Articles
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Melalui Edukasi dan Skrining di Kelurahan Abeli Kota Kendari
Saltar, Laode;
Masriwati, Sitti;
Lisnawati;
Nawawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v2i2.661
Penyakit tidak menular diantaranya dipengaruhi oleh perubahan pola perilaku masyarakat, dan menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. Penyakit tidak menular seringkali diabaikan dan tidak terdeteksi lebih dini oleh penderitanya, sehingga menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM) dapat digunakan sebagai tempat awal deteksi dini faktor risiko masalah kesehatan, dan kader memiliki peran yang penting dalam penyelenggaraan Posbindu-PTM. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Penyakit tidak menular melalui penyuluhan, melakukan deteksi dini faktor risiko PTM, serta meningkatkan pemahaman kader Posbindu tentang Penyakit tidak menular melalui kegiatan penyegaran. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan massa dan dilanjutkan dengan deteksi dini factor risiko Penyakit tidak menular terhadap 25 warga Kelurahan Abeli Kecamatan Abeli Kota Kendari yang bertempat di aula kantor Kelurahan Abeli. Kegiatan dilakukan selama satu hari. Penyuluhan kesehatan yang diberikan terbukti meningkatkan pengetahuan, dimana dari 5 peserta yang memiliki pengetahaun yang baik sebelum penyuluhan meningkat menjadi 23 peserta yang memiliki pengetahun baik. Sebanyak 52% peserta memiliki kadar gula darah sewaktu >200mg/dl, 56% memiliki kadar kolesterol >200mg/dl, dan 56% termasuk dalam kategori hipertensi grade 1 dan grade 2. Hasil menunjukan sebagian besar peserta memiliki factor risiko PTM yang tinggi. Hasil penyegaran kader terbukti meningkatkan pengetahuan kader tentang Penyakit tidak menular dan penatalaksanaannya. Kegiatan edukasi, deteksi dini perlu terus dilakukan secara berkesinambungan karena terbukti meningkatkan pengetahuan serta kewaspadaan masyarakat akan penyakit tidak menular. Selain itu kegiatan penyegaran perlu dilakukan secara berkala agar pelayanan Posbindu menjadi lebih baik dan kader lebih termotivasi dalam memberikan pelayanan.
Pelayanan Kesehatan Promotif dan Preventif di Desa Totombe Jaya, Kabupaten Konawe, Melalui Program Kuliah Kerja Nyata
Ridwan, Bai Athur;
Tasnim;
Masriwati, Sitti;
Siharis, Fatma Sari;
Islaeli;
Ulva, Sitti Marya;
Yasmin, Laode Muhamad;
Samsibar;
Warnila;
Handayani, Fitri;
Nurhady
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jpmba.v1i2.676
Kegiatan yang bersifat promosi kesehatan dan pencegahan terhadap masalah kesehatan atau penyakit dapat dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata/Praktek Kerja Komunitas (KKN/PKK). Kegiatan KKN/PKK ini merupakan bentuk dari pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tridharma perguruan tinggi oleh sivitas akademika Universitas Mandala Waluya. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan lintas ilmu bidang kesehatan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas kesehatan dan kebutuhan yang mendukung kesehatan masyarakat sehingga dapat dilakukan upaya promotif dan preventif. Kegiatan KKN/PKK dimulai dengan survei kesehatan dan observasi langsung kondisi lingkungan masyarakat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat Desa Totombe Jaya masih rendah dari segi penanganan sampah dan kebiasaan merokok yang masih tinggi sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan morbiditas. Kemudian dilanjutkan dengan penetapan program kerja dan dilaksanakan melalui metode penyuluhan kesehatan dan pembuatan sarana penampungan sampah sementara dan kebun tanaman obat keluarga. Hasil yang diperoleh yaitu tumbuh kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan, tercipta lingkungan yang bersih dan tersedianya tanaman berkhasiat obat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perlu adanya upaya pembangunan kesehatan di masyarakat melalui program-program yang sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Kegiatan Edukasi Mengenai Gejala Demam Berdarah Dengue dan Upaya Pencegahannyadi SMAN 5 Kendari
Masriwati, Sitti;
Saltar, La Ode;
Heltty;
Said, Asbath;
Nawawi;
Apriyanti;
Dina, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/s22d4p92
