution, Nadia Royani; Ritonga, Syaipuddin; Setiyadi, Fadlan Masykura
An-Nuha Vol 6 No 1 (2026): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v6i1.953

Abstract

This study aims to describe the problems in Arabic writing skills of eighth-grade students at Ma'had Al-Ba'tsah Al-Islamiyah, as well as the efforts made to overcome them. This study used a qualitative descriptive method. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. Data validity was strengthened through triangulation techniques, extended participation, and checking by participants (member check). The results of the study indicate the following. First, students face major difficulties in distinguishing letter shapes, dot placement, letter connection, and limitations in constructing sentences, choosing vocabulary, and expressing ideas. Second, these weak skills are influenced by linguistic factors, such as low vocabulary mastery and a lack of understanding of the rules of nahwu and sharaf, as well as non-linguistic factors such as low learning motivation, the use of conventional learning methods, minimal opportunities for independent practice, and lack of family support. Third, efforts to overcome these problems are carried out through the implementation of more varied learning strategies by teachers, such as free writing exercises, copying texts, and organizing creative activities. In addition, students also took the initiative to practice writing independently, keep diaries, join study groups, and take additional lessons. This study recommends implementing more diverse and contextual learning approaches, such as project-based learning, collaborative writing, language games combined with concept maps, ongoing writing practice, appreciation of student work, and the creation of a communicative classroom environment.
Dynamics of Islam and The State of Indonesia: Education, Leadership, and Cultural Integration Acela, Nuriza; Ritonga, Syaipuddin
HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2024): Agustus
Publisher : HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam and Indonesia share a deep historical connection, with Islam entering the archipelago primarily through educational channels. This study focuses on the significant role of Muslim intellectuals in Indonesia, examining their efforts to spread Islam across various levels of society through educational institutions, cultural practices, and social customs. It indicates that the study uses a qualitative approach, specifically through literature study, and applies a text analysis method. The study analyzes various sources such as written texts, pictures, recordings, and both printed and electronic media. This method is appropriate for examining historical, cultural, and educational dynamics, allowing the researcher to interpret and analyze primary and secondary sources related to the spread of Islam in Indonesia and the role of Muslim intellectuals. The result of the study showed that Islam and the state of Indonesia are like two sides of a coin, they are inseparable although Indonesia officially also recognizes other religions over Islam. History recorded that Islam has a historical relationship with leadership, mainly in the context of politics by kingdom cooperation and education effect which generates the effort to preach and spread the Islamic teachings from then until now.