Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Intensitas Nyeri Leher pada Pasien Hipertensi Pamungkas, Dewi Nur Dias; Widiastuti, Agung; Witriyani, Witriyani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3914

Abstract

Hipertensi disebut sebagai silent killer atau penyakit yang secara tiba-tiba dapat menyebabkan kematian mendadak bagi penderitanya. Hipertensi dapat menyebabkan nyeri leher karena peningkatan tekanan pada dinding pembuluh darah di daerah leher yang mana pembuluh darah tersebut membawa darah ke otak sehingga ketika terjadi peningkatan tekanan vaskuler ke otak menyebabkan penderita hipertensi merasa nyeri atau ketidaknyamanan. Nyeri pada hipertensi ketika tidak ditangani akan menyebabkan tekanan darah semakin meningkat dan bisa beresiko terjadi pecahnya pembuluh darah. Tujuan: Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri leher pada pasien hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre experiment dengan metode penelitian one grup pretest-posttest design. Hasil: Kompres hangat berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri leher pada penderita hipertensi dengan nilai p value 0,001 (p <0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri leher karena kompres hangat dapat membuat pembuluh darah mengalami vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga dapat menurunkan nyeri leher.
Hubungan Self Efficacy dengan Kualitas Hidup pada Penderita Diabetes Melitus Untari, Deta Wahyu; Witriyani, Witriyani; Firdaus, Insanul
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4024

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang disebabkan karena adanya kelainan pada hormon insulin, sehingga tubuh dapat mengalami gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak yang dapat berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Tujuan dar penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Self Efficacy dengan Kualitas hidup pada penderita Diabetes Melitus. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Sampling dari penelitian ini adalah dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-Bref). Berdasarkan hasil analisa pada penelitian ini menunjukkan data pada Self Efficacy dengan kategori baik 31 (70,5%). Hasil dari data kualitas hidup dengan kategori sangat baik 36 (81,8%). Hasil dari penelitian adalah terdapat Hubungan Self Efficacy dengan Kualitas Hidup pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Kedawung 1 Sragen. Didapatkan hasil Uji Spearman Rank nilai p-value 0.000 (P<0,05).
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT TERHARAP SKALA NYERI DISMENORE PADA SISWISMK CITRA MEDIKA SRAGEN Indriastuti, Ayuk; witriyani, witriyani; Utomo, Endrat Kartiko; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30778

Abstract

Disminore dalam bahasa indonesia adalah nyeri menstruasi, sifat dan derajat rasa nyeri ini bervariasi. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dismenore dapat diatasi dengan penanganan farmakologi maupun non farmakologi. Pemberian kompres hangat merupakan salah satu tindakan mandiri dalam menangani dismenore. Efek hangat dari kompres dapat menyebabkan vasodilatasi pada pembuluh darah yang nantinya akan meningkatkan aliran darah yang dapat mengurangi rasa nyeri haid. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat terhadap tingkat nyeri dismenore pada siswi SMK Citra Medika Sragen. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode Quasy eksperiment (two group pre test-post test) dengan kelompok kontrol. Populasi ini sebanyak 180, dengan sampel sebanyak 36 dengan 18 responden pada masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol, penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Sidned Rank Test dan Uji Mann Whiyney, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar NRS. Hasil dari penelitian pada kelompok eksperiment sebelum dilakukan tindakan mememiliki rerata skala nyeri 4,56 dan sesudah dilakukan tindakan memiliki rata-rata skala nyeri 1,89 dan untuk kelompok kontrol ada perbedaan anta pretest posttest tetapi tidak signifikan dengan rata-rata nilai pretest 4,61 dan posttest 4,00. Dari Hasil uji Mann Whitney memiliki nilai p-value 0,008 (<0,05), dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rerata penurunan nilai skala nyeri antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata penurunan skala nyeri kelompok eksperimen sebesar 2,67 sedangkan kelompok kontrol 0,61. Kesimpulannya kompres hangat dapat digunakan siswi SMK Citra Medika Sragen sebagai alternatif penalaksanaan dismenore..
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA KELURAHAN BUMI LAWEYAN SURAKARTA PRATIWI, NURI OKTA; WITRIYANI, WITRIYANI; Kresna Agung Yudhianto, Kresna Agung Yudhianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif, menggunakan metode pendekatan cross-sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan peilaku upaya pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah melalui penyebaran kuesioner untuk mendapatkan data pengetahuan ibu dengan peilaku upaya pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian anggota ibu yang mempunyai balita di bawah 5 tahun di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta sebanyak 68 responden. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta pada bulan Maret 2024. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu pengetahuan ibu. Variabel dependen yaitu perilaku upaya pencegahan stunting. Cara pengukuran dengan menggunakan kuesioner dan analisis data hasil penelitian menggunakan analisis univariat untuk mengetahui pengetahuan ibu dan perilaku upaya pencegahan stunting. Sedangkan analisa bivariate menggunakan uji rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik (44,1%), cukup (39,7%), dan kurang (16,2%). Mayoritas perilaku pencegahan stunting baik (66,2%), cukup (29,4%), dan kurang (4,4%). Uji Spearman's rho menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting Maka dapat disimpulkan Ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku upaya pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta.
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Pereira, Dolia Paulina de Jesus; Sani, Fakhrudin Nasrul; Witriyani, Witriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31173

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berhubungan dengan kurangnya kerja atau sekresi insulin secara absolut atau relatif. Kualitas hidup adalah suatu konsep yang berhubungan dengan kesejahteraan penderita baik secara fisik, psikologi, sosial maupun lingkungan. Self care merupakan suatu perilaku yang dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan, perkembangan dan kehidupan di sekitarnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan self care dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu variabel independent (bebas) dan variabel dependen (terikat). Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang terdata di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo sebanyak 830 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berkunjung ke Prolanis sebanyak 37 orang.Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner the summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA) dan kuesioner DQOL (Diabetes Quality of Life). Hasil uji statistic Chi square diperoleh nilai signifikasi yang diperoleh sebesar 0,001 (p>0,05). Hasil Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan self care dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus.
Stress and Motivation to Smoke among Adolescents Firdaus, Insanul; Arnas Suwarni, Anggita; Agung Yudhianto, Kresna; Mei Astuti, Andriani; Witriyani, Witriyani
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4225

Abstract

Background: Stress is a condition of anxiety or mental strain brought on by challenging circumstances and motivates us to face obstacles and dangers in life. Stress often experienced by adolescents, with a reported high prevalence of depression among teenagers. Each person uses different stress coping techniques, some of which are beneficial and others of which are detrimental. Smoking is one of the negative stress coping strategies that some people turn to in the hopes of finding mental calm. However, smoking behavior is dangerous for both active and passive smokers, who may experience a range of illnesses, including cancer, lung disease, impotence, reproductive abnormalities, stroke, and possibly fatal pregnancy issues for the fetus. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between stress levels and smoking motivation among adolescents. Method: This research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach by involving 80 subjects of adolescents. The research instrument used a questionnaire that had been tested for validity. Analysis of this research data used the Spearman Rho test. Results: It was discovered that 38 subject (47.5%) had low level of stress, 26 subject (32.5%) had moderate levels of stress, 9 (11,25%) had high levels of stress, 7 (8,75%) had very high levels of stress. Smoking motivation was discovered that 59 subject (73.75%) had moderate smoking motivation, 31 subject (38.75%) had high smoking motivation. Conclusion: There is a relation between stress levels and smoking motivation among adolescents with a significance value of 0.00 (p<0.05).