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Negara Indonesia merupakah salah satu negara endemik dimana kasus demam berdarah dengue setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan kasus dan terjadi kejadian luar biasa di berbagai kota. Provinsi sulawesi tenggara khususnya kecamatan baruga merupakan salah satu daerah yang angka kejadiannya meningkat di tahun 2024 (bulan januari dan februari) dan paling banyak menyerang anak sekolah (SD, SMP dan SMA). Dan berdasarkan wawancara dari beberapa siswa-siswi ditemukan masih banyak siswa siswa yang kurang paham tentang Gejala Demam Berdarah Dengue terutama tentang upaya pencegahannya. Siswa/siswi juga menyampaikan bahwa edukasi atau promosi kesehatan untuk upaya peningkatan pengetahuan tentang penyakit demam berdarah dengue belum pernah dilakukan dari pihak manapun. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya siswa siswi SMAN 5 Kendari tentang gejala Demam Berdarah Dengue dan Upaya pencegahannya. Hasil evaluasi pengabdian masyarakat diperoleh bahwa siswa-siswi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah memahami tentang apa itu demam berdarah dengue terutama penyebab Demam Berdarah Dengue, upaya penanganan serta pencegahanya.
Pengaruh Pemberian Senam Kaki Diabetik Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Lede Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku
Masriwati, Sitti;
Dina, Hasnia;
Samiru, Tuti Amniati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/28093151.v3i1.38
Berdasarkan data yang di dapatkan, jumlah penderita diabetes melitus di Puskesmas Lede pada tahun 2020 berjumlah 96 orang dan mengalami peningkatan di tahun 2021 sebanyak 110 Penderita. Dimana diantaranya sebanyak 52 penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Lede Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre- eksperimen (uji coba) dan desain pre posttest dalam satu kelompok (One Group pretest- posttest design). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 52 orang dengan jumlah sampel 15 orang, teknik penarikan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data penelitian menggunakan Paired Sample T Test untuk uji pengaruh dan Repeated Measure Anova untuk uji perbandingan yang terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data menggunakan Shapiro wilk. Hasil uji pengaruh pemberian senam kaki diabetik diperoleh nilai thitung > ttabel dan nilai p= 0,000 < α = 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Lede. Hasil uji Repeated Measure Anova diperoleh pemberian senam kaki diabetik 3 kali seminggu selama 2 minggu lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah rata-rata 30, 467 mg/dl. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan edukasi pada penderita diabetes melitus dan dapat menjadi informasi tambahan bagi peneliti-peneliti selanjutnya.
Hubungan Ditinggal Pasangan dengan Kecemasan Lansia di Wilayah Puskesmas Bungku Tengah Kabupaten Morowali
La Ode Ardiansyah;
Masriwati, Sitti;
Noviati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jikmw.v5i1.1101
Lansia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun keatas yang telah masuk ke tahap akhir dari fase hidupnya. Fase hidup lansia sering mengalami permasalahan psikologis sebagai akibat ditinggal pasangan hidupnya. Di wilayah kerja Puskesmas Bungku tengah Kabupaten Morowali cakupan jumlah lansia yang ditinggal pasangan berjumlah 347 lansia baik laki-laki dan perempuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis hubungan ditinggal pasangan dengan kecemasan lansia di wilayah Puskesmas Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian adalah adalah seluruh lansia ditinggal pasangan di wilayah Puskesmas Bungku Tengah tahun 2023 sebanyak 347 lansia dan sampel 78 orang yang diambil secara Stratified Random Sampling. Metode analisis hubungan menggunakan uji chi-square serta dilanjutkan dengan uji phi (φ) untuk melihat keeratan hubungan kedua variabel. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square pada variabel ditinggal pasangan diperoleh p value (nilai signifikan) < α = 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai φ (0,306), sehingga disimpulkan ada hubungan yang lemah antara variable ditinggal pasangan dengan kecemasan lansia wilayah Puskesmas Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Saran dalam penelitian ini adalah bagi keluarga hendaknya sering meluangkan waktu bersama sehingga lansia merasa dicintai keberadaanya dan bagi penelitian selanjutnya dapat dijadikan acuan untuk melakukan penelitian permasalahan kecemasan pada lansia namun dengan skala penelitian yang lebih luas.
Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone Terhadap Perkembangan Psikologis Sosial Anak Usia 06-08 Tahun Di SDN 01 Poasia Kecamatan Poasia Kota Kendari
Purnamasari, Anisa;
Lisnawati;
Arie Lestari, Sari;
Masriwati, Sitti;
Nazaruddin
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jakmw.v1i1.206
Penggunaan smarthphone di Indonesia menunjukkan angka yang semakin meningkat, data yang diperoleh dari Portal Techin Asia sampai dengan saat ini sudah mencapai 15 juta lebih pengguna smarthphone. Hasil survey yang dilakukan menunjukkan bahwa penduduk Indonesia terutama anak usia dini menjadi pengguna utama smarthphone. World Health Organization melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia sekolah menderita gangguan perkembangan. Sekitar 8-9% anak usia sekolah mengalami masalah psikososial khususnya masalah social emosional seperti kecemasan, sulit beradaptasi, bersosialisasi, susah berpisah dari orang tua, anak sulit diatur, dan perilaku agresif merupakan masalah yang paling sering muncul pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan smartphone terhadap perkembangan psikologis sosial Anak Sekolah di SDN 01 Poasia, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian yaitu seluruh anak yang menggunakan smartphone usia 6-8 tahun yang bersekolah di SDN 01 Poasia sebanyak 315 orang dengan jumlah sampel 64 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Analisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0.000 (X2 hitung = 13.012 > X2 tabel = 3.841), menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi penggunaan smartphone terhadap perkembangan psikologis sosial pada anak usia 06-08 tahun. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara durasi penggunaan smartphone terhadap perkembangan psikologis sosial anak usia 06-08 tahun di SDN 1 Poasia Kecamatan Poasia, Kota Kendari
Hubungan Pembelajaran Via Online Selama Pandemi Covid-19 Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Semester II, IV Dan VI Prodi Keperawatan Di Universitas Mandala Waluya
Meilisa;
Armayani;
Masriwati, Sitti
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jakmw.v1i2.322
Hasil studi pendahuluan, didapatkan sebanyak 118 orang menderita hipertensi yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita hipertensi, di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan penyakit hipertensi yang berjumlah 118 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purpose sampling. metode analisis menggunakan uji chi square dan phi. Hasil Uji Square dan Phi menunjukan dukungan emosional dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.007 dan nilai Phi = 0.072, dukungan informasional dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.37 dan nilai Phi = 0.85, dukungan instrumental dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.000 dan nilai Phi = 0.078 dan dukungan penghargaan dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.285 dan nilai Phi = 0.140. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan emosional dengan kualitas penderita hipertensi, ada hubungan dukungan informasional dengan kualitas penderita hipertensi, ada hubungan dukungan informasional dengan kualitas penderita hipertensi dan ada hubungan dukungan penghargaan dengan kualitas penderita hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.
Pengaruh Psikoedukasi Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Dalam Pencegahan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Pasisir Kecamatan Soropia
Masriwati, Sitti;
Pongdatu, Merry
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jakmw.v1i2.323
Tuberkulosis (TB) telah ada selama ribuan tahun dan tetap menjadi masalah utama kesehatan global. Data wilayah kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe, pada tahun 2017, kasus TB Paru berjumlah 17 kasus, Tahun 2018 terdapat 31 kasus, Tahun 2019 terdapat 40 kasus TB Paru dan tahun 2020 TB bulan Januari sampai April kasus TB Paru yang menjalani pengobatan sebanyak 42 orang. Psikoedukasi adalah pendidikan kesehatan pada klien aau keluarga baik yang mengalami masalah fisik maupun gangguan jiwa yang bertujuan untuk mengatasi masalah psikologis yang dialami mereka Tujuan peneliti ini untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi audio visual terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam pencegahan tuberkulosis parudi Wilayah Pesisir Kecamatan Soropia. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi ekperiment dengan desain pre test-post test design. Jumlah Sampel 27 responden seluruh keluarga pasien penderita TB dengan teknik penarikan sampel non probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Data diolah secara deskriptip dan uji paired t test. Hasil penelitian di peroleh bahwa ada pengaruh psikoedukasi audio visual terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam pencegahan tuberkulosis paru di Wilayah Pesisir Kecamatan Soropia pada nilai ρValue = 0,000 <α = 0,05, sebelum pemberian intervensi rerata pengetahuan yaitu 43,85 dengan standar deviasi 14,718 setelah pemberian intervensi terjadi peningkatan rerata pengetahuan yaitu 69,62 dengan standar 19,490. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh psikoedukasi audio visual terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam pencegahan tuberkulosis paru di Wilayah Pesisir Kecamatan Soropia. Disarankan layanan kesehatan yang ada Kecamatan Soropia agar meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap cara melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pencegahan tuberkulosis paru
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari
Masriwati, Sitti
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jakmw.v1i2.490
Hipertensi merupakan penyakit yang banyak dialami oleh orang dewasa dan lansia. Hasil studi pendahuluan, didapatkan sebanyak 118 orang menderita hipertensi yang terdiri dari perempuan dan laki-laki.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita hipertensi, di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan penyakit hipertensi yang berjumlah 118 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purpose sampling. metode analisis menggunakan uji chi square dan phi. Hasil Uji Square dan Phi menunjukan dukungan emosional dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.007 dan nilai Phi = 0.072, dukungan informasional dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.37 dan nilai Phi = 0.85, dukungan instrumental dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.000 dan nilai Phi = 0.078 dan dukungan penghargaan dengan kualitas hidup (X2 hitung 11.285 dan nilai Phi = 0.140. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan emosional dengan kualitas penderita hipertensi, ada hubungan dukungan informasional dengan kualitas penderita hipertensi, ada hubungan dukungan informasional dengan kualitas penderita hipertensi dan ada hubungan dukungan penghargaan dengan kualitas penderita hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.
Hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Vaksinasi Covid-19 pada Siswa di SMK Negeri 1 Raha
Masriwati, Sitti;
Heltty;
Pongdatu, Merry;
Izzah Leman, Nurul
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jakmw.v2i1.498
Intervensi Health Belief Model (HBM) dengan perubahan dalam memperkecil risiko kesehatan melalui kerentanan terhadap penyakit, potensi ancaman, motivasi memperkecil kerentanan, kepercayaan dapat memberikan manfaat, menilai diri sendiri terhadap perilaku yang dilakukan, rekomendasi dalam interaksi dengan petugas kesehatan yang dapat merubah perilaku dan pengalaman dalam melakukan perilaku tersebut sehingga dapat mengukur perubahan tingkah laku seseorang terhadap tingkat kepatuhan dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Health Belief Model dengan kepatuhan vaksinasi Covid-19 pada siswa di SMK Negeri 1 Raha. Desain penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional study dengan jumlah populasi sebanyak 468 siswa dan sampel sebanyak 82 responden data di olah dengan uji statistic chi square dengan nilai X2 hitung (26.278) dan nilai X2 tabel didapatkan 2.435 sedangkan nilai p = 0,000 < 0,05 artinya bahwa secara statistic terdapat hubungan yang bermakna antara Health Belief Model (HBM) dengan Tingkat Kepatuhan Vaksinasi Covid-19 Siswa Di SMK Negeri 1 Raha. Saran penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi Keperawatan dalam mengubah kognitif dan perilaku seseorang dalam kepatuhan melakukan vaksinasi Covid-19.